Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla

vkook

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5||Chapter 6||Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || Chapter 11 || Chapter 12 || Chapter 13 

**

Istirahat sekolah, batang hidung Taehyung tidak tampak di mana pun. Tidak seperti biasanya. Padahal dia dan Jimin selalu menjadi dua manusia pertama yang menjejakkan kaki di sana untuk mengambil makan sebanyak-banyaknya. Tapi kini yang datang bersama Jimin justru Seokjin.

Yoonji bukannya peduli. Tapi dia merasa aneh saja karena biasanya Taehyung selalu melambai padanya tiap kali dia mencari tempat duduk. Sekarang karena tidak ada meja kosong lagi, dia memilih untuk duduk di satu meja bersama Jungkook.

Laki-laki bermata lebar itu makan dengan tenang sambil sesekali mencuri pandang padanya. Bukannya Yoonji tak tahu, dia tahu benar kalau Jungkook selalu mencoba meliriknya dan terkadang ketahuan saat dia menatap laki-laki itu. Awalnya dia mengabaikan, tapi lama-lama entah kenapa dia jadi capek sendiri.

“Apa ada sesuatu di wajahku?”

Jungkook langsung mengangkat kedua alisnya. “Huh? Ah tidak.”

“Lalu kenapa kau terus melirikku?”

Aku ini laki-laki. Kau jatuh cinta pada sesama jenis?

Jungkook berdehem. Mungkin dia ingin sekali tersenyum tapi harga dirinya menolak itu dan akhirnya dia terlihat seperti sedang memaksakan ekspresi datar.

“Mungkin hanya perasaanmu saja. Aku melihat orang-orang yang lewat di belakangmu.”

Anak ini bicara apa sih? Jelas-jelas di belakangku dinding. Memangnya ada manusia yang merayap di dinding?

Yoonji menggeleng pelan. Lupakan.

Selesai makan, Yoonji berniat untuk kembali ke kelas namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat siluet Taehyung yang tak biasanya tampak frustasi. Belum lagi laki-laki itu tiba-tiba meraih pergelangan tangannya dan mengajaknya ke tempat yang benar-benar sepi seolah tak terjamah. Yoonji baru tahu kalau ada tempat ini di sekolah. Kalau saja dia tahu sejak dulu, dia sudah pasti akan lari kemari untuk menulis lirik.

Ah … tapi semua itu tak penting sekarang.

Taehyung tiba-tiba berhenti, berbalik tiba-tiba juga.

Yoonji tersentak melihat kedua mata Taehyung yang sudah memerah.

Apa jangan-jangan dia mau berubah menjadi vampire?

Ah tidak mungkin.

Tsk, ini dunia nyata, mana mungkin ada makhluk seperti itu di dunia ini.

Gara-gara novel yang dibeli Hoseok itu pikiranku jadi aneh. Aku tidak mau pergi membeli novel bersamanya lagi—

Pikiran Yoonji langsung lenyap begitu Taehyung memeluknya.

Oh shit! Apa lagi ini?!

Yaa!”

Yoonji berusaha melepaskan diri dan berhasil. Dia menyilangkan kedua lengannya di depan dada untuk melindungi dada busanya. Dalam keadaan seperti ini dia harus melindungi rahasia terbesarnya. Bisa susah kalau Taehyung tahu kalau itu cuma dada palsu.

Taehyung menunduk dan tubuhnya pun bergetar hebat.

Yoonji mengerutkan dahi bingung. “Yaa, kenapa kau menangis? Hei.”

Taehyung melepas kacamata kotaknya lalu mengusap wajahnya yang sudah basah oleh air mata. Yoonji yang merasa bersalah pun mendekat untuk melihat wajah Taehyung lebih jelas. Ini bukan masalah mereka sesama laki-laki atau dia Yoonji dan itu Taehyung tapi ini masalah empatinya sebagai yang lebih tua dari Taehyung.

“Kau punya masalah?”

Laki-laki yang tahun ini akan menginjak usia 17 itu mendongak. Yoonji menarik kepalanya ke belakang melihat ingus yang mengalir dari hidung Taehyung.

“Hei hei, bersihkan hidungmu.”

Taehyung pun membersihkan hidungnya dengan dasi seragamnya. Yoonji makin merapalkan sumpah serapah di kepala. Pantas anak ini disebut alien. Tingkahnya tidak pernah ada yang normal.

Lalu mereka pun duduk di sebuah bangku kayu. Di sanalah Taehyung menceritakan kenapa dia mengajak Yoonji dan menangis seperti anak kecil di sini. Penyebabnya adalah sang ayah datang ke sekolah tadi sewaktu jam istirahat. Ayahnya datang bukan tanpa sebab. Tapi setelah mendengar bahwa nilai bahasa Inggris Taehyung turun, yang awalnya 6 tiba-tiba menjadi 3 di tes minggu lalu. Ayahnya mengomelinya dan yah … dia yang dari sananya sudah sensitif pun menangis.

