Between US – “New Student” | QueenX

Between US

“New Student”

poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 3k Words)

 

Rating : PG 13

 

Sebelumnya di BETWEEN US

 

 

.

 

All in Author’s POV

Yoojung menatap kesal pada Sehun yang sejak tadi tidak berhasil menyelesaikan soal yang ia berikan. Padahal soal tersebut sudah sama persis seperti contoh yang ia jelaskan. Hanya saja Yoojung mengganti angkanya.

“Oh Sehun! Ini sudah sepuluh menit dan kau belum menyelesaikannya, juga!?” protes Yoojung.

“Ini adalah soal paling rumit yang pernah kukerjakan Kim Yoojung! Jika bagi gadis dengan otak cemerlang sepertimu sangat mudah untuk mengerjakannya, maka ini sangat rumit untuk pria dengan wajah tampan dan otak pas-pasan seperti diriku.” gerutu Sehun.

“Jika kau seperti ini terus, bagaimana kau akan menyelesaikan soal ujianmu besok, huh!?”

“Ah, kau tidak perlu mengkhawatirkanku, sayang. Aku punya Baekhyun yang—”

“Kau lupa!? Ia bahkan menjadi penyebab kau tiga kali selalu remedial di kelas matematika Guru Park!” gertak Yoojung.

Sehun mengerucutkan bibirnya lalu melemparkan pensil di tangannya ke atas meja.

“Aku menyerah!” ucapnya lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Astaga, baru sepuluh menit dan sudah menyerah!?”

“Tadi kau bilang terlalu lama, sekarang kau bilang baru sepuluh menit!? Kau tau Jung-ah? Sepuluh menit mengerjakan satu soal logaritma, sama dengan sepuluh bulan melatih orang lumpuh berlari!” ucap Sehun tak mau disalahkan.

Yoojung menghela napasnya pasrah dan akhirnya mengalah kemudian memutuskan untuk mengerjakan soal yang ia berikan dan menjelaskannya untuk yang kesekian kalinya pada Sehun. Belajar bersama kekasihnya ini memang sia-sia. Bukannya Sehun menjadi paham dengan apa yang ia jelaskan, ini malah membuat Yoojung yang semakin pintar. Karena kalau tidak menggunakan alasan lelah, Sehun pasti sudah tidur di sofa ruang tamu dan membuat Yoojung semakin geram.

“Kemarin sore aku bertemu dengan idolamu.” Ujar Sehun setelah Yoojung selesai menjelaskan cara mengerjakan soal yang ia berikan untuk Sehun.

“Idola? Siapa?”

“Siapa lagi kalau bukan Monalisa.” Cibir Sehun.

“Ha? Kau bertemu dengannya? Lagi? Daeeeebak! Ah, aku benar-benar iri padamu, kau selalu bisa bertemu dengannya secara kebetulan. Sementara aku? Haish, mengapa kau tidak mengatakannya padaku, huh!? Apakah karena bertemu dengan Monalisa kau tidak membalas rentetan pesan singkat yang kukirim ke ponselmu? Benar-benar kekasih yang jahat!” oceh Yoojung kemudian.

“Salahkan Monalisamu itu. Saat aku akan menghubungimu, tiba-tiba saja dia datang menghampiriku.”

“Apa saja yang kalian bicarakan? Ah aku yakin, kau pasti sekarang mulai menyukainya, kan? Kubilang juga apa, Monalisa itu penulis novel paling ramah yang pernah kuken—”

“Berhentilah memuja dirinya! Aku bahkan muak berlama-lama dengannya. Jangankan mengajaknya berbicara, pertanyaan darinya saja tidak ada yang kugubris kemarin.” Balas Sehun.

“Astaga Oh Sehun, kau itu tega sekali, ya? Apakah kau memang terlahir dengan sikap yang keji tak berperikemanusiaan begitu? Siapa tahu Monalisa mau berteman denganmu.”

“Hey, Jung…bukankah seharusnya kau cemburu jika aku dekat dengan gadis lain?” tanya Sehun heran.

