Hello School Girl [Chapter 27] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16-23 || Chapter 24 || Chapter 25 || Chapter 26 || Chapter 27

Karena Sena sudah lama tidur sampai malam, gadis itu pun jadi sulit tidur lagi malam harinya dan menggantinya dengan merusuh. Dia memaksa Yoongi untuk tidak tidur. Padahal Yoongi sudah sangat mengantuk dan besok sore dia akan melakukan syuting untuk sebuah majalah fashion.

Sayangnya, sulit sekali menolak Sena karena gadis itu begitu keras kepala. Sekarang saja, sambil berbaring di sofanya –karena Sena dibiarkan memakai tempat tidurnya, gadis itu terus mengguncangkan tubuhnya sambil merengek-rengek seperti anak kecil. Dia yang sudah kesal setengah mati akhirnya membuka mata juga.

“Aish geumanhae!

Gadis itu akhirnya tersenyum lebar.

Dia menghela napas.

Oppa ayo jalan-jalan.”

Diliriknya jam dinding yang menempel di atas LCD TV-nya. Sudah pukul 2 dini hari. Bukan waktu yang tepat untuk jalan-jalan. “Sekarang waktunya tidur, nona kecil.”

Sena menggeleng cepat sambil cemberut. “Shireo! Aku sudah tidur tadi. Ayolah Oppa sekali ini saja. Besok ‘kan aku belum tentu aku akan menginap di sini lagi. Ayolah ~~ ayo~~”

Yoongi mengusap wajahnya yang sudah sangat-sangat mengantuk. Kalau hari ini dia tidak segera tidur, bisa-bisa besok kantung matanya akan makin hitam. Dan akan merusak penampilannya di majalah fashion tersebut.

Dia pun menoleh pada gadis itu. Mengusap-usap rambut navy black tebal tapi berantakan gadis itu sambil menatapnya meminta pengertian. “Besok aku ada pemotretan penting. Kalau aku tidak tidur malam ini, penampilanku akan sangat buruk. Kumohon pengertianmu sekali saja, nona.”

Sayangnya si kekanak-kanakkan itu masih saja cemberut. “Tapi aku pingin jalan-jalan. Ayolah Oppa!!! Jalan-jalan! Jalan-jalan!!!”

Argh! Rasanya kepala Yoongi ingin meledak saja.

Arasseo, arasseo! Kita jalan-jalan sekarang.”

“Yeay!!”

Yoongi pun beranjak duduk. Meneliti pakaian Sena sebentar. “Kau tidak ganti baju sejak tadi?”

Sena sendiri memperhatikan blouse putih yang masih melekat di tubuhnya. Baru sadar kalau dia belum mandi apalagi ganti baju. “Ah maja. Aku tidak bawa baju ganti.”

Pria itu menggeleng prihatin. “Kau ini berkunjung hanya untuk menumpang tidur, eo? Tch, nanti pakai bajuku saja.”

.

.

Setengah tiga pagi, mereka akhirnya pergi jalan-jalan. Jalan-jalan yang dimaksudkan di sini bukan jalan-jalan mewah dengan Lamborghini menjelajahi seluruh sudut negara Korea Selatan. Melainkan, jalan-jalan di sini ya jalan. Pergi ke taman Sungai Han yang sudah sepi, sambil berpegangan tangan seperti yang Sena mau.

“Tidak ada yang bisa dilihat jam segini,” celetuk pria itu sambil mengikuti kemana Sena pergi. Dia memakai bomber jacket berwarna putih yang kontras dengan warna malam itu. Dengan topi dan masker untuk menutupi identitasnya.

Sementara Sena yang berjalan selangkah di depannya sambil memegang erat tangannya tengah memakai sweater turtleneck hitam miliknya yang kebesaran di tubuh gadis itu. Masih sepagi ini gadis itu sudah sangat aktif. Sejak tadi mereka hanya berjalan-jalan mengelilingi taman itu tanpa tujuan yang jelas.

Yaa, sampai kapan kau akan jalan-jalan terus.”

Yaa! Oh Sena! Kau dengar aku tidak, huh?”

Tepat di bawah tiang lampu jalan yang terang, Sena pun berbalik dan memeluk Yoongi dengan erat. Yoongi sendiri terpaku selama beberapa detik sebelum mendorong tubuh gadis itu.

“Ada apa sebenarnya ini, huh?”

Gadis itu tersenyum, menggeleng pelan. “Aku hanya sedang mencoba bagaimana rasanya punya namjachingu.”

Yoongi mengerutkan dahinya. “Jadi … kau tidak pernah berpacaran sebelumnya?”

