Sleeping Beauty – “The Truth” | QueenX

“Sleeping Beauty”

THE TRUTH

ob3

Author

QUEENX

Genre : FLUFF, MYSTERY

Length : Mini Series

The Cast :

OC (Kim Yoojung)

Oh Sehun

Rating : PG 15

“Aa-aaa-aarr—argh…lhe-lhepha-lephaskhan!” lirih Yoojung yang tak bisa berbicara dengan jelas.

“Menjauhlah dari suamiku! Perempuan sialan! Kau tak boleh hidup dengannya! Kembalilah ke duniamu!” terdengar suara seorang perempuan si pemilik tangan tersebut.

Cengkeraman di leher Yoojung semakin mengeras, Yoojung semakin kesulitan bernapas dan pandangannya mulai mengabur, namun tubuhnya tiba-tiba saja terhempas. Yoojung langsung membuka matanya dengan lebar dan menarik napas sebanyak yang ia bisa. Napasnya mendadak terengah-engah, ia terkejut saat mendapati dirinya masih berada di dalam kamar dan berada di atas kasurnya.

“A-apakah aku bermimpi?” lirih Yoojung.

“Tapi mengapa rasanya sangat nyata.” Imbuhnya.

Dilihatnya Sehun sudah tertidur pulas di sisinya. Yoojung menghembuskan napas lega, ia melihat ke dinding. Jam dinding menunjukkan tepat pukul dua belas malam. Yoojung yang teringat akan sesuatu langsung mengeluarkan kalung berbandul matahari dari balik pakaiannya.

“Bagaimana aku harus menggunakannya?” gumam Yoojung.

Pakaikan di leher pria itu.” Terdengar suara bisikan yang langsung membuat Yoojung terkejut.

Meski tidak mengerti, Yoojugn menuruti suara angin tersebut dan melepaskan kalung itu. Perlahan ia kalungkan di kepala Sehun agar Sehun tidak merasakan sesuatu dan terbangun. Saat berhasil terpasang, tiba-tiba muncul cahaya putih yang menyinari seisi kamarnya.

Yoojung membuka matanya perlahan. Ia terkejut saat mendapati dirinya berdiri tepat di depan rumah Sehun.

Bukankah tadi sudah malam? Mengapa—

Kalimat Yoojung terhenti saat melihat Sehun keluar dari pintu depan sambil membawa seorang perempuan digendongannya. Yoojung terkejut saat melihat dirinya ada dalam gendongan Sehun dan dibawa menuju ke garasi mobil. Ia buru-buru mengejar Sehun dan ikut naik ke dalam mobil dan melaju bersama mobil Sehun keluar dari pekarangan rumah tersebut.

Sayang, bertahanlah. Kumohon.” Ucap Sehun sambil memegangi salah satu tangan istrinya dan menyetir mobilnya secepat yang ia bisa.

Yoojung menyerngit, ia semakin terkejut saat melihat kaki dari perempuan tersebut berlumuran darah. Ia kembali mengamati wajah perempuan itu, benar-benar mirip dengan dirinya. Tanpa ia sadari, mobil Sehun sudah terparkir di depan rumah sakit. Buru-buru Sehun melepas seat beltnya dan berlari turun dari mobil untuk memanggil suster dan kemudian membawanya istrinya keluar dari dalam mobil.

Kumohon berapapun biayanya akan aku tanggung, asalkan istriku dan janinnya selamat.” Pinta Sehun sebelum istrinya dimasukkan ke dalam UGD.

Yoojung mencoba menembus pintu rumah sakit namun tidak berhasil, tiba-tiba saja pria berjubah hitam yang ia temui berdiri di depannya, membuat Yoojung terkejut dan mundur beberapa langkah.

Lihatlah yang perlu kau lihat saja.” Ucapnya.

Siapa gadis itu? Mengapa ia sangat mirip denganku? Apakah itu benar-benar aku?” tanya Yoojung beruntun.

Semua pertanyaanmu akan terjawab nantinya.” Tutur pria berjubah hitam itu lagi.

Yoojung kemudian mengalihkan pandangannya pada Sehun yang tengah menunduk dalam sambil menangis. Tiba-tiba saja ponsel Sehun berdering, sebuah panggilan dari ayah mertuanya.

Ya, ayah? Aku sudah di rumah sakit.”

“…”

“A-apa?!”

“…”

“La-lalu…dimana beliau sekarang?”

“…”

“Tidak! Tidak! Bawa saja ke rumah sakit XXX, kebetulan aku juga ada di rumah sakit itu.”

“…”

“Apakah kau sudah memanggil ambulans?”

“…”

“B-baiklah aku akan menunggumu di depan.

Sehun menutup panggilannya dan segera berlari meninggalkan UGD, wajahnya terlihat semakin panik dan kacau. Yoojung mendadak bingung, ia kemudian berbalik pada si pria berjubah hitam yang menatapnya datar.

Aku harus bagaimana? Mengapa Sehun pergi begitu saja?”

