Hello School Girl [Chapter 9] ~ohnajla

factfeb10

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 ||Chapter 6 ||Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9

**

Sepulang sekolah, Yoonji terpaksa ikut bersama tiga curut ke perpustakaan. Sesuai kesepakatan kemarin, mereka akan mengerjakan tugas kimia hari ini. Mereka pun duduk di meja kotak. Taehyung dan Jimin sempat beradu mulut soal siapa yang harus duduk di samping Yoonji. Yang pada akhirnya sudah didului oleh Jungkook.

Kerja kelompok pun dimulai. Sebenarnya tugasnya tidak sulit-sulit amat. Mereka hanya perlu menentukan nilai sifat koligatif larutan dari soal yang diberikan. Ada delapan soal, yang tiap orang mendapat dua soal untuk dikerjakan.

Yoonji ogah-ogahan melihat soalnya.

Ini apa ini?

‘Kristal NaOH dan KOH dengan massa yang sama dilarutkan dalam sejumlah pelarut yang sama pula.’

Samanya itu berapa?

‘Manakah larutan yang memiliki molalitas lebih tinggi dari kedua larutan tersebut?’

Lah? Kenapa malah tanya? Ya tanya saja pada NaOH dan KOH-nya!! Aish!

Yoonji mengusap kertas soalnya ke wajah. Aku benci kimia.

Jungkook yang melihat itu, berdehem. “Yaa, apakah hanya ini soalnya? Tsk. Terlalu gampang. Hei anak baru, kemarikan punyamu.”

Yoonji yang keheranan, hanya bisa diam saat kertasnya diserobot oleh Jungkook. Laki-laki bermata lebar itu membacanya sebentar lalu menyeringai. “Ini baru soal yang sulit.”

“Kau mau mengerjakan itu?” tanya Yoonji.

“Eum. Kau diam saja di situ dan salinlah tulisanku nanti.”

Yoonji tersenyum lebar. Akhirnya ada juga yang mau mengerjakan soal itu untuknya. Ia pun mengelus rahang bawah Jungkook sambil berkata, “terima kasih banyak, Bunny.”

Jimin dan Taehyung yang sejak tadi menonton langsung terpana. Jungkook sendiri melotot sampai matanya melebar dari ukuran semula.

Bodohnya Min Yoonji yang sudah membuat Jungkook makin tergila-gila padanya.

.

.

.

Yoonji baru bisa kembali ke asrama pukul 9 malam. Sudahlah, tidak ada waktu untuk pulang ke apartemen. Ia pun segera naik ke lantai dua di mana kamarnya berada. Cewek-cewek banyak yang mondar-mandir sambil berbisik-bisik saat melihatnya. Ia memutar bola mata. Aku ini manusia, bukan setan.

Sesampai di kamarnya, dia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah. Dilihatnya Sena yang sedang berbaring di atas tempat tidur dengan laptop di perut. Mata mereka pun saling bertemu. Hanya saling menatap selama beberapa detik sebelum keduanya kompak membuang pandangan.

“Tumben telat.”

“Eum,” balas Yoonji malas sambil mengambil satu setel baju tidur dari lemari baju. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi, lalu keluar tak lama kemudian dengan baju tidur itu. Dia tampak imut. Baju berwarna kuning bermotif beruang itu kebesaran di tubuhnya. Setelah memasukkan seragamnya ke dalam keranjang baju kotor, dia pun berbaring di ranjang.

Sena yang sejak tadi menonton drama untuk melepas rasa bosannya diam-diam melirik. “Hei, sudah mau tidur?”

Yoonji meliriknya. “Kenapa tanya-tanya?”

“Memangnya tidak boleh peduli?” tanya balik Sena sambil memasukkan beberapa butir popcorn ke mulutnya.

Yoonji memutar bola mata lalu menyelimuti tubuhnya sendiri. Hari ini dia sudah berhasil menyelesaikan satu lirik lagu. Besok, dia hanya perlu mendiskusikannya dengan Bang PD-nim untuk memutuskan apakah liriknya sesuai atau tidak dengan comeback-nya nanti. Dia berencana comeback di bulan Juli, tepat di hari libur sekolah.

Sena yang tidak mendapat respon apa pun mendengus. Dia memang sejutek itu ya? Dingin sekali. Padahal aku berniat baik.

“Mau menonton drama?”

“Tidak.”

“Kalau begitu popcorn?”

“Tidak.”

Sena pun pasrah. “Ya sudah, terserah.”

