Hello School Girl [Chapter 30] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1-15 || Chapter 16-23 || Chapter 24-29 || Chapter 30

Oppa!”

Yoongi sontak menoleh. Dilihatnya Sena yang sedang menghampirinya sambil melompat-lompat riang. Seperti biasa, gadis itu akan mengambil tempat di sebelahnya. Memperlihatkan ponselnya yang sedang menampilkan foto dua orang gadis.

“Aku sudah berbaikan dengan Heejoo. Lihat, yang ini Heejoo. Aku menyuruhnya untuk melepas kacamatanya dan kau tahu? dia jauh lebih cantik. Dan aku mencoba mengikat rambutnya seperti ini. Jinjja, dia benar-benar seperti model.”

Yoongi mendekatkan wajahnya ke ponsel itu, kemudian tersenyum sambil menarik kembali kepalanya.

Bahkan sekarang dia tidak ragu untuk merentangkan tangannya di sepanjang garis bahu Sena.

“Kau tidak memaksa ‘kan?”

Sena menggeleng. “Dia bukan gadis yang suka bertele-tele.”

“Eum. Bagus.”

Sena juga memperlihatkan foto yang lain. Sampai tak sengaja sampailah pada foto selfie seorang pria.

Sena dan Yoongi sama-sama terkejut. Buru-buru Sena mematikan lampu layar ponselnya. Menyembunyikan ponselnya dalam pelukan. Sementara Yoongi mengerjap-ngerjap sambil memandanginya.

“Ehm … I-itu tadi hanya foto spam.”

Foto spam gundulmu, Oh Sena.

Itu foto Agust D!!

Sinting!! Kenapa aku tidak menggantinya ke folder lain?!

Aish! Ketahuan ‘kan kalau ternyata aku suka stalking akunnya.

Kumohon kau tidak lihat apa pun barusan.

“Jadi … foto selfiku sekarang jadi foto spam?”

Glup. Sena meneguk ludah keringnya. “N-ne.”

Jinjja? Coba sebutkan siapa yg berani-beraninya menjadikan foto limited-ku sebagai foto spam.”

“Eung … itu … itu … hoam!! Aku mengantuk. Aku tidur dulu ya—AAAK!”

Sena yang akan kabur dengan pura-pura mengantuk, gagal setelah Yoongi menarik tangannya sekaligus memeluknya erat agar tidak kemana-mana. Mau tak mau Sena membalas tatapan Yoongi yang penuh selidik.

“Jujur, kau sering melihat akunku ‘kan?”

Tidak betah dengan tatapan Yoongi, Sena pun meletakkan tangannya di kedua mata pria itu. “Tidak. Aku hanya tidak sengaja melihatnya dan tersimpan otomatis di ponselku.”

Yoongi menarik tangan Sena menyingkir dari matanya. Mencekalnya erat sampai susah digerakkan.

“Aku bisa melihat sedikit kebohongan di matamu, Sena.”

Sena menelan ludahnya lagi. “Aku jujur. Aku benar-benar tidak melihat akun—arasseo! Aku sering mengunjungi akunmu dan menyimpan semua foto-foto yang kau posting. Apakah … itu salah?”

Cekalan Yoongi di lengan Sena merenggang, kemudian terlepas saat tangan itu berpindah ke pipi Sena. Mengusapnya pelan. “Ani. Itu tidak salah. Para penggemarku juga pasti melakukan itu.”

“Kalau begitu … bisakah kau lepaskan aku?”

Shireo. Bukankah kau selalu menginginkan ini dariku?”

Sena menggeleng. “Tapi bukan sekarang. Sekarang aku tidak mau dipeluk olehmu.”

Wae? Kau sudah tidak menyukaiku lagi?”

Ani, aku masih menyukaimu. Sangat sangat menyukaimu. Tapi sekarang aku tidak mau disayang.”

Yoongi terkekeh. Sena itu suka tidak sadar mengucapkan kata-kata lucu. “Disayang ya? Benar tidak mau disayang? Ini limited edition. Hanya berlaku untuk hari ini.”

Sena tampak sedang menimang-nimang. “Benarkah limited edition?”

Yoongi mengangguk sambil meyakinkan melalui senyumnya. “Kau pasti akan suka.”

“O-oke kalau begitu.”

Tapi sampai semenit ditunggu, Yoongi hanya mengelus-elus rambutnya saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sena mulai kesal.

Oppaaaa!! Serius, ini sangat biasa sekali.”

Yoongi tersenyum sampai gigi-gigi kecilnya terlihat. “Perhatikan aku dengan baik. Ini benar-benar edisi terbatas. Lihatlah mataku. Sejak tadi kau hanya melihat bibirku.”

Wajah Sena langsung memerah.