Ikuti dia jika kau ingin menemukan jawabannya.” Ucap pria berjubah hitam itu.

Yoojung mengenduskan napas kesal, dalam keadaan bingung seperti ini tidak ada cara lain selain terus mengikuti Sehun agar segera menemukan jawaban dari kebingungannya. Ketika sudah sampai di lantai bawah, Yoojung terkejut mendapati Sehun yang menangis tesedu-sedu, dipeluknya tubuh seorang pria yang wajahnya penuh dengan lupa dan terbujur kaku.

“Korban sudah menghembuskan napas terakhirnya sejak lima menit yang lalu. Tampaknya ia sudah meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit ini.” Jelas seorang dokter di sisi Sehun.

La-lalu…bagaimana dengan ibu mertuaku? Dimana dia sekarang?

Lokasi kecelakaan berada di dekat jurang yang dalam, tampaknya ibu mertua anda terlempar ke dalam jurang. Kemungkinan besar beliau juga sudah mening—”

“KEMUNGKINAN?! APA-APAAN ITU?! APAKAH KALIAN SEMUA SUDAH GILA?! ISTRIKU NYARIS MERENGGANG NYAWA DI RUANG UGD DAN SEKARANG KALIAN MEMBAWA KABAR KEDUA ORANG TUANYA MENINGGAL DALAM KECELAKAAN MAUT SAAT AKAN MENUJU KEMARI UNTUK MELIHAT KONDISI PUTRI MEREKA?!” amuk Sehun menarik kerah jas sang dokter.

Yoojung yang kebingungan melangkah mundur sambil menggelengkan kepalanya, sedikit demi sedikit ia mulai tahu awal mula kematian kedua orang tuanya. Tapi yang membuatnya heran adalah wajah pria yang disebut Sehun ayah mertuanya sama sekali tidak mirip dengan ayah Yoojung. Ayah Yoojung tidak berkumis dan rambutnya tidak sepenuhnya berwarna putih, selain itu ayah Yoojung tidak segempal ayah mertua Sehun. Sudah pasti ia bukanlah Yoojung yang ada di dalam UGD.

Sehun berlutut di lantai sambil menangis, ia kemudian berdiri dan berjalan lesu kembali ke ruang UGD disusul Yoojung di belakangnya. Sehun terlihat tampak kacau, ia bahkan tak berbicara apa-apa lagi saat memasuki lift. Ia benar-benar bungkam bahkan tidak menangis sama sekali. Matanya tampak sayu. Punggungnya terasa berat. Yoojung ingin sekali memegang pundaknya dan menguatkannya namun saat Yoojung berusaha untuk memegangnya, tiba-tiba di dalam lift muncul pria misterius berjubah hitam yang langsung menahan pergelangan tangan Yoojung dan menggelengkan kepalanya.

Jika kau melakukannya, semuanya akan kembali seperti semula dan kau sepenuhnya tidak bisa terlepas lagi darinya.” Ucapnya.

Pada akhirnya Yoojung menahan dirinya dan mengikuti langkah Sehun saat keluar dari dalam lift menuju ke ruang tunggu tempat dimana istrinya dioperasi. Sehun tampak mondar-mandir berulang kali menunggu kapan pintu ruang operasi dibuka. Yoojung yang mulai bosan menunggu, melirik pria berjubah hitam yang sejak tadi selalu muncul dimanapun Yoojung berada. Didekatinya pria berjubah hitam itu.

Apakah kau malaikat pencabut nyawa?” tanya Yoojung kemudian.

“Apa pedulimu?”

Kau pasti memiliki nama, kan? Mikael? Charles? William? Atau…Park Seok Joon? Jeon Jungkook? Lee Donghae?” tanya Yoojung lagi.

Jika kau bertanya lagi padaku akan kupastikan kau selamanya terjebak hidup bersama dengannya.” Ucap pria berjubah hitam dengan tatapan yang tajam.

Yoojung akhirnya merengut dan kembali ke tempat duduknya. Baru akan duduk, pintu lift terbuka dan menampakkan sosok pelayan yang selama ini setia menemani Sehun di rumahnya.

Tuan Muda.” Panggil sang pelayan lalu berlari menghampiri Sehun.

Bagaimana keadaan Nyonya?”

“Dia masih di dalam.”

Tuan…mengenai kabar ayah dan ibu Nyonya, aku—”

“Jika dia sudah sadar nanti, jangan beritahu apapun tentang kematian mereka. Dia akan sangat terpukul dan aku takut hal itu akan berpengaruh dengan kondisi janinnya.” Potong Sehun.

Tapi Tuan Muda, Nyonya jatuh di kamar mandi dan ia mengalami pendarahan yang luar biasa, saya khawatir kalau—”

“TIDAK AKAN TERJADI APA-APA PADANYA! JANGAN BERPIKIR MACAM-MACAM ATAU KUPECAT KAU SEKARANG JUGA!” pekik Sehun.

