VOICE – Story by SERENADE

VOICE

Story by SERENADE

Cast :

BtoB Jung Ilhoon

Kang Soo Ah (Just Imagine)

Hye Soo (Just Imagine)

Genre : Romance

PG : 17+

***

“Hello everyone, I’m DJ Ilhoon come back to listen your songs request and some quotes for all audience here”.

It’s turning to the late night. Ketika seorang gadis berambut cokelat menyala masih duduk di sebuah bus kota yang membawa malamnya untuk kembali ke rumah. Angin yang berhembus menerbangkan anak rambutnya melalui celah jendela. Matanya terpejam sambil menikmati suara dari kedua earphone yang terpasang dengan ponsel dalam pangkuannya.

 

“I’m back with one quotes that will open this section tonight, special for you who still doing part-time job or all of you who still on the way to your home. Ready guys?”

Senyum gadis itu samar merekah dari bibirnya, setiap deru suara yang keluar dari earphone miliknya menjadi sebuah energi yang menebus rasa lelahnya setelah mengarungi hari-hari yang penuh dengan tekanan. Seoul City FM pukul 09.00-10.00 adalah kebiasaan baru setelah hampir dua tahun terakhir, menemaninya sepulang dari university. Suara seorang Ilhoon yang muncul setiap malam mengingatkannya pada waktu dimana dua tahun silam dia nyaris seperti gadis putus asa yang tidak menahu bagaimana harus menghadapi pahitnya kenyataan yang dia dapatkan.

It’s time to flashback to 2 years ago

“Kang Soo Ah, bagaimana kau akan naik panggung jika tidak pernah berlatih dengan benar seperti ini?”

Gadis bernama Soo Ah itu menunduk dalam diam, hampir setiap hari dia habiskan untuk berlatih memetik senar-senar gitar hingga jarinya penuh dengan selotip plaster untuk mereduksi rasa sakitnya. Namun yang dia dapat tidak pernah berubah, cacian dari pelatihnya di kampus selalu menjatuhkan kepercayaan dirinya lagi dan lagi.

“Maaf saem, saya akan berusaha untuk lebih baik lagi, beri saya waktu lagi”,

Murka di wajah Lee Gi Na yang menjadi pelatih tunggal dalam event musical drama yang akan ditampilkan dalam acara eventual kampus dua bulan lagi seolah tidak mengijinkan Soo Ah untuk menyela sedikitpun yang dia katakan, satu hal yang keluar dari bibirnya selanjutnya adalah bom waktu bagi Kang Soo Ah.

“Aku tidak bisa membiarkanmu melanjutkannya, mulai saat ini kau boleh keluar dari sini. Ji Eun akan menggantikanmu seterusnya”

Soo Ah tercekat, suaranya nyaris hilang akibat tenggorokannya yang tercekat. Sedih, kecewa, dan marah tidak ada yang mampu mewakili perasaannya saat ini. Mimpinya untuk menjadi salah satu bagian dari grup musical di kampus sejak sebelum dia menjadi mahasiswa disana harus terhempas dalam 10 detik saja. Dia abaikan perkataan temannya yang membela, meski dia merasa tak pernah seburuk seperti yang dikatakan oleh Gi Na saem, dan meskipun Gi Na tidak tahu bagaimana dia menghabiskan malamnya dalam seminggu belakangan untuk menghapal semua yang dijadikan PR untuknya.

Bukan saatnya untuk menyela, karena rasa sakit hati telah menguasai sebagian besar dalam dirinya. Dia meraih tas gitar miliknya berlari keluar menembus hujan yang masih mengguyur kota ini. Tangisnya lebur bersamaan air hujan, payung yang dia bawa dalam tas selempangnya tidak dia idahkan. Dia berlari tak tentu arah sesekali menelan dinginnya air hujan di malam yang kelam. Dia berhenti di halte bus yang biasa dia gunakan setiap hari menuju rumahnya dengan sesenggukan. Dia usap sedikit basah di wajahnya meski nyatanya seluruh pakaian yang dia kenakan telah kuyup bahkan menetes ke lantai. Dia mengeringkan sedikit pakaiannya sebelum naik ke atas bus. Duduk di bangku paling ujung dan sesekali masih meneteskan air matanya dalam diam.

Tidak banyak yang ada dalam bus tersebut, hanya ada seorang wanita paruh baya dan dua anak seumurannya yang duduk di bangku depan. Mengingat waktu telah menunjukkan hampir pukul 10 malam. Kerlip lampu kota dan deru kendaraan yang berlalu lalang menemani kesedihannya malam ini, lalu sebuah suara penyiar radio yang menggema dalam bus malam itu memecah keheningannya. Seolah Ahjussi supir bus tersebut tahu bagaimana meredakan rasa marah seorang Kang Soo Ah.

I’m a 21 year old ordinary collage student.

As my parents told me that life is going through a door that isn’t possible.

I ran without selling a glimper of the water that I had for a while.

I decided to stop for a while.

Soo Ah menghela napas sejenak, suara DJ dari Seoul City FM yang menggema menohok hatinya. Entah merasa apa yang dikatakannya benar adanya. Dia menyimak setiap kata yang dia dengarkan. Sesekali mengusap sisa air mata yang masih menetes membasahi kedua tebing pipinya.

