Paramour (2)

paramour-posterPoster by : yellowpinkash

Tittle : Paramour (The Lovers)

Cast : Oh Sehun, Sora

Genre : Fantasy

Rating : PG17

Author : J

Previous : 1

 “The lovers know each other and they have to survive together. If one dies, the other dies too.” That’s why he doesnt kill her…yet.

***

Sora langsung menutup rapat pintu flat Taeil, jantungnya berdetak tak terkendali, ketakutan apabila si lelaki sinting itu mengejarnya sampai kemari. Gadis yang rautnya sudah pasih itu memastikan seluruh akses masuk ke flat ini sudah tertutup semua.

Pertemuannya dengan lelaki itu merupakan kejadian paling mengerikan yang pernah Sora alami dalam hidupnya. Selama ini, Sora selalu memastikan bahwa dirinya tidak berada dalam bahaya, menghindari hal-hal yang bisa jadi mengancam keselamatannya. Ayolah, dia jarang keluar malam sendirian, menghindari berjalan kaki di tempat sepi, tidak mencari gara-gara dengan siapapun. Dia bahkan setuju untuk mengunjungi nightclub setelah menimbang dia pergi bersama teman-temannya yang aman.

Oke, bekerja sebagai Fortune Teller palsu memang perbuatan tercela, tapi Sora masih memilah-milah korbannya yang bisa dia poroti. Lagipula seharusnya, kalaupun lelaki itu adalah korbannya, dia tidak mungkin berbuat terlalu jauh sampai ingin membunuhnya begitu. Dia tidak pernah mengambil uang diatas 200 ribu won, kecuali terhadap lelaki yang bernama Kai, itu juga karena lelaki berkulit tan itu yang menawarkan.

Lantas, alasan masuk akal apa yang membuat lelaki itu terlihat sangat membencinya dan ingin sekali membunuhnya?

Gadis itu teringat kalau pria tadi mengatakan Sora ‘tahu’ sesuatu yang menjadi alasan dia harus mati. Apa yang gadis itu ketahui selain jadwal drama favoritnya ataupun dosen mana saja yang harus dia hindari. Sumpah, dia betulan tidak tahu apapun! Lalu, dia juga mengatakan mengenai ‘saudara’nya yang memberitahunya kalau Sora adalah peramal. Siapa? Ibu-ibu gila yang belum juga Sora kembalikan uangnya? Tidak mungkin, lelaki setampan itu tidak terlihat memiliki hubungan darah apapun dengan si ibu-ibu gila. Atau Kai? Mereka tidak mirip, tapi paling tidak sama-sama tampan.

Sora masih tidak bisa berpikir jernih hingga detik ini. Dia duduk meringkuk dibalik pintu, sesekali mengecek tidak ada hal mencurigakan terjadi disekitarnya. Gadis itu kemudian mengingat lagi apa saja yang terjadi kepadanya tadi.

Kenapa teman-temannya diam saja ketika melihatnya diseret secara tidak manusiawi oleh pria tadi? Mereka bertingkah seolah-olah tidak menyaksikan apapun.

Sial, terlalu banyak pertanyaan yang membuatnya merasa semakin frustasi. Gadis itu mencoba menenangkan dirinya sendiri. “Tenang Sora, kau aman disini.”

Baru beberapa menit dia bisa bernapas lumayan lega, bayangan yang berasal dari ruang tengah sontak membuatnya berteriak sekuat-kuatnya, mengekspresikan keterkejutan sekaligus ketakutan yang tidak bisa lagi ia pendam.

“Ya! Apa yang terjadi padamu?” itu suara Taeil. Barulah Sora bisa menghentikan suara teriakkannya setelah mengetahui seseorang yang datang bulankah lelaki mengerikan itu.

Taeil itu menghidupkan lampu dan menatap kearah gadis yang masih duduk dibalik pintu itu dengan raut khawatir sekaligus bingung.

