Sw(agie)eet Daddy [BST After Marriage Story] ~ohnajla

ohnajla | romance, fluff, marriagelife, teen | G | oneshoot |

Min Yoongi aka SUGA BTS

Oh Sena (OC)

other cameo

Blood Sweat & Tears

I Miss You

Yaa! yaa! Cepat bangun pemalas! Anakmu menangis sejak tadi!”

Yoongi menggeliat tak nyaman sambil mengaduh karena Sena terus memukul pantatnya tanpa ampun.

“Aku baru tidur tiga jam. Lima menit lagi ah~~”

“OEEEEEEE”

BUG BUG BUG!

“Tidak ada toleransi lagi, Tuan! Sekarang juga bangun! Aku ini sedang memasak sarapan untuk kita! Aish! Haduh dia pasti gosong sekarang….”

Suara Sena pun perlahan menjauh, sementara tangisan bayi masih terdengar menggema keras di ruangan tersebut.

Yoongi menggeliat lagi. Ke kanan. Ke kiri. Ke kanan lagi. Ke kiri lagi. Akhirnya dia pun menyerah. Dengan berat hati dia duduk. Menggaruk kepalanya sambil menatap box bayi yang berdiri tak jauh dari ranjang besarnya dengan Sena. Mengerang, akhirnya dia mau menggerakkan pantat malasnya menghampiri bayi yang masih menangis itu. Diraihnya bayi cantik itu ke dalam pelukan.

Awalnya dia menatap sang anak dengan dahi berkerut tanda kesal, tapi lama kelamaan dia menyerah lagi. Menyerah untuk kedua kali. Ia pun menimang-nimangnya pelan, sambil beranjak keluar dari kamar mencari botol susu. Ah ya, sebelum itu dia mengambil gendongan bayi berwarna kuning cerah yang biasanya dipakai Sena saat menggendong si cantik kecil itu. Dengan telaten dia memasang sendiri gendongan bayi itu di bahunya, kemudian memasukkan putri kecilnya ke dalam gendongan.

Aroma harum masakan langsung masuk ke paru-parunya begitu kedua kaki rampingnya sampai di dapur. Sena tampak sibuk ke sana kemari dalam keadaan kompor menyala. Sempat wanita itu menoleh saat mendengar suara tangisan Yoonji yang terdengar makin dekat di telinganya.

“Kotak susunya ada buffet atas nomor tiga dari kanan,” jelas wanita itu sambil menaburkan garam ke atas masakan.

Tanpa perlu menjawab dia langsung beranjak ke pantry sisi kanan tepat di buffet nomor 3 untuk mengambil kotak susu formula Yoonji.

Arasseo, sabar ya,” gumam pria itu ketika tangis Yoonji makin keras. Dia menepuk-nepuk kepala Yoonji yang hanya ditutupi oleh rambut yang masih tipis.

Ia pun mengambil satu botol susu dari buffet kiri nomor 2. Meracik susu itu dengan takaran yang biasanya Sena buat, kemudian mengocoknya setelah mencampurkan dengan air hangat, lalu menjejalkan bagian dot ke mulut kecil Yoonji.

Seketika Yoonji pun berhenti menangis.

Ayah dan anak itu tak sengaja bertemu pandang.

Mata kecil Yoonji yang berbinar-binar setelah mendapatkan apa yang dia inginkan spontan menimbulkan senyum tersendiri di wajah Yoongi. Dia pun menggunakan tangan lainnya yang bebas untuk mengusap pipi gembul bayi itu. Kulitnya begitu dini dan tipis. Yoongi sempat khawatir kalau tangan besar kasarnya bisa merobek kulit tipis itu. Gemas melihat sorot mata Yoonji yang begitu polos, ia pun memajukan wajahnya untuk mencium hidung kecil bayinya.

“Sudah dapat susunya, Sayang?”

Suara Sena yang menginterupsi otomatis menghentikan lovey dovey ayah-anak itu. Yoongi mengelus lagi pipi Yoonji sambil berkata, “Ibumu benar-benar tidak mau membiarkan kita berduaan, Sayang. Dia terlalu mencintai ayahmu yang tampan ini”. Ia pun terkekeh melihat Yoonji yang menggeliat sambil mengangkat tinju kecilnya seolah terprovokasi oleh kata-katanya.