Sena mengangguk. “Belum sama sekali. Tapi yang menyukaiku banyak.”

“Terkecuali aku,” sambung Yoongi sembari melepaskan kedua tangan Sena yang merangkul lingkar perutnya. Dan menggantinya dengan menautkan tangan mereka lagi. “Sudah selesai ‘kan jalan-jalannya? Sekarang ayo pulang.”

“Ah shireo!!

Yoongi seolah menulikan telinganya sambil menyeret tangan ramping gadis itu. Sesekali dia memutar bola matanya mendengar ocehan-ocehan Sena di belakangnya yang terdengar menggema di dini hari yang tenang ini.

Ketika dia akan berbalik untuk menyumpal mulut Sena, tiba-tiba saja suara kamera terdengar.

Reflek ia pun menoleh.

Sekilas dia bisa melihat sebuah bayangan yang bersembunyi di balik pohon besar yang berada tak jauh dari mereka. Alisnya saling bertemu di tengah. Sempat dia melihat sebuah kamera yang dipegang oleh orang itu. Apa mungkin….

Tiba-tiba tangannya ditarik-tarik ke belakang oleh seseorang. Dia pun menoleh. Sena lagi-lagi masih merengek tidak mau pulang.

“Di sini dulu saja sampai jam empat.”

Dia mendengus. “Sekarang waktunya tidur, babi. Kita sudah jalan-jalan. Sekarang pulang.”

Sena menggeleng kuat sambil menarik-narik tangan Yoongi.

Pria itu menghela napas. Lantas menoleh kembali ke pohon besar yang tak jauh dari mereka.

Apa mungkin hanya halusinasiku saja?

Yah … karena dia memang belum tidur seharian ini jadi mungkin barusan hanyalah halusinasinya. Ia pun menoleh ke belakang. Masih heran dengan tingkah gadis remaja itu yang masih saja bersikeras untuk tetap tinggal di sini.

Andwae,” ujarnya ketika gadis itu mendadak berlutut di depannya dengan mata membulat seperti anjing kecil. Ia pun menarik paksa tangan gadis itu untuk kembali berdiri.

Sena mengerucutkan bibirnya.

Sekali lagi Yoongi menghela napas. “Begini, bagaimana kalau diganti dengan berkencan di apartemen saja? Aku sudah sangat mengantuk sekali dan sekarang kau menyuruhku jalan-jalan … hah … aku benar-benar harus tampil baik besok.”

Sayangnya Sena masih cemberut.

Yoongi mulai kehilangan akal. “Arasseo! Sekarang katakan apa maumu! Kau boleh sebutkan apapun asal bukan jalan-jalan lagi. Minta black card-ku silahkan. Pokok bukan jalan-jalan.”

Kalimat itu berhasil membuat senyum di wajah Sena. Oke, Yoongi sekarang tahu bagaimana cara yang tepat untuk membujuk Sena. Dia hanya perlu mengucapkan kalimat magis ‘katakan apa yang kau mau’ dan wajah cemberut gadis itu pun akan menghilang dengan sendirinya.

“Eum … serius boleh minta apa pun?”

Yoongi mengangguk. “Sebutkan saja. Asalkan tidak membuang tenagaku lagi.”

Tahu-tahu Sena sudah merangsek maju dan….

Yah … begitulah.

Hanya satu hal yang diminta Sena. Yang tanpa dia ucapkan pun, Yoongi sudah tahu apa itu dari apa yang sedang dilakukan gadis itu sekarang.

Menciumnya.

Awalnya dia terkejut saat tiba-tiba gadis itu menarik turun maskernya dan menekan bibirnya. Bukan ciuman yang agresif. Hanya menempel saja. Yang awalnya membuat jantungnya nyaris berhenti, tapi lama kelamaan membuat dadanya hangat dan … ia pun memejamkan mata sambil memeluk erat pinggang si pemilik bibir itu.

Tanpa sepengetahuan mereka, seseorang dari balik pohon besar mengabadikan momen tersebut.

Karena hari libur, Seokjin selalu pulang latihan dini hari. Seperti di pertengahan bulan Agustus ini. Dia baru keluar dari perusahaan pukul 2 pagi, bersama teman sesama trainee lain. Dia melambai pada teman-temannya sebagai salam perpisahan. Teman-temannya pergi ke dorm, sementara dia harus kembali ke asrama.

Saat dia akan menaiki sepedanya ke arah sekolah, tiba-tiba dia mengurungkan niat.

Mungkin jalan-jalan sebentar di taman Sungai Han boleh juga.

