Hello School Girl [Chapter 17] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16 || Chapter 17

Hari keberangkatannya pun akhirnya tiba. Bersama dengan manajernya dia pergi ke bandara. Mereka sudah pesan tiket pesawat kemarin dan sekarang tinggal take off saja. Dia membawa koper yang sama seperti koper yang dibawanya ke asrama. Dia akan berada di Chicago selama seminggu. Tiga hari sebelum konser dan dua hari setelah konser.

Pesawat masih akan berangkat pukul 3 lebih, dan sekarang masih pukul 2 siang. Masih ada waktu sejam lagi.

Latte?” tanya manajernya setelah dia duduk di ruang tunggu.

Agust D hanya mengangguk dan membiarkan manajernya meninggalkannya bersama barang-barangnya saja.

Sambil menunggu, dia membuka-buka ponsel Yoonji.

Ada banyak sekali pesan entah pesan sms maupun pesan melalui kakaotalk. Gara-gara nomornya diobral secara gratis pada anak-anak Adam SMA Bangtan, mau tak mau Agust D harus menerima kenyataan kalau ponsel Yoonji selalu saja berbunyi setiap detik karena pesan atau telepon masuk. Dia selalu menolak panggilan. Malas. Meninggikan suara itu melelahkan, apalagi untuk kasus lelaki sepertinya yang punya suara berat.

Dibukanya satu persatu pesan dari anak-anak itu. Hampir semuanya dan memang semuanya hanya berisi ajakan PDKT. Entah pakai cara agresif atau sok-sok’an tidak peduli tapi sebenarnya sangat peduli. Semua itu tercampur dengan apik di kotak masuk. Agust D sampai geleng-geleng kepala.

Tiba-tiba saja, seseorang dengan santainya duduk di sampingnya. Reflek Agust D menoleh karena orang itu menyinggung lengannya. Ia mengernyit kesal, bukannya minta maaf, gadis itu justru tertawa-tawa heboh setelah membaca sesuatu di ponselnya.

Chogiyo.

Reflek tawa gadis itu berhenti dan langsung menoleh.

Agust D mendadak menahan napasnya.

My Lord.

Babi lagi?!!

Otomatis Agust D membuang pandangannya dan seketika melupakan niatnya untuk menegur gadis itu.

Bagaimana bisa dia ada di mana-mana?!

Aish! Dari sekian banyak tempat kenapa dia juga muncul di sini?

Sial! Aku harus cari maskerku.

Dia baru akan membuka ranselnya ketika gadis itu tiba-tiba menarik lengannya sampai dia menoleh. Mereka bertatapan. Gadis yang tak lain adalah Sena itu memicingkan mata.

Agust D menelan ludahnya takut-takut. Kumohon kau tidak mengenalku. Kumohon….

“Kau—”

Sekali lagi Agust D harus menahan napas.

“Ah tidak. Maaf. Aku salah orang.”

Agust D menghela napas lega. Terima kasih, My Lord.

Belum sampai semenit, gadis itu sudah menoleh lagi, kembali memicingkan mata.

Ia membeku saat gadis itu menutup setengah wajahnya dengan tangan dan hanya membiarkan matanya saja yang terlihat.

Tubuhnya langsung menegang saat gadis itu menyeringai.

“Kau ahjussi yang di taman Sungai Han itu ‘kan?”

Reflek ia pun menepis tangan Sena lalu beranjak dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Aku harus pergi jauh-jauh darinya.

Sial. Dia itu setan apa manusia sih?

Kenapa dia bisa muncul di mana-mana?

Chogiyo! Mau kemana kau?! Ahjussi!!

Agust D mengerang pelan. Sial, kenapa gadis itu mengikutiku?!! Jauh jauh sana!!

Melihat Sena yang makin dekat, ia pun langsung masuk ke toilet pria yang berada tak jauh darinya. Oke, setidaknya dengan masuk toilet pria Sena tidak akan mengikutinya.