However as soon as I passed the door,

I decided to stop for a while in front of the door.

Don’t say that you have to pass through that door as fast as you can.

It’s not like I think it’s can be success.

Sekali lagi Soo Ah mendengar dengan sesama suara itu. Sesekali menelan kata-kata itu untuk dirinya sendiri. Dia memang telah berusaha dengan apa yang dia bisa, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa yang dia lakukan bukan yang terbaik yang diinginkan oleh Gi Na. Mungkin belum saatnya dia bergabung dalam tim musical yang dia impikan, mengingat dia baru duduk di bangku tahun pertama sekolah tingginya. Seperti sebuah air yang mengalir ke tempat yang lebih rendah, dia sesaat berpikir bahwa sebuah proses tidak akan berhenti begitu saja.

I’m standing on the road right now.

Without a door, I think I don’t know the end.

And I’m not sure if this is the right way or not, and or what I want.

But, I stand on the road that I will.

And I believe can pass this way for my success sometimes later.

Lima menit sebelum dia tiba pada halte terakhir untuk mengakhiri perjalanan malamnya, dia seperti tersengat sebuah listrik 1000 volt dari seluruh perkataan yang dikatakan DJ tersebut. Dia berpikir mungkin begitulah yang dia lakukan. Proses menjadi lebih baik sangatlah diperlukan, dan sebuah proses tidaklah dengan mudah didapatkan. Butuh waktu yang panjang untuk menjadi sesempurna yang diinginkan.

I’m DJ Ilhoon, thanks for listened me tonight and the last, Goonight everyone.

Wish for you better day tomorrow.

Selamat DJ Ilhoon, you catch a girl heart tonight. Soo Ah mengakhiri perjalannya dengan satu nama tersimpan dalam benaknya. –Ilhoon.

This is end of flashback time

 

Soo Ah masih menikmati perjalanan malamnya sambal mengetikan sesuatu dalam ponselnya, menemani suara seorang Ilhoon yang menggema dalam kedua earphone nya. Sesekali tersenyum setelah membayangkan bagaimana dia pertama kalinya dia mendengarkan suara seorang Ilhoon 2 tahun silam yang kini telah menjadi kebiasaannya setiap malam. Sesi yang tepat untuk menemani perjalanan pulangnya adalah sesi milik Ilhoon dengan lagu-lagu ballad dan kata-kata manis yang dia bacakan setiap malam.

Oke, everybody. I’ve some request.

Please give me a nice song tonight, I’m very tired by my activities today.

Thanks Ilhoon-nim. By K.S.

Gadis itu tersenyum mendengar tulisan yang dia ketik beberapa waktu lelau telah menggema terbaca oleh seorang Ilhoon.

Wow, I think you’re the ending angle K.S

Spesial for you tonight I’ll give you the nice song.

Before that, I’ll say the last greeting tonight.

See you tomorrow on the same time, wish for your happiness guys. Thank you.

Special for all of you by DJ Ilhoon –Btob It’s Okay check this ou!.

***

Sudah menjadi tahun ketiga dalam perjalanan sekolah tingginya. Soo Ah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari awal. Keahliannya dalam hal tarik suara tak bisa diabaikan lagi. Ditambah satu bakat yang dia warisi sejak bangku menengah pertama adalah dia pandai bermain alat musik gitar. Sesekali dia akan tampil dalam event-event kampus dengan grup acoustic music yang kini dia terjuni.

Dua tahun lalu semenjak dia ditolak dalam grup musical oleh Gi Na, dia memutar otaknya dan berpikir berkali lipat sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membanting stirnya dan terjun dalam dunia yang lebih berbeda. Kini dia telah nyaman dalam grup akustik yang dia selami, tanpa dia sadari kata-kata penyemangat dari seorang DJ radio 2 tahun lalu telah menjadi amunisinya setiap hari.

Hey! Kang Soo”,

Seorang merangkul pundaknya dari belakang membuatnya berjingit kaget. Dia hampir saja menampar orang itu dengan buku tebal yang dia bawa saat ini jika dia tidak sadar bahwa yang mengagetkannya adalah teman satu kelanya Hye Soo, satu-satunya orang yang memanggilnya Kang Soo. Dia melihat bagaimana gadis itu menyimpan senyum penuh misteri yang diyakini bahwa sesuatu akan menjadi permintaan untuknya.

“Temani aku ke toko DVD, kau tahu kan EXO mengeluarkan album baru”

Tanpa dia setujui atau tidak permintaan Hye Soo, gadis itu telah menarik tubuh Soo Ah dan berlari ke toko DVD yang jaraknya hanya 3 km dari kampus mereka. Cukup menempuh waktu 15 menit untuk berjalan menuju toko itu. Hye Soo berlari mendahului Soo Ah dan antusia untuk masuk ke toko itu lebih dulu.