“Tapi Monalisa adalah pengecualian. Siapa tahu saja kalau kalian sudah berteman, aku bisa dengan mudahnya sering bertemu dengan Monalisa dan menanyakan karya novel selanjutnya kapan akan diterbitkan.” Ucap Yoojung senang.

#

“Kau ingin bersekolah di sekolah umum? Apakah aku tidak salah dengar?” ujar ayah Monalisa terkejut.

Monalisa mengangguk dan dengan lantangnya berkata ‘ya’. Kakak tiri dan ibu tirinya juga sama terkejutnya dengan ayah Monalisa.

“Mengapa tiba-tiba sekali, sayang?” tanya sang ibu tiri.

“Apakah tidak boleh?” balas Monalisa.

“Kau tahu kan kalau kau—”

“Ayah, sudah cukup membatasi kehidupanku hanya karena penyakitku ini. Lagipula, aku mulai bosan belajar sendiri, tidak ada teman untuk diajak berbicara, tidak bisa berinteraksi dengan banyak orang, aku juga bosan selama lima tahun bertemu dengan guru yang sama.” Keluh Monalisa.

#

Hoseok mengetuk pintu kamar adiknya, “Boleh aku masuk?” tanyanya kemudian.

“Masuk saja, kak.” Jawab Monalisa yang saat itu tengah menyelesaikan lukisannya.

“Melukis lagi? Sudah mulai bosan dengan menulis, ya?” tanya Hoseok lalu duduk kursi kosong di sebelah tempat duduk Monalisa.

“Sedang ingin melukis saja.” Jawab Monalisa.

“Huh? Wajah siapa yang sedang kau lukis? Aku?” tanya Hoseok terkejut melihat sosok pria yang tergambar di kanvas Monalisa.

“Apakah pria ini terlihat sepertimu, kak? Ia malah lebih tampan.” Ujar Monalisa.

“Wah, apakah adikku sedang jatuh cinta? Tidak seperti biasanya kau menggambar selain pemandangan dan lautan. Beritahu aku, siapa pria yang sedang kau pikirkan saat ini?” tanya Hoseok penasaran.

“Kurasa kau sudah mengenalnya.” Jawab Monalisa menghentikan kegiatan melukisnya lalu tersenyum.

“Maksudmu?”

“Pria yang mengantarkanku ke taman rumah sakit beberapa hari yang lalu.” Jawab Monalisa kemudian melanjutkan melukisnya.

“Pria yang…tunggu dulu! Bukankah pria itu sudah memiliki kek—”

“Kak! Mereka baru menjadi sepasang kekasih, bukan suami istri. Jadi…tidak apa-apa, kan?”

“Lisa, kau tahu ini salah, kan?”

“Apanya yang salah? Apakah menyukai seseorang itu salah?”

“Masalahnya dia sudah memiliki kekasih Lisa.”

Monalisa diam saja, mengabaikan apa yang kakaknya katakan.

“Lisa.” Panggil Hoseok.

“…”

“Lisa, kau mendengarku?”

“Iya, kak. Apa?” balas Monalisa geram.

“Apakah pria itu adalah alasan dibalik keinginanmu untuk bersekolah di sekolah umum?”

Lisa meletakkan kuasnya di dalam gelas berisi air, kemudian memandang kakaknya sambil tersenyum, “Ya.”

“Lisa!”

“Apa, kak!? Apakah aku salah? Lagipula aku hanya ingin lebih dekat dengannya! Aku tidak akan berniat untuk merebutnya dari kekasihnya! Apakah itu tidak boleh juga?”

“Lisa, bukan begitu—”

“Lalu apa!? Aku rasa sudah cukup, kak. Sudah cukup kau, ibu dan ayah membatasi apa yang aku inginkan. Ya, apa yang aku inginkan memang selalu aku dapatkan. Oleh karena itu, kali ini aku juga tidak akan membiarkan apapun dan siapapun menghalangi untuk mendapatkan yang kuinginkan. Sekalipun aku harus menentangmu dan juga ayah.”

