Pain of Love (1) – QueenX

Pain of Love (1)

c

Author

QUEENX

Genre : HURT

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

Semuanya benar-benar berubah sekarang. Jungkook yang disibukkan dengan sejuta caranya untuk mendapatkan hati Hyejin, dan Alice yang mencoba menyibukkan dirinya dengan belajar untuk sekedar melupakan rasa sukanya pada Jungkook yang jelas sekali tak berbalas. Awalnya itu memang mudah, seminggu pertama berjalan dengan baik-baik saja, penolakan yang selalu ia berikan saat Jungkook mengajaknya bertemu atau pergi ke suatu tempat, lalu datang minggu kedua, dimana itu terasa semakin berat untuknya karena Jungkook selalu datang padanya dan menceritakan kedekatannya dengan Hyejin yang semakin mendekati fase dimana mereka mungkin bisa menjadi kekasih tak lama lagi.

Tentu saja rasanya mendengarkan hal tersebut membuatmu semakin terluka. Apalagi jika kau berada di posisi sebagai seorang Alice. Lalu mendadak di minggu ketiga, Jungkook benar-benar hilang, ia tidak sepenuhnya hilang, ia masih bertemu dengan Alice di kelas, masih bercengkrama meski seadanya dan kadar pembicaraan dan pertemuan kalian menjadi lebih singkat karena Jungkook kini lebih sibuk mondar-mandir ke kelas sebelah untuk sekedar menampakkan presensinya di mata Hyejin.

“Apakah kalian sudah benar-benar menjadi sepasang kekasih?” tanya Alice siang itu, saat Jungkook sudah berdiri dari duduknya dan akan meninggalkan kelas.

“Ya?” tanya Jungkook sekali lagi.

Matanya bahkan tidak tertuju pada Alice, ia sibuk mengamati pesan yang masuk dari Hyejin tentu saja.

“Tidak apa-apa. Pergilah.” Jawab Alice pada akhirnya.

Ia kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Jungkook terlebih dahulu. Jungkook masih asyik dengan ponselnya, usai mengirim pesan singkatnya, ia mengalihkan tatapannya ke meja di sebelahnya, tidak ada Alice disana, ah…bahan kepergian Alice pun ia tidak menyadarinya.

“Oh? Sudah pergi rupanya.” Ucap Jungkook kemudian melangkah keluar.

#

Dia masih belum menyerah juga, ya?”

“Tentu saja belum. Dia benar-benar pria yang tangguh.”

“Kau juga, sampai kapan kau akan mempermainkannya seperti itu?”

“Sampai dia sadar kalau dia hanya kumanfaatkan saja.”

“Benar-benar kejam.”

“Salah sendiri, sudah kutolak, tapi masih bersikeras untuk mendekatiku.”

“Aku tidak bisa membayangkan reaksi Namjoon oppa saat melihatmu dengannya nanti.”

“Tenang saja, paling-paling juga dia akan dibuat babak belur oleh Namjoonku.”

“Hahahahaha.”

Pembicaraan antara dua gadis itu terdengar sangat bahagia di dalam toilet umum sekolah. Setelah keduanya keluar dari kamar mandi, tanpa mereka sadari ada orang yang sejak tadi menahan dirinya untuk tidak keluar, Alice.

#

“Alice!”

“Ya, ibu?”

“Ada temanmu di luar.”

Alice yang sedang mengerjakan tugasnya kemudian berdiri dari duduknya dan membuka tirai jendelanya. Dilihatnya sepeda milik Jungkook terparkir di pagar depan rumahnya. Sudah lama Jungkook tidak datang ke rumahnya, kalau tidak salah terakhir Jungkook datang adalah beberapa bulan yang lalu sebelum pergi berkencan dengan Hyejin.

Alice kemudian memakai sweaternya dan berjalan keluar dari kamar. Dihampirinya Jungkook yang sedang duduk menunggunya di teras rumah.

“Ada apa?” tanya Alice lalu mengambil tempat duduk di sebelah Jungkook.

Tiba-tiba saja Jungkook memeluk pinggang Alice dan menyenderkan kepalanya di pundak Alice.

Apa dia sudah mengetahuinya?’ tanya Alice dalam hati.

Bogoshipda.” Lirih Jungkook.

“A-apa?” detak Jantung Alice mendadak berdegup lebih cepat. Wajahnya memerah, buru-buru ian menjauhkan Jungkook dari dirinya. Takut-takut kalau mungkin suara detak jantungnya terdengar oleh Jungkook.

“Tidak boleh ya aku merindukan sahabatku?” tanya Jungkook sambil menatapnya.

Alice menggigit bibir bawahnya, ia kemudian balas menatap Jungkook.

“A-ada keperluan apa? Ti-tidak seperti biasanya kau datang malam-malam begini.” Ucap Alice kemudian.

Jungkook kemudian mengeluarkan sebuah kertas dari dalam sakunya dan menyerahkannya pada Alice.

