Hello School Girl [Chapter 18] ~ohnajla

1jam3

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16 || Chapter 17 || Chapter 18

Sena menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia baru saja pulang dari Incheon untuk menjemput saudaranya. Meskipun hari ini bukan hari minggu, toh tak masalah kalau dia izin tidak masuk.

Sebentar lagi jam makan malam. Tapi dia masih enggan untuk beranjak karena pikirannya sekarang masih tertinggal di Incheon.

Bukan, dia bukannya masih mengingat saudaranya Lee Soomi. Gadis itu sekarang sudah ada di rumahnya, akan tinggal di sana selama empat tahun karena dia kuliah di Universitas Seoul. Usianya dan Soomi hanya terpaut satu tahun dengan Soomi yang lebih tua. Gadis itu baru pulang dari Paris setelah menyelesaikan kursus desain setahun yang diambilnya di sana. Kembali ke Korea untuk masuk kuliah bidang desain fashion untuk menunjang kursusnya.

Yang ada di pikirannya soal Incheon bukanlah Soomi. Melainkan seorang ahjussi yang ditemuinya tadi saat menunggu kedatangan pesawat dari Paris dan pria tinggi bermata bulat yang pernah dilihatnya saat menjemput Yoonji.

Dia heran.

Jadi … pria tinggi bermata bulat itu selain mengenal Yoonji juga mengenal ahjussi itu?

Bagaimana bisa?

Itu artinya … Yoonji juga kenal dengan ahjussi itu?

Sena menjentikkan jarinya. “Ya … bisa jadi mereka saling mengenal. Sssshhh … tapi … kenapa ya, aku merasa kalau mereka itu mirip? Matanya … hidungnya … bibirnya … ssshhh … apa hanya aku saja yang merasa begitu?”

Lagi sibuk-sibuknya mencocokkan kesamaan antara Yoonji dan Agust D yang disebutnya ‘ahjussi’, tiba-tiba sebuah suara menghancurkan pikirannya. Reflek ia pun mengelus baby belly-nya.

“Ah lapar. Hari ini menu apa ya?”

Tanpa perlu mengganti bajunya, Sena pun lekas turun dari ranjang dan pergi ke kantin sekolah. Karena masih baru masuk jam makan malam, suasana kantin masih ramai. Teman-temannya kebanyakan masih memakai seragam, tidak seperti dia yang memakai dress tanpa lengan berwarna hijau selutut dengan motif bunga tulip.

Ia pun mengambil nasi dan lauk di nampan yang diambilnya. Hari ini menunya ada bulgogi, sup ikan, samgyetang dan banyak lagi. Sena seperti biasa akan mengambil semua jenis makanan itu dan mengumpulkannya di nampan. Anak kaya bebas lah, asalkan dia punya uang, semuanya selesai.

Begitu membayar, ia berjalan menjauh dari gerai makanan untuk mencari meja yang masih cukup menampung dirinya.

Tapi sudah separuh jalan, dia belum menemukan satu pun meja yang masih menyisakan kursi kosong. Semuanya sudah penuh. Satu meja bisa menampung sampai 8 orang dan di sejauh memandang semuanya sudah penuh terisi.

Ia menghela napas. Nyaris saja menyerah dan berpikir untuk makan di asrama. Tapi tiba-tiba, begitu berbalik, seseorang sudah berdiri di belakangnya seolah menunggu. Hampir saja dia melemparkan makanan yang diambilnya itu ke belakang.

Kkamjjagiya!” pekiknya telat.

Jungkook, ya, orang yang berdiri di belakangnya sejak tadi adalah Jungkook, menggendikkan bahu lalu melewatinya tanpa mengucapkan apa pun.

Sena mengerutkan dahi bingung sambil memandang kepergian Jungkook. Di sanalah dia mendapat jackpot. Ia pun tersenyum simpul lalu berlarian mengikuti laki-laki itu.

“Aku duduk di sini ya?” tanyanya sesampai di meja yang didatangi Jungkook.

Lima laki-laki yang duduk di meja itu lebih dulu dari Jungkook langsung mendongak.

“Eh Sena,” sapa Namjoon diiringi senyum polosnya. Di ujung bibirnya terdapat nasi yang mungkin tidak ia sadari ada di sana sejak tadi.

“Eum, duduk saja,” balas Jimin santai sambil memasukkan suapan ke dalam mulutnya.

Assa!” Sena pun duduk di sebelah Jungkook, berseberangan dengan Namjoon. Setelah duduknya sudah baik, ia pun mengambil nasi yang ada di ujung bibir Namjoon. Tersenyum saat laki-laki itu menatapnya terkejut. “Ada nasi di ujung bibirmu.”

Reflek Namjoon mengusap ujung bibirnya.

