Hello School Girl [Chapter 22] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16 || Chapter 17 || Chapter 18 || Chapter 19 ||Chapter 20 || Chapter 21 || Chapter 22

Malam hari setelah pengabsenan, Yoongi belum mengantuk jadi dia pun memutuskan untuk membuat komposisi musik. Dia tidak sedang berencana membuat lagu baru. Hanya iseng saja membuka laptopnya dan bereksperimen dengan banyak pilihan alat musik di aplikasi pembuat musiknya.

Tak lama kemudian Sena muncul dari kamar mandi, sudah mengganti bajunya dengan piyama tidur. Gadis itu tersenyum ketika mereka tak sengaja bertemu tatap. Tanpa diminta, ia pun melangkah dengan cerianya menghampiri Yoongi.

Yaa yaa!”

Yoongi mengerutkan dahi saat melihat Sena yang hanya cengengesan tanpa dosa setelah memaksanya memberi ruang untuk gadis itu. Punya tempat sendiri tapi selalu saja berusaha merebut tempat orang lain.

“Sedang apa?” tanya gadis itu sambil melirik laptopnya. Bibirnya pun membentuk huruf ‘o’. “Sedang membuat lagu ya?”

Yoongi pun membetulkan letak duduknya. Sekaligus menyelimuti kaki Sena seperti dia yang menyelimuti kakinya sendiri. “Maunya begitu. Tapi karenamu aku jadi tidak berminat lagi.”

Sena mengerucutkan bibirnya. “Jahat.”

Tapi laki-laki itu tak peduli dan malah mengalihkan topik pembicaraan. “Kau tidak tidur, eo? Besok kau harus bangun lebih pagi dariku untuk membangunkanku.”

Sena pun menyandarkan kepalanya dengan nyaman di bahu Yoongi. “Aku masih ingin berlama-lama denganmu.”

“Besok bukannya masih bisa?”

Aniyo, aku inginnya sekarang.”

Yoongi menyeringai. Hal itu diketahui oleh Sena karena layar laptop mayoritas berwarna hitam jadi bisa memantulkan bayangan.

“Kau tidak lupa ‘kan kalau aku tidak mau berpacaran denganmu?”

Sena menunduk sambil tersenyum kecut. “Aku tahu.”

“Meskipun aku sudah jujur padamu soal identitasku, bukan berarti aku juga menyimpan perasaan yang sama padamu.”

Oke, sekarang Sena bisa merasakan suatu goresan benda tajam di hatinya.

Sakit.

Mungkin hatinya sudah berdarah sekarang.

Namun dia tidak bisa melakukan apa pun karena tidak ada betadine yang bisa mengobati luka tersebut.

Ia memilin-milin ujung selimut Yoongi sambil menggigit bibir bagian bawahnya.

Tak ada sahutan dari Sena, membuat Yoongi menoleh untuk memastikan apakah gadis itu masih hidup atau tidak.

Sebenarnya Yoongi sendiri tahu kalau kalimatnya barusan sudah menyakiti hati gadis itu.

Tapi mau bagaimana lagi?

Dia tidak mau memberikan harapan palsu padanya.

Oh ayolah, dia ini artis.

Dia sudah membuat perjanjian pada CEO-nya kalau dia tidak akan membangun suatu hubungan dalam bentuk apa pun bersama seorang perempuan sampai usia debutnya mencapai 5 tahun. Usia debutnya sekarang masih belum 3 tahun yang itu artinya masih ada dua tahun lagi untuknya untuk tidak berpacaran dengan siapa pun.

Dia tidak mau menyuruh Sena untuk menunggunya selama dua tahun. Itu terlalu kejam.

Sena masih muda, masih 17 tahun. Dia masih punya kesempatan untuk bertemu dengan pria yang lebih baik, pria yang tidak akan memaksanya untuk menunggu dalam sebuah ketidakpastian.

Bahkan kalau pun dua tahun ke depan Sena masih akan menunggunya, bukan berarti dia akan berpacaran dengan gadis itu.

Berpacaran bagi artis adalah sesuatu yang paling beresiko.