Ma-maafkan saya Tuan Muda. Maaf atas kelancangan saya.”

Wanita ini benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa dia menduga kalau istri Sehun akan mengalami keguguran? Hish, sejak awal melihatnya aku memang sudah tidak suka padanya, dasar wanita jahat!’ batin Yoojung.

Pintu ruang operasi terbuka dan Sehun juga pelayannya langsung berjalan menghampiri sang dokter.

Bagaimana keadaan istri saya dokter?”

“Kondisi istri anda sangat lemah, ia kehilangan banyak darah, meski kami sudah mengusahakan memberikan transfusi darah, kondisinya tetap sama lemahnya.”

“Dokter! Lalu bagaimana dengan kondisi bayi di dalam kandungannya?

Ada kemungkinan bayinya bisa diselamatkan lewat operasi, meski begitu, bayi Tuan akan lahir dalam keadaan prematur, namun untuk istri Tuan, jika operasi tetap dilakukan untuk menyelamatkan sang janin maka ia tidak dapat diselamatkan karena kondisinya sudah benar-benar lemah.” Jelas sang dokter.

“APA KATAMU DENGAN TIDAK BISA DISELAMATKAN?! KEDUANYA HARUS SELAMAT! ISTRIKU DAN JUGA ANAKKU! KAU MENGERTI?!” tandas Sehun sambil menarik kerah jas sang dokter.

Tuan Muda, saya mohon jangan seperti ini.” Ujar sang pelayan yang tangannya langsung ditepis oleh Sehun.

Selamatkan mereka berdua pak dokter, kumohon. Ambil seluruh aset dan kekayaanku yang penting mereka berdua bisa selamat. Kumohon.” Pinta Sehun.

Mohon maaf Tuan, satu-satunya jalan yang harus diambil adalah operasi namun risikonya mau tidak mau harus kehilangan istri anda.” Ucap sang dokter.

Tiba-tiba saja punggung Yoojung ditepuk oleh pria misterius berjubah hitam, Yoojung langsung membalikkan badannya.

Ayo kembali.” Ucap pria tersebut.

Tapi aku masih ingin tahu tentang istrinya, mengapa tiba-tiba kau mengajakku kembali?” tanya Yoojung heran.

Kita kembali ke rumah itu.” Jawab pria itu.

“Sekarang?”

“Kau mau kembali ke duniamu tidak?!” tanya pria berjubah hitam itu kesal.

Mengapa kita tidak kembali saja dengan menaiki mobil Sehun?”

Kita bisa lebih cepat sampai daripada menumpang pada Sehun.” Ucap pria itu lalu menarik lengan Yoojung dan seketika mereka sudah tiba di pelakarangan rumah Sehun.

Oh iya, aku hampir lupa kau punya kemampuan teleportasi.” Gumam Yoojung.

Masuklah ke dalam.” Ucap pria itu tanpa menggubris ocehan Yoojung.

Aku?” tanya Yoojung, pria berjubah hitam itu mengangguk.

Sendiri?” pria berjubah hitam itu mengangguk lagi.

Kau tidak ikut?” tanya Yoojung sambil menggigit bibirnya.

Carilah kunci pagar utama rumah ini. Jika kau berhasil keluar, kau akan terbebas dari Sehun.” Ucap pria berjubah hitam itu.

Aku akan masuk kalau kau mau menjelaskan sisa ceritanya. Tentang keadaan istri dan anaknya juga Sehun setelah itu.”

“Mengapa kau tidak turuti saja apa perintahku?”

“Ayolah, aku sudah cukup menurutimu sampai detik ini, tidak bisakah sekali saja kau menjawab rasa penasaranku? Apakah istrinya selamat? Atau istri dan anaknya meninggal? Lalu bagaimana Sehun menjalani sisa hidupnya? Dan…mengapa ia menganggap aku sebagai istrinya padahal jelas-jelas aku bukan istrinya.” Tutur Yoojung panjang lebar.

Kau yakin ingin mendengarkannya?” tanya pria tersebut, Yoojung mengangguk dengan yakin.

Pria berjubah hitam itu membuka penutup kepalanya dan menatap Yoojung sendu.

Kau benar-benar tidak tahu siapa aku?”

Yoojung menjawab dengan gelengan kepala.

Oh Yoohun. Aku Yoohun. Putra dari Oh Sehun dan Kim Yoojung.”

Yoojung membelalakkan matanya dan menganga lebar. Ia bahkan sampai menggelengkan kepalanya.

Bo….hong.” lirihnya.

Ayahku dan ibuku adalah sepasang kekasih sejak mereka duduk di bangku SMA. Mereka menikah setelah menyelesaikan kuliah kedokteran mereka. Ibuku adalah seorang dokter umum sementara ayahku adalah dokter hewan. Beberapa bulan setelah mereka menikah, mereka akhirnya dikaruniai seorang anak, yaitu aku. Singkat cerita, usia kandungan ibuku memasuki bulan ke delapan, segala persiapan mulai dilakukan oleh ayahku. Ayah semakin senang saat mengetahui anak pertamanya adalah seorang pria lewat pemeriksaan USG. Ayah bahkan sudah menyediakan nama untukku. Oh Yoohun.” Jelas pria yang ternyata adalah Yoohun.