“Hyung, apa yang terjadi pada Noona?” Jeno, adik tertua Taeil yang umurnya 13 tahun sudah berdiri di belakang Taeil. Matanya setengah tertutup. Teriakkan Sora yang tidak tanggung-tanggung tentu menghentikan tidur nyenyak mereka.

Sora mengusap-usap mukanya, gadis itu memaksakan sebuah senyuman untuk Jeno, “aku tidak apa-apa, hanya mimpi buruk.” Bohongnya demi menenangkan. Gadis itu berdiri, mendekati Jeno kemudian mengusap rambut hitamnya. “Maaf mengganggu tidurmu.”

Pria itu memberikan anggukan, menerima permintaan maaf dari Sora.

“Kembalilah ke kamarmu.” Titah Taeil, yang langsung dituruti oleh anak kecil itu.

Taeil kemudian menatap ke arah Sora, kekhawatiran masih tergambar jelas dari matanya yang sayu. “Kuambilkan minum.” Lelaki itu berjalan ke arah dapur setelah mengatakan itu, sementara Sora mengekorinya di belakang, bak tidak ingin jauh-jauh.

Gadis berkulit putih pucat itu langsung meneguk habis segelas air yang diberikan Taeil. Ini malam hari dan cuaca dingin, tapi dia bertingkah bak dehidrasi. Taeil memperhatikan segala pergerakkan gadis itu, pandangannya tidak henti menunjukkan raut khawatir. Something bad did just happened in her life, it’s obvious.

“Aku tidak akan memaksamu bercerita sekarang.” Taeil berkata pelan, sepenasaran apapun dia terhadap apa yang terjadi pada Sora, memaksanya untuk membuka mulut akan membuat segalanya semakin buruk.

“Tapi aku akan cerita.” Gadis itu membalas yakin, mengalahkan takut dan kengeriannya. Sora menegak salivanya kesusahan sebelum memulai, “kau ingat tentang lelaki tampan yang memperhatikanku dengan pandangan ingin membunuh yang kuceritakan minggu lalu?”

Taeil mengangguk. “Kau bertemu dengannya lagi?”

“Ya.” Dia membenarkan, lalu menceritakan detail yang terjadi padanya di club malam, mulai dari prolog tidak penting sampai lelaki itu yang menyertnya paksa ke dalam kamar, mendorongnya dan mengancam untuk membunuh serta menyiksanya. Sora juga menceritakan bagaimana lelaki itu kontan membicarakan kalau Sora tahu dia, padahal mereka baru bercengkrama secara langsung tadi itu.

Mata Taeil menatap Sora horror. Gadis ini memang penipu, memiliki bakat berbohong yang baik, tapi gerakkannya yang terlihat bak orang trauma itu menjadi cukup bukti kebenaran akan ceritanya. “Kau serius?”

“AKu tidak bohong untuk hal ini.” Ujar gadis itu sungguh-sungguh. “Pokoknya, kalau terjadi apa-apa padaku, penjahatnya pasti orang itu. Aku yakin sekali kalau dia Psikopat!” Sora mengatakannya dengan kekesalan dicampur kehorroran yang membuatnya ngeri sendiri. “Taeil-ah, apabila kau menemukanku tewas mengenaskan atau menghilang tiba-tiba. Kau harus mengatakan pada polisi kalau tersangka utamanya adalah pria itu.” Sora menghentikan kalimatnya, terlihat menimbang sekaligus berpikir, “aku agak tidak yakin, tapi mungkin saja namanya Sehun. Dia tinggi, sekitar 180 centimeter lebih, hidungnya mancung, rahangnya runcing, bibirnya tipis, alis matanya tebal, pokoknya dia tampan. Tapi mengerikan.” Deskripsnya.

