Hello School Girl [Chapter 25] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16-23 || Chapter 24 || Chapter 25

Sekarang Seokjin sudah tidak seceria dulu lagi.

Laki-laki itu lebih sering diam dan memperlihatkan ekspresi dingin pada orang lain.

Lima temannya, Jimin, Taehyung, Jungkook, Hoseok dan Namjoon kebingungan sendiri melihat sikap Seokjin sekarang.

Seperti bukan Seokjin.

Bahkan sekarang laki-laki itu jadi sering menghindar setiap kali Yoonji datang. Tidak biasa-biasanya.

Yoonji aka Yoongi sendiri menyadari hal itu.

Diam-diam di kelas dia menopang dagu sambil melirik ke tempat Seokjin berada.

Awalnya Seokjin mau menatapnya balik, tapi setelah itu membuang pandangan seolah tidak pernah melihat apa-apa.

Hatinya sakit.

Dia merasa sangat bersalah karena penyamaran ini.

Di perusahaan pun, di saat mereka tak sengaja bertemu, Seokjin hanya melewatinya tanpa menyapanya seperti trainee yang lain. Sesekali remaja itu memberinya tatapan tajam seolah mengatakan ‘jangan anggap aku sebagai fans-mu lagi’.

Ia menghela napas. Penat sudah kepalanya memikirkan tingkah Seokjin akhir-akhir ini. Padahal dia sudah mulai disibukkan dengan persiapan comeback dan semangatnya mendadak hilang karena remaja itu.

Tahu-tahu Sena memeluknya dari belakang. Membuyarkan pikirannya soal Seokjin.

“Kau melamun lagi.”

Ia pun menoleh, memperhatikan Sena dengan mata lelahnya. “Pikiranku sedang tidak beres akhir-akhir ini.”

Sena melepaskan pelukannya, menarik dan meletakkan kursi belajarnya di sebelah Yoongi, lalu duduk di sana. “Memang kau sedang memikirkan apa?”

Comeback.”

“Hanya itu?” tanya Sena tak percaya. Meskipun dia masih terlalu kecil untuk mengerti masalah orang dewasa, tapi dia tidak sebodoh itu untuk meyakini kalau sikap Yoongi mendadak berubah total hanya karena memikirkan comeback. Bukankah pria itu sangat antusias setiap kali membuat lagu baru? Jadi tidak mungkin Yoongi menjadi murung kalau hanya memikirkan comeback. Pasti ada masalah yang lebih berat dari itu.

Yoongi memijat pelan keningnya sambil menopang siku di atas meja. “Aku tidak tahu kenapa aku jadi seperti ini hanya karena Seokjin.”

“Ah … jadi karena Seokjin?”

“Aku merasa sangat bersalah padanya.”

Sena menatapnya iba, lalu mengelus pelan lengannya. “Sudahlah, ini bukan salahmu kok. Dianya saja mungkin yang terlalu berlebihan menanggapi situasi.”

“Bagaimana kalau nanti semua penggemarku juga bersikap sepertinya? Aku merasa sangat menyesal telah melakukan semua ini.”

Sena menggeleng kuat. “Tidak. Semua penggemarmu akan tetap menyukaimu. Sikap Seokjin itu wajar. Dia mungkin terlalu shock saat menyadari kalau gadis yang dia suka ternyata adalah kau, idolanya sendiri. Oh ayolah, kau ‘kan sudah 22 tahun. Masa kau tidak pernah muda? Coba pikirkan, seandainya kau berada di posisinya, mencintai Yoonji yang ternyata Agust D, bagaimana perasaanmu? Kau pasti terkejut ‘kan? Pasti kesal juga ‘kan?”

Yoongi menoleh. Menatapnya. Sedikit setuju dengan kata-kata Sena.

Gadis itu pun menjentikkan jari. “Nah … jadi, kau tidak perlu pusing-pusing memikirkannya. Aku juga sama terkejutnya seperti dia setelah mengetahui kalau kau adalah pria. Tapi karena awalnya aku merasa bersalah, jadi setelah tahu kebenarannya aku menjadi lega. Seokjin itu adalah anak yang baik. Sudahlah, dia tidak akan membeberkan rahasia itu pada yang lain. Percayalah padaku. Bukankah kau juga sering mengobrol bersamanya? Seharusnya kau lebih tahu tentangnya daripada aku.”

Pria itu membuang pandangannya ke layar laptopnya yang sedang black screen. Memperhatikan pantulan dirinya sendiri, yang seperti bukan Min Yoongi aka Agust D biasanya. Sinar mata redup, wajah kusam, rambut tak beraturan. Kemana dirinya yang dulu yang sangat bersemangat sampai-sampai orang lain menyebutnya sebagai pria dari negara api yang selalu meledak-ledak?