Sena pun muncul dari bahu Yoongi tak lama kemudian. Tangan kirinya merangkul pinggang ramping Yoongi, sementara tangan kanannya melambai ceria pada putri kecilnya. Tapi keceriaannya itu hanya dibalas tatapan datar. Ia pun cemberut. Diletakkannya dagunya di atas bahu Yoongi.

“Kau tidak sayang eomma? Kau hanya menyayangi appa?”

Yoonji bergerak-gerak lagi seperti ingin meraih wajah Yoongi. Peka dengan keinginan anaknya, Yoongi memajukan wajahnya lagi, membiarkan si kecil memukul-mukul wajahnya.

Lovey dovey mereka membuat Sena makin cemberut. Cepat-cepat dia menarik Yoongi dan memeluknya erat. Menjulurkan lidah pada Yoonji yang terlihat kesal karena ayahnya diculik oleh ibu aliennya.

Appa hanya milik eomma. Yoonji tidak boleh. Ini pacar eomma, tidak boleh diambil siapa pun termasuk Yoonji.”

Gadis yang sangat kecil itu berusaha untuk merentangkan lengan kecil gendutnya untuk mencapai wajah ayahnya lagi. Tapi Sena tidak membiarkan putrinya mendapatkan suaminya. Dia juga makin defensif. Bahkan dengan totalitasnya melepas paksa cengkraman kecil Yoonji dari kaos Yoongi.

Karena sama sekali tidak bisa menyentuh ayahnya, Yoonji pun mengeluarkan senjata terakhir.

“OEEEEE”

Anehnya pasangan muda ini justru tersenyum geli.

Yoongi pun mengusap pipi gembul Yoonji lagi sambil menciuminya. Setelah itu giliran Sena sampai bayi mungil itu berhenti menangis dan kembali asyik menyedot susunya.

Sena melepas rangkulannya dari Yoongi dan beranjak ke pantry untuk memindahkan sup yang barusan matang ke meja makan. “Setelah dengan Yoonji, makan denganku ya.”

“Hm. Tuan besar akan datang setelah menidurkan putri Snow White.”

Wanita itu terkekeh mendengar kelakar Yoongi.

Sembari menunggu Yoongi selesai berurusan dengan Yoonji, Sena pun memutuskan untuk menyibukkan dirinya dengan membersihkan ruang tengah, menyapu lantai dan memasukkan semua cucian ke dalam mesin cuci.

Setelah beres semua, dia pun kembali ke ruang makan dan mendapati Yoongi di sana sedang duduk melamun tanpa sedikitpun menyentuh makanan.

Dia berjalan mengendap-endap untuk mengejutkan Yoongi.

Oppa!

“Hm.” Hanya itu reaksi Yoongi yang secara tak langsung mengartikan kalau pria itu sama sekali tidak terkejut oleh kejutan Sena. Dia malah menarik kedua tangan Sena yang tadi menyentuh pundaknya sampai wanita itu memeluknya dari belakang. Disapunya lembut bibir Sena yang tersedia dengan gratis di sebelah kirinya. “Jangan harap kau bisa mengejutkanku, Nyonya. Kakimu yang besar serupa gajah itu sudah bisa kudengar dari jarak lima meter.”

Sena memanyunkan bibirnya yang otomatis mengundang Yoongi untuk kembali menyapu lembut bagian wajah yang paling kenyal itu.

Kalau mereka terus-terusan begitu, kapan makannya?

Sena bahkan merangkul erat leher Yoongi sambil memperdalam ciuman mereka.

Yah … susah sudah kalau sepasang manusia ini sudah melibatkan perasaan mereka yang meledak-ledak di ruang makan.

Ciuman itu berakhir juga setelah Yoongi dengan iseng menggelitik leher Sena dengan jarinya.

Sena yang paling lemah dari gelitikkan pun memekik geli sambil meloncat menjauh dari pria itu.

Yaa! Tch.”

Yoongi hanya terkikik tanpa dosa sembari melambaikan tangannya pada Sena untuk mendekat.

Begitu Sena mendekat, Yoongi langsung menyerangnya dengan gelitikkan lagi. Wanita itu berusaha melepaskan diri. Tapi Yoongi terlalu ‘ganas’. Kemudian begitu dia bisa melepaskan diri, dia pun berlarian ke sana kemari diikuti oleh Yoongi.

Tahu-tahu Sena terpojok. Dia tidak bisa kemana-mana lagi dan punggungnya sekarang bersandar pada dinding.