Hari ini adalah hari Jumat, entah mengapa Soo Ah merasa setiap hari Jumat toko musik bernama “Music is Heaven” tersebut ramai oleh pengunjung. Hye Soo telah menghilang ditelan rak-rak DVD di toko tersebut maka yang Soo Ah lakukan hanya berjalan-jalan sambil sesekali melihat-lihat deretan music yang menjadi best seller akhir-akhir ini seperti album Bangtan Boys yang bertajuk You Never Walk Alone dan BEAST yang kini mengganti namanya menjadi Highlight dengan single nya yang juga menjadi favorit dari Soo Ah setelah mendengarkannya It’s Stiil Beautiful.

Hye Soo menyelesaikan scanning album yang dia cari dan membawanya ke meja kasir tanpa mengetahui lebih dulu dimana seorang Soo Ah berada. Seorang pria bertubuh tidak terlalu tinggi berdiri di depannya menuju meja kasir. Dia harus mengantri sampai pria itu menyelesaikan transaksinya. Dia mendengar pria itu berbicara cukup lama dengan si penjaga kasir hingga Hye Soo cukup jengah dengan perbincangan mereka. Pria itu beranjak dan kini giliran Hye Soo berdiri di depan meja kasir, mengeluarkan DVD EXO nya dari keranjang belanja dan menyodorkannya pada si penjaga kasir dengan nametag Daniel.

“Nona, apakah kau tidak mengenali pria yang baru saja keluar?”, Sapa penjaga kasir sambil menyelesaikan transaksinya. Hye Soo menyerngit sambil sesekali mengingat wajah pria berambut sedikit panjang dan bergelombang tadinya.

“Maaf Daniel-ssi, aku tidak cukup menahu tentang seorang pria asing seperti yang anda sebutkan”, Daniel tersenyum sambil membayangkan bagaimana seorang gadis muda seperti Hye Soo tidak mengenal pria yang cukup terkenal di dunia On Air nya.

“Maka aku akan memberi tahumu nona, jika pria yang baru saja keluar adalah Jung Ilhoon”, Daniel berucap sambil meyerahkan kantong belanjaan DVD milik Hye Soo tanpa menyadari bagaimana ekspresi tercengang Hye Soo akan ucapannya. Sesaat Hye Soo mengingat seseorang yang harusnya lebih tahu tentang hal yang berhubungan dengan seseorang bernama Jung Ilhoon.

“Kang Soo Ah”, Hye Soo meraih kantong belanjaannya dan berlari meneriaki nama gadis itu.

***

Soo Ah membawa handuk untuk mengeringkan rambutnya yang basah seusai mandi, dia pulang lebih awal malam ini karena tidak ada latihan tambahan untuk tim akustiknya. Dia menyalakan mini radio yang sengaja dia beli semenjak sesi malam Ilhoon menjadi favoritnya dua tahun silam, dan benar saja ketika suara seorang Ilhoon telah menggema diseluruh ruang kamarnya. Soo Ah tersenyum sambil membayangkan siang tadi bagaimana seorang Hye Soo berlari tergupuh-gupuh hanya untuk memberitahunya bahwa dia baru saja melihat seseorang bernama Jung Ilhoon yang berada di ruang yang sama dengan mereka. Namun Soo Ah tidak ambil pusing, karena selama ini yang dia lakukan hanyalah mendengar suara pria itu bukan untuk melihat bagaimana rupanya, meski sesekali ia pun ingin melihat bagaimana rupa seseorang yang menjadi favoritnya itu.

“DJ Ilhoon back, guys.

Okay,I’ll read first massage from Alice.”

Hallo DJ, please give me some quotes tonight. I broke up with my boyfriend today.

Entah mengapa Soo Ah tersenyum nyaris tertawa membayangkan bagaimana ekspresi Ilhoon mendengar permintaan dari pendengarnya yang kadang nyaris seperti sesi curahan hati. Soo Ah berbaring diatas ranjang sambil mendengarkan suara Ilhoon yang sedikit terdengar berbeda dari hari-hari sebelumnya, seperti dia sedang terserang flu berat namun pria itu masih saja menyapa audience nya. Soo Ah menunggu waktu hingga pukul 09.50 sebelum dia mengirim pesannya pada channel radio yang sedang dia dengarkan saat ini. Dia suka menjadi penutup sesi Ilhoon, meski kadang pesannya tak terbaca karena orang lain mengirimkan lebih cepat darinya.

Okay, Ilhoon will give the last massage from tonight.

Once again from K.S, I think you’re always be my closing section, miss.

 

Disisi lain seorang Jung Ilhoon membaca pesan dari seorang K.S yang tak dia ketahui siapa sebenarnya gadis itu sebelumnya. Dia membaca dengan seksama tulisan peri penutup itu, namun sebelum dia membacanya untuk seluruh audience nya dia tersenyum tipis.

“Okay I’ll read massage from K.S”

I think I met someone today, who I never expectated before.

But I think It’s not the right time as I know.

Time passed, and such as Ilhoon said before “I need proccess”

I’ll wait in front of the door until I meet that person on the real time.

