Hello School Girl [Chapter 19] ~ohnajla

c5bwwreuyaaqhln

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16 || Chapter 17 || Chapter 18 || Chapter 19

Kondisi Agust D langsung drop begitu konser selesai.

Dia langsung dilarikan ke rumah sakit yang ada di Chicago.

Dokter bilang dia hanya kelelahan dan terkena maag karena tidak makan dengan teratur.

Disarankan untuk dirawat di rumah sakit selama empat hari, tapi Agust D menolak dan memaksa Chanyeol untuk pulang ke Korea hari itu juga.

Sebenarnya Bang PD-nim tidak setuju kalau Agust D harus melakukan penerbangan hari itu juga. Tapi mengingat Agust D yang sangat keras kepala, akhirnya dia dan Chanyeol pun pulang hari itu juga.

Yaa, lihatlah dirimu. Kau sudah seperti tak ada harapan hidup.”

Agust D membuka matanya perlahan. “Aku tetap tidak akan merubah keputusanku.”

Chanyeol menghela napas. Menyerah. “Ya ya ya, terserah.”

Agust D pun kembali memejam, mencoba tidur di kursi tunggu bandara yang sangat tidak nyaman untuk kondisinya sekarang. Sementara di sampingnya, Chanyeol tak berhenti khawatir. Ya bagaimana tidak khawatir. Ini menyangkut artisnya Agust D sekaligus adik yang paling disayanginya.

“Hei, kenapa kau sangat keras kepala begini, huh? Sebenarnya ada apa di Korea sampai-sampai kau tidak mau tinggal di Chicago lebih lama? Apa karena roommate-mu itu?”

“Kau tidak lupa dengan sepatu yang kuminta itu ‘kan?” tanya balik Agust D.

Chanyeol mendengus. “Sudah kuduga, pasti ini karena gadis itu. Kau benar-benar tidak khawatir kalau dia menyadari penyamaranmu?”

“Jawab dulu pertanyaanku.”

Laki-laki berusia 25 tahun itu mengacak rambutnya yang sudah berantakan sampai makin berantakan. Kepalanya makin sakit melihat orang-orang yang tak lain adalah fans Agust D yang berkumpul tak jauh dari mereka untuk mengabadikan fotonya dan Agust D.

“Sudah kumasukkan dalam kopermu.”

“Aku tidak begitu khawatir.”

Chanyeol otomatis menoleh dengan dahi berkerut. “Jangan bilang kalau kau sudah membocorkannya.”

Agust D tersenyum tipis. “Entahlah. Aku tidak yakin apakah itu bisa dibilang membocorkan atau tidak. Dia terlalu bodoh untuk mengerti kodeku.”

Jawaban Agust D yang terkesan tak peduli itu membuat Chanyeol makin pusing. Ingin sekali dia berteriak untuk melepaskan semua penat di kepalanya tapi yang dia bisa sekarang hanyalah menggeram. Agust D sendiri membetulkan letak duduknya mencari posisi yang lebih nyaman.

“Kau benar-benar pintar membuat orang pusing, Yoongi-a. Tsk, setelah bekerja denganmu, kurasa aku bertambah tua lima tahun setiap harinya.”

Agust D sampai di Korea pas tanggal 20 Mei. Dia tidak bisa langsung ke asrama dalam keadaan begini. Terpaksa, ia pun harus ke apartemen dulu, mengganti semua barang di dalam koper dengan barang-barang milik Yoonji dan bertransformasi juga menjadi seorang Min Yoonji. Dengan bantuan Chanyeol, mereka pun pergi ke asrama SMA Bangtan.

Mereka sampai di sana pukul 12 malam lebih. Chanyeol pun menurunkan barang-barang Agust D aka Yoonji dari bagasi.

“Kau bisa membawanya sendiri?” tanya Chanyeol sambil menyerahkan tuas penarik koper ke tangan Yoonji yang sedang menyandarkan punggungnya pada badan mobil.

Yoonji mengangguk dengan mata setengah terbuka. “Aku sudah menghubungi si babi itu. Sebentar lagi dia akan datang.”

Arasseo. Pokoknya jangan lupa minum obat. Minum setelah makan, oke? Telepon aku kalau kondisimu makin parah.”

Lagi-lagi pria dewasa yang terperangkap dalam wujud gadis SMA itu mengangguk.

Tak lama kemudian orang yang mereka tunggu akhirnya datang. Dengan sebuah hoodie berwarna putih dan celana pendek di atas lutut yang di dalamnya terdapat stocking hitam panjang, gadis itu berhenti setelah berada dua meter di depan Chanyeol dan Yoonji.

Chanyeol menyapa gadis itu sambil memamerkan senyum tampannya. “Hai, nona. Kita bertemu lagi.”

Sena mengerutkan dahi sebentar, kemudian matanya pun membelalak. “Latte Oppa?!

Kini Yoonji-lah yang mengerutkan dahi. Latte Oppa katanya?

Chanyeol mengangguk pelan. “Gadis seusiamu kenapa masih belum tidur sampai sekarang? Tidak mengantuk? Besok kau harus sekolah ‘kan?”