Sora memang kerap kali berpikir jauh, tapi ini kejauhan. “daripada berpikir kau pasti mati ditangannya, lebih baik kau mencari cara untuk terbebas darinya. Semoga saja dia hanya orang mabuk yang salah orang.” Harapnya. “Kalau terjadi apa-apa denganmu, baik itu masih kemunkinan, kau harus langsung menghubungiku dan polisi.”

Sora mengangguk, dia pasti melakukan itu sekaligus mengamini harapan Taeil kalau lelaki itu hanya mabuk dan salah orang makanya berbuat begitu kepadanya. Dan setelah malam ini terlewat, pria itu hanya akan menjadi kenangan buruk dan pelajaran agar Sora lebih berhati-hati lagi.

***

Sehun tidak berhenti menunjukkan raut tidak bersahabatnya di sofa ruang tamu mansion besar yang dia dan saudara-saudaranya tempati. Pria itu tidak berhenti memikirkan tentang kejadian yang masih baru dia alami. Ingatannya tak henti kembali ke saat-saat dimana gadis itu dengan gampang menggigitnya dan berlari begitu saja.

Jujur saja, dia tidak membenci gadis yang dia tahu bernama Sora itu begitu banyak pada awalnya. Dia hanya tidak suka karena gadis itu mengetahui jati diri Kai. Dan siapapun manusia biasa yang tahu harus diberi pelajaran dan mati.

Itu selalu muda bagi Sehun ketika dia tidak menyukai seseorang. Dia biasa menghipnotis mereka, menanamkan halusinasi mengerikan yang terasa nyata di benak mereka. Orang yang tidak disukainya akan menghabisi diri mereka sendiri setelah itu. Problem solved. Dan hal sederhana itu juga yang dia lakukan kepada si gadis berkulit putih pucat tadi.

Masalahnya, kenapa tidak mempan?

Dia sudah memastikan kalau gadis itu manusia biasa, begitu pun Kai yang menceritakan hal yang dialaminya dengan takjub. Gadis itu manusia biasa dan bagi Sehun, terlalu muda untuk menyingkirkan manusia biasa. Gilanya, malah gadis itu berhasil menyakitinya. Fine, bekas gigitan ditangannya sama sekali bukan apa-apa. Tapi kenyataan bahwa gadis itu berhasil kabur dari genggamannya dan menolak sihirnya membuatnya marah, sangat-sangat marah.

Apa aku mulai melemah? Yeah, dia bagaikan manusia biasa yang tak berdaya didekat gadis itu, kekuatannya bak menghilang begitu saja. Tidak, tidak mungkin. Dia tidak mungkin melemah. Atau apabila dia memang melemah, dia akan melakukan segala cara untuk membuat dirinya semakin kuat.

Jadi, wajar bukan kalau Sehun malah mulai membenci gadis itu dengan sangat?

“Aku tidak mau tahu, dia harus mati ditanganku!” Kesalnya.

“Siapa?” Lelaki berkulit tan yang entah datang darimana itu sudah duduk disebelah Sehun, tiba-tiba. Ditangannya terdapat segelas wine yang hampir habis.

“That stupid-fake-fortune-teller.”

“Kau tidak mampu membunuhnya karena dia begitu cantik?” lelaki itu mengoloknya, membuat Sehun makin naik pitam. “Lagipula, kenapa kita harus membunuhnya ketika dia tidak yakin dengan apa yang terjadi sebenarnya? Dia tetaplah tidak tahu apa-apa.”

“Dia harus mati karena telah menantangku.”

“Menantangmu?” Satu alis Kai terangkat, meminta penjelasan dari adik bungsunya.

“Ya, dia menantangku untuk menghabisinya dengan cara paling mengerikan.” Saking kesalnya, Sehun mengatakan itu dengan desisan. Kai jadi bergidik sendiri melihat Sehun. Diantara mereka semua, memang Sehun yang paling bengis.

“If I were you, I’d rather to make a girl like that become my sex slave than to kill her.” Satu suara baru ikut menimbrung. Park Chanyeol datang dari arah dapur, lelaki itu memang memiliki kemampuan mendengar berkali lipat dari manusia normal. “Kai-ya, kau bilang gadis itu sangat cantik, kan?”