“Sekarang sudah tidak ada kok,” balas Sena sambil terkekeh.

Namjoon juga ikut tersenyum. “Gomawo.”

Sena pun mulai memasukkan suapan pertamanya ke dalam mulut.

“Aku mencoba menelepon Yoonji tapi dia tidak pernah mengangkatnya. Apa dia sesibuk itu ya?” celetuk Hoseok membuka obrolan di meja itu.

Jimin yang duduk di hadapannya menggendikkan bahu. “Pesanku saja tidak pernah dibalas.”

“Pesan katalk-ku baru dibaca beberapa hari lalu,” sahut Seokjin.

“Eum, punyaku juga. Tapi tidak dibalas,” timpal Taehyung.

Jungkook hanya menyimak sambil sibuk mengunyah makanannya.

“Memangnya dia tidak pernah menghubungimu?” tanya Hoseok pada Sena. Sena yang juga sejak tadi hanya menyimak, langsung menoleh dengan mulut penuh daging.

Ani. Tidak ada satupun pesan atau panggilan dari nomornya.”

“Apa jangan-jangan dia sudah melupakan kita?” tebak Taehyung dengan wajah sedih.

Jimin reflek memukul lengan Taehyung. “Kau ini bicara apa? Mana mungkin dia begitu. Dia pasti hanya terlalu sibuk sampai-sampai tidak punya waktu untuk memegang ponsel.”

Seokjin mengeluarkan ponsel dari saku. Membuka aplikasi Youtube, membelalak ketika mendapati banyak fancam dari konser Agust D di Chicago. Jungkook yang ada di sebelahnya tak sengaja melihat beranda Youtube Seokjin.

“Itu Agust D?”

Seokjin reflek menoleh, mengangguk. “Kau tahu dia?”

Jungkook mengangguk. “Rapper Big Hit itu ‘kan?”

Sekali lagi Seokjin mengangguk semangat. “Kau juga D Boys?”

Laki-laki itu menggendikkan bahu. “Tidak. Aku hanya suka lagunya.”

“Agust D siapa?” tanya Taehyung yang sejak tadi hanya mendengarkan.

“Yang katanya rapper yang debut di Amerika itu?” tebak Hoseok.

Eo. Kemarin dia baru saja menggelar konser di Chicago. Sekarang Youtube sedang penuh dengan fancam konsernya. Kalian mau lihat?”

Seokjin pun memilih salah satu video lalu menunjukkannya pada yang lain. Sena juga ikut-ikutan menonton. Kualitas kamera si fans tidak begitu bagus, sehingga tidak begitu terlihat wajah si Agust D. Sena dari tempatnya hanya bisa mendengar suara si Agust D dan fanchant yang menonton. Tanpa sadar kepalanya mengangguk-angguk mengikuti alunan musik.

Cukup bagus.

Dia suka cara Agust D dalam membawakan lagunya.

“Dia juga dari Big Hit sama sepertimu ‘kan?” tanya Jimin pada Seokjin begitu videonya selesai.

Eo, tapi aku belum pernah sekalipun bertemu dengannya secara langsung.”

Namjoon tiba-tiba tertawa. “Kasihan sekali, hahahaha.”

Seokjin otomatis melotot. “Berhenti tertawa atau kujejali sepatu mulutmu itu.”

Reflek Namjoon pun membungkam mulutnya.

Saat akan memutar satu video fancam lagi dari konser Agust D, tiba-tiba saja sebuah suara menarik perhatian mereka. Satu persatu dari mereka menoleh dan mengernyit.

“B-b-b-bolehkah … bo-bolehkah—”

“Ya, duduk saja,” sahut Jungkook cepat yang langsung mendapat pelototan dari yang lain termasuk Sena.

Yoon Heejoo masih dengan tubuh gemetaran, membenarkan kacamata tebalnya yang melorot.

Yaa, micheosseo?” seru Hoseok kesal.

Jungkook yang dimarahi hanya menatap datar si kolektor novel itu. “Wae?

“Kau ini siapa berani-beraninya memberi izin, huh?” timpal Taehyung yang juga sama kesalnya.

“Memang kenapa? Ini bukan meja kalian juga.”

“Tapi kami yang duluan datang ke sini,” sahut Seokjin dengan telinga yang sudah memerah tanda kesal.

Namjoon buru-buru mendekatkan dirinya pada Taehyung, berusaha jaga jarak dengan si Nerd.

“Maaf, tapi meja di sini sudah penuh,” kata Jimin kemudian, berbicara pada Heejoo yang masih berdiri di dekat meja mereka.

Jungkook menyeringai. “Penuh katamu? Lalu siapa yang duduk di sebelah Namjoon, huh? Setan?”

Jimin langsung memberinya pelototan. Menyuruhnya untuk tutup mulut.

