Hello School Girl [Chapter 20] ~ohnajla

49505e799b7192b80575d924efde8dbe

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16 || Chapter 17 || Chapter 18 || Chapter 19 || Chapter 20

Sebenernya chapter ini mau ku-update kemarin malem. Tapi ngga jadi krna udah kemaleman. Jadi baru bisa sekarang, soalnya pagi tuh ada acara keluarga sampe jam 3 sore, belum perjalanan ke kos :”) Ini update di kos loh :”) Shock banget aku pas liat notif blog yang penuh banget :”) belum notif wattpad yang mendadak meledak :”)

Meskipun agak terlambat, semoga kalian suka ya ^^ maaf kalo ngga sesuai sama ekspektasi kalian :”) diriku tak lebih dari manusia biasa yang tidak luput dari dosa :”)

“Kau—”

Yoonji aka Agust D tersenyum simpul. Kemudian meletakkan kepalanya di bahu Sena.

“Aku adalah seorang namja. Kau tidak salah menyukai Yoonji. Karena Yoonji adalah aku, namja.”

Sena masih belum bisa memercayai apa yang barusan dilihatnya. Jadi … selama ini … dia….

“Namaku Agust D. Min Yoongi.”

Sekali lagi Sena dibuat terkejut. “Agust D?”

Agust D mengangguk pelan. Kemudian mendesis. “Ah … kepalaku sakit sekali.”

Sena pun menurunkan tangannya dari mulutnya, lalu mendorong Yoongi untuk berbaring. Menyelimutinya, dan memandanginya tak percaya.

“Jadi selama ini kau adalah seorang pria yang menyamar sebagai wanita? Begitu?”

Yoongi hanya menatapnya tanpa memberikan jawaban apa pun. Sena pun menghela napas. Mungkin dia masih belum bisa memercayai semua ini.

Min Cabe adalah seorang laki-laki.

Yang ternyata dia adalah seorang Agust D.

Rapper yang debut di Amerika itu.

Datang ke sekolah dengan menyamar sebagai wanita.

Tinggal satu kamar denganku.

Sempat tidur bersamaku…

Mendadak Sena langsung bangkit. Menyilangkan kedua lengannya di depan dada dan menatap Yoongi horor. “Apa kau pernah mencoba mengambil kesempatan menyentuhku saat aku tidur?”

Dahi Yoongi sempurna mengkerut. “Kau ini bicara apa? Aku tidak—”

“Jangan bohong! Kau pasti pernah mencoba menyentuhku ‘kan? Kita sudah pernah tidur di ranjang yang sama sebanyak dua kali dan … aku yakin kau pernah menyentuhku. Mengakulah!”

Yoongi mengusap wajahnya. Oh my  … berharap dia bisa tidur cepat, tapi kenapa dia justru harus berurusan dengan tuduhan yang tak berteori itu? Tch … sekarang dia menyesal sudah membuka identitasnya pada gadis ini.

“Jawab aku, ahjussi!”

Suara Sena yang menggema sudah pasti akan didengar kamar lain. Ia pun menarik lengan gadis itu sampai gadis itu terduduk lagi di pinggir ranjangnya.

“Kau pikir orang hampir sekarat bisa berbohong, huh? Ya, aku sudah berbohong padamu soal identitasku. Ah tidak, bukan padamu saja, tapi semua orang di sekolah ini. Tapi soal menyentuhmu … aku sama sekali tidak melakukannya. Kau pikir siapa yang pertama kalinya mencetuskan ide tidur di ranjang yang sama, huh? Memangnya aku pernah tiba-tiba tidur di sampingmu?”

Sena termenung sebentar. Kemudian ia pun menunduk.

Yoongi menghela napas. Melepas genggamannya pada tangan Sena.

“Tujuanku membuka identitasku padamu bukan untuk mendengar tuduhan itu. Aku hanya tidak mau kau akan merasa bersalah pada dirimu sendiri karena sudah beranggapan kalau kau mencintai seorang wanita.” Laki-laki itu memberi jeda sebentar di kalimatnya. Tenggorokkannya terasa kering. “Aku hanya memberitahu kebenaran ini padamu. Kau tahu … kalau orang lain juga mengetahui penyamaran ini, hancur sudah reputasiku sebagai Agust D. Bahkan mungkin aku juga harus meninggalkan dunia entertain karena ini.”