Good night DJ Ilhoon, give me ‘It’s Still Beautiful by HIGHLIGHT”

“Good night too K.S, this is song special for you –It’s Still Beautiful”

***

Waktu masih menunjukkan pukul 09.00 kala Soo Ah sudah bergegas berlari melewatkan sarapan paginya dan mengejar bus menuju kampusnya. Satu jam lalu Hye Soo telah membangunkan tidur nyenyaknya dan menggerutu karena ia terserang demam mendadak. Bukan untuk apa Soo Ah berangkat sepagi ini hanya karena DVD bonus terbatas EXO milik Hye Soo yang harus didapatkan pagi ini di toko musik yang kemarin mereka sambangi.

Betapa Soo Ah ingin mengumpat saja pada gadis itu jika tidak mengingat bahwa Hye Soo sedang sakit dan tidak mungkin baginya pergi ke tempat ini. Soo Ah tiba di depan toko itu dan benar saja banyak gadis berseragam sekolah yang sudah ramai didalam toko yang Soo Ah yakini mereka telah bolos sekolah demi DVD EXO. Dia menitipkan tas gitar di tempat penitipan barang sebelum akhirnya menembus kerumunan orang yang telah mengantri di dalam. Benar saja bahwa album bonus yang dikatakan Hye Soo hanya bersisa sepuluh biji dari 100 yang tertulir di raknya. Soo Ah mengambil satu pcs dan beranjak untuk berjalan ke kasir saat tanpa sengaja DVD yang ada di genggamannya telah jatuh terhempas di lantai. Seseorang menabraknya dari samping.

“Oh, maaf nona. Saya tidak sengaja”, sapa suara pria yang menabraknya. Soo Ah cukup bernapas lega saat mengetahui bahwa album EXO itu bukan berbahan dari kaca ataupun barang yang mudah pecah. Dia menatap pria berambut coklat itu sejenak, dan hanya tersenyum sambil menanggapi perkataannya.

“Tidak apa-apa, tuan tidak ada masalah dengan DVD nya”, sambil mengambil album yang diserahkan dari tangan pria itu.

“Sekali lagi saya mohon maaf nona”, sebelum dia beranjak Soo Ah tersenyum dan membungkuk pada pria yang mungkin selisi umurnya tidak terlalu jauh dengannya.

Soo Ah beranjak meninggalkan toko musik untuk berjalan ke kampus. Sesaat dia mengingat kejadian di toko musik beberapa saat lalu. Seolah dia tidak asing dengan pria yang menabraknya tadi, namun sekuat tenaganya dia mengingat namun yang dia dapatkan nihil. Akhirnya dia tidak ambil pusing dan bergegas untuk pergi ke kampus. Siang ini pukul 14.00 akan ada siaran special dari Seoul City FM yang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-10. Hari spesial itu menjadi keuntungan bagi seorang Kang Soo Ah karena Ilhoon akan hadir lebih awal hari ini, dan yang lebih menyenangkan baginya adalah sesi itu akan membuka live massage melalui via telephone, lalu Soo Ah telah menyiapkan amunisi pulsa dalam ponselnya dan tak segan untuk membolos satu mata kuliahnya siang ini.

Soo Ah keluar dari kelas pukul 13.45 terlambat 15 menit dari jadwal sebenarnya. Dia menggerutu karena Mr. Park yang mengajarnya siang ini justru menceritakan anak gadisnya yang sedang menjalani masa trinee di YG Ent, dan mengakibatkan waktu kuliahnya menjadi molor seperti saat ini. Segera setelah Mr. Park mengakhiri salamnya dia berlari keluar mengabaikan seorang teman yang meneriakinya dan dia justru berkata “Maaf aku harus keluar, Urgent”.

Dia menghela napas panjang saat tubuhnya telah terhempas di salah satu kursi di taman kampus, dia segera menyalakan mini radio yang sengaja dia bawa dari rumah. Benar saja suara Ilhoon telah menggema di telinga ‘Dia melewatkan sesi pembuka’. Demi apa dia menyumpahi Mr. Park yang telah menyita waktunya siang ini.

Kali ini Soo Ah mendengar suara Ilhoon tidaklah sendiri dan ditemani suara gadis yang terdengar sangat lembut di telinganya. Entah mengapa Soo Ah membayangkan sesuatu diluar batas kendali dirinya ‘Dia benci mendengar gadis lain yang berbicara dengan Ilhoon’. Namun dia abaikan semua itu dan terfokus pada suara Ilhoon yang menggema.

“Ilhoon I’ll ask you about something? Do you have a special audience on you night section? As you know everyone like you more than me on the sections of this program

Sapa DJ wanita yang menjadi patner Jung Ilhoon siang ini yang diketahui bernama Jimin. Soo Ah mendengar Ilhoon tertawa sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Jimin beberapa saat lalu.

“Hahaha, I like your question Jimin. I think all of my audience are favourite. They listened to me although on the their night time or when they were bussy. But I think I’ve one, someone who make me smile very wide last night before I read her/his massage, and that’s a secret. Just guess who is she/he

Soo Ah mendengar perkataan Ilhoon dan hanya membayangkan dengan segenap fantasy nya tentang seseorang yang menjadi favorit seorang Jung Ilhoon sebelum akhirnya memfokuskan diri pada siaran radio yang kini telah memperdengarkan orang pertama yang berhasil terhubung dan dengan langsung berkomunikasi dengan Ilhoon dan Jimin. She’s very exited. Dan dia berharap kembali menjadi penutup dalam sesi special ini.