Yoojung mengamati Yoohun dengan lekat. Tatapan matanya sama seperti tatapan mata Sehun, dan tanpa ia sadari, bentuk bibir dan hidungnya sama seperti dirinya. Meski bukan ia ibu biologis dari Yoohun, namun Yoojung ibu dari Yoohun benar-benar mirip dengannya. Oleh karena itu ia bisa merasakan beberapa kemiripan pada diri Yoohun dengannya.

Saat itu ibu dan ayah baru saja kembali dari pusat perbelanjaan. Ayah yang membawa banyak barang bawaan lebih dulu masuk dan ibu menyusul di belakang. Saat itu kedua pelayan ayah sedang berada di taman belakang memberi makan kelinci dan kucing peliharaan ayah dan ibu. Saat ibu menaiki tangga menuju ke kamar, tiba-tiba saja kaki ibu tergelincir dan terjatuh hingga bagian perutnya menghantam keras ke lantai. Ibu mengalami pendarahan. Ayah yang mendengar teriakan ibu langsung menjatuhkan semua barang belanjaannya dan berlari turun ke bawah untuk menghampiri ibu.”

Yoohun menarik napasnya panjang, kemudian melanjutkan ceritanya, “Saat menemukan ibu yang sudah tidak sadarkan diri, ayah langsung menghubungi kedua orang tuanya juga kedua mertuanya. Ia langsung membawa ibu ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan ke rumah sakit, kakek dan nenekku, orang tua dari ibu, mengalami kecelakaan, nenek meninggal terlebih dahulu lalu disusul oleh kakek. Sementara ibu menyusul kepergian kakek nenekku setelah akhirnya ayah memutuskan untuk menyelamatkanku dan merelakan kematian ibuku. Kupikir awalnya ayah benar-benar menginginkanku, namun ternyata, seminggu setelah pemakaman ibu dan kakek nenekku, ayah benar-benar lepas kendali. Setiap kali melihatku dan mendengar tangisanku, ayah marah, ia bahkan beberapa kali menyayat tubuhku menggunakan benda tajam padahal saat itu kulitku masih benar-benar rentan dan sangat tipis.”

Yoohun menundukkan kepalanya. Terdengar isak tangisnya yang membuat Yoojung menjadi iba. Perlahan ia mendekati Yoohun dan mengusap lembut puncak kepala Yoohun yang lebih tinggi belasan senti darinya.

Malam itu, ayah pulang dalam keadaan mabuk. Saat itu bibi pelayan di rumah membawa ayah ke kamar. Aku sudah tertidur lelap, tiba-tiba saja terdengar suara tangisan ampun bibi pelayan. Ayah menyobek pakaiannya, ayah mencambuknya tanpa ampun lalu ayah mencekiknya dan melemparkan tubuh bibi pelayan ke lantai bawah. Tepat ke dalam kolam renang. Usai menghabisi nyawa bibi pelayan, ayah berjalan menuju ke kamarku. Saat akan membawaku ke dalam gendongannya, tiba-tiba paman pelayan muncu ldan mendorong kuat tubuh ayahku, paman pelayan berlari membawaku keluar, namun ia kalah cepat dengan ayah yang langsung menariknya dan menghantam kepalanya dengan benda tajam. Usai menghabisi nyawa paman pelayan, ayah membawaku ke dapur. Aku yang saat itu hanya bisa menangis ayah bawa ke pinggir wastafel. Ia kemudian menaruhku ke dalam wastafel dan menenggelamkanku di dalam sana.

Yoojung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tak menyangka Sehun yang tampan, terlihat penyayang dan perhatian itu berani melakukan hal sekeji itu pada putranya sendiri juga kedua pelayannya. Apakah Sehun sefrustasi itu karena kehilangan istrinya?

Aku menerima kematianku. Aku mengerti ayah melakukan ini karena ia dalam keadaan tidak sadar, tertekan dan masih sangat kehilangan ibu. Namun keesokan harinya, saat kakek dan nenek, orang tua dari ayah datang berkunjung, nenek menjerit histeris ketika mendapati ayah ternyata menggantung dirinya di depan pintu kamarnya sambil memegang secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf karena telah membunuhku. Ayah juga meminta maaf karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik sehingga ibu meninggal. Sejak kematian ayah, aku dan kedua pelayan ayah, rumah ini benar-benar kosong tanpa penghuni. Dijual pun tidak ada yang mau membeli. Pada akhirnya arwah ayah dan kedua pelayannya menjaga rumah ini sampai saat ini.” Jelas Yoohun lagi.

Yoohun mengangkat kepalanya dan menghapus air matanya kasar lalu menatapku.