Sena menatap Yoongi sendu. Sekarang dia merasa bersalah karena sudah menuduh Yoongi yang tidak-tidak. Padahal tujuan laki-laki itu membuka identitasnya adalah untuk membuatnya tidak menyalahkan diri sendiri. Irene benar, dia terlalu sering beranggapan negatif pada orang lain.

“Usiaku masih duapuluh dua, tolong jangan panggil aku ahjussi.” Itulah kata-kata terakhir Yoongi sebelum laki-laki itu menarik selimut sampai menutupi dadanya dan mulai tidur.

Sena masih berada di tempat yang sama. Menyimak wajah pucat Yoongi yang sepertinya sangat kesulitan untuk tidur. Sebagai seorang pria, Yoongi sangatlah tampan. Dia mengulum senyum tipis, sebelum menggoyang-goyangkan lengan Yoongi sampai laki-laki itu membuka mata lagi.

“Mau chicken? Tadi aku memesan dua kotak dan masih tersisa satu kotak lagi. Aku yakin kau pasti kelaparan ‘kan? Setelah itu minum obat, baru kau boleh tidur.”

Sena terbangun keesokan harinya dalam keadaan duduk. Dia pun langsung menegakkan punggungnya dan merentangkan tangan. Aw … lehernya sakit karena tidur dalam posisi yang salah.

Kemudian pandangannya pun jatuh pada seorang pria yang masih terlelap di ranjang. Ia tersenyum tipis. Ternyata apa yang terjadi tadi malam bukanlah mimpi.

Min Yoonji adalah Min Yoongi. Dan Min Yoonji adalah Agust D.

Melihat letak selimut yang tidak beraturan, Sena berniat untuk membetulkannya. Tapi, Yoongi keburu bangun. Laki-laki itu mengerjap.

“Sudah merasa lebih baik?” tanya Sena yang tetap membenahi letak selimut Yoongi.

“Eum, sedikit.”

“Tidur saja, hari ini kau tidak usah masuk sekolah dulu.”

“Kau juga.”

Ne?”

“Kau juga tidak usah masuk.”

Giliran Sena yang mengerjap-ngerjap. Yoongi menarik-narik lengannya seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal ibunya, dan Sena pun mendengus geli. “Arasseo.”

Barulah Yoongi tidur lagi.

Sena menggeleng pelan. “Ternyata kau ini tukang tidur ya. Tidak heran.”

Karena masih pagi, Sena pun memutuskan pergi ke kantin untuk membeli sarapan untuknya dan untuk Yoongi. Sesekali beramal. Toh dia tidak mungkin membiarkan orang sakit mengambil sendiri makanannya.

Sesampai di kantin, anak-anak memandangnya aneh. Tidak dari kelas 3, 2 bahkan anak baru juga. Karena hanya Sena yang memakai baju bebas di tengah-tengah kerumunan siswa yang sudah memakai seragam lengkap. Bagaimana dia tidak menarik perhatian?

Dia pun mengambil satu nampan, ikut mengantri sambil mengambil nasi dan lauk, lalu membayar.

Ahjumma, bisakah kau berikan aku bubur? Temanku sedang sakit sekarang, dia tidak bisa makan di sini.”

Lalu si ahjumma itu membuatkan bubur seperti yang diminta Sena dan mewadahinya dalam mangkuk.

Sena pun kembali ke asrama.

Menemukan Yoongi yang masih asyik bergelung di balik selimut.

Ia pun meletakkan nampan sarapannya dan bubur milik Yoongi ke atas meja di antara ranjang mereka.

Sekarang enaknya melakukan apa ya?

Tak sengaja melihat kamar mandi, ia pun memutuskan untuk mandi dulu.

.

.

Begitu keluar dari kamar mandi. Dia mendapati Yoongi yang sudah bangun dan sekarang sedang makan. Sambil tersenyum tipis ia pun mendekat.

Lahap sekali.

Pasti bubur yang dibuat ahjumma itu enak sampai-sampai dia—

Eh sebentar.

Sepertinya ada yang aneh.

Bukankah itu….

“Hei, itu bukannya nasi?”

“Oh? Kau sudah selesai mandi? Eo, ini nasi. Memangnya terlihat seperti apa di matamu?”

Sena pun berhenti berjalan. Menatap Yoongi yang lahap itu dengan kesal.

Yoongi sadar kalau sedang diperhatikan. “Wae? Kenapa berdiri di situ?”

Sena menunjuk nampan di tangan Yoongi. “Itu….”

“Um? Ini kenapa?”