Dan dia pun memutar sepedanya, pergi menuju taman sungai Han.

Jalanan Seoul meskipun dini hari tetap ramai. Meskipun yah … tidak sepadat saat siang hari.

Menghabiskan waktu hampir 20 menit, akhirnya dia sampai juga di lokasi.

Selayaknya dini hari, suasana di sana lengang sekali. Nyaris tidak ada siapa pun. Hanya terdengar suara air saja dan gemerisik dedaunan yang saling bergesekan diterpa angin.

Dia pun mengelilingi taman itu sambil mengayuh sepedanya. Sesekali memejam untuk merasakan belaian angin di wajahnya. Kesejukan angin dini hari seketika membuat penatnya menghilang. Di saat dia membuka mata, di saat itulah dia merasa kalau dia telah dilahirkan kembali.

Setengah jalan, tiba-tiba saja dia melihat dua orang yang sedang jalan-jalan sambil bergandengan tangan. Seorang laki-laki dan seorang perempuan. Si laki-laki berjalan di depan, sementara yang perempuan di belakang sambil merengek-rengek.

Tanpa sadar bibirnya mengulum senyum. Dalam hati merasa iri melihat mereka. Andai dia punya yeojachingu, mungkin—

Arasseo! Sekarang katakan apa maumu! Kau boleh sebutkan apapun asal bukan jalan-jalan lagi. Minta black card-ku silahkan. Pokok bukan jalan-jalan.”

Reflek ia pun menarik tuas remnya.

Matanya menyipit, berusaha melihat dengan jelas siapa dua orang bertopi tersebut.

Bukankah itu…

Matanya langsung membola ketika dua orang itu tiba-tiba berciuman. Sekilas, ketika masker di wajah si pria ditarik ke bawah, dia bisa melihat wajah seseorang yang sudah sangat dihafalnya di luar kepala.

Yoongi hyung?

Belum saja dia mencerna kalau orang yang dia lihat benar-benar Yoongi, sekelebat bayangan lain langsung menarik perhatiannya.

Dia memicingkan mata.

Detik berikutnya membelalak.

Bayangan itu langsung pergi menjauh saat mereka tak sengaja bertemu tatap.

Sial.

Tanpa banyak bicara dia langsung menjalankan sepedanya mengejar orang tersebut.

“BERHENTI DI SANA, AHJUSSI!!”

Orang yang diteriakinya bukannya berhenti tapi malah mempercepat larinya. Begitu pula Seokjin yang mempercepat laju sepedanya. Ia mendesis kesal ketika orang itu dengan seenaknya mengambil jalan pintas sulit yang membuatnya harus memutar dulu.

Tapi beruntunglah, orang itu berlari ke gang buntu. Dia pun berhenti di mulut gang, menutup satu-satunya jalan dan menyeringai ketika ahjussi pembawa kamera itu mulai kebingungan.

“Kemarikan kameramu, ahjussi.”

Pria itu memegang kameranya erat-erat. “Siapa kau?”

“Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang penting, kemarikan kameramu. Kau tidak boleh menyimpan foto yang barusan kau ambil.”

“Ini bukan urusanmu, Haksaeng. Memangnya kau punya relasi apa dengan mereka? Oh? Atau jangan-jangan kau ini pacar lain dari si gadis itu?”

Seokjin terkekeh. Merasa terhibur dengan kata-kata ahjussi yang ternyata merupakan repoter dari sebuah website gossip artis. “Yang benar saja. Berhenti membuat artikel-artikel yang tidak mendasar, ahjussi. Siapa aku, itu bukan urusanmu. Aku datang ke sini menemuimu untuk menegakkan hukum. Kau tidak boleh sembarangan mengambil momen privasi seorang artis.”

Tapi si ahjussi tetap keukeuh. Pria itu memegang kamera yang menggantung di lehernya erat-erat. Berusaha mencuri pandang ke sisi kiri Seokjin yang memang terbuka celah lebar untuk kabur.

Haksaeng sepertimu tidak akan tahu apa-apa soal orang dewasa,” ujar pria itu sembari bergeser ke kiri. “Ini sudah pekerjaanku. Tidak ada seorang pun yang bisa melarang seorang reporter.”

Seokjin mendecih. “Wah … kedengarannya itu sangat tidak keren, ahjussi. Bagaimana bisa tidak ada seorang pun yang bisa melarang orang-orang sepertimu? Bahkan aku yang masih haksaeng saja punya banyak larangan, apalagi kau yang sudah bekerja.”

“Sekolah dan bekerja adalah dua hal yang berbeda.”