“Hello, anybody there?”

Soo Ah tercengang saat suara yang dia dengar bukan hanya berasal dari mini radionya namun dari ponsel yang berada dalam genggamannya. Dadanya berdentum amat keras seolah ingin keluar dari rongganya begitu saja. Suara Ilhoon menyapanya dibalik sana, dan kini dia bukan hanya berkhayal sambil membayangkan Ilhoon dari balik suarnya.

“Hello, I’m here”

Satu kata yang keluar dari bibirnya dengan Bahasa inggris yang telah dia hapalkan sejak semalam demi sesi yang dia tunggu. Meski dia tidak membayangkan bagaimana kedengarannya aksen inggrisnya yang terdengar diluar sana. She’s just try to be the best right now.

“Hello girl, with who I talk? What’s your name?”

“Hmm. I’m K.S. nice to talk with you Ilhoon dan Jimin”

Dibalik suara Soo Ah yang menggema menyapa Ilhoon dan Jimin, namun pria yang baru saja disapanya seperti kehilangan nyawanya dalam sekejap. Jimin menatap pria itu sesaat dan segera mengambil alih menyapa K.S yang tersambung olehnya. Ilhoon hanya menggelengkan kepalanya singkat sebelum kembali terjun bersama Jimin menyapa audience nya.

“Me too, K.S. Oh, before I listen about your request today. I’ll ask you about something, who do you like as a DJ on this section K.S? me or Ilhoon?”

Soo Ah terdiam membatu, dia tahu siapa yang harus dia sebutkan. Dia tahu bagaimana menyebutkannya namun jantungnya saat ini seperti terlempar keluar begitu saja. Bahkan dia lupa bagaimana caranya berkata dengan baik.

“Ilhoon”

Sumpah demi apa Soo Ah benci mengatakannya dengan sesingkat itu, namun suara Jimin dan Ilhoon telah riuh mengacaukan suasananya saat itu, kembali setelahnya sang DJ favoritnya telah mengusiknya kembali ke dunia nyata.

“Thank you K.S, I know you often request on my night section. So, what are you want to do right now? And what’s your request?”

Ilhoon mengakhiri perkataanya dengan segenap keberanian yang dia ucapkan meski nyatanya jemari-jemari tangannya berkeringat tanpa alasan mendengar suara gadis bernama K.S.

“First, Happy birthday for SS FM. I wish you always be the best”

“And today I don’t need some request song but I’ll sing a song, live”

“Like DJ Ilhoon always said for the audience, life is process to be the best even when you want to be perfect but you can’t. Thank you DJ Ilhoon, I like when you give us more energy every night. And now I’ll sing the song for all audience –Simple Plan_Perfect

Ilhoon mendengar sebuah petikan gitar dari gadis bernama K.S tersebut, dan satu baris lirik yang membuka lagunya kali itu,

“Hey, Dad look at me, think back and talk to me did I grow up according to plan?”

Dia membayangkan bagaimana rupa seorag gadis dengan suara lembut dengan music akustik dari gitar yang dipetiknya saat itu. Ilhoon melirik Jimin yang menikmati irama dari gadis bernama K.S itu, dalam hati Ilhoon berkata “Actually, she’s my favourite, Jimin”.

***

Hari ini kembali menjadi bom waktu bagi seorang Kang Soo Ah, baru saja Hye Soo sebagai koordinasi kelasnya memberikan pengumuman bahwa dalam seminggu kedepan kelas akan dirotasi menjadi malam hari karena ada beberapa kegiatan kampus yang tidak bisa ditinggalkan. Betapa Soo Ah ingin melempar Hye Soo dengan kotak pensil miliknya jika tidak menyadari bahwa pengumuman yang disampaikan Hye Soo bukanlah kehendaknya melainkan dari bidang kemahasiswaan di kampusnya.

Soo Ah tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya seminggu kedepan jika dia tidak mendengar suara seorang Jung Ilhoon barang sedetikpun. Karena hal itu telah menjadi racun tersendiri baginya, dan kini dia seperti seorang pecandu radio. Layaknya bagaimana Hye Soo menggemari EXO sampai menghabiskan uang sakunya hanya untuk membeli album dan tiket konsernya, begitu pula Soo Ah dia menggemari seorang DJ Seoul City FM yang menemani malam-malamnya.

Mungkin dia bisa saja mencuri-curi waktu untuk memasan earphone disela jam kuliahnya namun matilah jika sampai dosennya mengetahui apa yang dia lakukan saat itu. Faktanya sesi radio milik Ilhoon kini berganti menjadi pukul 08.00-09.00 dan ia baru akan menyelesaikan kuliahnya pukul 09.00 belum lagi asumsi dosen yang menambah jam kuliah tanpa kesengajaan. Oh Shit, she hate this to much.

Malam ini Ilhoon memulai sesi baru siarannya pukul 08.00-09.00 karena adanya pergantian jadwal yang diinginkan dari PD radionya. Dia memulai hari ini dengan semangat, menyapa setiap audience yang mengirim pesan-pesan dan music request malam itu.

