Pain of Love (3) – QueenX

Pain of Love (3)

c

Author

QUEENX

Genre : HURT

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

1

2

 

Alice tidak menyangka kalau hujan akan mengguyur kota Seoul malam itu sebegitu derasnya. Ia bahkan sama sekali belum mendapatkan panggilan dari Jungkook. Ia terus berjalak bolak-balik di depan meja belajarnya sambil menatap ke ponselnya. Tertampang wallpaper dengannya dan Jungkook saat mendatangi sebuah taman hiburan beberapa pekan yang lalu. Dipandanginya wajah Jungkook dengan penuh sayang.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Alice memutuskan untuk menghubungi Jungkook terlebih dahulu, ponsel yang baru ia letakkan di atas nakas, buru-buru diambilnya. Baru akan memencet tombol panggilan untuk Jungkook, terdengar suara petir yang mengejutkannya dan membuat ponselnya terjatuh dari tangannya. Tanpa berpikir lama, ia langsung berlari mengambil jaketnya dan payung di dalam laci dan berlari keluar dari kamarnya.

“Mau kemana, sayang?” tanya sang ayah saat melihat Alice berlari menuruni tangga.

“Sayang! Di luar sedang hujan deras, kau mau kemana?” tanya sang ibu kemudian.

“A-aku…aku harus pergi, bu. Aku akan segera kembali.” Jawab Alice lalu segera berlari keluar rumah dan membuka payungnya untuk pergi ke taman menyusul Jungkook.

“Jeon Jungkook!” pekik Alice ketika sampai di taman kota.

Angin yang berhembus cukup kencang saat itu sukses membuat sekujur tubuh Alice menggigil kedinginan, ia bahkan tidak memakai celana panjang. Hanya bagian atas tubuhnya yang tertutup rapat dengan jaket tebal. Kepalanya ia palingkan ke kiri dan ke kanan, siapa tahu ada Jungkook yang sedang berteduh di bawah pohon atau ada di dalam kotak telepon umum.

“Jeon Jungkook kau dimana?!” pekiknya lagi.

Suasana taman kota yang biasanya ramai di malam hari dengan banyak pasangan muda juga pasangan suami istri kini sepi bak di kuburan. Mengingat hujan yang deras disertai angin kencang, tentu tidak ada satupun orang yang cukup gila untuk datang kesana. Tapi Alice, ia malah berada disana hanya demi mencari Jungkook, pria yang merupakan sahabatnya yang ia cintai meski jelas Jungkook tidak membalas cintanya.

Ia berdiri terpaku di tengah taman saat ia menemukan Jungkook berdiri sambil menunduk di bawah lampu tangan, masih memegang seikat bunga mawar yang kini basah total karena terkena hujan, begitupula dengan sekujur tubuhnya yang sudah basah kuyup. Alice langsung berlari menghampirinya dan memayunginya.

“J-Jungkook…” panggilnya lirih.

Jungkook mengangkat kepalanya, dilihatnya Alice yang berdiri di depannya sambil memayunginya. Tanpa kata ia menjatuhkan kepalanya di pundak sahabatnya itu. Alice terkejut namun tak mendorong tubuh Jungkook, ia melihat punggung Jungkook bergetar dan terdengar suara isakan. Ia mencoba untuk tidak percaya namun ia yakin, Jungkook menangis di pundaknya sekarang. Tak peduli dengan pakaian Jungkook yang basah kuyup, Alice kemudian mengulurkan satu tangannya yang bebas untuk menepuk punggung Jungkook.

Jungkook menjatuhkan buket bunga mawar dari tangannya dan membawa Alice ke dalam pelukannya. Alice tidak peduli dengan detak jantungnya yang berdegup dengan kencang, yang ia pedulikan saat ini adalah membuat Jungkook bisa tenang dan kemudian meminta penjelasan atas tangisan Jungkook, meski ia sudah yakin dan tahu ini pasti hanya karena satu hal, penolakan Hyejin.

“D-dia…dia menolak cintaku. A-aku…aku tidak menyangka kalau ia akan menolakku.” Ucap Jungkook di sela isak tangisnya.