Tepukan pelan di bahunya membuatnya menoleh lagi. Sena menatapnya dengan senyum ala gigi kelinci. “Apa pun yang terjadi nanti, aku akan terus berada di sisimu, Oppa. Kau jangan khawatir. Aku akan mencoba untuk bicara pada Seokjin nanti. Kau jangan patah semangat. Bagaimana kalau fans-mu kecewa karena kau tidak mempersiapkan comeback-mu dengan baik? Buang pikiran-pikiran itu dan kembalilah menjadi seorang Agust D yang dulu.”

Sejenak Yoongi tercenung. Lalu sebaris senyum pun terbesit di wajahnya. Ia mengusap-usap puncak kepala Sena dengan gemas sampai membuat gadis itu merona dan ia pun tertawa.

“Kalau kau memperlakukanku begini, bagaimana bisa aku tidak makin menyukaimu.”

Yoongi masih meletakkan tangannya di puncak kepala Sena. Menatapnya lekat-lekat dengan senyumnya yang manis. “Mulai sekarang kau harus berhati-hati denganku, nona kecil. Aku ini pria yang berbahaya. Aku akan dengan senang hati menunggumu menuntutku di pengadilan.”

Sena mengerucutkan bibirnya dalam beberapa detik lantas tersenyum lebar. Merangsek ke depan untuk memeluk Yoongi. “Oppa, cium aku.”

“Dalam mimpimu, nona kecil.”

Gadis itu cemberut. “Apa susahnya sih menciumku? Kalau tidak mau di bibir, cium saja di kening atau di pipi.”

PLETAK!

“Haduh … maaf tanganku bergerak sendiri. Wah … sampai merah.”

Sena mendesis kesal sambil mengusap keningnya yang nyut-nyutan. “Tega. Ini sakit.”

Belum cukup di situ, Yoongi juga mencubit kedua pipi Sena sampai gadis itu menjerit dan melepaskan pelukannya.

“Aaaa geumanhae!!”

Bukannya merasa bersalah, Yoongi justru menunjukkan ibu jarinya. “Good. Aku sudah menciummu dengan tanganku. Sekarang pergi.”

Sena cemberut. Tidak percaya kalau Yoongi memang suka menyebalkan seperti ini pada orang lain. Apa mungkin sifatnya memang begitu? Swag  menyebalkan.

Menemukan kesempatan bagus, Sena pun mengecup pipi Yoongi secepat kilat. Membuat Yoongi yang awalnya sudah mulai fokus ke musiknya pun menoleh sambil membelalak.

“Kau—”

Sena memeletkan lidah. Lantas tertawa menang begitu Yoongi kehabisan kata-kata.

Ujian semester ganjil pun akhirnya selesai.

Hari ini, semua siswa dikumpulkan di kelas masing-masing untuk menerima hasil ujian mereka.

Termasuk juga kelas 3-1. Yang antara antusias, khawatir, gugup saat mendengar wali kelas memanggil satu persatu siswa ke depan untuk mengambil lembar nilai mereka. Pemanggilan diurutkan menurut nomor absen. Setelah itu, baru wali kelas akan membacakan daftar rangking dan siswa-siswa peraih nilai tertinggi dalam tiap mata pelajaran.

“Peringkat 21, Jung Hoseok.”

Hoseok yang semula berpikir kalau dia akan ada di rangking 10 besar pun, menghela napas lesu.

“Peringkat 18, Kim Seokjin.”

Ekspresi Seokjin hanya datar-datar saja tidak seperti Kim Taehyung yang memberinya tepuk tangan karena rangking Seokjin naik 3 tingkat dari kelas 2 dulu.

“Peringkat 15, Park Jimin.”

Jimin tersenyum tipis.

“Peringkat 10, Min Yoonji.”

Sena dan lima penggemarnya bertepuk tangan.

“Peringkat 9, Jeon Jungkook.”

Laki-laki itu membusungkan dadanya. Melirik Jimin dengan tatapan merendahkan yang hanya dibalas dengan decakan.

“Peringkat 7, Kim Namjoon.”

Remaja setengah sadar itu tersenyum lebar sampai lesung pipinya terlihat.

“Peringkat 6, Irene Bae.”

“Peringkat 5, Lalisa.”

“Peringkat 4, Jenny Kim.”

“Peringkat 3, Kim Taehyung.”

Taehyung mengangkat alisnya terkejut. Sebelum wali kelas menyebutkan peringat kedua, dia langsung angkat tangan. “Ssaem, kenapa saya di peringkat 3?”