Baru saja dia mendapat suntikan semangat satu hari lalu berkat sebuah lagu Perfect dari salah satu his favourite audience. Tapi malam ini dia menelan sedikit kekecewaan ketika dia mengakhiri sesinya dengan tak ada satupun pesan dari seorang berinisial K.S. Ilhoon mencabut headphone yang dia kenakan, membolik-balik script yang dia bawakan, dan mengecek pesan-pesan dari layar PC di sampainya. Sejenak menghela napas sebelum meninggalkan ruang on air nya malam itu dengan harapan esok akan ada K.S yang mengisi pesan dalam layar PC nya.

Empat hari berlalu sudah namun Soo Ah serasa menyimpan dendam berlebihan karena waktu tidak berlalu dengan cepat, dan yang lebih menyebalkan setiap malam dia harus pulang larut dan mengecek radio melalui ponselnya namun yang dia dengarkan selalu saja suara Jimin yang sudah mengganti sesi Ilhoon sebelumnya. Andai saja sesi Ilhoon tidak berganti lebih awal, andai saja tidak ada acara di kampusnya, dan andai saja dia tidak mendapat jadwal kuliah pengganti di malam hari. Semua yang dia pikirkan hanyalah kalimat pengandaian yang tiada akhirnya. Lalu terakhir, andai saja dia mengenal seorang bernama Ilhoon maka dia tidak akan segan-segan menelephone nya malam-malam untuk mendengarkan siaran penggantinya namun nyatanya semua yang dia andaikan adalah –TIDAK.

Sebaliknya di tempat on air, Ilhoon tidak dapat pula memikirkan bagaimana mungkin seorang K.S yang beberapa hari lalu memberikan jempol atas nominasi DJ favorit, bagaimana K.S yang memberikannya sebuah lagu dengan suara manisnya kini menghilang bagai ditelan bumi. He’s going to crazy. Bahkan dia tidak dapat pulang membayangkan bagaimana rupa gadis itu. Mendengar suaranya saja sudah menenangkan hatinya, membaca pesan request nya saja sudah teramat menyenangkan baginya. Kini dia seperti kehilangan satu bagian dari dalam dirinya. Ilhoon berpikir bahwa dia sudah terlanjur terbiasa namun kini dia kehilangan kebiasaan itu –He’s feels so empty.

Ilhoon tidak dapat berpikir secara jernih setelah mengakhiri sesinya malam ini. Dia mengamati layar PC yang masih menyimpan pesan terakhir seorang K.S beberapa hari lalu, dia hanya mengamati dalam diam. And once again he lost his mind, dia meraih ponsel dalam sakunya dan mencatat sebuah nomor 010-023-xxx pada layar ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana. Dia bergegas mengambil sweater birunya dan keluar meninggalkan ruangan.

***

Soo Ah berjalan meninggalkan kampusnya sambil membawa gitar dibalik punggunya seorang diri menuju halte bus. Beberapa hari ini dia kehilangan semangatnya, dia pulang dengan lemas. Duduk di dalam bus sambil mengamati jalanan kota Seoul yang tidak pernah mati barang sedikitpun. Dia duduk di halte bus sambil mengecek jam di pergelangan tangannya, masih 20 menit sebelum bus selanjutnya datang. Hye Soo harus menyelesaikan kegiatan kemahasiswaan nya malam ini maka Soo Ah harus rela berjalan seorang diri menuju halte.

Dia menyandarkan kepalanya pada tiang besi di halte tersebut, sesekali melihat lalu lalang pejalan kaki yang menyeberangi jalanan. Ponselnya berdering dari saku jaketnya, dia meraih dan membuka satu pesan yang masuk ke dalamnya. Mungkin dia berpikir Hye Soo memintanya menunggu di halte karena dia batal melakukan kegiatannya, namun nyatanya dia mengerutkan dahi membaca pesan tersebut.

010-568-xxx

Hello, K.S.

Han River, Just coming here right now.

I’m waiting you till you come here.

-Your fav DJ-

Jemari Soo Ah bergetar, hampir saja ponsel dalam genggamannya terjatuh ke tanah. Bahkan dia melewatkan bus yang berhenti di depannya. Dia tidak dapat mencerna setiap perkataan dari pesan yang terkirim dalam layar ponselnya. Sekali lagi satu pesan masuk ke dalam ponselnya.

010-568-xxx

I’m serious. I’ve request for you tonight.

Well, Soo Ah mungkin bersikap bodoh malam ini, dia percaya akan pesan yang masuk dalam ponselnya tanpa berpikir mungkin saja itu adalah orang iseng yang mengetahui bahwa dirinya menyukai seseorang bernama Ilhoon tersebut, atau kemungkinan lain yang bisa saja terjadi, dan akhirnya dia memanggil taksi untuk menuju ke sungai Han yang menempuh waktu 30 menit dari sana. Dia tidak berniat membalas pesan tersebut, dan hanya akan menuju kesana untuk memastikan kebenarannya. Jika memang beruntung mungkin ini kesempatannya untuk melihat rupa seorang Jung Ilhoon secara nyata –not a fantasy. Namun jika tidak beruntung maka esok dia hanya akan makan sekali selama sehari karena uang sakunya telah habis untuk menyewa taksi menuju Sungai Han.