Tapi ada satu hal yang tidak dimengerti Yoonji.

“Lalu apa hubungannya denganku?”

Sekali lagi Taehyung menghapus jejak ingusnya dengan dasi. “Aku inginnya kau.”

Yoonji mengangkat salah satu ujung bibirnya tak mengerti. “Hanya karena itu?”

Taehyung mengangguk seperti anak kecil. “Kurasa kau akan mendengarkanku dengan baik dan … menyemangatiku. Kudengar dari Seokjin, kau selalu mendengarkan curahan hatinya dan memberinya semangat. Jadi—”

“Jadi kau berharap aku akan melakukan itu padamu?”

Taehyung terdiam sejenak, lantas mengangguk kecil.

Yoonji menghela napas.

Inilah sulitnya kehidupanku, pemirsa.

Sudah harus menyamar sebagai wanita untuk masuk sekolah.

Sekarang aku harus mendengarkan semua masalah anak-anak ini.

Sigh…

Kurasa yang tega di sini bukan Tuhan, tapi author!

“Bisakah … bisakah kau memberiku kalimat semangat? Ah! Kalau kau tidak mau bicara kau bisa memberiku tepukan atau semacamnya—”

Yoonji pun menepuk pundak Taehyung tiga kali. “Itu bukan masalah besar. Kau hanya perlu belajar lebih rajin saja.”

Sesuai harapan, Taehyung pun memperlihatkan senyum kotaknya. “Tidak salah aku bicara padamu.”

Yoonji hanya mengangguk tak acuh. Terserah kalian sajalah, anak-anak.

Dalam perjalanan menuju kelas, tiba-tiba saja dia dihadang oleh Yoon Heejoo alias si nerd. Dia pun otomatis berhenti dan melihat apa yang disodorkan padanya.

“Apa itu?” tanyanya setelah gadis itu hanya diam saja tanpa sedikitpun menjelaskan apa yang sedang dilakukannya.

“Tolong terima ini.”

“Huh? Untuk apa?”

Heejoo yang awalnya setengah membungkuk dengan kepala tertunduk lantas menegakkan punggungnya sambil menatap Yoonji sedikit ragu. “I-ini … ini untukmu.”

Sekali lagi Yoonji memperhatikan apa yang diulurkan gadis itu. Sekotak cokelat mahal eh? Memang sekarang sedang hari Valentine?

“Apa maksudmu memberiku cokelat?”

Heejoo kembali menunduk. Sepertinya dia mulai kehilangan kepercayaan dirinya untuk memberikan sesuatu pada sang penyelamat. “I-ini … ini … maaf … maaf kalau aku … ah tidak jadi. Ya sudah. Aku pergi dulu.”

Yoonji langsung menahan lengan gadis itu. Dia pun mengambil kotak itu dan tersenyum. “Ini untukku ‘kan?”

Heejoo mengangguk takut-takut. Yoonji tersenyum. “Gomawo.”

Tertegun sejenak, kemudian gadis berkacamata itu langsung membungkuk dan beranjak pergi. Dia tersenyum-senyum sendiri mengingat betapa baiknya hati Yoonji yang mau menerima ucapan terima kasihnya itu.

Yoonji sendiri membawa kotak itu ke kelas.

Sudah lama aku tidak dapat cokelat dari seorang yeoja.

Hah … lucu sekali. Padahal ini bukan hari Valentine.

Bukan juga hari ulangtahunku. Dan kondisiku sekarang adalah sebagai Min Yoonji.

Tapi … dia berasal dari keluarga kaya ya? Bukankah harga cokelat ini mahal sekali?

Tch, gadis lucu. Kau pasti akan menemukan pria yang baik.

Yoonji meletakkan cokelatnya di atas meja sebelum duduk. Tak sengaja cokelat itu dilihat oleh Jungkook yang duluan sampai di kelas. Dia melirik Yoonji, lalu membuang pandangan.

“Cokelat dari siapa?”

Yoonji menoleh, hanya sebentar. “Heejoo.”

Dahi Jungkook berkerut. Heejoo? Laki-laki mana itu? Apakah itu nama laki-laki dari luar sekolah? Ia pun berdehem. “Ah … pasti dia menyukaimu.”

Yoonji hanya tersenyum miring sambil memasukkan cokelat itu ke dalam tas. Mungkin si Babi mau.

TBC

Advertisements

18 responses to “Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla

  1. Tema kali ini curhat bareng mama Yoonji dan please, bukannya terakhir kali mereka marahan?? Tapi, Yoonji masih inget sama si Babi? Aigoooo, jangan-jangan…

  2. Wah yoongi masih ingat sm si babi..upppsss sena,ceritanya dichapter ini khusus curhat…ngak apa thor next thor,jd kangen sena sm yoonji akur

  3. Pingback: Hello School Girl [Chapter 14] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Hello School Girl [Chapter 15] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Aku syokkkk (?) Itu taehyung meluk yoonji :v emang ya yoonji pesona nya gede banget ga cowo ga cewe pada suka sama dia:3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s