Hello School Girl [Chapter 26] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16-23 || Chapter 24 || Chapter 25 || Chapter 26

Sena sedang mengayun-ayunkan kakinya yang tergantung bebas di pinggir ranjang. Matanya menatap lurus ke depan pada sosok entah pria entah wanita yang sedang sibuk packing barang-barang ke dalam koper. Orang itu entah sadar atau tidak kalau dia sedang diperhatikan. Tapi sepertinya tidak karena sejak 30 menit lalu dia hanya dianggap sebagai lilin yang menerangi kesibukannya saja.

Sena pun menghela napas. “Oppa, katakan sesuatu.”

“Sesuatu,” balas Yoongi tanpa sedikitpun menoleh.

Gadis itu mendengus. “Aish, maksudku bicaralah. Tega sekali kau hanya membiarkanku duduk seperti patung yang tak penting.”

“Ow baru sadar? Kau memang patung yang tak penting.”

Sena memutar bola mata jengah. Lelah sudah dia berdebat dengan pria ini.

Yoongi pun berjalan memutari ranjangnya, mengambil kamera DSLR-nya dari buffet. Dia tidak langsung memasukkan benda itu ke dalam koper. Tapi dicoba dulu dengan mengarahkan lensanya pada Sena yang sedang tertunduk mengamati kakinya sendiri yang sedang berayun-ayun.

CKRIK.

Bunyi itu spontan membuat Sena mendongak.

Yoongi tersenyum tipis. “Sempurna. Ternyata benda ini masih bisa digunakan.”

Tanpa memedulikan ekspresi terkejut gadis itu, ia pun memasukkan kameranya ke dalam koper dan menutup koper itu lantas disimpan di dekat kaki ranjang.

Barulah pria yang memakai wig tersebut duduk di ranjangnya sendiri, menghadap Sena yang masih menatapnya dengan alis terangkat.

“Barusan kau mengambil gambarku?”

Yoongi mencibir. “Jangan percaya diri dulu. Aku mengambil gambar jendela di belakangmu.”

Sudah dibuat terbang ke angkasa, eh mendadak dia ditarik lagi ke bumi. BOOM! Jatuh sudah perasaannya. Ia pun mendengus. “Dasar.”

Yoongi pun terkekeh.

Kemudian suasana di ruang itu mendadak hening. Sementara dua orang tersebut hanya saling pandang.

“Jadi….” Suara Sena pun memecah keheningan. “Kau tidak akan berada di sini selama liburan?”

Yoongi mengangguk mantap. “Jadwalku akan sangat padat sampai akhir Agustus nanti.”

“Itu artinya, kita tidak akan bertemu selama dua bulan ini?”

Pria itu mengangguk lagi.

Sena mengerucutkan bibirnya, menunduk, memperhatikan kedua kakinya yang hanya menggantung tanpa petunjuk apa pun. “Kalau aku merindukanmu, bagaimana?”

“Itu urusanmu. Aku tidak akan merindukanmu.”

Sakit. Kalimat itu langsung menyakiti perasaannya.

“Gampang sekali ya bicara begitu.”

Yoongi tersenyum kecut tanpa sepengetahuan Sena. “Tentu saja. Bicara itu memang hal yang paling gampang setelah bernapas.”

“Cih. Kau ini benar-benar tidak punya perasaan.”

“Ya, orang-orang terdekatku juga bicara begitu padaku.”

“Kau bersikap sangat baik ke fans-mu tapi kepadaku kau jahat sekali.”

Fans dan kau adalah dua hal yang berbeda.”

“Tapi bukannya aku termasuk fans-mu? Fans Min Yoongi, bukan fans Agust D.”

Yoongi menyeringai. “Fans Min Yoongi? Min Yoongi itu bukan siapa-siapa. Salah kalau kau menyukainya.”

Sena mendongak, menatap Yoongi tak setuju. “Siapa bilang? Min Yoongi itu jauh lebih tenar daripada Agust D. Dia jauh lebih tampan, jauh lebih baik dari Agust D si tongue technology.”

“Ah sudahlah, tidak usah membahas tentang perasaan lagi. Sekali aku bilang tidak, maka jawabannya juga tidak. Berhenti bertanya lagi.”

Sena yang memang akan menyinggung soal perasaannya pada Yoongi pun cemberut. “Lalu apa yang harus dibahas kalau bukan itu? Sebentar lagi kau akan pulang dan meninggalkanku sendirian di sini. Aku ini yeoja, aku butuh kepastian darimu.”

“Kepastian? Aku sudah memberikan kepastian.”

Arasseo, arasseo,” jawab Sena sedikit kesal. “Toh perasaan seseorang itu bisa berubah kapan saja. Nantinya, jangan menyesal kalau aku sudah berpaling pada pria lain.”