#

Yoojung menatap sendu nilai yang ia dapatkan dari tes simulasi Fisika pagi itu. Sementara Sehun yang memiliki nilai tes simulasi lebih buruk dari Yoojung malah berbangga diri karena ini adalah kali pertamanya dalam sejarah kegiatan belajarnya, ia mendapatkan nilai delapan puluh lima berkat usaha kerasnya dari hasil belajar bersamanya dengan Yoojung minggu lalu.

“Bisakah kau tidak mendramatisasi keadaan? Nilaimu itu sudah sempurna. Nilaimu bahkan yang paling tinggi di kelasmu. Apa yang kau sedihkan, huh? Apakah semua orang pintar di dunia seperti dirimu? Sedih karena tidak bisa mendapatkan nilai yang sempurna di mata pelajaran faforitnya.” Cibir Sehun.

Yoojung menatap lesu pada Sehun kemudian melipat kertas jawaban ujiannya dan ia masukkan ke dalam tas.

“Masalahnya ini adalah pertama kalinya untukku mendapatkan nilai di bawah sembilan puluh. Tch, aku harus belajar lebih keras lagi. Kau juga, Hun! Meski kau meraih nilai terbaik di kelasmu,tetapi delapan puluh lima itu nilai yang cukup tidak membanggakan jika itu kau dapatkan di kelasku.” Tutur Yoojung.

Sehun menatap jengah kekasihnya, dia baru menyadarinya hari ini, terlepas dari kisah lovey dovey mereka, Yoojung tetaplah siswa cerdas yang perfeksionis dalam segala hal. Setidaknya cukup dia saja yang perfeksionis, mengapa Sehun harus dilibatkan? Bagi Sehun, delapan puluh lima saja sudah bisa membuat kedua orang tuanya bangga dan tidak merasa sia-sia menyekolahkannya di sekolah elite dan terbaik se-Korea Selatan. Untuk apa harus susah payah mengejar seratus?

“Aku tidak mau mendadak mengalami kebotakan di bagian tengah kepala karena terlalu sering menyumbat otakku dengan rumus-rumus sialan ini, Jung-ah.” Ujar Sehun.

“Hey! Kau ini jangan asal bicara, aku yang sudah lebih dulu belajar lebih giat darimu saja tidak pernah mengalami tragedi kerontokan rambut. Justru rambutku semakin panjang dan tebal. Lihat ini.” Ujar Yoojung lalu mengibaskan rambutnya.

“Siapa yang tahu kalau ternyata itu adalah rambut palsu. Mungkin saja dibalik rambut tebalmu itu, selama ini kau menyimpan rahasia kebotakanmu sejak masih sekolah dasar. Kau belajar terlalu keras, Jung. Itu tidak baik untuk masa depanmu.” Tutur Sehun.

“Tidak baik untuk masa depan? Dengar ya Oh Sehun, tidak ada orang tekun yang memiliki masa depan yang buruk, begitupula dengan dirimu. Yang ada, kau itu yang akan memiliki masa depan yang buruk, hidupmu hanya kau dedikasikan untuk basket dan sepak bola.” Ejek Yoojung.

“Masa depanku jelas saja akan lebih cerah darimu. Dan ada sedikit ralat pada akhir kalimatmu barusan. Hidupku tidak hanya aku dedikasikan pada basket dan sepak bola saja nona Kim Yoojung.” Balas Sehun.

“Lalu apa? Ah iyaaa, pasti game online? Kau bahkan bisa lupa dengan kencan kita hanya karena game. Hebat sekali.” Tebak Yoojung.

“Kata siapa game online?”

“Kataku barusan.”

“Kau salah.”

“Lalu apa?” tanya Yoojung sembari otaknya masih berpikir dan mencari tahu dari apa yang ada di dalam otak Sehun selain permainan dan olahraga.

“Kau.”

“Aku?” tanya Yoojung kaget.

“Ya, selain basket dan sepak bola, aku juga mendedikasikan hidupku hanya untuk mencintaimu.” Goda Sehun.

Yoojung tak bisa menahan senyumannya langsung mencubit lengan Sehun, pipinya bahkan sampai memerah, membuat Sehun tertawa dan terus menggoda dirinya.

#

Sekolah siang itu diramaikan dengan kabar adanya siswa baru. Baekhyun dan Myungsoo yang sedang berada di lapangan bersama dengan Sehun juga sibuk membahas tentang anak baru tersebut.

