You Are My Valentine – Stitch Bucket | QueenX

“You are My Valentine”

Stitch Bucket

a2

Author

QUEENX

 

 

Genre : FLUFF

 

Length : FICLET

 

Main Cast :

ALANA (OC)

PARK JIMIN

 

 

Rating : Teen

 

Disclaimer : PLOT & OC BELONGS TO ME BUT BTS MEMBERS BELONGS TO THEIR FAMILY

 

 

Sekali lagi Jimin mematut dirinya di depan cermin. Tak lama setelah itu ia termenung dan buru-buru berlari masuk ke dalam kamarnya saat mendengar suara bel pintu rumahnya berbunyi.

“Jimin! Buka pintunya!”

Itu Alana. Tetangga merangkap sahabatnya yang juga berhasil mencuri hati dan perhatiannya akhir-akhir ini. Hari ini, di hari kasih sayang ini, Jimin sudah mengumpulkan keberanian dan tekad yang bulat yang ia punya untuk menyatakan perasaannya pada Alana.

“JIMIN! KAU DENGAR AKU TIDAK?!”

Kali ini bunyi ketukan pintunya terdengar menjadi sedikit lebih anarkis. Seperti akan Alana dobrak. Jimin menarik napasnya lagi kemudian menghembuskannya. Ia melepas jas yang ia kenakan, tak lupa dasi kupu-kupu dan celana kainnya kemudian memakai celana selutut dengan sweater yang tebal lalu segera berlari membuka pintu.

“Lama sekali, sih.” Alana berjalan masuk sambil membawa berkantong-kantong cokelat dan sederet makanan manis dari para penggemarnya.

Jimin mengenduskan napas kesal, ia selalu kalah cepat dari fansnya Alana. Si populer yang dianggap paling cantik di angkatannya itu memang tidak pernah tidak mendapatkan perhatian pria manapun di sekolahnya. Begitu pula dengan Jimin yang sebenarnya dikagumi beberapa siswa perempuan dan mendapatkan kado valentine juga dari mereka.

“Ini, untukmu semua.” Tutur Alana lalu menjatuhkan dirinya di sofa.

“Semuanya?” Jimin menyusul dengan duduk di sebelahnya.

“Aku tidak bisa terlalu sering makan cokelat. Kan tidak baik untuk kesehatan gigi. Habiskan, ya.” Ucap Alana.

“Lalu? Kau tidak memikirkan nasib gigiku nantinya?” tanya Jimin geram dan Alana hanya tertawa.

“Ini, hadiah valentine untuk sahabatku.” Ucap Alana kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

“Apa ini?” tanya Jimin penasaran.

“Buka saja.”

Jimin terkejut mendapati apa yang ia dapatkan dari Alana.

“Untuk menghindari sakit gigimu saat memakan semua ini.” Tutur Alana sambil menyunggingkan senyum manisnya.

“O-oh…ya, terima kasih.” Jawab Jimin kemudian meletakkan pasta gigi rasa jeruk—yang seharusnya itu untuk anak berusia dibawah sepuluh tahun, benar-benar terlalu Alana ini—pemberian Alana di atas meja.

“Aku juga punya sesuatu untukmu.” Ucap Jimin lalu berdiri dari duduknya.

“Wah? Benarkah? Kado darimu adalah yang paling kutunggu dari yang lain!” jawab Alana antusias.

Jelas saja Alana paling menunggunya, kado pemberian dari Jimin selalu paling mahal dan selalu paling berkelas, misalnya saja saat valentine tahun lalu, Jimin membelikannya high heels keluaran terbaru yang paling diinginkan wanita se-Korea Selatan. Bahkan saat ulang tahun Alana tiga bulan yang lalu, Jimin membelikannya tiket liburan pergi ke Thailand selama lima hari empat malam bersama dengan Jimin. Lalu, bagaimana dengan valentine tahun ini?

Jimin yang pergi meninggalkan Alana, kembali sambil membawa kotak kado yang cukup panjang di tangannya.

“Bukan tiket jalan-jalan ke luar negeri ya?” tanya Alana sedikit kecewa.

Jimin tertawa dan menggeleng, “Coba kau tebak, apa isinya?”

“Jangan cokelat lagi, kumohon.” Rengek Alana. Lagi-lagi Jimin tertawa dan menggeleng.

“Ah, apakah…sebuah gaun?”

“Bukan. Coba tebak lagi.”

“Pianika?”

Kali ini tawa Jimin jadi terbahak-bahak, jangankan pianika, meniup balon saja Alana tidak mampu.

“Baiklah aku menyerah, cepat dibuka!”

“Ini kan kado untukmu, jadi kau yang harus membukanya.” Ucap Jimin lalu menyerahkannya pada Alana.

Dengan segera Alana membuka kado pemberian dari Jimin dan—

“WAAAAH! LUCUNYAAAA!” pekik Alana kemudian tersenyum senang.

Dikeluarkannya buket berisi tumpukan boneka Stitch dari dalam kotak tersebut. Belakangan, entah karena apa, Alana menggilai tokoh kartun asal luar angkasa berwarna biru tua itu. Meski tak seistimewa kado-kado terdahulu dari Jimin, tapi setidaknya Jiminlah orang pertama yang lagi-lagi berhasil memenuhi keinginan Alana.

2 Weeks Ago

“Lihat ini, Jim.”

“Apa itu?”

“Buket bunga dari boneka Stitch, lucu, ya?”

“Hmm, biasa saja.”

“Hey! Ini lucu sekali! Andai saja nanti ada yang memberiku hadiah ini di hari ulang tahunku, atau mungkin saat valentine nanti, aku pasti akan menjadi gadis paling bahagia di dunia!”

“Gadis paling bahagia di dunia? Jadi, hadiah liburan ke Thailand dariku tiga bulan yang lalu tak membuatmu bahagia?”

“Ah, iya…itu juga salah satu bagian dari kebahagiaan yang pernah aku rasakan di dunia, hehe.”

 

*

F I N

SORRY FOR TYPO(s)

Advertisements

4 responses to “You Are My Valentine – Stitch Bucket | QueenX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s