Bahkan di dunia inipun, ayah tak pernah menerima kehadiranku. Itu benar-benar membuatku merasa sedih. Berulang kali ayah menangisi ibu, berulang kali ayah datang ke dunia manusia, mencari sosok gadis yang mirip dengan ibu dan membawanya ke dunia ini, kau adalah gadis yang kesekian yang ayah duga adalah ibuku namun kenyataannya bukan. Ibu sudah tenang dengan kakek  dan nenek di alamnya, ibu bahkan berulang kali mencoba memanggil ayah bersamanya namun ayah tetap bersikeras mengira ibu masih hidup. Kau adalah gadis yang benar-benar mirip dengan ibu. Ibu bahkan mengira kau adalah reinkarnasi dari ibu. Ibu menyampaikan pesan padaku untuk menyelamatkanmu dan mengantarkanmu kembali ke duniamu. Oleh karena itu, aku melakukan segala cara agar kau tidak tertahan oleh arwah ayah di dalam sana dan tidak bisa kembali lagi ke duniamu.

Yoohun kemudian menarik tangan Yoojung sampai ke depan pintu masuk.

Masuklah, waktu yang tersisa tidak banyak, kau harus segera menemukan kunci pagarnya agar kau bisa terbebas dari ayahku.” Ucap Yoohun.

Tapi…bagaimana jika aku tak bisa menemukannya?” tanya Yoojung.

Ayah selalu membawa kunci pagar di saku celananya. Jika kau masuk ke dalam, kau akan kembali tidur di sisi ayah. Pastikan ia tidak terbangun saat kau mengambil kunci pagar di saku celananya. Kau mengerti?” ucap Yoohun.

Yoohun kemudian mengangguk dan melepaskan pegangan tangannya dari Yoohun, ia baru akan membuka pintu namun ia kembali membalikkan wajahnya pada Yoohun.

Apalagi yang kau tunggu? Cepatlah masuk sebelum semuanya terlambat!”

CUP

Yoojung mengecup pipi Yoohun, “Terima kasih.” Dan kemudian masuk ke dalam rumah.

Yoohun yang terkejut mendapatkan kecupan tiba-tiba dari Yoojung langsung memegang pipinya.

Kau melakukan hal yang benar, sayang. Ibu bangga padamu.” Tiba-tiba berdiri arwah ibu Yoohun yang kemudian menggandeng lengan Yoohun kemudian perlahan menghilang bersama Yoohun dari depan rumah tersebut.

#

Yoojung terbangun dari tidurnya. Ia langsung melihat ke sisi kasurnya. Ia menghembuskan napas lega. Sehun masih tertidur disana. Bahkan sekarang tangan Sehun melingkari pinggang Yoojung, seolah tak mau Yoojung lepas dari tidurnya. Perlahan Yoojung mengulurkan tangannya ke saku sisi kanan celana Sehun.

Kumohon jangan buka matamu dulu.’ Pinta Yoojung dalam hati.

Baru akan memasukkan tangannya ke dalam saku, Yoojung dibuat terkejut dengan Sehun yang tiba-tiba saja membuka kedua kelopak matanya.

“Se-Sehun.” Lirihnya.

“Kau mencari ini?” tiba-tiba saja kunci pagar yang Yoojung cari ada di tangan kanan Sehun.

Sehun langsung bangun dari tidurnya dan berdiri menghadap Yoojung dengan ekspresi marah.

“Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk tidak pergi keluar? Dan sekarang…kau mencoba kabur dariku?” kini suara Sehun terdengar mengintimidasi Yoojung.

Yoojung menggigit bibir bawahnya ketakutan, di dalam hati ia memanggil nama Yoohun berulang kali. Sehun kemudian menaruh kunci pagar tersebut di dalam saku celananya dan kedua tangannya ia taruh di pundak Yoojung.

“Kali ini aku memaafkanmu, sayang. Tapi jika kau berniat untuk lari dariku sekali lagi, maka kau akan merasakan siksaanku yang kejam. Kau mengerti?” bisik Sehun yang langsung membuat Yoojung bungkam.

“Tidurlah. Sebagai hukumannya malam ini kau kubiarkan tidur sendiri di dalam kamar.”

Yoojung baru akan protes namun Sehun sudah berjalan keluar. Buru-buru Yoojung turun dari kasur, ia berusaha membuka pintu kamarnya namun Sehun menguncinya dari luar.

“Sehun! Buka pintunya! Aku bukan istrimu! Keluarkan aku dari sini! Oh Sehun! Aku tahu kau mendengarku!”

Yoojung berbalik dan terkejut saat mendapati Sehun berdiri tepat di hadapannya dan langsung mencekik leher Yoojung.

“Kau tidak menurut padaku. Kau mau kuhukum, ya?”

Yoojung kesulitan menghirup udara, ia bahkan sampai terangkat beberapa senti dari lantai dan memukul tangan Sehun berulang kali namun tidak mengurangi tenaga Sehun yang jauh lebih besar darinya.