“Perempuan atau laki-laki? Kelas berapa?” tanya Myungsoo pada Baekhyun.

“Katanya perempuan. Oh, bahkan tadi pagi ada yang melihatnya bersama dengan ibunya ke sekolah. Kau melihatnya?” tanya Baekhyun.

Myungsoo menggelengkan kepala, “Cantik tidak, ya?”

Tiba-tiba sekumpulan siswa perempuan melintas sambil membahas anak baru tersebut.

“Monalisa? Bukankah dia novelis terkenal itu?”

“Mengapa harus di sekolah ini? Mengapa tidak SOPA saja?”

“Benarkah dia? Wah, hebat. Pasti akan ramai sekolah kita dengan media besok.”

“Memangnya dia seterkenal itu?” gumam Myungsoo sedikit menguping pembicaraan siswa perempuan itu.

“Siapa?” tanya Baekhyun antusias.

“Anak baru itu, namanya Monalisa. Kau kenal?”

Sehun yang sejak tadi sibuk mendrabble bola langsung menghentikan kegiatannya dan menjatuhkan bolanya ke lantai.

“Siapa katamu?” tanya Sehun.

“O-oh, itu, ada anak baru di sekolah ini. Namanya Monalisa, apakah kau mengenalnya?” tanya Myungsoo.

“Tentu saja Sehun kenal. Bukankah dia adalah penulis idola kekasihmu?” Baekhyun yang menjawab.

“Anak baru?” tanya Sehun lagi.

“Ya, sejak istirahat tadi seisi sekolah memba—”

“SEHUUUUN!” tiba-tiba Yoojung berlari menghampiri Sehun dan teman-temannya di tengah lapangan.

“Woooh, Kim Yoojung.” Sapa Baekhyun mengangkat lima jarinya tinggi-tinggi untuk ber-high five dengan Yoojung namun Yoojung malah berdiri terpaku dan tersenyum kikuk lalu menunduk pada Baekhyun.

“Ehey, jangan seformal itu padaku. Seperti tidak saling mengenal saja.” Ucap Baekhyun mendorong pundak Yoojung.

“Hey! Mengapa kau mendorongnya seperti itu.” Sehun langsung berjalan menghampiri Baekhyun dan memukul kepala Baekhyun dengan botol air mineral.

“Nah, tahu rasa kau diamuk oleh raja rimba.” Cibir Myungsoo yang kemudian berlari mengelilingi lapangan dikejar oleh Baekhyun.

“Kemari kau pria menyebalkan!”

“Kau jauh lebih menyebalkan dan sok akrab, hahahaha.”

“Apa katamu barusan! Yak! Kemari kau Kim Myungsoo!”

Yoojung tertawa melihat tingkah kedua teman Sehun kemudian mengalihkan fokusnya kembali pada Sehun.

“Ada apa? Bukankah kau sedang ada kelas?”

“Kau sendiri? Bukankah ini sudah waktunya masuk kelas?” Yoojung balik bertanya.

“Saat siang hari, guru jarang masuk ke kelasku dengan alasan sudah lelah mengajar sejak pagi.”

“Bolos lagi, ya?” tanya Yoojung curiga.

“Bukan membolos Jung-ah, kekasihmu ini tidak mengerjakan tugasnya, jadi dia dihukum berdiri di tengah lapangan sampai jam pelajaran berakhir.” Tiba-tiba Myungsoo sudah berdiri di sebelah Sehun.

Sehun buru-buru mengusir Myungsoo menjauh dari dirinya dan Yoojung.

“Serius?” tanya Yoojung terkejut.

Sehun hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Marahi dia Kim Yoojung. Bila perlu putuskan saja pria pemalas seperti dirinya!” pekik Baekhyun dari kejauhan, membuat Sehun kesal dan berniat melempari kepala Baekhyun dengan botol di tangannya.

“Aku marah denganmu!” ucap Yoojung tiba-tiba.

“Ha? Marah?”