Kai menganggukkan kepalanya, matanya tidak pernah keliru dalam menilai perempuan. “Alasan pertama aku mendatanginya karena dia cantik. Itu diluar dugaanku ketika dia bisa menebak dengan benar.”

“Nah! Daripada disia-siakan dengan membuatnya mati, it must be much more interasting to fuck her.”

Sehun mencibir, menunjukkan raut jijiknya, “she is far from my type. Someone like her will absolutely fainted in my first round.” ucapnya sombong.

Kai dan Chanyeol hanya memberikan seringai mereka sebagai respon untuk perkataan Sehun.

“Wow, sok kuat sekali.” Kai mengomentari. “Aku sedang membayangkan bagaimana nasib gadis itu apabila harus menjadi mainanmu.”

“Kupikir kau tidak pernah tidur denga perempuan?” tanya Chanyeol mengolok, sedangkan Kai langsung memilih melarikan diri dari kedua orang itu, tidak mau menyaksikan perang antara Sehun dan Chanyeol.

***

Seminggu semenjak kejadian malam mengerikan itu, Sora masih menjauhi temannya yang bertingkah tidak tahu apa-apa. Dengan polosnya, 3 orang teman kampusnya itu menanyai tentang bagaimana bisa Sora menghilang tiba-tiba padahal jelas-jelas mereka melihatnya diperlakukan secara tidak manusiawi oleh lelaki-gila-yang-sampai-sekarang-tidak-dikenalnya.

Omong-omong soal pria sinting yang menjadi pelaku, Sora bersyukur sampai detik ini dia tidak pernah bertemu pria itu lagi. Jangan sampai! Gadis itu berharap banyak kalau si pria psikopat telah melupakannya dan sadar kalau dia telah salah memilih korban. Ayolah, meskipun Sora tidak pernah mendeskripsikan dirinya sebagai gadis biasa yang punya kehidupan biasa, tetap saja tidak masuk akal sampai dia harus dibunuh hanya karena dia ‘tahu’ sesuatu yang tidak diketahuinya.

Sayangnya, harapannya itu hanya menjadi angan-angan ketika satu meter didepannya berdiri sesosok pria yang menduduki peringkat nomor satu sebagai makhluk yang harus dia hindari, melebihi dosen psikologi abnormal yang sempat memberinya nilai D.

Dia berdiri tegap dihadapan Sora, mengenakan kemeja hitam dan celana dasar hitam, kedua tangannya terselip dalam saku celana, matanya tak henti menatap lurus ke arah Sora yang instingnya mulai berteriak agar dia kabur, tapi anehnya, dia malah bak orang bodoh yang tengah terpanah.

Dia berdiri tegap dihadapan Sora, mengenakan kemeja hitam dan celana dasar hitam, kedua tangannya terselip dalam saku celana, matanya tak henti menatap lurus ke arah Sora yang instingnya mulai berteriak agar dia kabur, tapi anehnya, dia malah bak ...

Tenang, Sora. Disini ramai, psikopat tidak mungkin bertindak di tempat ramai! Sora mundur, mendekati seorang teman lelakinya untuk meminta tolong. Sayangnya, pria yang menjadi teman dekatnya itu sama sekali tidak mengubris.

“Youngjae-ah, tolong aku! Aku serius…dia ingin membunuhku…tolong buat dia pergi!!!” mohonnya sembari menunjuk-nunjuk lelaki itu, nyaris histeris. Sayangnya, lelaki bernama Youngjae itu malah sibuk sendiri, membuat Sora merasa semakin ketakutan. Rasanya seperti berada di mimpi buruk yang berasa nyata, segala yang ditakutinya berada di depan mata.