Sementara Yoongi semakin dekat padanya. Sudah bersiap dengan kedua tangannya sebagai senjata untuk menggelitik.

Andwae! Berhenti di sana! Stop! Yoongi stop!! Kyaaaa!!

Wanita itu memekik begitu saja ketika Yoongi menempelkan kedua telapak tangannya ke dinding dengan sedikit sentakan. Pria itu terkekeh geli melihat reaksi Sena. Dia tertawa heboh saat wanitanya memukulinya dengan pipi memerah.

“Tidak lucu! Hih! Hentikan tawa jelekmu itu!”

Tawa manis di wajah Yoongi langsung hilang dalam sekejap. Otomatis juga Sena berhenti memukulinya.

“Berani bicara begitu pada profesormu? Mau kuberi nilai E?”

Sena pun menelan ludah. “Kau sih. Ini salahmu. Kenapa aku….”

Wanita itu langsung menempelkan kepala belakangnya ke dinding saat Yoongi tiba-tiba saja memajukan wajahnya sampai ujung hidung mereka bergesekan.

“Karena kau mahasiswiku. Istriku. Ibu dari anak-anakku. Cinta pertamaku. Tidak boleh? Siapa yang melarangku, huh?”

Kedua pipi Sena kembali menyemburkan rona kemerahan tapi ia masih takut-takut pada tatapan tajam Yoongi kali ini.

“Harusnya aku tidak meninggalkanmu selama itu. Lihatlah, aku bahkan terlambat menyadari kalau kau tumbuh sampai secantik ini.” Yoongi dengan entengnya bicara begitu sambil menyingkirkan poni Sena ke sebelah kiri tapi masih dengan sorot mata tajam.

“Gendut sekali astaga. Pantas eomma tidak protes apa-apa lagi padaku. Ternyata dia lebih suka menantu yang gendut daripada yang kurus.” Sena meringis kecil saat pipinya dicubit gemas oleh Yoongi.

“Ini bibir kenapa menggoda sekali. Tch, bagaimana kalau sewaktu-waktu aku khilaf? Untung Yoonji tidak menurun darimu. Setidaknya aku hanya akan khilaf kalau itu kau.”

Cukup bermain-mainnya di situ. Kapan kalian akan makan? Oh ayolah. Cepat makan dan cerita ini akan berakhir.

“Oke, untuk mempersingkat waktu, mari biarkan aku ungkapkan ini.”

.

.

.

“Ayo kita buat anak lagi.”

Ye?!”

“Hm. Buat anak. Kita bikin yang laki-laki. Dan kita namai Jungki nantinya. Jadi dia akan menuruni sifatmu yang selalu berhasil menggoda orang ini.”

Tanpa ampun, Sena pun memukuli tubuh Yoongi yang berguncang cukup keras karena tertawa menang. Ternyata membuat Sena merona bukanlah hal yang sulit. Ia pun memeluk pinggang Sena lagi dan menciuminya seperti yang ia lakukan pada Yoonji.

Jadi … apakah kalian akan makan hari ini? Atau hanya begitu saja sampai nanti?

END

*maafkan kalo ceritanya gaje sekali ._.

Advertisements

12 responses to “Sw(agie)eet Daddy [BST After Marriage Story] ~ohnajla

  1. Akhhhh..ternyata ada sequelnya…thanks ya thor,mereka punya anak,lucunyaaaaa…ternyata yoongi jd dosen…boleh nambah lg ya thor sequelnya:p *ngareppakebanget

  2. Lucuuu hahahha
    Itu makannya yakin ga jadi, sayang banget buat aku ajalah #kelaperan
    Bolehlah ada kelanjutannya hehe

  3. Yoongi jadi dosen? Aku gak bakal bolos kalau dosennya dia. Kuliah sampe malem pun aku sanggup kalau dia yang ngajar heheheheh….

    Ceritanya lucu. Dan……
    …..
    ….
    ….

    ….
    ….
    ….
    Aku mau lagi sequelnya heheheh

  4. yaa tuhan mataku sudah gk polos lgih_-
    sequelnya Daebakk eon 👏 buat sequel lgi yaa pliss #mukamemohon 😓🙏

  5. “Karena kau mahasiswiku. Istriku. Ibu dari anak-anakku. Cinta pertamaku. Tidak boleh? Siapa yang melarangku, huh?”

    Ha ha ha… Kalau udah gini gimana mau ngelawan lagi coba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s