“Yo-Yoohun-ah, to-tolong ak-aku…” lirih Yoojung.

Mendengar nama Yoohun disebut, Sehun menjadi murka. Matanya menyiratkan rasa marah dan benci yang luar biasa. Ia langsung menghempaskan Yoojung di lantai dan berjalan mendekat menghampiri Yoojung.

“Jadi kau sudah bertemu dengan anak sialan itu?” geram Sehun.

“Uhukk…uhuk…bagaimana bisa kau menyebut anakmu sendiri anak sialan?! Dasar sinting!” pekik Yoojung yang langsung berdiri dan melempari Sehun dengan segala benda yang ada di dekatnya.

“HUWAAAAARRRGGGHHHH!!!” Sehun mengamuk. Tiba-tiba saja jendela kamarnya terbuka dan angin yang sangat kencang menyapu seisi kamar tersebut hingga barang-barang di dalamnya berjatuhan.

Yoojung masih belum menyerah. Ia langsung berlari menarik tubuh Sehun dan mencoba mengambil kunci pagar dari saku celananya namun ia gagal lagi karena Sehun langsung mendorongnya sampai tubuhnya terhempas ke dinding lalu jatuh ke lantai.

“Ah awww.” Pandangan Yoojung memudar dan saat langkah kaki Sehun semakin mendekat padanya, kesadarannya hilang total.

Saat Yoojung membuka kedua bola matanya lagi, ia langsung terkejut dan menjerit histeris melihat tumpukan mayat di hadapannya. Ada mayat Yoohun saat masih bayi yang sudah membiru, mayat bibi pelayan dengan tubuh yang menggembung dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, juga mayat paman pelayan yang bersimbah darah. Tak jauh dari tempat Yoojung terduduk, berdiri Sehun dengan sebilah pisau di tangannya.

“Aku masih memberimu kesempatan kedua.” Ucapnya dingin lalu berjalan mendekati Yoojung.

“Mati bersama dengan mereka, atau hidup denganku dalam keabadian.” Ujar Sehun memberikan pilihan untuk Yoojung.

Yoojung menangis dan menggeleng, dalam hatinya ia masih terus meneriakkan nama Yoohun, ia berharap Yoohun dewasa datang dan menolongnya, ia rela jika tidak bisa kembali lagi ke dunianya yang penting ia bisa terbebas dari Sehun, arwah kejam yang semasa hidupnya tega menghabisi nyawa anaknya sendiri juga kedua pelayannya.

“Jadi kau tidak mau? Sayang sekali, padahal aku sudah menyayangimu lebih dari apapun, memberikan apapun yang kau mau, apakah kau tidak memikirkan putra kita harus hidup tanpa kasih sayang ibunya nanti? Tega sekali kau Kim Yoojung.” Ucap Sehun yang kini sudah berdiri di depan Yoojung dan langsung menarik Yoojung berdiri.

“Kau makhluk terkejam di dunia ini! Kau pembunuh! Kau gila! Kau benar-benar sudah gila!” pekik Yoojung.

“Ya, aku memang gila! Aku gila karena dirimu!” balas Sehun lalu menjambak rambut Yoojung yang membuat Yoojung menahan jeritan dan rasa sakitnya untuk membalas kata-kata Sehun.

Baru akan memegang tangan Sehun, tiba-tiba saja tubuh Sehun terhempas jauh ke belakang, Yoojung yang terkejut langsung menatap Yoohun yang berdiri di sebelahnya sambil memegang satu tangannya.

“Maaf aku terlambat.” Ucapnya lalu menatap ayahnya dengan ekspresi marah.

Yoojung langsung meneteskan air matanya dan reflek memeluk erat pinggang Yoohun, “Aku takut aku tidak bisa kembali lagi.” Bisiknya.

“Kau pasti kembali. Sekarang, serahkan semua ini padaku. Bawalah kunci ini dan segeralah keluar dari sini.” Ucapnya.

Yoojung mengangguk lalu perlahan berjalan mundur dan segera berlari. Baru sampai di depan pintu utama, Sehun kembali meneriakkan nama Yoojung dan langsung mendorong tubuh Yoohun dan mengejar Yoojung.

“Hentikan Oh Sehun!” tiba-tiba terdengar suara istri Sehun.

Sehun langsung menghentikan laju larinya dan berbalik. Dilihatnya istrinya menatapnya dengan tatapan marah padanya.

“Kubilang hentikan sekarang juga!” ucap istrinya lagi.

“Yoojung-ah, pergilah. Cepat.” Lirih Yoohun yang berada dalam pangkuan ibunya.

“Ta-tapi…kau—”

“Yo-Yoojung. Kaukah itu sayang?” ucapan Yoojung terpotong Sehun yang langsung menjatuhkan pisau di tangannya dan berjalan menghampiri istri dan anaknya.

Sehun terduduk dan langsung menghampiri anaknya, dibelainya rambut Yoohun dengan penuh sayang dan tatapan penuh penyesalan.