Gadis itu buru-buru mendekat dan langsung mencekik leher Yoongi. “YAA!! KENAPA KAU MAKAN PUNYAKU?!! ITU MAKANANKU BODOH! KENAPA DIAMBIL?!!!”

Yoongi terbatuk-batuk sambil memukuli tangan Sena dan akhirnya gadis itu melepaskannya juga. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu membuangnya pelan. Kemudian dia menatap Sena kesal. “Kau mau tanggung jawab kalau aku kehabisan napas lalu mati? Yaa, ini salahmu juga kenapa menaruhnya di situ. Kupikir ini untukku jadi—”

Yoongi menyetop kata-katanya sendiri setelah melihat ekspresi Sena. Ia pun berdehem, mengembalikan nampan yang sudah setengah kosong itu ke atas meja, lalu menepuk sisi ranjangnya yang kosong meminta Sena untuk duduk.

“Oke, aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau itu milikmu dan kau sudah berbaik hati mengambilkanku bubur. Sekali lagi aku minta maaf. Aku akan lakukan apa pun yang kau mau asalkan kau mau memaafkanku.”

Wajah Sena pun langsung berbinar. Tapi binar itu justru membuat Yoongi menelan ludah khawatir.

Bagaimana kalau dia minta macam-macam?

Bagaimana kalau dia mengajakku tidur bersama lagi?

Atau dia meminta jadi kekasihku?

Ah shireo!

Kumohon mintalah sesuatu yang masuk akal.

Jebal….

Yoongi mengerutkan dahi saat Sena menengadahkan tangan. “Apa?”

Black card.”

Ye?”

Black card,” ulang Sena sekali lagi. “Aku akan memaafkanmu asalkan kau berikan aku black card-mu untuk hari ini.”

Seharusnya Yoongi sadar dari awal kalau anak seusia Sena memang punya pikiran matre tak tertolong. Harusnya dia menyadari itu sejak Sena meminta oleh-oleh sepatu stiletto yang harganya setara dengan perangkat bermusiknya di kantor. Apalagi Sena sudah tahu kalau dia punya black card yang disebut-sebut hanya dimiliki oleh sebagian kecil orang saja di Korea.

Ah tapi ya sudahlah. Itu jauh lebih baik ketimbang Sena memaksanya untuk menjadi kekasihnya.

Jujur, dia belum siap membangun hubungan dengan siapa pun.

“Oke. Asalkan jangan habiskan semuanya, eo? Aku bekerja dua tahun nonstop hanya untuk menimbun uang di dalam kartu hitam itu.”

Sena mengangguk semangat seperti anak-anak. “Aku janji aku hanya akan menghabiskan setengahnya saja.”

Yoongi mengangkat alis. Enak saja membuat janji seperti itu. Dia pikir mendapatkan setengah total uang di rekeningnya itu mudah? Yang benar saja, setelah ini mungkin dia akan tidur dua jam seperti sebelum-sebelumnya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi.

TBC

Advertisements

25 responses to “Hello School Girl [Chapter 20] ~ohnajla

  1. Sena matre tingkat akut 😂😂😂
    Oke..rahasia telah terungkap. Semoga mereka lekas romantis 😍😍😍😍

  2. Huahhh, akhirnya update juga 😘😘😘 lope lope deh dek 😚
    Dan akhirnya semua terkuak, huahhh.. tapi wait, kenapa Sena nya matre amat yakk? Sena gak bener-bener matre kan? Kasian loh, mendingan black cardnya buat biaya nikah nanti aja 😊

  3. Hahaha..UUD..ujung2 y duit dasar sena..maklum anak sekolah…yahh yoongi y blm punya perasaan gitu ma sena..hmmmm

  4. Ya ampun yoongi,mikirnya tlalu jauh ,semoga dia tidak minta jadi kekasihnya..hehehe…semoga mereka tetap bisa menjaga rahasia masing2…sena jangan banyak2 ngabisin uang yoongi..

  5. Aku degdegan sendiri bacanya akhirnya yoonji ngaku juga:3 tapi kenapa ko kaya biasa aja sama sena padahal aku yakin suga suka sama sena *maksa :v tapi yasudahlah , aku nunggu ff ini kirain mau update malem ternyata engga , pas barusan aku buka SKF ternyata udah update><

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 21] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. haha:v sena ngmbil ksempatan dalam kesempitan,- sabar yaa ag yoonji kalo duit nye dia abisin sama sena kan yg penting syang,- 😊😁

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 23] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s