“Semalam kutanya kau ada tugas atau tidak, kau bilang tidak ada, tapi nyatanya? Kau malah dihukum sekarang.” Ujar Yoojung sambil mem-pout-kan bibirnya.

“A-ah, itu…aku lupa. Aku lupa kalau ada—”

“Dasar banyak alasan. Kalau sampai kau ulangi lagi kebohonganmu seperti yang semalam, kita putus saja.” Ucap Yoojung.

“Ha? Putus? Hanya karena aku tidak mengerjakan tugasku kau memintaku untuk putus darimu? Itu tidak adil!”

“Sehun! Kalau kau asyik bermesraan dengan kekasihmu dan nilaimu semakin merosot, aku juga yang merasa bersalah pada kedua orang tuamu. Kau ini benar-benar.”

“Aish, tapi ancamanmu terlalu—”

“Kau mau kuberi kesempatan kedua atau putus saat ini juga, huh?” tanya Yoojung dengan mata melotot.

“Baiklah…maafkan aku. Ya? Ya? Ya?” pinta Sehun.

“Apakah kau sedang melakukan hal menggemaskan sekarang?” tanya Yoojung menahan tawanya.

“Emm,ti-tidak. Oh ya, segeralah kembali ke kelasmu, nanti kau—”

“Tenang saja, sampai pukul dua belas nanti kelasku kosong. Guruku sedang ada urusan keluar kota. Ah iya, aku hampir lupa. Kau sudah mendengar kabar tentang siswa baru di sekolah ini tidak?” tanya Yoojung yang langsung mengalihkan pembicaraan.

Sebenarnya Sehun sudah tahu dari mulut Myungsoo, namun ia berpura-pura tidak tahu dengan menggelengkan kepalanya.

“Ah, berarti ini merupakan sebuah kejutan untukmu.”

“Kejutan?”

“Ya, besok…sekolah kita akan kedatangan Monalisa. Dia akan menjadi siswa baru di sekolah ini. Bukankah itu sebuah kejutan yang luar biasa?”

Sehun diam saja melihat senyuman bahagia yang ditunjukkan oleh Yoojung. Membuat Yoojung buru-buru menghapus senyumannya dan menatap Sehun heran.

“Kau…tidak suka?”

“Biasa saja.” Jawab Sehun.

Ih, kau ini! Kapan lagi sekolah kita kedatangan bintang terkenal seperti Monalisa. Masih ada banyak sekolah unggulan di Seoul, dan dia memilih untuk masuk ke sekolah kita yang biasa saja, bukankah itu sangat hebat?” ujar Yoojung penuh semangat.

“Biasa saja.” Jawab Sehun lagi.

Yoojung menatap kesal kekasihnya itu.

“Tidak ada yang luar biasa di sekolah ini selain dirimu Kim Yoojung.” Goda Sehun.

“Berhentilah menggodaku! Dasar menyebalkan!” Yoojung yang salah tingkah hanya bisa mendorong tubuh Sehun dan Sehun langsung tertawa dan mengacak gemas rambut Yoojung.

Dari kejauhan, berdiri Monalisa dan mengepalkan kedua tangannya melihat tingkah lovey dovey kedua pasangan tersebut. Ia harusnya tahu, mengambil keputusan untuk mengikuti sekolah umum di tempat yang sama dengan mereka berdua juga harus menanggung risiko melihat kemesraan kedua pasangan tersebut setiap harinya.

“Lisa, semuanya sudah ibu urus. Ayo kita kembali sekarang.” Tiba-tiba ibu tiri Monalisa datang menghampirinya.

“Lisa?” panggil ibu tirinya lagi yang langsung menyadarkan Monalisa dari kebisuannya.

“A-ah, ya, ibu. Ayo.” Ujar Monalisa lalu berjalan mendahului ibu tirinya.