Kini mereka benar-benar saling bertukar pandang.

Benar-benar tidak ada yang spesial dari itu. Hanya saling menatap dalam waktu yang lama. tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun. Tanpa pergerakan yang berarti. Dan napas yang teratur.

Tapi lama setelah itu, Sena baru merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya. Ia merasa geli di bagian perut. Seolah sedang ada kupu-kupu yang beterbangan di sana, mengelus dinding-dinding perutnya, mencoba menggelitik samar. Bahkan pergerakan lembut tangan Yoongi di kepalanya sudah sangat menghangatkan dada kirinya daripada perlakuan lain.

Tangan itu pun berhenti bergerak.

“Bagaimana? Kau bisa merasakannya?”

Sena mengangguk sambil tersenyum. “Eo, joha.”

Yoongi pun mengecup sekilas dahinya sebelum memeluknya erat. “Maaf, kau benar-benar tidak boleh bersamaku, Sena. Ini akan sangat menyakitkan untuk kita berdua jika kita tetap melakukannya.”

Kupu-kupu itu seolah hilang dari perutnya. Tergantikan oleh rasa lain yang menyesakkan.

Namun tanpa dikomando, bibirnya tetap menampilkan sebaris senyum. Balas memeluk pria itu.

“Aku mengerti, Oppa.”

“Tolong berhentilah mulai sekarang sebelum aku jatuh lebih dalam lagi. Ini untuk kebaikan kita berdua.”

Meski berat, kepala Sena mengangguk dengan ringannya. “Aku akan mencoba.”

Saranghae. Mungkin ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya kau mendengarnya dari bibirku. Sena … aku mencintaimu. Aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku. Aku tak akan mengecewakanmu lagi mulai sekarang. Maka dari itu, tolong berhenti.”

Sena menyenderkan kepalanya dengan nyaman di bahu Yoongi. Memejam, tersenyum, dan tak sadar menjatukan setetes air mata. “Akhirnya aku bisa mendengar kata itu darimu, Oppa.”

“Sekarang kau telah menjadi gadis baik. Aku yakin, di luar sana pasti banyak pria yang lebih baik dariku yang akan menyukaimu dan berusaha keras memilikimu. Everybody gonna love you, babe. Kumohon kau tidak lagi menangis karenaku. Arasseo?

Sena mengangguk patuh.

CKLEK!

.

.

“KYAAAA!!”

“Hari ini enaknya makan apa?” tanya Lisa yang berjalan paling depan. Dia, Jenny dan Irene sedang menyusuri lorong asrama putri menuju kamar Sena.

“Mungkin daging. Selama sebulan ini aku harus menahan diri untuk tidak makan daging. Ugh … aku merindukan daging,” balas Irene sambil membuat gerakan meremas karena membayangkan daging yang mungkin akan dimakannya nanti.

“Sekali lagi aku harus makan dedaunan hari ini,” celetuk Jenny tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.

Lisa menggeleng prihatin mendengar jawaban kedua sahabatnya. “Kasian sekali kalian ini. Kapan kalian akan makan apa yang kalian mau?”

“Mungkin setelah menikah dengan Bogum oppa,” jawab Irene dengan mata berbinar-binar.

“Hanya keajaiban yang bisa membuat ibuku membiarkanku memakan apa yang ingin kumakan,” sahut Jenny cuek.

Sekali lagi Lisa menggeleng pelan.

Akhirnya mereka pun sampai di kamar 3-1-4. Tanpa harus mengetuk pintu, Lisa langsung memutar kenop pintu. Irene nyelonong masuk tanpa mengucapkan apa pun. Begitu melepas sepatunya….

“KYAAAA!!”

Teriakan itu sukses membuat Lisa lari terbirit-birit mendekati Irene, begitu juga Jenny yang akhirnya berpaling dari ponselnya.

Ketiga gadis itu berdiri membelakangi pintu kamar mandi dengan wajah terkejut masing-masing.

Sementara apa yang dilihat mereka juga sama terkejutnya.

Atmosfer tegang itu langsung mencair begitu Irene dengan tiba-tiba mengambil sebuah sapu dari sudut ruangan lalu menghambur mendekati sejoli yang tertangkap basah. Dia menarik lengan Sena untuk turun sampai gadis itu berdiri di belakangnya. Kemudian….

BUG BUG BUG!

Byuntae! Byuntae! Apa yang sedang kau lakukan pada temanku?!” teriaknya sambil melayangkan tongkat sapu itu ke tubuh Yoongi.

Lisa segera meraih tangan Sena untuk berlindung di belakangnya, sementara Jenny ikut-ikutan Irene memukuli Yoongi dengan bantal.

“Aw! Aw! Hei aku bisa jelaskan—AW!”