30 menit berlalu, Soo Ah sampai di sungai Han dan melihat bahwa pinggiran sungai Han malam ini cukup ramai. Namun yang membuat dia bodoh adalah bagaimana mungkin dia menemukan seseorang di tempat yang luas jika dia tidak menanyakan dimana tepatnya orang itu berada. Namun dia tidak peduli, dia tetap berjalan menyusuri pinggiran jalan Sungai Han sambil mengencangkan tas gitar pada punggungnya. Dalam kejauhan dia melihat seorang pria yang berdiri dengan menyimpan tangan dalam saku celananya sambil menatap sungai yang terlihat samar terpancar sinar bulan. Angin malam ingin berhempus sedikit kencang membuat Soo Ah mengeratkan kancing jaketnya.

Kini dia berdiri sekitar 2 meter di belakang pria yang dia lihat tadi, dalam cahaya lampu malam dia hanya dapat melihatnya dengan samar. Sekali lagi Soo Ah menjadi gadis yang bodoh. Jika memang pria itu yang mengiriminya pesan baiklah dia akan menyapanya, jika memang dia Ilhoon bahkan jika itu bukan dirinya. Setidaknya dia harus menunjukkan manner yang baik, kan? Dia menghela napas sejenak sebelum memberanikan diri mengeluarkan suara.

Excuse me

Dia mencoba menyapa dengan bahasa asing, berharap seseorang di depannya akan menanggapi hal serupa dan jika memang iya maka ekspektasinya mengenai seorang bernama Ilhoon bukanlah ilusi semata. Pria itu berbalik, dan dalam sekejap Soo Ah seperti sedang de javu pada suatu waktu. Bagaimana dia mendekripsikan seorang pria dengan rambut bergelombang berwarna cokleat yang sedikit panjang itu dan bagaimana mungkin dia melupakan fakta bahwa mereka pernah bertemu tanpa sengaja waktu itu –di toko milik Daniel.

“Wow, I think this world is very tight. Kurasa kita pernah bertemu”, pria itu mengakhiri perkataanya dalam satu helaan napas.

“Jung Il Hoon, dan aku berharap bahwa kau adalah K.S”,

Jika Soo Ah sedang bermimpi maka jangan biarkan dia terbangun saat ini. Dia berdiri membatu mendengar sapaan pria dihadapannya. Dia lupa caranya berbicara, bahkan menyebut namanya saja dia tidak tahu bagaimana. Dia ingat bagaimana pria dihadapannya pernah menjatuhkan album EXO yang dia belikan untuk Hye Soo beberapa minggu lalu, dia masih sangat ingat. Segala macam bentuk fantasi yang pernah dia bayangkan pecah ditelan senyum yang merekah dari bibir pria dihadapannya. Soo Ah menatap dengan seksama, Ilhoon tidak terlalu sempurna –He’s just good looking for her. Namun entah mengapa melihatnya secara nyata membuat dirinya menjadi senang bahkan dia berpikir saat ini bahwa –She’s the most happy girl in the world.

“Kang Soo Ah, actually you know me as K.S”, Gadis itu tersenyum seakan rasa gugup yang melanda dirinya sesaat sebelumya dia hilangkan begitu saja. Jika ini kesempatannya untuk bertemu secara langsung dengan Ilhoon maka biarlah dia terjun sesaat dalam fantasinya.

Ilhoon melihat gadis didapannya tersenyum seusai menyebutkan nama K.S sebagai Kang Soo Ah. Ilhoon tertawa tipis menertawakan dirinya sendiri tanpa peduli ekspresi Soo Ah didepannya. Benar saja dia tidak hanya terpaku dengan suara Soo Ah dari balik siaran on air nya. Bahkan mendengar suarnya langsung jauh lebih menyenangkan.

“Actually you’re my favourite DJ, Ilhoon-ssi. Aku sangat tersanjung saat kau mengajakku bertemu seperti saat ini”

She’s lost her mind, melihat bagaimana dia berbicara seolah semua rasa gugup, takut, yang pernah dia pikirkan sebelumnya harus dia tanggalkan begitu saja. Dia memulai pembicaraan dengan santai dengan Ilhoon –she’s easygoing.

“Tapi maaf aku harus segera pulang sebelum ibuku mengomel mencariku, jadi bisakah kau katakan apa permintaanmu seperti yang kau sebutkan dalam pesanmu?”

Ilhoon menatap bagaimana gadis itu berkata dengan cakap, dia suka gading yang mudah bergaul seperti Soo Ah atau garis besarnya bagaimana jika aku katakana bahwa Ilhoon suka segala yang ada dalam diri seorang Kang Soo Ah hanya dengan sekali melihat gadis tersebut. Ilhoon melangkah lebih dekat di depan gadis itu menatap tepat pada matanya yang diterpa sinar rembulan malam ini. I know he’s very crazy tonight. Tanganya terangkat meraih anak rambut seorang Kang Soo Ah yang terbang terkena angin malam dan menutupi sebagian kelompak matanya hingga dia dapat kembali menatap matanya.

