Hello School Girl [Chapter 28] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16-23 || Chapter 24 || Chapter 25 || Chapter 26 || Chapter 27 || Chapter 28

Sejoli yang tak tahu apa yang barusan terjadi di sekitar mereka pun menyudahi pelukan dan ciuman itu. Mendadak suasana di antara mereka menjadi canggung. Sena yang duluan memulai saja wajahnya sudah semerah tomat. Menunduk, sambil memilin ujung sweater milik Yoongi. Sementara si rapper yang terkenal liar di panggung itu mengusap tengkuknya yang sedikit meremang. Ugh … dia baru sadar kalau di luar ternyata dingin sekali.

Beberapa menit hanya saling bergulat dengan pikiran masing-masing, Yoongi pun memberanikan diri untuk membuka percakapan setelah melirik arlojinya.

“Ayo pulang. Sudah hampir jam empat.”

Sena hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Tapi bukannya beranjak, mereka malah terdiam lagi.

Yoongi gelisah.

Haruskah aku memegang tangannya?

Atau tidak?

Dilemma. Dia dilemma pada sesuatu yang sangat tidak penting. Padahal dia tidak pernah memikirkan hal-hal yang tidak penting seperti ini. Pikirannya terlalu berharga, itulah slogannya.

Tapi sekarang, dia justru sibuk memutuskan apakah dia harus memegang tangan Sena atau tidak.

Diliriknya sekilas topi baseball putih milik Sena, yang entah kenapa sangat mirip dengan topi baseball hitam miliknya. Dia sendiri memilih topi ini tanpa pikir panjang. Apa mungkin ini tanda-tanda kalau mereka berjodoh?

Pria itu langsung menggeleng cepat.

Karena waktu terus saja berjalan, akhirnya ia pun mengambil satu keputusan.

Kaja.”

Tangan mungil itu sudah berada di genggamannya.

Suara nada dering ponselnya yang memekakkan telinga otomatis membuat Yoongi terbangun hari itu. Dengan mata yang masih sulit untuk dibuka, diraihnya benda kotak tipis yang ada di atas meja itu dan melihat siapa orang menyebalkan yang berani-beraninya mengganggu tidur berharganya.

Chanyeol

Bibirnya pun mengerang pelan. Lantas menggeser ikon gagang telepon berwarna hijau dan menempelkannya di telinga. “Ngh?”

Yaa, kau baru bangun?”

“Masih tidur,” balasnya malas.

“Aish. Kau tidak lihat jam berapa sekarang, Tuan pemalas? Sudah bosan hidup, huh?”

Yoongi mengerang lagi. “Bicara apa sih? Tidak perlu berbelit-belit.”

Terdengar helaan napas di seberang sana. “Sekarang juga, lihat jam.”

Yoongi pun menjauhkan ponselnya dari telinga sejenak, memicingkan mata untuk melihat angka waktu di ujung kanan atas layar ponselnya. Setelah itu kembali menempelkan ponsel itu di telinga. “Pukul tiga lebih sepuluh.”

“Ya, sekarang pukul tiga lebih sepuluh. Kau tahu apa artinya?”

“Ng..”

“CEPAT BANGUN BODOH! PEMOTRETANMU AKAN DIMULAI SEBENTAR LAGI!!”

Reflek kedua mata Yoongi terbuka lebar. Sekali lagi dia melihat waktu di jam dinding. Mengucek-ucek matanya cepat dan….

“MAMPUS!!”

Buru-buru dia turun dari sofa dan berlarian memasuki kamarnya.

Sial, karena kemarin Chanyeol sudah bilang tidak bisa menjemputnya karena mobilnya sedang di bengkel, terpaksa Yoongi harus berangkat sendiri hari ini ke lokasi. Dan lagi, pemotretan akan dilakukan pukul tiga lebih tigapuluh menit. Mampus, dia tidak punya banyak waktu lagi.

CKLEK!

Langkahnya langsung berhenti begitu melihat kasurnya yang berantakan dan seorang gadis yang ber-cuddle ria dengan bantalnya.