Yoongi hanya mengangguk. Ya, itu jauh lebih baik daripada harus menungguku.

Agust D mulai aktif di beberapa music show Korea. Ini pertama kalinya sejak dua tahun dia tampil di televisi Korea. Dengan menampilkan lagu First Love, dia mencoba mengguncang Korea Selatan dengan kembalinya Agust D dalam permusikan K-pop. Dia melakukan promosi sampai awal bulan agustus, lalu dilanjutkan dengan berbagai show seperti radio, Weekly Idol, dan sebagainya sebelum dia harus hiatus lagi karena akhir Agustus dia sudah harus masuk sekolah.

Dan sekarang adalah pertengahan Agustus di mana dia sedang mengerjap-ngerjap melihat seseorang yang berdiri di depan pintu apartemennya.

“Kau … manusia?”

Seseorang yang ditanyainya itu cemberut lantas mendorong tubuhnya sampai mereka berdua berada di dalam unit apartemen tersebut.

“Uwaaaaah!!! Daebak jinjja!!”

“Hei hei! Mau apa kau di sana?!”

Orang yang mengganggu hari libur langkanya barusan ternyata adalah gadis SMA yang menjadi roommate-nya selama ini. Gadis itu entah tahu dari mana tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu apartemennya memakai blouse putih dan ripped jeans hitam. Tersenyum lebar di balik topi baseball-nya, seolah tidak peduli dengan tatapan tak percaya si pemilik unit.

Dan sekarang, gadis itu dengan seenaknya berbaring di sofa tercintanya. Melempar topi ke atas meja. Memeluk bantal bekasnya dengan erat.

Dia sendiri, si pemilik rumah, berdiri di sebelahnya sambil berkacak pinggang.

Yaa! Apa yang sedang kau lakukan itu, huh? Sekarang juga cepat pergi dari rumahku.”

Gadis itu menoleh, masih sambil memeluk bantalnya. “Aku ini tamu. Masa iya baru datang sudah diusir? Berikan aku hidangan dulu, baru aku akan pulang.”

“Aku bahkan belum mempersilahkanmu masuk. Aish cepat bangun.” Yoongi pun meraih lengan gadis itu.

Sena berusaha meletakkan titik beratnya di bagian bawah. Sayangnya Yoongi terlalu kuat sehingga ia pun melancarkan serangan kedua. Memukul-mukul wajah pria itu hingga tubuhnya kembali terjatuh di atas sofa yang empuk.

Shireo. Aku akan di sini sampai besok.”

Yoongi spontan membelalak. “Neo micheosseo? Yaa! Aku hanya mendapat jatah libur sampai besok. Aku tidak mau menghabiskan waktu libur berhargaku bersama tukang rusuh sepertimu.”

“Tapi aku mau.”

Pria itu pun mendengus pasrah. “Terserahlah, terserah. Kau mau sampai besok di sini, terserah. Hanya di sini, awas kalau kau berani-beraninya masuk ke kamarku.”

Tepat saat Yoongi beranjak menuju kamarnya, tiba-tiba ada sesuatu yang melesat secepat kilat dari belakangnya. Menyadari apa itu, pria itu pun membelalak. “YAA!! BERHENTI DI SITU ANAK SETAN!!”

Terlambat, Sena sudah duluan berbaring nyaman di bawah selimutnya sambil tersenyum innocent. Dia menarik-narik tangan gadis itu untuk hengkang dari tempat tidurnya, sayangnya urung dia lakukan setelah gadis itu mengancam akan menarik sound system-nya apabila dia masih memaksanya pergi.

Ia pun mengacak rambutnya putus asa. Ditatapnya gadis remaja itu dengan makin putus asa.

“Dari mana kau tahu alamat tempat tinggalku, huh?

Latte oppa.”

Latte oppa, Chanyeol?

Yoongi pun mengepalkan tangannya. Sialan dia. Bagaimana bisa manajer memberitahu alamat artisnya sendiri ke orang asing? Cih. Akan kupotong gajinya nanti.

“Aku suka baumu.”

Pria itu pun menoleh. Bergidik melihat Sena yang sedang keasyikan menciumi aroma tempat tidurnya.

Sepertinya besok aku harus mencucinya dengan kembang tujuh rupa.

Tanpa merasa berdosa, gadis itu berguling-guling dengan santainya. Yoongi berharap dia akan kebablasan dan jatuh ke lantai seperti yang biasanya terjadi di asrama, eh ternyata malah tidak.