Kim Taehee, wali kelas 3-1 menoleh. “Nilai bahasa Inggrismu jauh lebih rendah dari Han Sanghyuk, Taehyung-a.”

“Tapi Ssaem, Sanghyuk mencontekku saat ujian. Tidak mungkin nilaiku lebih rendah darinya.”

Sanghyuk menendang kaki kursi Taehyung dengan kesal tapi dia hanya diacuhkan saja.

Taehee menghela napas. “Salahmu sendiri kenapa memberikan contekkan pada Sanghyuk. Penilaian ini sudah final, Kim Taehyung. Peringkat dua, Han Sanghyuk.”

“Dan peringkat pertama, Oh Sena.”

Kelas langsung bertepuk tangan riuh, tidak untuk Taehyung, Seokjin ataupun Sanghyuk –yang kesal setengah mati karena Taehyung sudah membocorkan rahasia itu ke guru mereka.

Sena sendiri tersenyum simpul. Mengangguk kecil ketika dia bertatapan dengan Yoonji yang ikut bertepuk tangan.

“Peraih nilai tertinggi bahasa Korea, seperti biasa, Jung Hoseok. Bahasa Inggris, Kim Namjoon. Olahraga, Jeon Jungkook dan Min Yoonji. Matematika, Oh Sena. Kimia, Kim Taehyung. Sejarah, Kim Seokjin. Bahasa Jepang, Jenny Kim. Etika, Park Jimin. Fisika, Irene Bae dan Lalisa….”

“Oke. Itu tadi daftar rangking dan para siswa yang meraih nilai tertinggi dalam beberapa mata pelajaran. Sekarang, karena ini adalah hari terakhir kalian di sekolah sebelum masuk semester terakhir, kalian harus membersihkan kelas dulu sampai sebersih-bersihnya, baru kalian boleh kembali ke asrama. Sekolah akan libur sampai akhir Agustus. Kalian boleh pulang ke rumah masing-masing dan harus kembali minimal dua hari sebelum semester terakhir dimulai. Oh ya, jangan lupa belajar dengan rajin di rumah. Kalian sudah tidak punya banyak waktu lagi di sekolah ini. Persiapkan diri kalian dengan baik, agar nanti kalian tidak menyesal setelah lulus dari sekolah ini. Itu saja dari saya. Silahkan dimulai bersih-bersihnya.”

“Wah … Yoonji baru masuk sudah dapat rangking sepuluh,” celetuk Jimin sambil menopang dagu dan menatap lurus pada Yoonji.

Yoonji sendiri hanya menyeringai. Di sebelahnya, Jungkook membusungkan dada. “Jangan samakan dia dengan orang sepertimu, pendek.”

Ekspresi Jimin langsung berubah begitu mendengar kata-kata Jungkook. “Sependek-pendeknya aku, toh kau selalu kalah dalam lompat tinggi. Jangan pernah meremehkan tinggi badan seseorang.”

Jungkook mendecih. “Oh ya? Tapi jangan harap kau bisa menyaingi nilaiku dalam olahraga. Kaki pendek sepertimu tidak akan pernah bisa unggul dariku.”

Jimin memutar bola mata jengah. “Hanya karena kau mendapatkan skor olahraga yang sama dengan Yoonji, bukan berarti kau bisa berlagak seperti itu, tonggos.”

“Cih. Tonggos? Lihat dirimu sendiri dulu. Sudah pendek, kaki kecil, pesek.”

“Wah jinjja. Aku sudah memberimu hati tapi kau malah meminta jantung. Berani-beraninya kau menghina tubuhku. Cih. Oke, aku memang lebih pendek darimu, kakiku lebih kecil darimu dan hidungku tidak mancung-mancung amat. Tapi, setidaknya aku ini punya abs, tidak sepertimu yang sudah seperti babi guling.”

Jungkook mendengus geli. Merasa terhibur dengan kata-kata Jimin. “Apa katamu? Kau punya abs? Haha. Absmu lebih cocok disebut sebagai cokelat meleleh daripada cokelat beku.”

Jimin sudah mengepalkan tangan. “Wah … jinjja. Jangan salahkan aku kalau kau cacat setelah ini karena kalau aku marah, aku tidak akan segan-segan memotong kakimu.”

“Oh ya? Interested. Paling-paling kau sudah pingsan dulu sebelum menyentuhku.”

BRAK!

“KEMARI KAU, SIALAN!”

Jungkook pun dengan santainya menerima ajakan Jimin.

Dan perang antara dua anak itu pun terjadi.

