Hello School Girl [Chapter 16] ~ohnajla

 

16508078_558271987705466_6818284132859334463_n

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16

*Maafkan author yang terlalu merindukan kalian, readers :”) salam sayang :* makasih ya udah support selama ini :”) *

Siapa bilang dia akan ke Amerika. Dia masih di Korea, masih di Seoul. Hanya saja, kesibukan dia bukan main padatnya. Dia lebih sering berada di perusahaan daripada di apartemen. Untuk apa lagi? Tentu saja menyiapkan konser.

“Bersiap-siaplah. Tiga puluh menit lagi kau akan melakukan pemotretan untuk poster.”

Agust D hanya mengangguk mendengar kalimat manajernya.

Setelah sang manajer pergi, dia pun melepas headset-nya. Mengistirahatkan punggung pada sandaran kursi yang empuk.

Bibirnya yang tipis bergumam-gumam kecil, mengingat-ingat lirik salah satu lagunya yang rencananya akan dia tampilkan di Chicago.

Lalu menghela napas cukup panjang.

Huft … pikirannya penat sekali hari ini. Memikirkan konser, memikirkan comeback dan memikirkan yang lain-lain.

Kalau ditanya apakah dia lelah? Jawabannya sudah pasti iya.

Tapi, ini adalah pekerjaannya. Sesuatu yang ia idam-idamkan sejak lama.

Kalau alasannya karena lelah dia berhenti di sini, untuk apa dulu dia berjuang keras datang jauh-jauh dari Daegu ke Seoul hanya untuk ikut audisi Big Hit?

Akan lebih baik kalau dia tetap berada di Daegu, melanjutkan sekolahnya sampai masuk perguruan tinggi. Itu jauh lebih gampang daripada kehidupan yang dia cecap selama menjadi trainee.

Ia memijat keningnya yang mulai berdenyut.

Oke, sekarang kosongkan pikiran.

Pikirkan hal-hal yang menyenangkan.

Panggung, orang-orang yang memenuhi venue, fanchant, puluhan flashlight, setumpuk album yang harus ditandatangani, lagu-lagunya yang masuk dalam Top Chart Billboard, namanya yang terdengar di mana-mana….

Oh Sena.

Matanya perlahan terbuka. Dahinya langsung berkerut, seolah sedang mencurigai komputernya yang mendadak black screen.

Kenapa tiba-tiba aku mengingatnya?

Sebentar.

Memang dia termasuk bagian dari salah satu hal yang menyenangkan?

God, tolong bersihkan wajahnya dari pikiranku.

Kira-kira sedang apa dia sekarang?

Diliriknya jam meja yang juga berfungsi sebagai wadah alat tulis di sebelah komputernya. 09.10 PM, sudah malam ternyata.

Biasanya jam segini dia tidur-tiduran.

Menonton drama.

Makan popcorn.

Menjerit-jerit sendiri melihat aktor dan aktris yang sedang berciuman.

Suka melayangkan komentar-komentar pedas pada si penulis naskah.

Atau kalau tidak….

Dia hanya akan berguling-guling di ranjangnya.

Bermain ponsel.

Menyetel lagu keras-keras.

Dan berteriak kesal karena tidak ada kerjaan.

Wah … sekarang aku sangat hafal dengan semua rutinitasnya.

Jinjja. Sepertinya setelah konser aku harus menuntut Bang-nim atas tuduhan pemaksaan untuk menyamar sebagai wanita dan masuk sekolah berasrama di mana aku harus sekamar dengan seorang gadis babi. Tsk, bagaimana kalau nanti penyamaranku tak sengaja terbuka dan dia berpikiran yang tidak-tidak padaku? Aish … jelas akan makin rumit. Tch, kalau saja dari awal aku datang sebagai diriku sendiri … hah….”

Tebakan Agust D benar kalau Sena sekarang sedang ada di kamarnya. Berguling-guling malas tanpa petunjuk apa pun setelah menamatkan drama yang sudah ditontonnya selama dua hari terakhir ini.

“AH BOSAN!” Teriaknya akhirnya.

Ia pun menelentangkan badan dengan tangan dan kaki yang direntangkan lebar-lebar hingga membentuk bintang raksasa.

Sekali lagi dia harus tidur di kamar asramanya sendirian.

Entahlah, kali ini dia merasa kosong.

Padahal, saat Saeron pindah sekolah, dia justru merasa sangat gembira. Karena dengan begitu dia bisa menguasai kamar asrama sendiri dan bebas melakukan apa pun.

Tapi sekarang, setelah Yoonji positif izin selama sebulan, dia benar-benar merasa kehilangan.

Biasanya di waktu-waktu seperti ini gadis berambut bob yang dipanggilnya ‘cabe’ itu akan duduk bersandar di kepala ranjangnya sambil memangku laptop. Sibuk sendiri dengan dunianya.