“Yes, I’ve request for you tonight, and my request is..

..would you be my girl, K.S?

***

Three days later.

“Oke, everybody before I close my section tonight, I’ll give you a special music special for someone who falling in love.

Thank you for listened me tonight, I’m Ilhoon see you tomorrow. Goodnight.

This is song for you –Jung Eun Ji & Seo In Guk_All for You.”

Ilhoon mengakhiri sesi on air nya malam ini sempat sebelum dia meninggalkan ruangnya dia mengetik beberapa pesan dalam ponselnya. Dia tersenyum membaca pesannya sendiri kemudian belalu meninggalkan ruangan.

To : My K.S

This’s song special for you,

Goodnight baby, I love you.

~END~

Actually, sometime I saw Music Video by BtoB – It’s Okay and on the first second I like someone who appear first as a DJ.

He’s JUNG ILHOON, Yey!

So I make this fiction as my fantasy,

Pada dasarnya aku sedang berlatih untuk menulis menggunaka multi-bahasa untuk setidaknya mengasah kebahasaanku. Hahaha

For you who never seen ILHOON on that MV so check right now guys.

I like Ilhoon who looks like a cold guy,Hahaha and actually Ilhoon is one year older than me.

So, I never expectated to call him OPPA, aku lebih suka memanggilnya dalam sebutan ILHOON saja.

Just emagine the girl as you want, (maybe you or someone another, tapi dalam bayanganku aku berimajinasi bahwa Kang Soo Ah adalah hampir mirip-mirip dengan Red Velvet Seulgi).

In a fact, I Still biased Baekhyun, tapi sebelum EXO Comeback again, aku tidak akan meneruskan segala macam fiction about EXO.

Thanks for reading my fanfiction,

I need your comment.

Advertisements

8 responses to “VOICE – Story by SERENADE

  1. OH MY GOD! I really can’t wait for leaving comment here! Why? 1st, bc’z I’m so speechless knowing that the author chose Ilhoon as the cast. I’m CUBE stands, so that’s the reason. 2nd, U makes me totally crazy by written BEAST-HIGHLIGHT! I am their fan since 8 years ago! And Third Its Still Beautiful is only one song I heard hundred times in this time! And 4th, I love how U set the story! Ok author, U bring all of my fav. here and Iam so grateful! 😀 Thank U so much. Message: ‘typlogical error’ 😉

    • Hello hayeon-ah. Thanks for leaving comment here.
      That’s just my absurd story about Ilhoon. Wkwkw
      Btw why are you spechless to know I choosed ilhoon as my cast?
      I just like him than before although there’re another member who most handsome than him. 가슴이 차가운 남자가 정일룬 😄😄

  2. He looks like so pure.. He’s cute, and kind. I like him though he’s not my bias 😛 He’s lovable! It’s the first time I read ff with him as the main cast. Moreover, I like when U used English in this story_ U also put some wise words there through radio as the media. The plot flows softly. I mean U totally succeed write this b’cz it feels alive. 🙂

  3. please , I need a sequel.
    give me a sequel TT ..
    .
    Btuh sequel saat mreka jadian kyak apa gitu pasti romantis bgt dehh uhhh , bikin baper baca pesan ilhoon bwt soo ah yg trakhir .
    ahhhh author nya hrus kudu wajib ada sequel ny ini mah TT

  4. awalnya aku mampir karena ada foto ilhoon yang nongol di TL wp kak hehehe… kemudian pas ngescroll ke bawah kayak ‘aduh panjang… bacanya secara sekilas aja deh…’ gitu… tapi kemudian aku mulai baca dan tanpa sadar aku terbawa bapernya kak… bahasa yang kakak gunakan ngalir banget, dan rencana bakal baca sekilas doang itu bubar langsung; aku jd baca dengan seksama dan membayangkan setiap detail adegannya… lalu baper … (mana di tengah2 baca di playlistku ada lagu Remember That main)
    ini manis banget kak.. beneran… dan aku suka banget endingnya…. sequel juseyo kak hahahahaa penasaran mereka setelah pacaran gimana…

    nice fic! Keep Writing, Kak 🙂

  5. hello. someone told me about your fic bcs of ilhoon and she said your fic’s worth to read and . . yeah, im hereeee!
    uda lamaa engga pernah baca fic member btob yg bahasa indonesia makanya aku kaget waktu temenku kasi tau fic kamu castnya ilhoon……… langsung yg ‘omg serioyslyyyy??’ uda lamaa ngga pernah ada yg nulis ilhoon sm btob huhu mereka dah kalah tenar sm rookie :”))) aku bahagiaa bisa baca fic kamuu yaampun tysm fic kamu ngobatin kangen aku.ini ceritanya kereennn dulu jaman its okay rilis aku jg pengin bikin fic ilhoon djradio!au tp yaa gitu hhh engga jadi mulu dan terima kasih banyaakkkkk kamu uda eksekusi ilhoon djradio!au dengan tic sekece inii. aku ngga nyesel baca ribuan words beginii yaampuun makasiii ❤

    keep writing yaaa! ^^)9
    (ps. maaf komen no mutu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s