“Kau menangisinya hanya karena ia menolakmu? Dasar laki-laki pengecut.” Ejek Alice sambil berbisik.

“B-bukan itu masalahnya. Aku menangis karena kebodohanku selama ini.” Ucap Jungkook kemudian, masih memeluk tubuh Alice.

Kau memang bodoh Jeon Jungkook. Kau bahkan tidak melihat kalau aku menyukaimu.’ Batin Alice.

“D-dia…dia datang bersama dengan kekasihnya. M-mereka, mereka saling bergandengan tangan, gadis itu…dia mempermalukanku di depan kekasihnya, Alice.” ucap Jungkook.

Alice yang mendengar itu langsung menjadi geram, Kim Hyejin benar-benar tidak berperasaan sama sekali. Ia benar melakukan rencananya yang tak sengaja Alice dengar saat akan masuk ke dalam toilet sekolah. Alice sudah sampai pada titik kesabarannya, besok ia akan membungkam mulut Hyejin, ia harus memberikan peringatan untuk Hyejin.

#

Rencana Alice untuk memberi peringatan untuk Hyejin ternyata gagal total. Usai menenangkan Jungkook dan menemani Jungkook pergi ke kedai kopi sampai tengah malam dan membuatnya dimarahi habis-habisan oleh ibunya saat pulang dengan tubuhnya yang ikut basah meski tak separah Jungkook, keesokan paginya tubuh Alice menggigil hebat, suhu tubuhnya meningkat dan ia didiagnosa terkena demam dan harus beristirahat selama beberapa hari di rumahnya.

“Ibu tidak akan mengizinkanmu bertemu dengan Jungkook sampai kau sembuh nanti.” Ucap sang ibu usai menyuapi Alice makan dan memberinya obat.

“Ibuuu.” Rengek Alice.

“Gara-gara dia kau harus mengalami demam seperti ini. Dasar anak satu itu.” Gerutu sang ibu.

Sang ayah yang hanya melihat rengekan Alice pada ibunya hanya bisa tertawa.

“Benar kata ibumu, ayah juga tidak akan mengizinkan Jungkook untuk menjengukmu jika ia datang ke rumah nanti.” Sambung sang ayah.

“Ayah dan ibu jahat sekali, sih. Aku kan sudah menjelaskan tentang Jungkook yang—”

“Biarkan saja dia yang patah hati. Mengapa urusan cintanya harus menjadi urusanmu juga?” potong sang ibu.

“Istriku, tidakkah kau lihat putri kita sedang jatuh cinta? Untuk apa dia repot-repot membuat dirinya kehujanan malam itu kalau bukan karena demi memperjuangkan cintanya.” Ucap ayah Alice, membuat wajah Alice yang merah karena demam, menjadi semakin merah.

“Oh, oh, baru menginjak usia enam belas tahun saja kalian sudah saling cinta-cintaan seperti itu. Lihatlah anak muda zaman sekarang, suamiku. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran mereka.”

“Tentu saja ibu tidak habis pikir, ibu kan sudah bukan remaja lagi.” Balas Alice yang langsung mendapat tatapan galak dari sang ibu.

#

Baru sehari Alice tidak masuk sekolah saja, ia sudah merasa bosan sekali. Ia merindukan Jungkook, itu yang paling ia rindukan dari segala hal tentang sekolahnya, lalu merindukan tugas sekolah dan teman-teman di kelasnya.

“Jungkook serius tidak ibu izinkan menjengukku, ya?” gumam Alice.

TOK

TOK

TOK

Alice terkejut ketika mendengar suara jendela kamarnya diketuk, ada Jungkook melambaikan tangannya dari luar jendela sambil menunjukkan sekantung jeruk dan apel. Alice langsung turun dari kasurnya dan membuka jendela kamarnya. Dilihatnya Jungkook yang berdiri di atas tangga panjat yang ia dapatkan dari pinggir rumahnya.

“Hey, ambil ini! Cepat!” ucap Jungkook mengulurkan kantong tersebut.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

13 responses to “Pain of Love (3) – QueenX

  1. Pingback: Pain of love (4) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s