Bermanja-manjalah sepuasmu Kim Yoojung, nikmatilah momen kebersamaan kalian hari ini, karena tidak lama lagi, posisimu di hati Oh Sehun akan tergantikan olehku. Batin Monalisa sambil menyeringai.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

34 responses to “Between US – “New Student” | QueenX

  1. Bah sok banget si monalisa itu. Semoga sehun dan yoojung tidak tergoyahkan cintanya. Kalo perlu mati aja monalisanya wkwkwkwk. Ditunggu lanjutannya thor. Fighting

  2. itu simonalisa ngebet banget mau ngerebut sehun dari yoojung kesel gue bacanya ,, jan smpe sehun suka smaa monalisa kaga rela gue,, apalagi sampe bawa2 penyakitnya demi dapetin sehun licik bnget

  3. yoojung ngefans sama monalisa. tapi minalisa malah mau ambil alih osehun. masa iya yoojung relain monalisaa sama sehun. semoga sehun ttp terus sama yoojung. cukup complicated yaa.

  4. yoojung ngefans sama monalisa. tapi minalisa malah mau ambil alih osehun. masa iya yoojung relain monalisaa sama sehun. semoga sehun ttp terus sama yoojung. cukup complicated yaa

  5. Laaa ko makin jadi si Monalisa-_- serius gue udah ketakutan kalo nantinya Yoojung bakal dinistain ama Lisa, and most badly Sehun bakalan bisa nerima kehadiran Lisa trus lama2 jadi… *dramadehhh wkwk
    Please, singkirin Lisa dr hidup Se-Jung couple *hiks gamau kalo nantinya hubungan manisnya Se-Jung bakal retak huhuu
    Okay ditunggu nextnya ka, tengkyuu + semangaddd!!!^^

  6. Demi cintanya sehun ke yoojung rasanya kesel banget sama Monalisa kayak gak ada kerjaan gangguin hubungan orang lain.udah sakit,gak punya temen,mau jadi pho ntar kena karma baru rasa.dan semoga si yoojung cepet peka sama keadaan

  7. wah,daebak,lovey dovey y amat sangat romantis,sehun jgn sampai jungah memutusknmu dgn alasan apapun ya,jebal,jebal,jebal Hunna,lisa jahit amat si,hoseok,tolong ya nasehati si lisa tuh

  8. Kok sifat jeleknya makin kelihatan ya…
    Jadi bener juga kata sehun, kalo monalisa itu hanya pura2 bahagia… Padahal dia menyedihkan…

    Semoga hubungan sejung baik2 saja…

  9. Lisa punya penyakit kan? Moga2 sakitnya kambuh biar gak bisa ketemu lagi sama sehun.Aku berharap sehun sama yoojung gak terpisahkan,jangan di pisahkan ya kak gegara cewek pendatang baru yang satu itu

  10. Kok sebel ya sama Monalisa, dari dulu malah wkwkkwk… Jung, jagain ya Sehun wwwk… Buat authornya, tetep semangat ya buat nglanjutin ff ini 🙌

  11. MBAK MON MTSJ GIH SUKA AMAT PHO
    KENA KARMA SUKURIN SEBEL BANGET
    EH AUTHORKU SAYANG HARUS BANGET ADA KARAKTER KAYAK GITU SEBELLL IH
    AYOLAHH OHSEHUN SEMANGATT JAGAIN JUNGGGG♡♡♡♡♡

  12. Lisa kok gitu? Klo suka mah suka jangan sampe jadi pho, kagak suka aku 😀 yoojungnya peka dong idolanya gitu, semoga aja sehun gak terpengaruh sama lisa

  13. Idih gatau malu si Lisa. Mau ngerebut Sehun dari Yoojung… Jangan sampe SeJung Couple putus cuma gara-gara ada PHO😑Lisa makin nyebelin sumpah😑

  14. monalisa angmaeyo. !!.
    yoojung jugaa, knpa ngga peka peka jugaa sihh.. cemburu dikit keee.

    tapi gaya pacaran sejung couple nya lucuuu. sweet sweet gimna gituu hehehe.

  15. ya ampun itu si lisa jahat bgt jadi orang , subhanallah emosi terus aku baca chapter ini . semoga heseok gak ikut ngebantuin monalisa .
    next chap fighting ^^

  16. aku bingung, kenapa sih monalisa itu ga seneng liat SeJung? apa dia terlalu merasa sedih jadi cemburu kalo liat orang lain seneng?

  17. Pingback: Between US – “Warning” | QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s