Mulas melihat tingkah gadis itu, Yoongi pun memutuskan untuk duduk di meja kerjanya. Memakai headset, menyetel lagu keras-keras sampai tidak terdengar suara apa pun di sekitarnya. Meskipun dia libur, bukan berarti dia libur juga dari kegiatannya membuat lagu. Buktinya, sekarang dia melanjutkan pekerjaannya meskipun sedikit tertekan dengan kehadiran Sena yang tiba-tiba sudah ada di apartemennya.

Tiga jam berlalu.

Yoongi sudah mulai jengah. Ia pun melepas headset-nya, merentangkan tangan tinggi-tinggi lantas bangkit dan berniat beranjak keluar sebelum menyadari ada manusia lain di atas tempat tidurnya.

Ia menghela napas.

“Enak sekali ya tidur di sana,” gumamnya sembari menghampiri tempat tidurnya sendiri. Memungut selimut yang jatuh ke lantai. Menggunakannya untuk menutup sebagian tubuh seorang gadis yang sudah bermain di dunia mimpinya.

Matanya berhenti setelah menemukan siluet wajah polos gadis yang sedang tidur itu.

Ia tersenyum.

Duduk di tepi ranjang.

Mengelus pelan rambut panjang yang dicat warna navy black itu sambil tersenyum tipis.

“Tebal sekali rambutmu. Berantakan lagi.”

Dia menggeleng pelan.

Di saat dia menarik tangannya, tiba-tiba gadis itu mengigau.

“Aaaa~~ Pukpuk lagi~~”

Yoongi mendengus geli, kemudian meletakkan tangannya lagi di atas kepala itu. Mengusap-usap lembut sampai Sena kembali lelap.

Sena terbangun saat hari sudah berganti malam, ketika dia mencium bau sedap makanan dari dapur. Dia pun mengendap-endap ke sana oleh dorongan perutnya. Sebaris senyum langsung tercetak di wajahnya setelah melihat seorang pria yang memakai apron sedang membelakanginya, sibuk mencicipi masakan yang dibuat. Sambil mengatupkan bibir, dia pun berjinjit-jinjit lalu—

OPPA!!

YAA! KKAMJJAGIYA!”

Sena pun terkekeh. Dipeluknya erat tubuh Yoongi yang hangat itu sekaligus meletakkan dagunya di atas bahu. Bukannya meminta maaf pada seseorang yang sedang memelototinya, dia justru menatap lurus pada makanan dalam panci yang sedang dibuat Yoongi.

“Kau sedang membuat sup rumput laut?”

BLETAK!

Gadis itu reflek mengusap dahinya. Yoongi barusan memukul dahi berharganya itu dengan pegangan sendok. “Appo~~”

“Tidak baik mengagetkan orang yang sedang memasak. Bagaimana kalau aku sedang memegang pisau dan tak sengaja melukai tanganku atau kau? Mau tanggung jawab?”

Sena mengerucutkan bibirnya beberapa detik sebelum bermanja-manja di bahu Yoongi. “Aih … masa begitu saja sudah marah.”

Pria itu pun mendengus. “Aku tidak marah, tapi memperingatkan.”

Arasseo, arasseo,  tidak akan kuulangi lagi.”

Yoongi pun mematikan kompor. “Lepas dulu. Aku akan pindahkan pancinya ke meja makan.”

Sena menurut. Selagi Yoongi memindahkan panci yang mengepul itu ke atas meja, dia mengekor di belakang pria itu sambil melompat-lompat kecil seperti anak-anak. Duduk di salah satu kursi, diikuti Yoongi yang duduk di hadapannya.

“Untuk apa membuat sup rumput laut? Memangnya hari ini ulang tahunmu?”

Yoongi melepas apronnya terlebih dulu sebelum menjawab. “Bukan. Tapi besok adalah tiga tahun perayaan debutku.”

Entah kenapa tiba-tiba saja Sena sibuk sendiri melihat ponselnya, dan tiba-tiba memekik.

“Enambelas Agustus itu hari ulang tahunku!!”

“Apa?!” pekik Yoongi tak percaya.

Sena mengangguk semangat. “Itu hari ulangtahunku!! Enambelas Agustus itu hari ulangtahunku!!”

Yoongi hanya bisa melongo.

Jadi … maksudnya … tanggal debutnya sama dengan tanggal ulangtahun gadis itu?

Kebetulan macam apa lagi ini?

Dan sekarang, gadis itu berada di apartemennya, seolah perayaan ini memang dilakukan dengan sengaja.

“Wah … daebak,” gumamnya sambil nyengir. Dia mengusap wajahnya. Masih melayangkan tatapan tak percaya pada gadis yang sedang bersuka cita di depannya.

Gadis itu bertepuk tangan ceria. “Yeee!! Besok aku sudah tujuhbelas tahun!!”

