Hello School Girl [Chapter 11] ~ohnajla

tumblr_okphb6w1fz1vhi0cpo1_1280

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5||Chapter 6||Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || Chapter 11

**

Agust D aka Yoonji harus mencerna terlebih dulu apa yang sedang ada di sampingnya.

Apakah ini benar manusia?

Rambutnya bukan rambut wig ‘kan?

Dadanya bukan busa yang berbentuk mangkuk ‘kan?

Tubuhnya bukan terbuat dari lilin ‘kan?

Apa ini benar Oh Sena yang suka memanggilnya Min Cabe?!

Saking terkejutnya Yoonji pun mendorong tubuh gadis itu sampai gadis itu terguling ke bawah dan berbunyi, “Kyaaak!!”

Matanya mengerjap-ngerjap horor. Dirabanya tubuhnya yang masih dalam wujud wanita, begitu pula wig-nya yang masih terpasang dengan baik. Ia pun menghela napas. Semua aman.

Lalu kepala pun muncul dari bawah. “Yaa! Neo micheosseo?!”

Dahinya mengernyit? Apa katanya? Bah! Bukankah dia sendiri yang gila?!

Yaa, kenapa kau tidur di sini, huh? Kau mengagetkanku bodoh!” Jiwa swag-nya tanpa aba-aba langsung mengambil alih karakternya sebagai Yoonji. Ah sudahlah, dia tidak menyesal. Biarkan saja, toh yang dia hadapi sekarang adalah gadis gila bernama Sena.

Sena mengusap pantatnya yang sakit karena bagian itulah yang duluan mencium lantai. “Tapi tidak dengan mendorongku juga!”

“Salah sendiri tidur di sini,” balas Yoonji sambil melepas eye mask-nya dengan kesal. Masih pagi sudah buat gara-gara saja gadis itu.

“Kalau kepalaku berdarah dan aku amnesia, memang kau mau tanggung jawab?”

Yoonji menghela napas lelah. Kenapa justru dia yang disalahkan? Astaga … pikiran wanita.

Sena pun bangkit lalu duduk di tepi ranjangnya sendiri. Masih mengusap-usap pantatnya yang nyut-nyutan. Sinting, dia juga kenapa tidak bangun duluan? Kalau begini ‘kan ketahuan belangnya.

Padahal biasanya dia terbangun sendiri tapi kenapa sekarang justru harus bangun setelah digulingkan Yoonji? Dunia sedang terbalik sepertinya.

“Jangan bilang kalau kau berniat memperkosaku.”

Pernyataan Yoonji yang blak-blakan otomatis membuat Sena mendelik.

WHAT?! MEMANGNYA KAU PIKIR AKU INI JERUK MAKAN JERUK?!

Yoonji mendesis. Ugh … telinga berharganya.

Dilain sisi, Sena nyaris sepakat dengan kata-kata yang diucapkannya sendiri. Mungkin iya dia hampir menjadi penganut ajaran sesat jeruk makan jeruk, tapi memperkosa? Apa-apaan itu?!

“Kalau memang tidak, tidak perlu berteriak.” Yoonji pun turun dari ranjang lalu berjalan masuk ke kamar mandi.

Sena langsung menghela napas sekeras-kerasnya setelah pintu kamar mandi ditutup.

Huwaaa!! Nyaris saja ya Lord!

Sena goblok! Kenapa tidak bangun sejak tadi?

Aish! Bagaimana ini caraku meluruskannya?

Apa benar-benar aku jadi gay?

Aaargh!!

.

.

Adalah hari minggu. Kejadian di mana Yoonji mendorong Sena adalah hari minggu. Bayangkan saja, bagaimana canggungnya mereka di kamar karena kejadian memalukan pagi tadi. Sena berpura-pura duduk di meja belajarnya seolah sibuk membaca novel, sedangkan Yoonji duduk di atas tempat tidur membuka website pribadi Agust D.

Tidak ada yang saling bicara di sini. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, atau mungkin sengaja menyibukkan diri. Bahkan sudah lewat jam makan siang saja, mereka masih betah di posisi masing-masing. Sedang sepakat berpuasa atau bagaimana?

Sena yang pertama tidak betah dengan suasana itu akhirnya menutup novelnya lalu menoleh ke belakang. Telepati mode on. Yoonji juga pas sedang meliriknya.

“Kau tidak kelaparan, huh? Mau sampai kapan hanya duduk di sana memangku laptop? Aku yakin, daya laptopmu sudah habis sekarang.”

Yah … Sena benar. Nyawa laptopnya hanya tersisa 2%. Sudah sejak tadi minta disambung ke listrik tapi karena suasana yang sangat sangat canggung, Yoonji membiarkannya.