“Mereka tidak bisa melihatmu.” Lelaki itu berbicara ringan. Mata tajamnya tidak henti menatap ke arah Sora yang hampir menangis. Apa katanya? Tidak melihat Sora? Apa itu artinya Sora sudah mati dan menjadi hantu? Tidak, tidak mungkin. Lelaki sinting ini pasti berbohong. Maka Sora langsung berlari ke temannya yang lain untuk meminta bantuan. Oke, dia bisa saja melawan pria ini. Dia pernah mengikuti ekstrakulikuler Taekwondo yang membuatnya berkompeten untuk melakukan perlawanan. Sayangnya, lelaki ini terlalu mengerikan makanya dia tidak berani mengambil risiko. “Aku menghipnotis kepala mereka sehingga tidak bisa melihat kita.” Lanjutnya kalem.

Siapa dia sebenarnya? Pertanyaan itu tidak pernah hilang dari pikiran Sora.

“Kenapa harus aku?” teriaknya frustasi!!! Pria itu membuktikan perkataannya. Sora tidak sepenuhnya percaya hal-hal mistis tapi yang tengah terjadi kepadanya sama sekali tidak bisa dijelaskan dengan logika. Semua orang yang Sora dekati dan Sora panggil tidak ada yang mengubrisnya.

Lelaki itu sudah berdiri tepat dihadapan Sora, gadis itu tak bisa kemana-mana lagi karena di belakangnya dinding.

“Bisakah kau tenang? Aku kemari tidak untuk membunuhmu.” Bisiknya santai, tapi terdapat nada tidak iklas dari suaranya. “Aku tidak akan membunuhmu.” Ulangnya bak mengikrarkan janji. “Jadi, tenanglah!”

“Aku tidak bisa tenang ketika di depanku ada seseorang yang hampir membunuhku minggu lalu!” balasnya histeris.

“Aku tidak bisa membunuhmu, bodoh. Jadi, bisakah kau hentikan nada tinggimu?”

“Kau mengatakan aku apa? Bodoh?” tanyanya tidak terima.

“Shit.” Lelaki itu mengutuk, dia sama sekali tidak menyukai pembicaraan basa-basi. “aku akan memberitahumu sesuatu yang lebih penting.”

“tidak perlu. Bukankah lebih baik jika kita bertingkah seolah-olah tidak terja…”

“It can’t” Kenapa? “because you are my soulmate.” Jawabnya, agak tidak terima. “Cupid memberikan kutukan ‘the lovers’ untukku. It’s so fucking non sense but it’s true.”

“Aku semakin yakin kalau aku tengah bermimpi.” Balas Sora kalem, mentertawakan cerita konyol lelaki dihadapannya.

“But you are not.” Gumamnya setelah mengeluarkan napas berat. Mengharapkan bahwa dia juga hanya muncul dalam mimpi gadis ini. “Aku benar-benar tidak suka bericara padamu jadi kukatakan intinya saja. Aku bukan manusia, aku punya kekuatan yang bisa mengontrol pikiran orang.” Dia mengatakan mengenai jati dirinya yang tentu saja langsung dibalas tawa olokkan dari Sora. Sama sekali tidak masuk akal dan membuat Sora bergumam kalau lelaki ini pasti pasien rumah sakit jiwa yang tengah melarikan diri, tidak peduli setampan dan sekeren apapun sia.

“Aku bukan penyabar.” Desisnya kesal. “Dan sejujurnya, aku masih sangat ingin membunuhmu.” Yeah, dan sepertinya itu telah menjadi obsesinya sejak menyadari jika Sora mampu menangkis kekuatannya. “Sayangnya, apabila kau mati, aku juga akan mati.”

Sora ingin tertawa lagi, sungguh. Tapi tidak bisa. Sama sekali tidak bisa setelah dia sadar ada kaitannya kejadian ini dengan mimpi-mimpi anehnya. Dia jadi merinding.

“Dan perkenalkan, namaku Sehun, jika kau belum tahu.” Bagaimana bisa? “Tapi kurasa, kau sudah tahu.”