Sena tersenyum. Berganti menatap Yoonji. “Aku belum tidur karena roommate-ku memanggil.”

Chanyeol langsung menoleh pada Yoonji. Lantas tersenyum misterius. “Ah … begitu. Ya sudah. Kalian masuklah. Ini sudah terlalu malam, tidak baik untuk haksaeng seperti kalian.”

Yoonji menatap Chanyeol tidak suka karena tubuhnya dengan seenaknya didorong-dorong. Tch, padahal laki-laki yoda itu tahu kalau dia sedang sakit. Dasar manajer sinting.

Sena pun mengambil alih ranselnya, dan mereka berjalan masuk area sekolah menuju asrama. Sementara Chanyeol langsung pergi dari sana setelah memastikan kalau punggung mereka benar-benar sudah tidak keliatan.

Yaa, pelan-pelan saja.”

Sena reflek menggandeng lengan Yoonji. Menatapnya dengan cemas. “Kau sedang sakit ya?”

Yoonji hanya mengangguk. Tak kuat untuk bicara.

Sena berhenti, otomatis Yoonji juga. Gadis itu mengambil alih koper dari tangan Yoonji, dan menyuruh Yoonji untuk melingkarkan tangan di bahunya. Setelah itu mereka berjalan lagi.

“Pulang-pulang sakit. Aku tidak percaya kau bisa sakit juga,” celetuk Sena dalam perjalanan mereka.

Yoonji memilih tidak menjawab. Dia sudah terlalu payah hari ini. Sama sekali belum istirahat sejak sampai di Korea.

“Tapi tidak apa-apa lah, yang penting kau sudah kembali ke Korea dengan selamat.”

Yoonji melirik gadis di sebelahnya sekilas.

“Jam tangan Namjoon tidak berpengaruh apa-apa, eo? Bukannya seharusnya kau pulang dalam keadaan sehat?”

“Entahlah.” Jam tangan Namjoon bukannya hilang. Jam tangan itu masih ada, bahkan sekarang terlingkar apik di pergelangan tangannya yang lemas. Toh sejak awal dia tidak percaya kalau jam tangan jadul itu punya kekuatan magis yang bisa menarik keberuntungan pada seseorang. Jam tangan itu adalah benda mati, jadi tidak perlulah dia ikut-ikutan Namjoon untuk memercayai hal-hal yang seperti itu.

Sena tersenyum simpul. Merasa hangat berada di sebelah Yoonji. “Kau ini seperti punya magnet.”

“Maksudmu?”

“Di mana pun kau berada, kau akan langsung menarik perhatian orang-orang yang ada di sana. Masih ingat sewaktu kau menjadi murid pindahan? Enam tikus-tikusku mendadak berpaling dariku dan malah berebut mendekatimu. Itulah kenapa aku tidak menyukaimu. Kau punya magnet yang bisa menarik perhatian semua orang.”

Yoonji lagi-lagi tidak menjawab. Mungkin itulah alasan kenapa aku selalu diperhatikan oleh orang di sekitarku. Sebesar apakah magnet yang ada dalam tubuhku ini? Bahkan meskipun aku berusaha untuk tidak tampak menonjol, mereka akan tetap memperhatikanku.

“Dan anehnya … magnet yang kau miliki itu menarik semuanya tanpa pandang bulu. Orang yang membencimu bisa dengan mudah berbelok mencintaimu.”

“…”

Mereka pun sampai di depan pintu kamar mereka. Bukannya segera membukanya, Sena justru mematung di tempat.

Yoonji mengerutkan dahi bingung. Kenapa dia hanya diam saja? Apa mungkin dia tak sengaja menjatuhkan kuncinya di jalan?

Pertanyaan di kepalanya itu langsung terjawab dengan Sena yang mendadak menoleh.

“Menurutmu, apakah salah kalau seorang yeoja menyukai yeoja?

Kedua alis Yoonji terangkat.

Apa maksudnya?

Dia menyukai seorang perempuan?

“Siapa—”

Kalimat Yoonji langsung terpotong berkat kecupan sekilas yang mendadak mendarat di pipinya. Matanya langsung membulat lebar. Jauh lebih lebar dari saat dia pertama kalinya meraih daesang di sebuah acara musik Korea.

Sementara gadis remaja itu mengulum senyum getir. “Maafkan aku. Tapi … aku mencintaimu, Yoonji-a. Eotteohke?”

Yoonji pun mengerjap-ngerjap cepat.

D-d-dia menyukaiku?

Aku?

Jeongmal?

Sena pun menunduk. Kini senyum itu sempurna hilang dari wajahnya. Berganti dengan matanya yang mulai memanas. “Aku juga tahu kalau aku memang hina. Mengatakan perasaan pada seorang yeoja adalah hal yang sangat-sangat hina. Mungkin sekarang aku tidak ada bedanya dengan Heejoo yang pernah mengencani seorang guru. Aku … aku benar-benar tidak menginginkan perasaan ini. Tapi … perasaan itu tumbuh begitu saja. Aku … aku—”

CKLEK.