Bahkan meskipun Yoonji tidak menegurnya sama sekali, dia akan merasa tenang. Karena apa? Tentu saja karena Yoonji ada bersamanya.

Hah … sekarang, menoleh ke kanan sudah tak ada lagi seseorang yang sering dilihatnya.

Tidak ada lagi orang yang akan menanggapi tingkah usilnya.

Tidak ada lagi orang yang akan mengomelinya karena dia yang suka heboh sendiri kalau sedang bosan.

Juga tidak ada pula orang yang akan membuat jantungnya berdebar-debar.

Yah … di saat ada dia berusaha mengabaikan, tapi saat orang itu tidak ada dia malah rindu.

“Cepatlah kembali, Cabe~~ Aku rindu suaramu yang memanggilku babi.”

Semua urusan konser selesai. Dua hari sebelum berangkat ke Chicago, Bang Shi Hyuk memberikan waktu bebas untuk Agust D. Terserah artisnya itu mau pergi ke mana. Asalkan tidak menarik perhatian reporter dan harus kembali dalam keadaan baik-baik saja.

Hari pertama waktu bebasnya, Agust D memilih bermalas-malasan di apartemen.

Oh my … dia rindu sekali pada tempat tinggalnya ini.

Tempat tinggal yang dibelinya dengan uang hasil kerja kerasnya selama ini sebagai Agust D.

Bayangkan saja seberapa besar pengorbanannya menguras darah, keringat dan air mata demi membeli satu unit tempat tinggal di kompleks apartemen yang paling mewah di Korea Selatan.

Awalnya, dia membeli unit ini agar ditempati oleh orangtuanya.

Tapi mereka menolak karena tidak mau meninggalkan Daegu.

Jadi ya sudah, ia pun menempatinya sendirian.

Sebenarnya, punya apartemen yang biasa-biasa saja sudah cukup untuknya. Asal bisa menampungnya dari hujan dan terik matahari. Toh dia jarang menempatinya karena lebih sering berada di Amerika.

Tapi karena sudah terlanjur dibeli ya sudah. Sudah terlanjur juga diramaikan dengan berbagai furniture berkelas.

Sudah enam jam hanya tidur-tiduran di tempat tidurnya sambil melakukan hal-hal kecil tanpa menguras tenaga, dia pun memutuskan untuk segera mandi dan pergi jalan-jalan.

Tujuannya kemana lagi kalau bukan Sungai Han. Sudah ada yang dekat kenapa harus pergi ke yang jauh?

Jadi dengan memakai beanie bertuliskan Los Angeles-nya, dia pun turun ke lantai dasar dan berjalan santai menuju area taman Sungai Han.

Karena hari ini hari minggu, pantas suasana di taman ramai sekali. Terpaksa dia pun memakai masker hitamnya guna menutupi sebagian wajahnya agar tidak dikenali.

Sebagian besar yang ada di sini adalah anak-anak muda. Mungkin karena hari minggu makanya mereka datang untuk mencari udara segar.

Ia pun mendekati seorang ahjussi yang membuka persewaan sepeda. Dia menyewa sepeda untuk satu jam.

Kurang tepat rasanya kalau ke Sungai Han tapi belum berkeliling dengan sepeda.

Ia mengendarai sepeda gunung itu dengan kecepatan sedang. Melewati orang-orang yang sedang jalan-jalan santai, melambai ketika bertemu tatap dengan anak-anak.

Sekarang dia sedang berada di belakang seorang gadis bertopi baseball yang sedang berjalan santai. Cukup jauh sebenarnya. Dan dia sama sekali tidak peduli pada gadis itu. Bahkan dia berniat untuk melewati gadis itu seperti yang lain.

Tapi … tiba-tiba gadis itu berhenti dan berjongkok.

Otomatis dia yang sudah menambah kecepatan langsung menarik tuas rem sekuat-kuatnya.

CKIIIT!

Ia pun menghela napas lega. Untunglah tidak sampai tertabrak.

Salah gadis itu, kenapa tiba-tiba berhenti.

Sementara gadis itu menoleh setelah mengikat tali sepatunya. “Oh! Apa-apaan ini?!” teriaknya berlebihan.

Agust D mengernyit mendengar suara yang cukup familiar itu.

Gadis bertopi baseball bangkit. Ekspresinya masih terkejut –dan sangat berlebihan sekali. Dia bahkan tidak sungkan mengarahkan telunjuknya pada sepeda yang ditunggangi Agust D.

“Siapa kau? Kenapa kau berhenti di situ? Jangan-jangan … KAU MAU MERAMPOKKU?!”

Melihat wajah gadis itu secara keseluruhan, Agust D spontan membelalak.