“Bukalah.” Ucapnya.

Alice menyerngit namun menurut juga dan membuka lembaran kertas tersebut. Matanya seketika terbelalak melihat apa isi dari kertas tersebut.

“Bantu aku mengerjakannya, Jebal.” Rengek Jungkook yang ternyata datang semalam ini ke rumah Alice hanya untuk meminta bantuan mengerjakan tugas Fisika yang tak bisa ia pecahkan.

Dengan kesal Alice meremas kertas tersebut dan melemparkannya di wajah Jungkook.

“Sial! Giliran seperti ini saja, baru kau merindukanku. Dasar menyebalkan!” rutuk Alice lalu berdiri dari duduknya.

Jungkook langsung menarik tangan Alice dan mendudukkannya di pangkuan Jungkook.

“Bantu aku. Kumohoooon.” Rengeknya lebih manja kali ini.

Wajah Alice dan Jungkook yang hanya berjarak beberapa senti itu seketika membuat pikiran Alice tak bisa jernih dan kemudian menganggukkan kepalanya.

“Nah, itu baru teman terbaikku.” Ucap Jungkook kemudian mengacak poni Alice.

Teman terbaik? Hanya itu?

Alice berdiri dari duduknya dengan segera dan mengajak Jungkook untuk masuk ke dalam rumah.

“Setelah ini, ajari aku pelajaran matematika tadi siang juga ya?” pinta Jungkook mengekori Alice dari belakang.

“Belajar saja sendiri!”

“Ah, ayolah Aliceeee.”

“Salah sendiri kau malah asyik berkirim pesan dengan perempuan itu.” Kesal Alice.

“Dia punya nama! Namanya Kim Hyejin!” protes Jungkook.

“Aku tidak peduli!”

*

T B C

I think, this is my first time membawakan cerita chaptered dengan main cast salah satu personil bangtan di SKF ( ya gak sih?). Tidak bisa dibilang chaptered juga sih karena jumlah kata per ceritanya kurang dari 1000 kata.

Udah yakin sih cerita dengan main cast bangtan tidak begitu laku disini, mungkin laku kalau itu karya dari author yang tulisannya epic banget, gak sebiasa aku hehe, tapi aku akan tetap mempostingnya meski gak ada peminatnya karena aku udah meluncurkan dua cerita pembukanya, introlah istilahnya.

Pain of love ini mewakilkan perasaan para manusia yang terjebak dalam friendzone, ini bukan cuma cerita fiksi doang karena pasti dalam kehidupan nyata juga sering terjadi. Bedanya tergantung keberuntungan kita, doinya balas suka sama kita atau cuma kita sendiri yang ngerasain suka itu. Emang sih cerita model begini terlampau MAINSTREAM, tapi apa daya otakku emang gak bisa lepas dari kisah cinta anak remaja karena aku males mikir kisah cinta orang tua, ribet. Aku udah berusaha keluar dari zona nyaman, kalau ada yang ngikutin ff karyaku sejak awal, pasti tau sequel dari Mischievous Boyfriend dengan ending yang rusak banget padahal awalnya epic banget (menurut orang yang baca sih ya, bukan menurut aku) sejak saat itu aku kapok keluar dari zona nyamanku hehe, eh pernah juga sih dan akhirnya sama buruknya sama ending dari sequel Mischievous Boyfriend. Okelah, cuap-cuapnya malah jadi lebih panjang dari fanfiksinya. Selamat menunggu series selanjutnya.

Semoga kalian suka. Terima kasih sudah membaca.

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

18 responses to “Pain of Love (1) – QueenX

  1. Suka ko walo maincast y bts palagi jongkook hehehehe….setiap penulis itu menurut aku hebat bgt..drpd aku yg g bisa nulis..cma jd reader adja..hehehe…dtunggu y lanjutan y..

  2. cerita itu kan gg hanya diliat dari syp yg nulis,tapi juga dri alurnya lah,dari segi bahasa lah, dsb *sok tau*
    author juga termasuk hebat bisa bikin suatu karya walopun hanya ff,daripada aku yg cuma bisa baca + komen aja :v
    lagipula aku suka ama ceritanya,bhsnya juga mudah dipahami,
    jadi akunya juga serasa di posisi Alice :v
    ditunggu chapter selanjutnya author 🙂

    Hwaiting 😀 !!

  3. izin baca yaa, aku niat baca ini karna aku nglamin sndiri yg namanya Friendzone krna yg emang sakit tpi trgantung sma keberuntungan nya
    sbenernya aku baca ff ini jadi inget masa lalu tpi its ok karna cerita ini awalnya menarik 👍
    omoooo jadi curhat😱 maapkeun ✌yethhhh

  4. Pingback: Pain of Love (3) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: Pain of love (4) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. jungkook di jadiin mainan(?) hyejin, jahat, benar, alice yg sabar, jungkook semoga sadar, ijin baca ya …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s