Ia pun menghela napas. Segera membuang pandangan untuk menetralkan perasaannya yang mulai down. Dia tidak pernah begini saat berurusan dengan lawan jenis.

“Meskipun begitu….” Sena menjeda kata-katanya.  “Meskipun begitu … bisakah kau membiarkanku untuk tetap menyukaimu?”

Yoongi membuang pandangannya ke langit-langit kamar mereka. “Andwae. Kau tidak boleh melakukan itu.”

“Aku tidak akan menuntutmu untuk balas menyukaiku. Kau hanya perlu diam meskipun kau tahu aku menyukaimu.”

Bagaimana aku bisa hanya diam saja, bodoh? Justru kalau aku tidak memedulikannya, sama saja aku telah menjadi pria terjahat di dunia ini.

“Tetap tidak boleh.”

Isakan mulai terdengar.

Yoongi memejamkan matanya sambil menghela napas.

Ia terlalu lemah mendengar suara tangisan, apalagi tangisan seorang perempuan.

Setelah beberapa detik hanya bertahan dalam posisi itu, akhirnya ia pun memeluk gadis di sebelahnya erat.

“Berhenti menangis, Babi. Kenapa sekarang kau jadi cengeng setelah tahu aku adalah pria? Yaa, mana tingkah menyebalkanmu itu, huh? Uljima. Uljima. Uljima.

Hanya itu yang bisa dilakukan Yoongi untuk menenangkan Sena. Tapi apa yang dilakukannya ini malah tidak membantu. Dia sendiri juga ikut menangis. Tidak menangis dengan isakan memang, hanya saja air matanya tumpah begitu saja sampai membanjiri wajahnya.

Kini ia menyesal telah membuka identitasnya pada gadis ini.

Pukul 1 baru mereka berdua berhenti menangis. Yoongi pun menarik diri untuk melihat wajah Sena. Tanpa sedikitpun peduli dengan wajahnya sendiri, dia menyeka air mata di wajah Sena dengan tangannya.

“Kenapa harus menangis segala sih? Sena yang kukenal itu bukan gadis yang suka menangis.”

“Kau sendiri kenapa ikut menangis?”

“Tentu saja karenamu. Aku tidak suka melihat perempuan menangis.”

Sena tersenyum, merasa geli dengan jawaban Yoongi yang menurutnya tak masuk akal. “Kau juga cengeng sekali. Ternyata rapper bernama Agust D itu cengeng.”

Yoongi berdecak. “Rapper juga manusia. Tidak ada yang melarang rapper untuk menangis.”

Gadis itu terkekeh. Melihatnya sudah mulai ceria, Yoongi ikut tersenyum.

Kemudian gadis itu terdiam. Mereka saling bertatapan sebentar, lalu Yoongi pun dikejutkan dengan serangan pelukan.

“Aku mencintaimu. Meskipun kau menolakku, aku tetap mencintaimu.”

Yoongi tertegun sejenak. Lalu membalas pelukan gadis itu. “Kalau kau mencintaiku, kau tahu apa konsekuensinya? Fans-ku itu banyak. Di Korea ada, di Amerika ada, di seluruh dunia ada. Yakin berani bersaing dengan mereka?”

“Yakin!” jawab Sena percaya diri. “Memangnya siapa lagi yang bisa memelukmu seperti ini selain aku? Bahkan meskipun aku tidak mengenalmu lebih awal aku sudah menang.”

Yoongi mendengus geli. Tak percaya dengan tingkat kepercayaan diri Sena yang selalu tinggi di mana pun dia berada. “Terserahlah. Tapi aku tidak mau dengan anak kecil.”

“Aku bukan anak kecil!” Sena pun menarik diri, cemberut saat bertatapan dengan Yoongi. “Aku ini sudah mau 17 tahun. Aku sudah dewasa.”

“Dewasa mana dibanding aku?”

“Tapi tetap saja, aku sudah bukan anak-anak lagi.”

Yoongi menarik hidung Sena dengan gemas sampai gadis itu mengerang. “Terserah kau saja. Aku tetap tidak akan mau denganmu.”