“Ma-maafkan ayah, nak.” Bisiknya namun masih terdengar oleh Sehun.

“Mengapa kau menjadi seperti ini Sehun-ah? Mengapa kau memperlakukannya seperti ini? Tidak cukupkah kau menyiksanya di masa hidupnya yang sangat singkat? Kenapa di kehidupan lainnya pun kau tak bisa menyayanginya?” tanya istri Sehun dengan terisak.

“Ma-maafkan aku Jung-ah.” Ucap Sehun sambil membelai rambut istrinya.

“I-ini bukan salah ayah, bu.” Ucap Yoohun kemudian.

“Kau lihat? Anakmu selalu berkata ini bukan salahmu setiap kali kau puas menyiksanya. Bahkan ia tak menyalahkan kejahatanmu saat membunuhnya. Apakah kasih sayangnya untukmu tidaklah cukup? Mau sampai kapan kau akan seperti ini, huh? Selalu menyalahkan dan tidak menerima kematian. Kapan kau bisa hidup dengan tenang jika kau seperti ini terus?” cecar istri Sehun.

“A-aku benar-benar minta maaf, Jung-ah.”

“Aku akan memberimu kesempatan terakhir. Aku akan memaafkanmu asal kau melepaskan gadis itu, membiarkannya kembali ke dunianya.” Ucap sang istri kemudian.

Sehun mengangguk patuh pada istrinya. Ia kemudian berdiri dan berjalan mendekati Yoojung. Yoojung yang masih ketakutan pada dirinya hanya bisa menunduk saat Sehun sudah berdiri di depannya.

“Maafkan aku.” Bisiknya lalu mendekap tubuh Yoojung.

Yoojung bisa merasakan air mata Sehun yang membasahi pundaknya. Ia juga akhirnya ikut menangis dalam dekapan Sehun. Ini benar-benar dekapan permintaan maaf. Yoojung bahkan bisa merasakan dekapan ini sehangat dekapan ayahnya. Tiba-tiba saja Yoojung merindukan ayahnya, ayahnya yang selama ini terus mencari perhatian padanya dengan mengajaknya bermain catur, menanam sayur mayor di taman belakang, bahkan mengajaknya pergi ke tempat pemancingan bersama untuk menghabiskan weekend berdua. Sehun kemudian melepaskan dekapannya pada Yoojung dan mengusap puncak kepala Yoojung penuh sayang.

“Jika di duniamu nanti, salah satu dari kami terlahir kembali dan bertemu denganmu, aku berharap kita bisa bertemu dan saling mengenal dengan hubungan yang lebih baik lagi. Sekali lagi maafkan aku, bukalah pagarnya dan segera kembali pada kedua orang tuamu.” Ucap Sehun kemudian.

Yoojung menghapus air matanya dan tersenyum pada Sehun lalu menganggukkan kepalanya. Ia kemudian membuka pintu rumah tersebut dan berjalan keluar sambil memegang kunci pagar utama. Saat ia sudah sampai di depan pagar dan membuka kunci gemboknya, ia membalikkan tubuhnya sekali lagi. Dari teras rumah besar itu, berdiri Sehun, istrinya Yoojung, Yoohun dan kedua pelayannya yang melambai padanya. Yoojung tersenyum dan membalas lambaian tangan mereka.

Ketika Yoojung membuka pintu pagar tersebut, matanya disilaukan oleh cahaya terang yang menyambutnya. Ia sampai harus memejamkan matanya lalu membukanya lagi untuk menyesuaikan pandangannya dengan cahaya yang masuk ke dalam matanya.

“Yoojung. Sayang? Kau sudah bangun, nak? Oh, syukurlah. Yeobo! Yoojung kita sudah bangun, kemarilah! Cepat!” tiba-tiba saja Yoojung sudah kembali ke dalam kamarnya.

Ia sedang berada di atas kasurnya dan dilihatnya ibu dan ayahnya yang langsung memeluknya dengan erat.

“I-ibu…ada apa?” tanya Yoojung kebingungan.

“Kau bermimpi dan meneriakkan nama Yoohun berulang kali, ibu sudah berusaha membangunkanmu tapi kau tak kunjung bangun juga. Sekujur tubuhmu sampai mengeluarkan keringat dingin” Jelas sang ibu.

“Yoohun?” lirihnya.

“Aku sampai menghubungi banyak nomor orang pintar untuk datang ke rumah dan membantumu terlepas dari mimpi burukmu.” Lanjut sang ayah.

Yoojung tersenyum lalu menatap ayah dan ibunya bergantian.

“Maaf aku membuat kalian berdua khawatir. Tapi aku sudah baik-baik saja sekarang. Ibu dan ayah tidak perlu khawatir lagi.

Ketiganya saling berpelukan lagi, namun tiba-tiba saja mereka terusik oleh suara bel rumah yang berbunyi.

“Siapa yang datang ke rumah malam-malam begini?” ucap sang ayah lalu berjalan keluar dari kamar Yoojung untuk membuka pintu.