Yoongi menggaruk kepalanya pasrah. Dia pun meraih mangkuknya, mengisi benda setengah bola itu dengan sup rumput laut yang masih panas. Lalu memakannya tanpa peduli lagi dengan Sena yang mendadak ceria.

Tapi tak lama kemudian, dia mendengar suara isakan.

Reflek ia pun mendongak.

Mengernyit melihat gadis itu yang sedang memakan sup rumput lautnya dengan tubuh bergetar.

“Apa rasanya tidak enak?” tanyanya kemudian. Sebenarnya itu pertanyaan bodoh. Karena dia sudah mencoba makanannya sendiri dan rasanya baik-baik saja. Tapi, hanya itu yang bisa ia tanyakan karena dia tak mengerti dengan situasi sekarang.

Sena mengusap pipinya yang basah. Menggeleng. “Aniyo. Sup-nya enak.”

“Kalau enak kenapa menangis?”

Dia pun mengambil gelas kosong, menuangkan air ke dalamnya dan meletakkannya di sebelah mangkuk Sena. “Minumlah.”

Gadis itu menurut. Isakannya mulai sedikit reda setelah menghabiskan air tersebut. “Aku ingat ibuku.”

“Um? Ibumu? Kenapa dengan ibumu?”

“Ibuku sudah meninggal, dua tahun lalu.”

Sontak mata Yoongi membulat. “Jinjja-yo? Ah maaf.”

Sena menggeleng. “Tidak apa-apa. Harusnya aku yang minta maaf karena sudah mengacaukan pestanya.”

Yoongi menatapnya prihatin. “Kenapa kau tiba-tiba teringat ibumu?”

“Itu karena … karena dulu eomma berjanji untuk membuatkanku sup rumput laut di hari ulangtahunku. Dulu … dulu eomma tidak pernah membuatkanku sup rumput laut karena setiap hari ulangtahunku eomma selalu mendapat jadwal penerbangan yang padat.”

“Jadwal penerbangan?”

Sena mengangguk. “Eomma bekerja sebagai pramugari.”

“Ah … begitu,” Yoongi pun mengangguk paham.

“Aku tiba-tiba teringat dia setelah mencoba sup buatanmu.”

Yoongi menggaruk kepala belakangnya. Bingung harus bicara apa lagi.

Gomawo. Meskipun sebenarnya sup ini bukan untukku tapi aku tetap ingin berterima kasih padamu.”

Sena kembali memasukkan suapan ke dalam mulutnya. Yoongi memperhatikan, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.

Kemudian, tangan kekar kurusnya itu menyentuh dagu Sena, memintanya untuk mendongak. Dan tanpa disangka, dia pun mencondongkan tubuhnya ke depan, mengecup dahi Sena sekilas.

Kembali duduk sambil tersenyum tipis.

Saengil chukkae.”

TBC

Advertisements

18 responses to “Hello School Girl [Chapter 26] ~ohnajla

  1. Ooomooo ooomooo.. Kiss me juga oppa 😍😍😍
    Yoongi akhir” ini manis banget sama sena. Jangan” dia udah mulai suka sama Sena.😍😍

  2. ommonnaa.. oppa XD akhirnya es yg dingin cair juga,, yahh tpi itu tandanya dikit lgi dah mau end 😦

  3. Omoooooo dicium di dahiiiiii
    Aaaaahhhh yoongi udh suka sama senakah?apa cuma kasian?jangan sampe nyesel ya yoongi
    Aku jadi penasaran pas sena bilang ke yoongi klo jgn nyesel nantinya klo sena suka sama cowo lain, bakal ada adegan menyakitkan hati ga yaaa hehehe tapi yg yoongi bilang dia ga bakal rindu sena tuh menyakitkan banget sumpaah
    Ditunggu bgtlah kelanjutannya
    Semangaaaaat eonni

  4. huaaaa sweet bnget dapet ciuman gratiss dri yonji oppa
    sena bisa bnget ngambil hati yoonji pngen .__.
    next ya eon

  5. Aku udah komen belum ya yang sebelumnya?

    Mau tanya cuma mau tanya cuma cuma cuma heheheh

    Kenapa tanggal 16 agustus? Gak pwnting yaaa pertanyaannya hehehe

  6. Duh duh duh!!! Aku melwatkan sesuati yang penting!! Kenapa aku bisa lupa ya? Tanggal itu? Huhuhuuu

  7. huaa kiseu :’v kebiasaan kalo part akhir adegan manis suka lupa part awalnya gimanaa>< aku udh lama ga baca ff ini wkwk karna minggu kmrn uts *gananya* dan aku baru buka skf lagi dan BOOM ff ini udh end ternyataaaa, bagus sih aku ga usah nunggu jadinya ehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s