Ia pun menghela napas seraya menutup laptopnya. “Salah siapa yang membuat suasana menjadi seperti ini, huh?”

Sena mengerucutkan bibirnya.

Tak lama kemudian mereka pun keluar dari asrama menuju kantin. Yoonji memutuskan membawa topinya untuk menghindari terik matahari, tidak dengan Sena yang hanya memakai jaket untuk menutupi kulit tubuhnya saja.

Anak-anak kelas satu yang laki-laki sedang bermain sepak bola di lapangan. Untungnya tidak ada seorang pun dari mereka yang menyadari dua gadis cantik ini.

“Ekhem. Hei, kau sudah berikan nomor ponselmu pada mereka?”

“Eum. Wae?”

Ani. Aku cuma tanya.”

Sesampai di kantin, mereka pun bergabung dengan anak-anak lain yang juga belum makan untuk makan. Yoonji mengambil makan sebanyak-banyaknya karena tadi dia melewatkan sarapan. Salahkan siapa dulu, kalau bukan karena kejadian tadi pagi dia mungkin tidak akan menumpuk nasi sampai dua porsi.

Usai membayar, Yoonji pun duduk di meja kosong. Yap, sendirian. Peduli apa dia pada Sena. Toh gadis itu mengikutinya dan … benar. Duduk di hadapannya dengan wajah sok cuek.

“Pe-pe-permisi….”

Keduanya langsung menoleh ke asal suara. Nerd.

Yoonji batal melahap nasinya. “Ya?”

“Boleh aku duduk di sini?” tanya gadis itu takut-takut.

“Tidak.”

Keberanian si nerd langsung menguap. Jawaban Sena yang ketus itu sukses menyakiti hatinya. Yoonji mendelik pada gadis bermarga Oh itu, namun dia diabaikan begitu saja. Ia pun menghela napas lalu menarik kursi di sebelahnya.

“Duduklah di sampingku.”

Yaa!”

Giliran Yoonji yang tak peduli pada pelototan Sena. Dia menepuk-nepuk kursi kosong di sebelahnya. Meminta nerd untuk segera duduk di situ.

Andwae! Kau tidak boleh duduk di situ!”

“Jangan dengarkan dia, cepat kemari,” sahut Yoonji yang bahkan harus berdiri, meraih tangan nerd.

Lagi-lagi diinterupsi oleh Sena. Gadis itu ikut-ikutan bangkit, melepaskan tangan Yoonji dari nerd dengan paksa. Drama mereka ini menjadi sorot perhatian massa. Yoonji mendesis kesal.

“Sebenarnya ada apa denganmu, huh?”

“Aku tidak mau duduk bersamanya! Dia menjijikkan!” Dengan kasar Sena menunjuk si nerd yang sudah gemetar setengah mati. Awalnya dia tidak mau menarik perhatian banyak orang, datang ke meja ini juga karena meja lain sudah penuh. Dia pikir Sena akan sedikit melunak padanya tapi ternyata dugaannya salah.

Yoonji menatap roommate­-nya tak mengerti. “Kau sangat tidak punya hati ya, agasshi.”

Sena tertegun untuk beberapa saat.

“Aku tidak peduli kau punya masalah apa dengannya tapi apa begini caramu memperlakukan orang lain? Dia itu punya hati. Pernah tidak kau pikirkan perasaan orang lain?”

Yoonji membela si Nerd dan malah menceramahinya. Memang apa salahnya? Di sekolah ini yang mengatakan si Nerd itu menjijikkan, hina dan sebagainya bukan hanya dia saja, tapi hampir semua orang. Tapi kenapa hanya dia?

Yoonji tak sengaja melihat meja lain yang baru saja kosong. Tanpa banyak bicara dia pun segera mengangkat nampannya dengan satu tangan, lalu menyeret tangan si nerd untuk ikut dia ke meja kosong itu.

“Makanlah. Tidak usah pedulikan yang lain,” ujarnya saat melihat ekspresi si Nerd yang sudah campur aduk. Dia sendiri mulai memasukkan nasi ke dalam mulutnya dan mengabaikan semua yang ada di sekitarnya.

TBC

Advertisements

19 responses to “Hello School Girl [Chapter 11] ~ohnajla

  1. Pingback: Hello School Girl [Chapter 12] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Hello School Girl [Chapter 14] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Hello School Girl [Chapter 15] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. halooooo
    ya ampunnn udah ketinggalan banyak akuuu
    lupa terakhirnya komen dimana.
    tiap ngepost ff gak sempet baca dan komen.
    T-T
    sena kok gitu sih, kasian si nerd (gapapa kan nyebut nerd? kan gak manggil dia hina wkwk) aku gajadi deh shipperin sena sama yoongi. shipperin nya yoongi sama jimin aja (duh salah fokus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s