Bridesmaid ~ohnajla

ohnajla || fluff, romance || G || oneshoot

Min Yoongi aka Suga BTS 

Kim Seokjin aka Jin BTS (cameo)

OC

Yoongi mengerang ogah-ogahan ketika pantatnya terus dipukul oleh sang ibu. Dia terus menyembunyikan diri di balik selimut. Tapi ibunya tetap tidak berhenti memukulinya.

“Pokoknya kau harus ikut hari ini. Antar ibumu!”

“Ah shireo!! Aku mau tidur!”

Yaa! Kau bisa tidur lagi sepulang dari sana! Sekarang ayo cepat bangun!!”

Shireooo!!”

Nyonya Min menghela napas lelah. Beliau yang sudah cantik dalam balutan dress warna ungu pun mengusap keringat di wajahnya sambil membetulkan tatanan rambutnya yang hampir rusak karena membangunkan anaknya itu.

“Kau ini sudah pengangguran, pemalas, tidak segera menikah pula. Lalu apa gunanya aku memberimu makan selama duapuluh enam tahun ini, hah?!”

“Setidaknya aku tidak mengikuti jejak ayah dan ibu, hamil di luar nikah.”

BUG!

“BANGUN SEKARANG JUGA ATAU KUHAPUS NAMAMU DARI KARTU KELUARGA!”

Akhirnya Yoongi pun mau hengkang dari kasur tercintanya dan bergegas ke kamar mandi meskipun sedikit ogah-ogahan.

Keributan pagi itu terjadi karena ibunya ingin pergi ke acara pernikahan anak dari temannya. Sebenarnya anak dari temannya adalah teman Yoongi juga. Yaitu Kim Seokjin, pria berusia 26 tahun sama sepertinya yang hari ini melangsungkan pernikahannya untuk melepas masa lajang. Selain malas, mungkin karena itulah dia juga enggan datang ke sana. Malu melihat teman sudah menikah sementara dia belum.

Sepuluh menit bersiap-siap akhirnya dia keluar juga dari kamar. Mendapati tatapan kesal sang ibu yang sudah lelah menunggunya.

“Kau ini melakukan apa saja sih di kamar mandi? Makanya cepat menikah! Menyusahkan orang saja.”

Yoongi menatap punggung ibunya heran. Ibu ini sedang PMS atau bagaimana sih?

Yaa ppali!

Yoongi pun menyusul kepergian ibunya.

Mereka naik mobil ke acara pernikahan itu.

Untungnya acara baru akan dimulai ketika mereka sampai di sana.

Yoongi hanya membuntuti kemana ibunya pergi. Dia menurut saja saat disuruh duduk di kursi paling depan.

Ia meringis kecil saat Seokjin menyadari kehadirannya dan memberinya senyum.

Sejujurnya dia sendiri tidak tahu siapa yang akan menjadi pasangan seorang Kim Seokjin. Yang dia tahu, gadis itu bukanlah gadis Korea. Kalau dia tidak salah ingat, gadis itu mungkin berasal dari Jerman. Seokjin pernah cerita kalau mereka berdua bertemu saat Seokjin mendapat job sebagai fotografer di sebuah majalah fashion. Bisa jadi calon istri Seokjin adalah seorang model. Tapi entah juga kalau bukan.

Tak lama kemudian, ruangan pun mulai heboh saat pengantin wanita datang. Semua orang menoleh ke belakang, termasuk ibunya. Dia yang juga jadi penasaran pun ikut-ikutan menoleh.

DEG!

“Cantiknya….”

DUG!

Ia pun langsung menoleh pada ibunya yang barusan memukul kepalanya. “Kenapa eomma memukulku?”

“Itu istrinya Seokjin, apa-apaan kau ini.”

Yoongi mendengus kesal. “Siapa juga yang memuji istrinya Seokjin.” Kemudian dia pun kembali menoleh ke belakang.

Dia benar-benar tidak melihat calon istri Seokjin yang memang cantik sekali dalam balutan gaun pengantin berwarna putih.

Matanya justru terpaku pada seorang gadis yang berjalan di belakang calon istri dan calon ayah menantu Seokjin. Satu dari empat bridesmaid yang mengiringi jalan si pengantin wanita.

Sampai bridesmaid itu sudah ada di depan, matanya tetap tidak berpaling sedikitpun darinya.

Seokjin dan Kareen, calon istrinya, mulai mengucapkan sumpah dan janji-janji pernikahan sebelum akhirnya bertukar cincin dan berciuman.

Yoongi bertepuk tangan saat yang lain bertepuk tangan. Tidak tahunya, tepat saat itu juga gadis bridesmaid yang sejak tadi dipandanginya tak sengaja menatapnya dengan senyum lebar.

Untuk kesekian kalinya Yoongi pun terpaku.