Dua gadis itu terlalu anarkis sampai Yoongi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun lagi selain teriakan kesakitan.

Sena yang berdiri di belakang tubuh menjulang Lisa pun akhirnya bisa beradaptasi dengan situasi. “Guys, geumanhae. Dia tidak sal—” Kalimat Sena tidak runtut ketika Lisa tiba-tiba berbalik sambil memegang bahunya.

Gwaenchana? Apa yang barusan dilakukan byuntae itu?”

Sena mengerjap bingung. “Mwo?”

Lisa membolak-balik tubuh Sena tak sabaran. “Dia tidak melakukan apa pun padamu ‘kan? Kau baik-baik saja ‘kan?”

Yaa, kau ini bicara apa. Aku baik-baik saja. Hey kalian!” Sena berteriak pada dua temannya yang masih berkompetisi memukul Yoongi. “Hentikan. Dia tidak salah apa-apa.”

Irene dan Jenny otomatis berhenti memukul. Sayangnya mereka tetap menatap tajam Yoongi.

“Benar dia tidak salah apa-apa?” tanya Jenny memastikan.

Sena mengangguk.

Tapi Jenny sepertinya tidak percaya karena mendadak emosinya naik lagi begitu Yoongi membalas tatapannya.

BUG!

Sekali lagi Yoongi meringis kesakitan.

Sena buru-buru menghampiri Jenny, merebut bantal itu untuk terlepas dari tangan kawannya. “Hentikan. Aku serius dia tidak salah apa-apa. Biarkan kami jelaskan dulu.”

.

.

Lisa, Jenny dan Irene sontak membelalak berjamaah setelah mendengar penjelasan dari mulut Sena.

“Jadi dia ini Agust D?!” teriak Jenny kencang sambil menodong Yoongi yang sejak tadi tertunduk dengan telunjuknya.

Sena mengangguk pelan. “Ya, seperti yang kubilang.”

“Bagaimana bisa seorang artis sepertinya nyasar ke asrama wanita?” sahut Irene.

Sena mengusap lehernya bingung. “Karena dia datang dengan identitas wanita, tentu saja.”

Lisa melipat kedua tangan di perutnya yang rata. Memandang Yoongi dengan penuh selidik. “Lalu, kenapa tadi kalian berpelukan? Apa yang sedang terjadi pada kalian tadi? Apakah kami sudah melewatkan sesuatu yang penting?”

Kontan Sena maupun Yoongi menelan ludah.

“I-itu….” akhirnya Sena angkat suara lagi. melirik Yoongi sekilas sebelum melanjutkan. “I-itu tidak penting. Karena yang terpenting adalah Min Yoonji yang kalian kenal selama ini, adalah Agust D, seorang pria. Dan … yah, dia itu artis. Jadi, bisakah kalian bertiga memegang rahasia ini dengan baik?”

“Hanya kami yang tahu soal ini?” tanya Irene.

Sena menggeleng. “Seokjin juga sudah tahu.”

“Seokjin?” Dahi Lisa berkerut. “Ah … ternyata si bahu lebar itu sudah tahu. Pantas dia tidak lagi memuji Yoonji.”

“Bagaimana? Kalian bisa ‘kan?”

Jenny mengangguk enteng. “Itu gampang. Toh aku tidak punya alasan untuk memberitahu orang lain soal ini.” Ya, Jenny bicara begitu karena dia memang bukan gadis yang mudah bergaul seperti yang lain. Sebenarnya kelompok ini memang terdiri dari gadis-gadis introvert. Tapi tingkat introvert Jenny jauh lebih tinggi dosisnya ketimbang tiga yang lain.

Entah angin dari mana, tiba-tiba saja Irene tertawa nyaring. Air matanya sampai berlinangan. Kalau bukan pukulan Lisa, mungkin Irene akan terus tertawa sampai besok.

“Apanya yang lucu, huh?” tanya Sena gemas. Irene ini bukan tipe yang mudah dibuat tertawa. Tapi sekalinya tertawa, biasanya memang karena sesuatu yang sangat-sangat lucu atau sering juga sesuatu yang garing sekali.

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi namjadeul begitu tahu siapa Yoonji sebenarnya.”

Lisa ikut-ikutan tertawa. Jenny menyeringai. Sena terkekeh.

“Hoseok pasti akan menangis darah seminggu penuh,” kata Lisa di sela-sela tawanya.

Maja! Dulu bukannya Hoseok sampai membuat berlembar-lembar puisi gara-gara putus cinta? Tsk tsk tsk, aku tak habis pikir dia bahkan menulis puisinya di tisu toilet,” sambung Sena.

“Aku bahkan pernah melihatnya membawa kasur lipat ke toko buku.”