Begitu ia berhasil masuk ke salah satu bilik, ia pun menghela napas.

Sekarang, yang harus dilakukannya adalah menelepon manager untuk menjemputnya di toilet.

Di mana ponselnya?

Di saku jaket tidak ada.

Di saku celana juga tidak ada.

Detik berikutnya dia baru menyadari sesuatu.

PAK!

“Mampus, semua barang-barang kutinggal di sana….”

“ARGH!!!”

Di sisi lain….

Park Chanyeol, manajernya, kebingungan sendiri saat dia kembali ke ruang tunggu dan tidak menemukan Agust D di sana. Kedua tangannya sedang memegang gelas kertas berisi latte. Ia pun mulai berkeliling sambil memanggil nama asli artisnya itu.

“Yoongi-a! Min Yoongi!”

Kakinya yang panjang itu membawanya ke arah toilet pria, karena kemungkinan besar Agust D ada di sana bersama barang-barangnya.

“Min Yoongi!!”

Sekali lagi dia memanggil nama itu dan malah dipandangi aneh oleh orang-orang yang lalu lalang.

Sudah setengah jalan, tiba-tiba saja seseorang menegurnya. Dia menoleh ke kanan kiri mencari asal suara.

“Di bawah sini.”

“Ow?!”

Sena sudah ada di sampingnya dengan menggendong sebuah ransel dan menarik koper besar yang sangat familiar di matanya.

Chanyeol membelalak. Bukankah itu koper milik Yoongi?

Keterkejutannya bertambah saat gadis itu tiba-tiba mengambil satu gelas kertas dari tangannya. Menghabiskan isinya tanpa meminta izin terlebih dulu. Lalu dikembalikan lagi dalam keadaan kosong.

“Terima kasih. Permisi.”

“Eeeeeh! Tunggu!”

Sena langsung berbalik, mengerutkan dahi terganggu. “Saya ‘kan sudah bilang terima kasih.”

Chanyeol menggeleng, menunjuk ransel dan koper yang dibawa Sena. “Kau dapat itu dari mana?”

“Apa? Tas dan koper ini? Ah … ini milik ahjussi.”

“Ahjussi?”

Sena mengangguk. Menoleh ke arah toilet pria sekilas. “Ahjussi itu masuk toilet saat aku mengejarnya. Ya sudah, aku berniat menitipkan kopernya ke kantor keamanan.”

Jadi Yoongi bertemu dengan anak ini?

“Aku mengenal ahjussi itu. Sini, biar aku saja yang bawa.”

Tapi Sena justru berkelit saat Chanyeol akan mengambil koper milik Agust D. Laki-laki itu mengerutkan dahi.

“Aku tidak percaya pada orang asing. Kalau memang kau ini kenal dengan ahjussi itu, perlihatkan buktinya.”

“Bukti?” seru Chanyeol tak percaya. Oh plis, dia ini manajernya seorang Agust D. Gampang sih memperlihatkan kartu namanya pada Sena, tapi, dia tidak akan melakukan itu karena sekarang mereka berada di keramaian. Bagaimana kalau orang-orang dengar bahwa Agust D ada di sini? Sena tidak mengenal Agust D saja dia sudah bersyukur.

“Sebentar!”

Pekikan Sena membuat Chanyeol terkejut. Sekarang apa lagi?

Gadis itu memajukan wajahnya, mengamati wajahnya lamat-lamat seperti sedang memastikan sesuatu. Chanyeol menahan napas.

“Kau … bukannya orang yang menjemput Yoonji waktu itu?”

Loading sebentar. Kini giliran Chanyeol yang mendekatkan wajahnya untuk mengamati wajah Sena.

“Jangan-jangan … kau … temannya Yoonji?”

Sena langsung menjentikkan jari. “Tepat sekali! Aku adalah Oh Sena. Roommate-nya Yoonji.”