***

ini udah dilanjutin lama. baru di post skrg karena liat target jg. lanjutannya agak lama. mohon dimengerti. next part akan dibahas ttg kemana aja sehun seminggu itu (?) terimakasih.

also post on https://www.wattpad.com/user/jongchansshi

Advertisements

42 responses to “Paramour (2)

  1. hai authornim~ aku riders baru ijin baca 😊
    alaaaaamaaak ini cerita kereen sangattttt, baru chapter 2 aja udah greget apa lagi chapter2 selanjutnya😱
    semangat untuk melanjutkan next chapter authornim~…!!!!

  2. Masih bingung tujuan sehun apa nih, keuntungan sama keburukannya apa dia sama sora. Next chapter semangat kak nulisnya ^^

  3. Akhirnya dilanjutin.
    Woah sehun karakter nya aku suka katanya mau bunuh sora tapi ternyata jadi soulmatenya sora. Sora juga belum bisa kena sihir sehun tapi kenapa pasti sora bukan manusia biasa.

  4. Sehun ngaku soulmate sama sora. Tp malah dianggap bercanda sama sora, part depan bikin sora percaya sama sehun dong hehe. Pengen part romance juga

  5. Akkkkk keren euy , kira2 seminggu itu sehun kemana dan ngapain kenapa pas ketemu sora lg sehun bilang klw sora itu soulmatenya ?
    Ditunngu next chapnya jan lama2 bgt yaaa kkk fighting

  6. Aduh lucu masa, ngebayangin beneran sehun cerita dengan nada ga ikhlas dan ga terima wkwkkwk…

    Mimpinya sora dan hipnotis yg ga mempan jadi bukti mereka soulmate ya. Cute. Hehe apalagi yg mimpinya sora sampe bisa tau nama sehun..

  7. Masih blm jelas sehun dkk itu manusia apa??
    Karakter Sora unik ya lucu juga sih dia emang penipu tp omongan dia yg bohong dan asal bicara itu yg kadang emang yg sebenarnya hadehh pokoknya gtu deh
    D tunggu next nya

  8. Sehun to the point banget wk. Iyaa soulmate sih soulmate tapi kalem hun kalem wkwk.
    Ditunggu kelanjutan nyaa ya kak

  9. Adduh!! ini ceritanya kelewat seru!! suka bgt dg karakter Sora n Sehun haha… apalagi pas Sora ketawa pas dger Sehun blg dia kena kutukan n Sora adl pasangan sehun! ql aku jd sora sih aku seret abg Sehun ke RSJ wkwkwkwk…. lucu + seru! ditunggu sangat kelanjutannya authornim… 😉

  10. gewla. udh setahun lebih gabaca ff dan ini ff yang pertama kali dibaca setelah vakum itu. dan ini keren parah. imajinasi ttg sehun jadi bercabanv cabang gila grgr ini wkwkwk

  11. Kereeennn penasaran banget. Kenapa tiba2 sehun dateng bilang sora soulmatenya
    Masih banyak misteri penasaran

  12. Waaaaah suka bgt sama gaya bahasanya yg kadang campur2 bhs inggris 💕 dan sebenarnya apasih identitas sehun yg sebenarnya?!! Penasaran lanjut thor dan itu tolong sehunnya gntng bngt fck

  13. Q bingung mau baca yg disini apa yg di wattpad😂 bolak balik w . Yg pasti un ini baguussssss. Semangat ngelanjutin sampai tamat! ;3

  14. waaaahhh~ bener-bener daebak…..
    epep yg bikin gregetan…deg-deg’an antara pemanasaran sama ceritanya dan wajah tampan sehun yang terlalu tampan itu…
    hah! perfect bgt isi nya kak…suka juga sama cerita ttng fantasy gini..
    sehun di kutuk? haha kapokk..#uppss hehe..
    fighting kak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s