“Cih, yang benar saja. Hei ahjussi, kau ini sudah dewasa, jauh lebih dewasa dariku. Harusnya kau tahu kalau apa yang kau lakukan ini salah. Pekerjaanmu ini tak lebih dari menginjak-injak kehidupan orang demi membahagiakan dirimu sendiri. Kau sudah melanggar hak privasi orang lain.”

Si reporter itu menyeringai. Tinggal selangkah lagi, dia akan berhasil kabur dari haksaeng sok tahu itu. “Di saat kau dewasa nanti kau pasti akan tahu sendiri bagaimana sulitnya meneruskan hidup. Kita pada dasarnya hidup sendirian di dunia ini, Nak. Kau harus mau melakukan banyak hal termasuk menginjak kehidupan orang lain jika kau ingin bahagia.”

Tepat saat itu juga, reporter itu pun berlari kabur.

Seokjin buru-buru menaiki sepedanya dan mengejarnya.

“BERHENTI DI SANA, AHJUSSI!!”

“Tangkap aku kalau bisa!”

Nyaris saja dia kehilangan jejak orang itu jika saja Namjoon tidak tiba-tiba datang dan menabrak si reporter tersebut.

Melihat kamera si ahjussi yang terlempar, cepat-cepat Seokjin turun dari sepeda dan menghampirinya.

“Tahan dia!!” pekik Seokjin pada Namjoon saat si ahjussi itu langsung bangkit untuk meraih kameranya.

HEUP!

Dengan tanggap Namjoon langsung menarik kaki ahjussi tersebut.

Seokjin melompati mereka, berguling-guling dan HUP!

“Dapat!”

Tanpa mengulur banyak waktu lagi, ia pun segera mengeluarkan kartu memori dari kamera itu lalu membuangnya ke dalam selokan.

“BERHASIL!!”

Teriaknya bangga.

Tanpa tahu apa-apa Namjoon juga tersenyum. Melepaskan cekalannya pada kaki ahjussi itu, membiarkan orang tersebut kelimpungan mencari kartu memori kameranya di selokan yang sedang penuh oleh air yang mengalir.

Seokjin mengangkat ibu jarinya pada Namjoon. “Gomawo chingu-ya!

TBC

curcol: ya ampun >< kemarin di wattpad baru aja naik rangking dari #939 jadi #812 eh sekarang udah #802 aja :”) Terhura saya ><

Advertisements

19 responses to “Hello School Girl [Chapter 27] ~ohnajla

  1. Yah yah yah… Gimana ciuman nya sena sama yoongi. Aaaaah… Kenapa seokjin main nylonong aj. 😂😂😂😂

  2. They kiss..huuahhhh..sbnr y yoongi suka deh ma sena..hehehe…untung adja seokjin ada maka y bisa cegah paparazi y…

  3. Annyeong ,, aku reader baru ..
    Sebener nya udah lama baca “hello school girl” dan baru komen di chapter 27 , hehehhhe bianhae … Tapi ff nya sukses bgt bikin aku ngakak .

  4. Waduu seokjin knpa gak fotonya aja yg dihapus. memorinya langsung dibuang gtu masaa😂 sian ihh reporternya kudu beli lagi hehe.
    Next ya thorr penasaran sm kelanjutan ciumanya sena-yoongi😳

  5. Omonaaaa mereka ciuman????
    Aiiisshh dasar paparazi, untung ada seokjin, seokjin terbaek memang!!
    Penasaran sama mereka berdua, sumpaaah, bakal canggungkah?
    Ditunggu kelanjutannya eonni

  6. Daebak mereka ciuman…hihihi..dari cium dahi sekarang sdh ke bibir…ekhmmm,ngak apa,sdh dewasa kok,asal jgn kelewatan…hihi,tnyta soekjin baik hati bgt,namjoon keren..skrng ne gmna nasib jongkook dan jimin hbs adu gulat,ditunggu….

  7. aduh pagi2 nemu nih ff dan bagus critanya , dan aku punya hutang bwt baca 26 chap sbelumnya hhhhhh
    seokjin baik yaa , yonggi sena pacar bukan sihh *kepo diri ini wkwk

  8. ini permintaan ssena yang paling waw….
    yoongi gA bisa berkutik lagi…
    seokjin u are best friend deh….

  9. kiseu again wuuhuuuu>< *paansih
    yaampun kenapa sena se agresif itu(?) aku kira yoongi yg bakali cium duluan ternyata malah sena. itu lagi ahjussi paan sih rusuh banget/? untung ada seokjin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s