“Kita bicarakan di dalam saja,” kata Yoonji yang langsung memotong kata-kata Sena.

Gadis itu pun membawa Yoonji masuk. Membaringkannya di tempat tidur lalu meletakkan barang-barang Yoonji di sebelah buffet.

Kepalanya tertunduk begitu duduk di sebelah ranjang Yoonji.

“Aku bilang begitu bukan dengan maksud ingin berkencan denganmu. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja. Selama ini aku sedikit tertekan karena memendamnya sendiri dan … akhirnya aku memberanikan diri untuk bicara padamu. Kumohon, jangan beritahu ini pada yang lain. Tolong simpan saja itu untuk dirimu sendiri.”

Yaa.”

Sena pun mendongak. Sebenarnya dia sudah tahu kalau Yoonji memang sedang sakit, tapi baru detik ini dia menyadari kalau wajah Yoonji benar-benar pucat.

“Kau masih ingat kebohongan yang pernah kukatakan padamu?”

Gadis itu mengangguk. “Eo, aku ingat.”

Yoonji tersenyum tipis, tipis sekali. “Aku Min Yoonji. Ingat?”

Sena mengangguk lagi. “Eo. Kau Min Yoonji.”

Senyum Yoonji kini sedikit lebar. “Aku serius. Aku Min Yoonji, dan itu bohong.”

Kali ini Sena mengernyit. “Lalu … kalau itu adalah bohong, apa yang sebenarnya?”

Yoonji menyentuh wig-nya. Ia tahu kalau sebentar lagi dia akan menyesal. Tapi … dia tidak bisa berlama-lama menutupi ini dari Sena dan membuat Sena terjebak dalam dilemma panjang hanya karena gadis itu menganggap bahwa dia benar-benar Min Yoonji seorang perempuan.

Jika Sena berbicara jujur padanya soal perasaannya.

Maka dia akan berbicara jujur pada Sena soal identitasnya.

“Aku akan menjaga rahasiamu, asalkan kau juga berjanji untuk menjaga rahasiaku.”

Sena awalnya sempat ragu karena dia masih tidak mengerti dengan maksud Yoonji. Namun mengingat dia sudah membuka aibnya sendiri pada Yoonji, akhirnya dia memilih untuk setuju.

“Duduklah di sini,” ujar Yoonji sambil menepuk sisi ranjang yang sengaja dibiarkan kosong.

Begitu Sena duduk di sana, saat itulah kebenaran terungkap.

Yoonji duduk dengan susah payah duduk sembari menarik wig-nya.

Dan wig itu pun terlepas dengan mulusnya.

Memperlihatkan rambut berantakan berpotongan pria dengan warna navy black.

Sena langsung membungkam mulutnya yang terbuka lebar.

“Kau—”

TBC

Advertisements

22 responses to “Hello School Girl [Chapter 19] ~ohnajla

  1. Kau????
    Kyaaaaa, kenapa mesti TBC disaat yang tak tepat ㅠㅠ
    Astagaaa, akhirnya ini semua terungkap..
    Astaga, thanks dede ku :*
    Ditunggu banget, next chapter nya semangat :’)

  2. Andewwwwwwwww….ternyta yoongi mengungkap identitas aslinya..gimana reaksi sena ????tp salut sama sena yg brani mengungkapkn perasaannya…penasaran sm kelanjutannya,semoga sena ngak serangan jantung dadakan..

  3. Demi Tuhan? Yoonji aka mas agus buka rahasi nya??? Omona..omona… 😂😂😂😂😂
    Ga sabar nunggu kelanjutannya kak.

  4. kyaa.. aq pengen teriak. ah thor kenapa harus tbc sih aq geregetan.. sena nanti gimana ya?? apa dia bakal seneng atau kecewa?? ahh aq penasaran,, next thor..

  5. kyaa aduh lagi deg degan malah tbc next yaa kira kira sena bakalan ngomong apa? Ga bakalan keceplosan atau teriak kan ya? Wkwk

  6. kyakkk kenapa lagsung tbc?? ada apa inii?? sena ngungkapin prasaannya ke yoonji aka agust d,- dan yoonji pun jga sama?? pnasaran thorr jan lama lama yaa???

  7. Huahhhh.akhirnya yoongi ngebongkar samaran nya..demi sena..heheehe ciecie ada yg ngungkapin perasaan mya..kira2 gmn yah sena stlh tw yg sbnr y…

  8. Aku gk bisa untuk menggambarkan sebesar apa rasa penasaran ku tpi yang ku tahu aku benar2 pensaran kak 😀 salut deh..

  9. Pingback: Hello School Girl [Chapter 21] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Hello School Girl [Chapter 23] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. whoooaaaaaa #HebohModeOn setelah syok waktu sena mengungkapkan perasaannya yg mencintai yoonji, sekarang dan
    akhirnya yoonji membongkar identitas sebenarnya sama sena whoooooaaaaaa deg-degan aku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s