Tapi Jungkook lagi-lagi hanya menyeringai. “Sudahlah, duduk saja. Biarkan saja mereka.”

BRAK!

Lagi-lagi para penghuni meja itu dibuat terkejut. Sekarang pelakunya adalah Sena yang mendadak menggebrak meja sambil berdiri. Enam laki-laki di meja itu menatapnya terkejut, sementara Heejoo menunduk ketika melihat tatapan tajam Sena.

“Sudah kuperingatkan untuk tidak muncul lagi di dekatku ‘kan? Kenapa kau masih suka mendekat padaku, huh?!”

Heejoo tersentak. Tubuhnya mulai menggigil.

“Kau pikir karena kau bisa mengambil hati Yoonji, aku juga akan baik padamu, begitu? Cih, jangan harap aku akan baik pada gadis hina sepertimu. Tanpa Yoonji di sini, kau ini bukan apa-apa, mengerti? Sekalinya hina tetaplah hina. Pergi kau sekarang dari sini.”

Dengan tubuh menggigil, Heejoo pun berbalik dan beranjak pergi.

Jungkook menghela napas. Meletakkan sendoknya di nampan lalu berdiri. Menatap satu persatu teman satu mejanya termasuk Sena.

“Aku sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikir kalian semua. Termasuk kau, Oh Sena. Jadi kau berpura-pura baik pada dia hanya karena Yoonji? Hah, sudah kuduga sejak awal kalau kau ini sama saja seperti gadis yang lain. Menyesal aku pernah menyukaimu.”

Ia pun beranjak begitu saja. Memberikan nampan makanannya ke gerai nampan-nampan kotor, lalu keluar dari kantin menuju gedung asrama pria.

Sena memutar bola mata jengah. Lagi-lagi, dia menjadi pihak yang salah dan Heejoo berada di pihak yang benar. Dulu Yoonji sekarang Jungkook. Justru dialah yang tidak mengerti dengan jalan pikir mereka berdua. Kenapa mereka harus berpihak pada nerd hina yang jelas-jelas pernah ketahuan berkencan dengan seorang guru SMA Bangtan sampai guru itu dipaksa mengundurkan diri? Dia bisa maklum pada sikap Yoonji. Tapi Jungkook? Hampir tiga tahun bersekolah di sini, bukankah laki-laki itu juga tahu detail kronologisnya? Lalu kenapa dia masih membela gadis itu?

Ah entahlah. Ia pun kembali duduk. Menatap makanannya tanpa minat, menit berikutnya ikut beranjak meninggalkan meja itu.

“Hei, harusnya jam tanganmu jangan diberikan ke Yoonji,” celetuk Hoseok tiba-tiba pada Namjoon. Namjoon menoleh dengan alis terangkat.

“Gara-gara kau di sini, kita jadi ikut-ikutan sial,” sambung Seokjin.

“Padahal biasanya si sampah itu tidak berani datang ke meja kita,” tambah Taehyung.

Namjoon menunduk, merasa bersalah. “Maaf.”

“Tsk, itu bukan salah Namjoon. Bukan salah siapa-siapa,” ucap Jimin menengahi.

TBC

 

Advertisements

18 responses to “Hello School Girl [Chapter 18] ~ohnajla

  1. Ya ampun kukira sena bakal ngebelain si nerd itu. Ternyataaaa, dia lebih galak 😁 kasian banget smaa nerd nya, sampe cowo cowopun musuhin dia. Jungkook suka sena? Aku baru tau 😁 neext yaa

  2. Ooo.ooo.. Ternyata jungkok pernah suka sama sena.
    Dan kenapa sena disini jahat ?? 😭😭
    Kakak . Jangan lama” update nya. Dituunggu

  3. Tenyata si nerd punya kasus pernah berkencan dengan guru sma bangtan,jangan2 si nerd sbnrx sama kaya yoonji,menyamar d sma bangtan..seru cerita..ditunggu cerita yoonji balik ke korea

  4. Ooohh karena itu si nerd dibilang hina, kirain dileek gitu karena emang tampilannya aja. Yaaa emang keterlaluan sih kencan sama guru SMAnya sendiri hehe. Tapi jungkook kok gt ya? Ah aku senang jungkook pernah suka sama sena pdhl :(. Jungkook disini kalem banget btw hihi

  5. ohh ternyata alasan si heejoo dipanggil nerd itu krnaa pernah kencan sama guru tohhh,- koq di part ini gk ada kegiatan yoonji aka agust D yaa?? Next nya jan lama² ya thorr
    fighting 💪✊👍

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 21] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. jahat banget semua masa lalu ya udah berlalu apa harus dibully segitu lamanya
    sena jahat juga

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 23] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s