Katalk

Suara ponsel Yoonji langsung membuat Sena menoleh. Pasti itu dari para cecurut.

Kenyataannya pesan kakaotalk itu berasal dari Slow Rabbit. Mereka sedang membahas soal comeback-nya Juli nanti.

 

SlowRabbit

   Kau yakin akan mengeluarkan single First Love?

Agust D

Waeyo?

Apa aku melupakan sesuatu?

 

Dahinya mengerut. Kenapa Slow Rabbit hyung menanyakan sesuatu yang jelas-jelas sudah pasti? Bukankah mereka sudah merundingkan ini waktu itu?

Katalk!

 

SlowRabbit

   Jadi kau akan comeback dengan lagu ballad?

   Serius?

 

Yoonji menghela napas. Yah … rencananya lagu First Love yang akan jadi lagu comeback-nya nanti adalah lagu dengan musik tenang. Tidak seperti lagu Agust D yang punya beat cepat.

 

Agust D

Ne

Aku akan comeback dengan konsep ballad nanti

Menurutmu bagaimana rancangan musikku, hyung?

 

Sibuk berbalas pesan dengan Slow Rabbit, Sena yang sejak tadi memperhatikan pun menghela napas. Dia kembali berpaling ke laptopnya. Sudah malas melanjutkan dramanya. Huft … padahal dia sangat-sangat menantikan Cheese in The Trap tapi entahlah … semangatnya menguap begitu saja.

Krucuk.

Saking sibuknya dengan banyak hal, Yoonji sampai lupa kalau dia belum makan malam. Disimpannya ponsel itu ke dalam buffet, menghela napas, lalu bangkit. Kantin masih buka sampai jam 12 malam. Ia pun meraih jaketnya, dan memasangnya sambil mengganti sandal rumah dengan sepatu.

“Mau kemana?”

“Kantin.”

“Kau belum makan malam?”

“Eum.”

Suara berisik terdengar di wilayah Sena. Tahu-tahu gadis itu sudah ada di sampingnya, ikut-ikutan mengganti sandal dengan sepatu. Dahinya mengernyit.

“Kau mau keluar?” tanyanya.

Eo. Aku lapar,” balas Sena tanpa sedikitpun menoleh.

Yoonji hanya menggendikkan bahu. Selesai bersepatu, mereka pun pergi ke kantin bersama.

Dari asrama wanita ke kantin, harus melewati lapangan sepak bola dulu. Memang sekarang sudah malam. Tapi, lapangan itu tidak menunjukkan tanda-tanda tanpa orang. Nyaris seluruh siswa laki-laki ada di sana. Sebagian turun ke lapangan, sebagiannya lagi duduk mengelilingi lapangan untuk menonton. Sena dan Yoonji yang harus lewat sana pun tiba-tiba menjadi sorot perhatian. Siapa sih yang tidak kenal Yoonji ataupun Sena? Mereka berdua itu primadona. Yoonji si anak pindahan yang terkenal cantik dan baik –karena penampakannya yang duduk bersama si nerd-, dan Sena seorang anak dari donatur besar sekolah ini yang juga terkenal cantik.

Mereka berdua hanya melihat apa yang sedang terjadi di lapangan. Bukan tawuran kok. Di sana memang sedang ada pertandingan sepak bola. Entah tim apa lawan tim apa, yang pasti semuanya laki-laki.

“Hei, hei, noona itu cantik ya.”

“Yang mana?”

“Yang itu….”

“Mana sih?”

Sena pun mempertajam pendengaran. Pasti aku.

“Yang rambutnya bob. Cantik ‘kan?”

Hatinya mencelos. Bahkan anak kelas satu saja tersihir akan kecantikan Yoonji.

“Katanya pindahan dari Amerika.”

“Dia tipe idealku.”

Diliriknya Yoonji yang masih fokus melihat lapangan. Gadis ini … selain mengambil hati anak kelas 3 dia juga sudah menyandera hati anak kelas 1. Padahal sebelum Yoonji datang, dialah gadis yang paling cantik di SMA Bangtan. Ugh … kenapa juga tadi dia harus ikut? Bikin sakit hati saja.

Tiba-tiba seorang anak kelas dua menghadang mereka. Otomatis dia dan Yoonji pun berhenti.

Nuna! Kau senior pindahan dari Amerika itu ‘kan?”

Yoonji menunjuk dirinya. Anak itu mengangguk. “Ya … aku dari Amerika.”