Jinjja?!” tanya ketiga gadis selain Jenny.

Jenny mengangguk. “Dia memaksa menginap di sana.”

Dan obrolan ala wanita yang panjang lebar tak penting pun dimulai.

Menyisakan Yoongi sendiri yang secara tak langsung terpojok. Sudah badan sakit semua gara-gara dipukuli, sekarang dia harus tergabung dalam obrolan mereka.

Seseorang tolong aku!!

TBC

NOTE: Ini aku lagi ngerjain homework kursus T^T banyak lagi, nerjemahin dua artikel :”) Oh ya, aku mau ngasih tebakan. 

MENURUT KALIAN, DI CHAPTER BERAPA HSG BAKAL TAMAT? TRUS BERI TAHU AKU GIMANA ENDINGNYA KALO KALIAN SEMPET MIKIR *ini sih bagi yg mau mikir._.*

Advertisements

18 responses to “Hello School Girl [Chapter 30] ~ohnajla

  1. Yaaaaaah… Yoongi secara halus udah nolak sena. #SEDIIIH
    aku jg sedang nugas ini kak. 2 tgs skaligus. 😂😂😂
    Tapi tetep sempetin baca 😍😍😍
    Belum rela tamat kak 😭😭😭😭
    Semangat nugas yaaa kak. Semangat untuk kita berduab😄😄😄

  2. huaa lucu bngett eon smpe ngakak kyak orgil
    kasian bang yoonji di gebukin dan jdi korban nyamuk
    kyakk tapi baper jga liat mereka brdua:*
    pkoknya kali ini part nya sweet and crazy?/

    mngkin tamatnya 2/3 chap lgi oen dan ending nya dibuat romance tapi bikin ngakak?/ *gkyakinjgasihh

  3. Chap brp yah??5-6 chap lg deh hehehe….ending y yg happy adja yg pasti..sena sempat pusah adja dlu ma yoongi tp mereka ktmu lg ehh bersama hahaha…biasa yahh…
    Namjadeul jgn pd tw adja..ckp seokjin ma tmn2 genk y sena..ntar mereka kcwa…ehh s3dih bgt yah mereka saling cinta tp g bz bersama…

  4. Ending yang bahagia seperti pemikiran seluruh umat manusia yang membaca setiap fanfiction wkwk :v
    .
    .
    semangat Author, Fighting!!!

  5. Tuhkaaaaann yoongi suka sena tapi kok nyesek banget yaaa
    Yoongi serius tuh bakal ngelepasin sena???
    Klo sena suka sama org bakal nyesel tuh yoongi
    Dan sumpah aku bayangin muka lisa jenny irene panik banget pa liat ada cowo di kamar sena tapi itu pasti lucu banget hehehe
    Klo menurut aku HSG bakal tamat di chap 35 #asaljawab
    Klo endingnya sena bakal punya cowo lain dan yoongi sebenernya masih suka sena tapi dia udh relain soalnya kan dia milih karir #sokmikirinendingsedihnyelekitpadahalmauyanghappy
    Good job eonni
    Ffnya makin bagus
    Terbaik eonni nih

  6. 5 chapter lagi ending,mnurut q aja lo…hehehe.. mudahan aja bahagia, meskipun mereka terpisah dl,agust D aka yoongi kan baru 3 tahun debut, jd sisa 2 tahunnya sena sambil kuliah,hbs kuliah baru mereka ketemu lagi…sena jangan sama yg lain,q suka ne couple,sena udah kehilangan cinta pertamax,jangan sampai dia kehilangan lagi yoongi…hikssss..selamat melanjutkan..klo sequel HSG 2,sena sm yoongi lagi ya thor?

  7. Makin lama makin ketawan aja yak si senanya. Untung ciwi ciwi yg iu pada ga ember wkwkw hmm, 32 deh selese nya 😅 trau yoonjinya udah lama pergi ke aktivitas aslinya, trus tbtb ketemu sena pas sena udah kuliah mungkin, trus jadian 😁 tebakan aku siii wkwk

  8. Nyampe chapter 41:’v
    Kalo bisa sih ending nya pas sena sama yoongi udh pada sukses, mereka ketemu lagi dan jalanin kisah cinta mereka dengan swit nyaa. Uhh gk kebayang kalo sena sama yoongi pacaran seperti hal nya orang orang^^

    ini ide muncul gitu aja pas selesai baca chapter ini:’v

  9. Pingback: Hello School Girl [Chapter 33] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. mau nangis malah gajadi ah grgr kelakuan 3 curut/? yaampun. dan akhirnya ketauan juga yoonji itu namja hamdalah lega juga><
    aku nebak deh HSG end di part 35 kan? ya kan? bener kan? aku hebat kan? :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s