Gadis itu membungkukkan sedikit badannya seperti sedang menyapa. Yang kemudian dibalas dengan serupa oleh Yoongi.

Selesai acara, ibunya mendadak hilang entah kemana yang otomatis membuatnya harus tetap berada di sana sampai ibunya mencarinya. Dia yang memang malas bertemu dengan teman-teman Seokjin –yang juga teman-temannya, memilih untuk menyendiri di taman rumah Seokjin. Dia menendang-nendang batu kerikil di sekitarnya. Sambil memikirkan gadis bridesmaid yang tadi mencuri perhatiannya.

Sampai dia tidak menyadari bahwa batu kerikil yang ditendangnya terlempar ke tubuh seseorang.

“Aaah!”

Otomatis dia pun menoleh.

Matanya spontan membelalak lebar.

Gadis itu.

Buru-buru dia bangkit dan membungkuk 90 derajat penuh. “Maafkan aku.”

Gadis itu menghampirinya. Dia membawa sebuah tas tangan kecil, mungkin akan pulang. “Ah tidak apa-apa. Kau kenapa sendirian di sini? Tidak masuk ke dalam?”

Yoongi mendadak gelisah saat dia menyadari kalau sekarang gadis itu sudah berdiri tepat di hadapanya, di depan matanya. Sampai-sampai dia bisa melihat dengan jelas sapuan make up di wajah cantik itu.

“Oh itu … yah … tidak apa-apa sih … aku memang lebih suka sendirian….” Yoongi merutuki dirinya sendiri yang sudah bicara ngelantur seperti itu. “Ng … lalu kau?”

Gadis itu tersenyum lebar, dia mengangkat ponselnya yang menandakan kalau dia akan menelepon seseorang.

Yoongi pun menggaruk tengkuknya. Konyol. Baru saja dia berpikir kalau gadis itu kemari untuk menemuinya, tapi ternyata sedang membawa maksud lain. Dia tersenyum canggung menyadari kebodohannya.

“Ah begitu. Maaf sudah mengganggumu.”

Gwaenchana. Oh ya, namaku Oh Sena. Kau?”

“Min Yoongi.”

“Kau pasti temannya Seokjin ‘kan?”

Dia menatap Sena takjub. “Dari mana kau tahu?”

“Eh? Ternyata benar ya? Hahaha.” Sena tertawa kecil sambil menutup mulutnya. “Aku hanya menebak. Tidak kusangka ternyata benar.”

Sekali lagi Yoongi merutuki kebodohannya.

“Ya sudah kalau begitu. Aku permisi dulu. Senang berkenalan denganmu, Yoongi-sshi. Annyeong.” Sena pun berlalu setelah melambai yang dibalas dengan anggukan kecil saja oleh Yoongi.

Pria itu hanya menatap kepergian punggung itu sampai hilang dari pandangannya. Bahkan ketika Sena sudah sangat jauh darinya dan dia tidak tahu dimana lagi keberadaannya, dia tetap menatap ke sana.

Sayangnya dia baru sadar kalau dia telah melupakan kesempatan paling penting dalam hidupnya.

“Sial, kenapa aku tidak minta nomor ponselnya?”

Ia terus merutuki kebodohannya sampai akhirnya ibunya pun memanggilnya dan mengajaknya pulang ke rumah.

Eomma.”

“Hm?”

Eomma tahu siapa saja yang menjadi bridesmaid Kareen?”

Wae? Kau menyukai salah satu di antara mereka?”

Yoongi menggendikkan bahu. Tetap menatap lurus pada jalanan. “Aku cuma tanya.”

“Tidak. Eomma tidak mengenal mereka.”

“Hm….”

“Tapi kalau kau menyukai salah satu dari mereka, eomma setuju saja. Toh sudah waktunya kau juga harus menikah. Mereka cantik-cantik lagi.”

Yoongi tak merespon lagi kalimat ibunya. Dia tetap fokus menyetir sembari memikirkan seorang bridesmaid. Oh Sena.

Sesampai di rumah, tiba-tiba ia merasakan ponselnya bergetar. Penasaran siapa yang mengiriminya pesan, ia pun segera mengambil benda kotak ceper itu dari saku celananya.

.

.

DEG!

Fr: xxxx

Annyeong. Ini aku, Oh Sena. Benar ini nomornya Min Yoongi?

END

Ini gara2nya aku mau jadi bridesmaid besok ._. jadi aku malah dapet ide dan beginilah idenya :v maaf kalo gaje banget 

Advertisements

6 responses to “Bridesmaid ~ohnajla

  1. asyik singkat dan seru ceritanya 😀 😀 Ok chukkdeureumnida utk author Ohnajla yg akn jd Bridesmaid besok… Semoga acaranya sukses_ 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s