Sejenak dahinya berkerut. Berusaha mencerna keberadaan gadis itu di sini.

Bagaimana bisa dia….

Kenapa aku tidur di sofa sementara dia….

Dan ingatan soal semalam di taman Sungai Han pun menyeruak di pikirannya. Dalam sekejap wajahnya yang seputih bengkoang itu mendadak memerah.

Maja, kemarin mereka berciuman di sana. Dan pulang kemari. Dengan dia yang memilih tidur di sofa sementara Sena di kamarnya. Dan gadis itu tidak mengganti sweater-nya sebelum tidur.

Nyaris saja dia terbawa perasaan sebelum nada dering ponselnya kembali terdengar. Teringat jadwal pemotretannya, ia pun segera berlarian menuju fitting room-nya, mengambil sembarangan baju dan membawanya ke kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian dia masuk lagi ke kamarnya sudah dengan setelan semiformal yang catchy. Mengedarkan pandangan sejenak, ia pun buru-buru mengambil langkah lebar menuju nakasnya, meraih kunci mobilnya yang tergeletak di sana.

Di saat dia akan keluar, tanpa diperintah, matanya bergerak untuk mengamati seonggok manusia yang masih keasyikan tidur di ranjangnya. Kepalanya menggeleng pelan sambil mengulum senyum tipis. Diambilnya selimut yang sudah jatuh ke lantai, digunakannya untuk menutupi tubuh gadis itu yang sedang meringkuk seperti embrio. Setelah itu, diusapnya pelan kepala gadis itu, menciumnya sekilas lalu beranjak pergi. Dia tak punya waktu lagi untuk sesi pemotretan.

Yoongi baru kembali ke apartemennya pukul 12 malam. Pemotretan itu menghabiskan banyak waktu. Baru selesai pukul 9 dan setelah itu tiba-tiba Bang PD-nim memanggilnya ke kantor untuk rapat. Dan tanpa berniat makan malam di luar, di sinilah Yoongi sekarang.

Membanting tubuh lelahnya di atas sofa. Memijat keningnya yang terasa penat setelah melewati hari yang melelahkan. Sialnya karena dia terbangun pukul 3 sore, dia sudah secara otomatis melewatkan makan pagi dan makan siangnya. Sementara di lokasi pemotretan tadi, dia hanya diberi pizza sebagai makan untuk break. Entahlah, sekarang dia tidak tahu bagaimana nasib perutnya.

Oppa itukah dirimu?”

Mendengar suara nyaring yang familiar di telinga, Yoongi pun reflek menoleh. Kedua alisnya terangkat tinggi. Buru-buru dia pun duduk untuk menyambut kedatangan gadis itu.

“Kau masih di sini?”

Eo. Aku menunggumu pulang.”

Yoongi pun mengamati gadis itu dari bawah ke atas. Masih memakai celana yang kemarin tapi atasannya … bukankah itu kemeja putih miliknya?

“Hei hei, ambil dari mana itu kemejanya?”

Pria itu mulai was-was. Dia memang punya banyak sekali kemeja putih, tapi hanya satu kemeja yang diperlakukan dengan baik karena kemeja tersebut memiliki makna yang dalam bagi Yoongi. Kemeja yang membuatnya bisa sukses seperti sekarang. Dan kemeja itu sengaja ditempatkan di tempat yang bisa dilihat dari segala sisi fitting room-nya agar dia bisa mengingat sejarah kemeja tersebut. Melihat ada kemiripan antara kemeja putih kesayangannya dengan yang dipakai Sena kini….

“Ah ini.” Sena menunduk sambil mengelus pelan kemeja kebesaran tersebut. “Aku mengambilnya dari fitting room-mu.” Kepala gadis itu mendongak, tersenyum lebar. “Yang menggantung sendirian di dinding.”

Lagi-lagi mata sipit Yoongi langsung melebar. “Mwo?! Yaa! Neo micheosseo?!”

Sena mengerutkan dahi takut melihat reaksi Yoongi. “A-apa?”

“Itu bukan kemeja yang bisa sembarangan kau pakai! Kau tahu kenapa aku menggantungnya?! Itu kemeja penting! Lepaskan sekarang!”