Chanyeol pun menutup mulutnya tak percaya.

Daebak….

Bagaimana gadis ini bisa berada di sini?

Apa jangan-jangan dia tahu penyamaran Yoongi?

Sena masih cengengesan memperlihatkan gigi kelincinya. “Wah … dunia sempit sekali ya. Kita bertemu lagi. Um … kau ini, siapanya Yoonji ya? Aku tidak sempat bertanya pada Yoonji karena sepertinya dia buru-buru waktu itu. Apa kau pamannya? Ah … kurasa tidak. Wajahmu itu seperti wajah mahasiswa. Jadi, kau oppa-nya?”

Chanyeol menggaruk tengkuknya bingung. Oke, sekarang keputusan sedang ada di tangannya.

“Oh! Dan aku juga mau tanya, kau bilang kau mengenal ahjussi yang bawa koper dan tas ini ‘kan? Apakah mungkin ahjussi itu punya hubungan kerabat dengan Yoonji?”

Oh yeah … sekarang semuanya makin rumit.

Chanyeol pun melirik arlojinya. Astaga, sudah setengah tiga. Buru-buru ia pun menghabiskan satu gelas latte lagi, memberikan dua gelas itu ke tangan Sena, lalu menarik paksa koper dan tas milik Yoongi.

“Maaf nona, aku harus pergi sekarang. Pertanyaanmu akan kujawab kapan-kapan. Terima kasih tas dan kopernya, eo?”

Tanpa menunggu balasan Sena, Chanyeol pun segera berlarian menuju toilet pria. Menjemput Yoongi aka Agust D yang sudah menunggunya sejak tadi sampai rambutnya acak-acakan.

Melihat koper dan tasnya kembali, Agust D menghela napas lega.

“Kenapa dia bisa ada di sini, huh?” tanya Chanyeol yang sontak membuatnya mendongak.

“Kalau aku tahu juga, tidak mungkin aku akan kabur darinya dan melupakan barang-barangku, Hyung,” balas Agust D ketus sembari mencangklong ranselnya.

“Kurasa mulai sekarang aku juga harus menyamar. Dia mengingatku.”

“Aish, sudah kuduga kalau sejak awal rencana konyol ini memang tidak usah dilakukan. Ah melelahkan sekali. Mana latte-ku?”

“Di situasi seperti ini kau masih menanyakan latte?” Suara Chanyeol meninggi diikuti mata bulatnya yang makin bulat.

Agust D menelan ludah. “Ani. Lupakan.”

–Jangan bosen loh ya ngeliat namaku muncul terus di resent post :v aku hanya ga mau buat kalian nunggu :*

TBC

Advertisements

20 responses to “Hello School Girl [Chapter 17] ~ohnajla

  1. Aku suka aku suka. Jangan lama” kak. Tiap buka say ff slalu penasaran sama ff kk.
    Ditunggu kehadirannya lagi kak. 😄😄😄

  2. Astaga sena seperti hantu getayangan ada dimana mana…seperti sena sm yoongi memang jodoh,slalu bertemu dimana pun..semoga makin cepat dipublish..mau nanya ne thor,freak hwarang kpn ya updatenya,q slalu menunggu updatennya..hehhehe..slamat melanjutkan

  3. Penasaran bgt reaksi sena waktu tau klo yoonji itu cowok…
    Apa seneng atau kaget? Hahahah

    Penasaran deh sama next chap

  4. wah sena beneran kayak hantu bisa muncul dimana aja,next yaa sena kok bisa ya ga kenal sama yoonji? Kapan kebongkarnya ditungguyaa

  5. Pingback: Hello School Girl [Chapter 18] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. ketemu mulu sama sena jodoh kali/? itu lagi sena masih ga ngeh juga kalo suga itu yoonji ? pdhal udh ketemu chanyeol kan? :v

  7. Pingback: Hello School Girl [Chapter 21] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 23] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s