Jangan harap kalian melihat adegan perkelahian yang keren seperti di film-film.

Yang ada, ini justru lawak.

Mereka pukul-pukulan seperti anak kecil, sangat tidak professional. Harusnya yang ditinju itu wajah, eh malah kena angin. Saling menjambak rambut, saling memelintir tangan, saling menggigit, lalu berguling-guling di lantai. Pokoknya sangat tidak sedap dilihat.

Sampai akhirnya Yoonji meniup peluit yang entah didapat dari mana.

Kedua anak itu pun otomatis berhenti.

Gadis swag itu melipat tangan di perut sambil menatap mereka. “Hentikan. Jangan membuat malu yang lain.”

Jungkook pun melepaskan cekalannya pada kerah seragam Jimin, lalu beranjak kembali ke tempat duduknya.

Begitu pula Jimin yang kembali ke mejanya sambil melepas dasi.

Seokjin hanya mendengus melihat adegan barusan.

TBC

*maafkan aku kalau part ini agak aneh ._. aku khilaf, serius. Oh ya, kabar baik >< di wattpad HSG menempati rangking #939 di kategori fanfiction :”) Aku ngga tau kenapa kok bisa ada di rangking segitu :v padahal readersnya sangat sedikit dari yang lain, juga feedback yang mungil(?) banget :”) untuk para pembaca di blog, makasih banget loh ya :”) Aku suka terharu liat post HSG yang mesti masuk top post :”) padahal ini BTS dan SKF itu identik sama ff EXO.

*kabar kedua, HSG sebentar lagi tamat :”) tunggu aja kapan tamatnya. Aku sekarang lagi ngerjakan HSG 2 ><

*kutunggu komen kalian readers sayang :*

Advertisements

22 responses to “Hello School Girl [Chapter 25] ~ohnajla

  1. Yah thor,jangan secepatnya thor,ky mendadak jadinya…tp ngak apa..klo boleh tau kamu sbenarnya umurnya brp sih,jangan2 q yg paling tua lg d sini..heheh…klo HSG 2,siapa lagi yah yg nyamar jd cewek,atao sequel HSG 1..

    • HSG 2 itu sequel-nya. Soalnya HSG 1 udah puanjang banget sampe 190 halaman tapi belum kelar2 masalahnya :v
      aku 18 ._. setahun di bawah Jungkook 😀 seumuran ShinB ><

  2. Duhhh seokjin masih marah
    Sena ampun dech ya minta cium begitu banget pas yoongi lagi tidur kan bisa nyuri ciuman 😁😁😁😁

  3. Seokjin skit hati banget karena yoongi…
    KYAAAA!! mau tamat yg bener Ohnajla.. tapi, jngan lpa squelnya arasseo..
    Swag Yoongi.. 😀 😀 😀

  4. Oemjiiihh sena sama yoongi kok so sweet banget yaak, jadi berharap lebih banget sama mereka hehehe
    Serius mau tamat?dan eonni udh nyiapin hsg 2? Daebaaakkk
    Sangat ditunggu eonni kelanjutan cerita yoonji a.k.a yoongi a.k.a agust D
    Aku manggil eonni gapapa kan?

  5. Yailah yakali udh segede itu klo betengkar masi guling2 di lantai gak anu/? bgt dah wks. sena-yoongi makin soswit aja sih aku bacanya senyum2 sndiri😂
    Btw meskipun udh 190 halaman/ mau sampe berapa halamana pun gpp kok thor aku bakal jdi reader setia 😘 ehe

    Next ya thor gasabar:”

  6. Wahh chukkaeyo eonni :* :*
    Beneran ini bakal ada HSG2? Aku semangat banget nih kalo gini wkw. Ditunggu lanjutannya ya 😀 Ekhm, btw bisa lebih diperpanjang ga? Wkw 😀 kalo engga juga gapapa heheh. Forget it :v sampai jumpa dichapter selanjutnya
    Bhayy~

  7. huaaaa udh pen tamat chapternya,- happy ending kah?? mudah2an
    HSG 2 itu sequelnya ato beda crita dri HSG 1??

  8. Liat sena sana yoonji ko swit ya ka:”v
    lah udah mau tamat lagi:’3
    Padahal kalo kiss scanse antara yoongi sana sena kayanya seru ya kaa:’v uhuhu

  9. padahal kalo mereka tadi kiss scene kan baguss/eh mereka kapan jadiaaaaaaaaan>< aku maksa ya biarin lah aku pengennya mereka begitu:3 udah mau tamat ya? yahh sayang ini kalo lebih panjang lagi pasti seru kan tapi ya gimana lagi kalo author yg berbicara ku bisa apa/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s