Gadis itu buru-buru menyilangkan tangannya di dada saat Yoongi bangkit dan mulai menarik paksa kemeja putih itu untuk terlepas dari tubuhnya. Ekspresi marah Yoongi membuatnya tercengang. Bahkan pria itu tampak tak peduli ketika satu persatu kancing kemeja itu mulai terlepas. Dimulai dari bawah yang memperlihatkan perutnya.

Yaa!” Sena langsung menepis kasar tangan Yoongi yang nyaris saja membuka kancing bagian dada. Tapi pria itu seolah tak peduli dan tetap membuka kancing-kancing yang tersisa. Sena tidak menyerah untuk memberontak, begitu pula Yoongi yang hanya diam sambil mengatupkan rahang sampai…

PLAK!

Napas Sena terengah-engah. Matanya sudah memerah sementara kedua tangannya masih saling menyilang di dada. Melindungi bagian terpenting tubuhnya yang hampir saja terekspos seperti perutnya sekarang. Ditatapnya nyalang pria berkulit pucat yang berdiri tak jauh di depannya.

Byuntae.”

Ia menggigiti bibirnya yang tiba-tiba bergetar. “Arra! Aku salah. Tapi bukan begitu juga ‘kan caranya? Kau bisa memintaku melepas kemeja ini dengan baik-baik, tidak harus dengan memaksa. Aku bisa melepasnya sendiri. Kau tidak perlu membantu! Kau pikir bagaimana perasaanku sebagai seorang wanita yang tiba-tiba kau paksa untuk membuka baju?! Byuntae!”

Gadis itu langsung berlarian memasuki kamar Yoongi. Membanting pintu itu.

Menyisakan Yoongi di sana yang masih tertegun. Ia bisa merasakan pipi kirinya yang panas. Tapi panasnya tidak sepanas dadanya. Kata-kata Sena masih terngiang di kepalanya. Byuntae … apa dia sudah melakukan sejauh itu?

Tiba-tiba saja pintu kamarnya kembali dibuka. Sena muncul dari sana dengan blouse putih miliknya sendiri. Di tangannya terdapat kemeja putih Yoongi yang langsung dilempar tepat ke wajah pria itu. “Ambil itu kemejamu. Aku tidak butuh.”

Setelah itu gadis itu pun keluar dari apartemennya. Benar-benar meninggalkannya sendirian di tempat tersebut. Menunduk meratapi kemeja putih tersayangnya yang tergeletak di atas lantai.

Dan ia pun menghela napas.

TBC

Advertisements

14 responses to “Hello School Girl [Chapter 28] ~ohnajla

  1. Byuntae 😂😂😂😂
    Ooooh ini ff jadi penghibur kalau penat tugas” yang menumpuk.
    Sempet”in buka skf. Siapa tau HSG udah tayang. Eeeh bener hsg tayang dengan episode baru. Oke… Skrang tidak gelisah lagi menunggu eps baru.😂😂😂😄😄😄

  2. Ihhh yoongi segitu nya bgt..walo pun itu berharga tp ko ampe kalap ngebuka kemeja nya..sena juga oasti marah dunk klo seperti itu…

  3. wow byuntae… smpe sgitunya karna barang berharga dan gk inget kalo sena itu cewek, mungkin dia jga lgi ngersa klo dia cewek kli yaa??
    fighting eonni lanjutinnya ya…

  4. Saking cintanya sama kemeja sampe lupa yg make bajunya ceweknya…dasar yoongi yg ngak peka…ato memang yoongi aja yg ngak.pernah romantis ama cewek,ya sudah jangan diulangi yoongi,jgn2 kemejanya pernah dikasih sm ceweknya yoongi..huhuhu

  5. Omaygaaaaddd gilaaa yoongi paraaaahhh
    Duh itu sena bakal lama ga ya marahnya???
    Baru aja so sweet, eh udh berantem lagi
    Kapan mereka bersatu eonni?
    Makin penasaraaan sama ceritanya
    Baguuusss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s