Oppaaa~~ Terimalah aku sekali saja. Ya ya ya?”

Laki-laki itu mendorong Sena turun, lalu meletakkan laptopnya di atas buffet. “Sudahlah. Aku mengantuk. Sana kau juga tidur.”

“Tidur bersamamu.”

Andwae! Kalau kau berani-beraninya tidur di sebelahku, aku tidak akan pernah menerimamu.”

Sena mengerucutkan bibir, kemudian pergi ke tempat tidurnya sendiri.

“Cih, lagipula kau juga tidak akan menerimaku.”

Yoongi menjentikkan jarinya. “Tepat sekali. Sampai kapanpun aku tidak akan menerimamu.”

Oppaaa~~”

“Sssshh! Kecilkan suaramu itu. Ini sudah malam. Tidur.”

Oppa…”

Yoongi memutar bola mata, lalu segera berbaring di ranjangnya. “Terserahlah. Jalja.”

Melihat Yoongi yang sudah asyik bergelung di balik selimutnya, mau tak mau Sena pun melakukan hal yang sama di ranjangnya.

TBC

Advertisements

29 responses to “Hello School Girl [Chapter 22] ~ohnajla

  1. Apa cuma gue aja yang ngerasa yoongi disini manis banget lebih dari gula? Wkwk next ya penasaran sama kelanjutan mereka

  2. Duh ada sakit hatinya ada pengen ketawa juga
    Itu seriusan yoongi ga bakal suka sena?yakin yoongi?
    Sena semangat yaa!!
    Jalan ceritanya bikin penasaran banget, sukaak ffnya
    Lopelope ♥♥♥♥♥♥

  3. Kan kan kan. Gara” ff ini jadi banyak yang putar balik jadi suka yoongi. #aku juga.😂😂😂
    Ottokae…. 😂😂😂

  4. ahh oppa kok maniss bgt,, oppa jgan bikin aq diabetes… kya’a aq juga mulai suka sma yoongi oppa, ottokhae??

  5. Sena jd cengeng ya…tp kangen dengan sifat menyebalkan sena yg dl, judes ato bermusuhan dengan yoongi..yoongi cepetan suka sm sena dong…nasib para curut g mana ya sekarang???

  6. sena semangat!!!!
    ga bisa mbales cinta ga bisa mgeliat sena nangis kasihan senanYa.
    yoongi kamu yakin ga suka sena???
    kerenn….

  7. ini salah satu ff yg selalu di tunggu keberadaannya(?) suka sama couple ini💕 kenapa yoongi ga suka sama sena aja sih ga usah peduliin agensi lahh😂

  8. jangan dijadiin pacar dulu ya senanya biar dewasa dulu ini masih bocah banget suka ngerengek dan manja

  9. jangan dijadiin pacar dulu ya senanya biar dewasa dulu ini masih bocah banget suka ngerengek dan manja dua atau tiga tahun lagi mungkin cukup

  10. Dear author…
    Gara gara baca ini aku jadi berpindah ke lain hati (?) dari jungkook ke YOONGI. HUAAAAA disini yoongi kau sangat so sweet….

    Maafkan aku… Baru komen selama ini aku jadi siders di sini huhuhuu… Dan aku akhirnya komen gegara yoongi hehehe.. Maafkan aku

    • kalo EXO King of Fanfic nya Sehun! itu kalo mau cari ff cast Sehun alamak bnyk bejibun bngt.

      kalo di BTS keknya nanti bakal bnyk yg pake cast suga de~ soalnya bakal gampang dpet feelnya. Apalagi kalo udah cowok cool, cuek, badboy uuh!! cocok syudah 😀

  11. Pingback: Hello School Girl [Chapter 23] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Kuat bgt pendirian yoongi g akan nerima sena..tp knp dia ikut nangis trz meluk sena juga..ahhh blm byadar kali yahh…

  13. walaupun yoongi gak tentu sama perasaannya ke sena, sena setelah tahu yoonji itu yoongi dia semakin berani aje wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s