“Kau disini saja, ibu akan menemani ayahmu sebentar.” Ucap sang ibu yang dijawab dengan anggukan kepala Yoojung.

Yoojung merasakan sesuatu yang melingkar di lehernya, kalung berbandul matahari pemberian dari Yoohun masih ada disana. Samar-samar Yoojung mendengar suara yang tidak asing lagi di telinganya dari luar kamarnya.

“Oh, jadi kau tetangga baru di seberang jalan? Astaga, repot-repot datang jam segini membawakan buah-buahan.” Terdengar suara ibunya.

“Tidak apa-apa bibi, kebetulan aku melihat hanya rumah ini yang lampunya masih menyala, kupikir kalian belum tidur. Lagipula, tersisa rumah bibi yang belum aku kunjungi bersama dengan ayah dan ibuku.” Jawab si pemilik suara yang tidak terdengar asing di telinga Yoojung.

“Lalu dimana ayah dan ibumu?” tanya ayahnya kini.

“Ah, mereka sedang—”

“Yoohun?!” tiba-tiba saja Yoojung keluar dari kamarnya dan terkejut mendapati pria yang ia kenal dengan nama Yoohun kini berdiri di depan ayah dan ibunya sambil memberikan kantong berukuran cukup besar berisi buah-buahan.

Pria tersebut menatap Yoojung kebingungan. Bukan karena mengenal Yoojung, namun terkejut karena ia bahkan belum memperkenalkan diri pada dua orang tua di hadapannya tapi putri mereka yang baru keluar dari kamarnya langsung bisa tahu siapa namanya.

“O-oh, ha-hai.” Jawabnya lalu tersenyum kikuk pada Yoojung.

*

THE END

SORRY FOR TYPO(s)

Advertisements

23 responses to “Sleeping Beauty – “The Truth” | QueenX

  1. naaah kan ternyata yoojung dalam mimpi. tragis sekali ya tentang keluarga sehun. jadi inget moon lovers. waah yoojung yoohun bisa dikatakan takdir kaah?. ahahaha. nice story. dan ternyata masih tbc ku kira bakal akhir. yeheey…

  2. Wauu,, jdi makhluk misterius itu besarannya yoohun,, jdi yoohun seumuran yoojung wkwk,, ya pasti bingung bgt si yoohun yg sekarang, apalagi ortunya yoojung yg dri tdi dgr yoojung ngigau nama yoohun ㅋㅋㅋ

  3. ooh yaa ampunn sehun kejam bangettt.. ini ngga ada squel nyaa kaahh untuk yoojung sama yoohunnyaa ???. soalnya itu the end hehehe. semoga ada squelnya #amin hehe

  4. Wow keren. Si sehun kejam banget Deh, sampe ngebunuh anaknya. Cintanya sama yoojung bener bener yak 😂 aku kira yg renkarnasi si sehun, eh ternyata yoohun. Next kaa, btw between us jangan dibikin sad end ka 😄 ayolaaaa wkwk

  5. Alurnya agak cepet hihihi aku kira yoojung bakal ketemu sehun, ternyata anaknya. Daebak!!! Keep writing!

  6. Yaahh… END deh 😶 Gw pikir bakalan banyak series nya nih ff.. Gapapalah, good job buat kakak author 😁😁

  7. Trnyata sehun sdh meninggal. Yg disana itu rohnyayg masih gatrima klo istrinya meninggal. Yoohun kasian. Sequel boleh thor

  8. jadi selama ini mimpi ya? tapi aku masih ga ngerti ini mistery nya tingkat akut:’3 aku ko rada kecewa sehun psikopat gitu ga cocok ah:’v tapi keren ff nyaa ini bermajas sekalii kereen

  9. AAAAA OMAYGAD STORY NYA KAMU AHHHHH ENDING NYA PLIS GILA AKU TAK BISA BERKATA APA AA PLIS OMAYGAD

  10. Gila keren banget. Tegang + merinding pas bacanya. Ternyata Yoojung ini dibawa sama Sehun ke dunia dia karena Yoojung mirip istrinya. Sehun sadis banget sampe ngebunuh pelayan sama anaknya sendiri. Keren banget ceritanya.

    Nah loh di dunia nyata ada Yoohun. Apakah Yoojung dan Yoohun takdir? hehe

  11. Daebakk,, ceritanya asli bkin tegang euyy apalagi pas tahu sehun psikopat omaygadd,, btw ntu si yoohun di dunia manusia ortunya sape? Ehh bkinin sequel dong yahh yahh

  12. Lah… Kok udah end aja ini… Sequel donk kakak… Aku kira bakalan ketemu Sehun d Dunia nyatanya… Eh malah ketemu sama Yoohunn… Lanjut donk ka

  13. yaoloh ternyata mimpi –‘ terus yg hidup beneran yoohun doang,bapaknya pasti sehun ya? astaga sampe gemes bacanya ckck
    boleh lah ada squel gitu wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s