Lalu anak itu pun memberikan ponselnya dengan kedua tangan. “Bolehkah aku minta nomormu?”

Yoonji maupun Sena sama-sama memandang ponsel itu horor. Tahu-tahu anak yang lain juga ikut-ikutan. Kini mereka pun dikelilingi oleh para lelaki. Sial. Mana semuanya sibuk menodongkan ponsel seperti reporter yang mengejar-ngejar narasumber. Tsk. Anehnya mereka hanya minta nomor Yoonji, Sena seolah nerd yang dilupakan sekolah. Dan lebih aneh lagi, Sena tahu-tahu sudah memeluk Yoonji.

Nuna berikan aku nomormu~”

Kakaotalk, nuna~”

“Line Line!!”

“Facebook!”

“Instagram!”

“Twitter!!”

YAA STOP IT!”

Teriakan Yoonji itu sukses membuat keributan berakhir. Dada Yoonji naik turun saking kerasnya dia teriak. Dia pun menghela napas sambil memejamkan mata.

“Aku akan berikan nomorku nanti. Sekarang, bisakah kalian biarkan kami lewat? Aku ini kelaparan. Kalian mau berkirim pesan denganku nanti di kuburan?”

Otomatis jalan pun terbuka untuk mereka. Yoonji menggenggam tangan Sena erat lalu menyeretnya untuk berlalu dari kerumunan itu.

Usai mereka pergi, cowok-cowok di sana pun menghembuskan napas berjamaah.

“Woah … cantik sekali gils!”

“Kau lihat tadi? Kata-katanya keren sekali ‘kan?”

Neomu kiyeowo.”

“MIN YOONJI SARANGHAE!!”

Yoonji yang sudah jauh tapi masih bisa mendengar teriakan itu hanya bisa menggeleng pelan. Dasar anak-anak, semudah itukah mereka mengucapkan kata ‘saranghae’? Tsk.

Begitu sampai di ambang pintu, dia pun melepaskan genggamannya pada tangan Sena dan berjalan masuk. Mau tunggu apalagi memang? Dia sudah hampir sekarat karena kelaparan.

Tapi Sena justru berdiri di sana seperti orang bodoh. Hanya diam saja melihat Yoonji yang mulai menjauh.

Sejak kedatangannya ke sekolah ini, semua orang kini melupakanku.

 Apakah benar dia jauh lebih cantik dariku? Kurasa … aku dua kali lipat lebih cantik darinya.

Dadaku jauh lebih besar dari dadanya.

Aku memang tidak terlalu tinggi, tapi tubuhku proporsional

Akademikku juga bagus.

Aku juga masih menyapa semua orang dengan baik.

Tapi kenapa?

Cabe cilik yang baru datang kemarin itu, bagaimana bisa dia mengambil semua kepopuleranku secepat ini?

Apa yang tidak ada padaku sampai-sampai semua orang berpaling padanya?

Yoonji yang sudah mengambil makanan dan akan membayar, baru sadar kalau Sena tidak ada di sampingnya. Dia pun menoleh ke sana kemari mencari batang hidung anak itu. Dan ketemu di ambang pintu.

Kenapa dia di sana?

Selesai membayar dia pun menghampiri gadis itu.

“Hei, kenapa berdiri di sini? Kau menunggu apa?”

Perasaan Sena meledak-ledak melihat wajah innocent Yoonji. Pasti karena aku tidak innocent makanya semua orang berpaling dariku.

Yaa. Ada apa sih?”

Sena pun menggeleng. “Tidak. Aku tidak sedang menunggu apa-apa. Ah~~ aku lapar sekali~~ Enaknya makan apa ya?”

Yoonji makin heran dengan kelakuan Sena. Semenit normal, semenit aneh. Apa sifatnya memang seperti itu?

Sigh…

Kenapa juga dipikirkan?

Toh urusan dia datang ke sini untuk makan malam.

Bukan kepo urusan orang lain.

TBC

Advertisements

18 responses to “Hello School Girl [Chapter 9] ~ohnajla

  1. Pingback: Hello School Girl [Chapter 10] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: Hello School Girl [Chapter 11] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Hello School Girl [Chapter 12] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: Hello School Girl [Chapter 14] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 15] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. gimana cowo satu sekolah ga tergila2 coba org kelakuan nya lebih manis ko dari cewe tulen wkwk

  8. wah kepopuleran sena udah luntur, gimana kalau semua anak laki2 tau kalau sebenarnya yoonji itu cowok…makin suka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s