Oh sh*t! Kenapa aku harus bertemu dia di sini?

Reflek dia pun menutupi sebagian matanya dengan poni. “Maaf.”

Mendengar permintaan maaf justru membuat gadis itu makin yakin kalau Agust D berniat untuk merampoknya. Ia pun memeluk tote bag-nya erat-erat. “Yaa sekiya! Kalau kau butuh uang tidak harus merampok anak sekolah ‘kan?! Banyak lowongan pekerjaan di negara ini! Tch, karena kau tampan, oke aku memaafkanmu.”

Dia ini bicara apa sih?

“Sebenarnya aku tidak bermaksud merampokmu.”

Wajah gadis yang tak lain adalah Oh Sena itu langsung memerah seperti kepiting rebus. “La-la-lalu! Kenapa kau berhenti di sana?! Oh! Atau jangan-jangan kau ini mata-mata?! Datang dari mana kau, hah?! Kau pikir aku takut denganmu meskipun kau pria tampan?!”

Sekarang Agust D ingin sekali tertawa namun dia berusaha menahannya.

Apa dia sadar kalau dia sudah menyebutku tampan sebanyak dua kali?

“Aku tidak mengenalmu, untuk apa juga aku memata-mataimu?”

Sena makin dibuat salah tingkah. Sial, orang ini sebenarnya mau apa sih? Niatnya kesini untuk melukis, tapi gara-gara dia aku jadi malas mau melukis. Tch … andaikata kau tidak tampan, sudah kutampar pipimu itu.

“Ekhem. Ka-kalau begitu katakan kenapa kau berhenti di belakangku. Kau pikir aku tidak heran melihat sepeda tiba-tiba sudah ada di belakangku?”

Ternyata di luar sekolah dia juga sama berlebihannya.

“Aku ada di belakangmu saat kau tiba-tiba berhenti. Bukankah kau harusnya berterima kasih? Kalau aku tidak menarik tuas rem, mungkin tubuhmu yang seperti babi itu akan berguling-guling di jalan setelah kutabrak.”

Wajah Sena kembali memerah. Bukan karena malu lagi, tapi karena mendengar sebutan ‘babi’ dari bibir laki-laki yang tidak dikenalnya. Sinting, di mana-mana kenapa dia selalu dipanggil babi? Tidak Yoonji, tidak si tampan ini. Tanpa sadar dia mengusap perutnya yang memang membesar karena terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak di malam hari. Salahkan Yoonji yang dengan seenaknya sendiri pergi dan membuatnya kepikiran setiap malam sehingga dia memuaskan pikirannya itu dengan makanan.

Gadis itu pun berdecak. Ia menatap Agust D sekali lagi. “Anggap saja hari ini kau tidak bertemu denganku. Tch … baru juga bertemu sudah mengata-ngataiku babi. Kau itu seperti preman, ahjussi! Gara-gara kau aku sudah tidak berminat lagi melukis di sini. Sialan!”

Setelah menghentakkan kaki, Sena pun berlalu dari hadapannya. Dia hanya bisa menatap kepergian gadis itu dengan heran.

Apa-apaan sih?

Dia yang mulai kenapa aku yang dimarahi?

Oh astaga … si babi itu benar-benar.

Minat Agust D untuk berkeliling pun lenyap seketika. Dia pun segera kembali ke tempat di mana ahjussi penyewa berada.

TBC

Advertisements

20 responses to “Hello School Girl [Chapter 16] ~ohnajla

  1. Ternyata yoongi ngak beneran langsung ke amerika,ternyata masih di korea persiapan konser d amerika…senaa tenyata suka dipanggil “babi”…yoongi senang disebut “tampan”..ternyata mereka itu memang couple yang unik…next thor

  2. Yeaaaaayy.. Imisyu yoonji aka mas agus 😂😂😂
    Eak.. Yongi ketemu lagi sama Sena. 😍😍😍
    Ditunggu moment manis mereka berdua kak. 😘😘😗😗

  3. Hahaha sena sena, marah sih marah tapi ampe bilang tampan dua kali gitu kkkk. Dan Sena belum tau aja kalo ahjussi tampan itu adalah Min Yoonji, sosok yang selama ini ia rindukan 😂😂😂😂

  4. ngakak banget kapan identitasnya kebuka? Malah aku sempet mikir pas sena tidur seranjang sama yoonji dia ga sengaja narik rambutnya wkwk

  5. Pingback: Hello School Girl [Chapter 17] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 18] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. cie yang mikirin sena terus :v itu sena emang ga kenal sama yoonji yg versi cowok/? yaampun kalo aku sih udah tau pasti wkwk

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 21] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Hello School Girl [Chapter 23] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. kirain yoonji udah ke amerika taunya dia masih di korea dan ketemu sena yg selalu heboh sendiri ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s