Pain of love (4) – QueenX

Pain of Love (4)

c

Author

QUEENX

Genre : HURT

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

1

2

3

 

“Kau tidak bisa lewat depan saja, ya? Mengapa harus memanjat segala?!” tanya Alice setelah Jungkook berhasil masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sebelah Alice sekarang.

Jungkook buru-buru membekap mulut Alice, “Psst! Ini saja kulakukan secara diam-diam, belum juga mengetuk pintu, ibumu sudah membuka pintu rumah dan menatapku marah lalu mengusirku.” Bisik Jungkook lalu melepaskan bekapan tangan di mulut Alice.

Alice menahan tawanya, ia tidak menyangka ia benar-benar serius dengan ucapannya. Jungkook kemudian mengeluarkan buku pelajarannya dan menyerahkannya di pangkuan Alice.

“Hari ini aku sudah menjadi anak baik dengan mencatat semua penjelasan guru. Semua ini demi dirimu. Cepat sembuh, ya.” Ucap Jungkook lalu mengacak rambut Alice.

Alice tersenyum, “Terima kasih.” Ucapnya lalu menaruh buku pelajaran milik Jungkook di atas meja belajarnya.

“Tadi aku bertemu dengan Hyejin.” Ucap Jungkook.

Senyuman di bibir Alice memudar seketika, tangannya mengepal dengan keras. Kalau bukan karena sakitnya ini, ia pasti tadi sudah menghampiri Hyejin di kelasnya dan memarahinya habis-habisan. Tiba-tiba saja Jungkook membalikkan tubuh Alice dan memeluknya.

“Setelah ia menolakku ia benar-benar mengacuhkanku, awalnya kupikir aku akan sakit hati, namun ternyata aku bisa menghadapinya, aku membalas mengacuhkannya, kurasa rasa suka dan cintaku padanya sudah mulai memudar. Semua ini berkat dirimu.” Ucap Jungkook lembut.

Tangan Alice yang tadinya mengepal sekarang kembali ia buka dengan pelan, diulurkannya kedua tangan untuk memeluk Jungkook namun ia menahannya dan menurunkan tangannya kembali. Jungkook melepas pelukannya dan menatap Alice dengan lekat.

“Apa jadinya aku tanpamu.” Ucapnya lagi.

Lagi-lagi jantung Alice berdegup dengan kencang, ia benci keadaan dimana Jungkook harus semanis ini terhadap dirinya. Ia benci menahan perasaannya yang semakin membuncah, namun ia akan lebih benci lagi pada dirinya kalau ia mengakui semua ini di depan Jungkook dan kemudian Jungkook menolaknya dan persahabatan mereka hancur berantakan hanya karena pernyataan cintanya.

“Apakah aku seberarti itu?” tanya Alice.

Ucapan itu meluncur begitu saja dari bibir tipisnya. Jungkook mengangkat alisnya dan mengangguk.

“Kau adalah segalanya bagiku. Oleh karena itu, kau harus tetap disisiku sampai kapanpun, sahabatku.” Ucap Jungkook lalu memeluk Alice lagi.

Ya…sampai kapanpun aku hanyalah sahabatmu. Akulah Tinkerbell, yang selamanya hanya akan menjadi sahabat di mata Peter Pan.

#

Hari sudah senja. Alice masih tetap bertahan di posisinya. Dipandanginya Jungkook yang tertidur dengan pulas di kasurnya. Sementara dia sendiri, malah lebih memilih untuk duduk di lantai dan mengamati wajah tampan Jungkook saat sedang tertidur.

“Bagaimana bisa babi gendut berkacamata layaknya Harry Potter bisa berubah menjadi setampan ini? Masa puber benar-benar mengubahmu dari babi gendut menjadi pangeran tampan Jungkook-ah.” Ucap Alice lalu tersenyum lagi.

“Hoaaamm.” Jungkook menggerakkan tubuhnya lalu membuka kedua bola matanya.

Alice yang terkejut langsung berpura-pura tidur dalam posisi duduknya.

“Eh? Bagaimana bisa aku tertidur disin—astaga! Dia malah tidur di bawah sana. Sebenarnya siapa yang sedang sakit disini.” Terdengar suara Jungkook.

Jungkook kemudian turun dari kasur milik Alice dan merapikan bukunya yang berserakan di lantai.

“Dalam keadaan sakitpun perempuan ini tetap belajar. Kalau aku jadi dia, pasti aku sudah gila.” Gumam Jungkook yang terdengar oleh Alice. Alice hanya bisa menahan tawa dalam tidur pura-puranya.

Dihampirinya Alice lalu diangkatnya tubuh Alice kemudian ia rebahkan di atas kasur. Tak lupa Jungkook menyelimutinya. Untuk sesaat ia duduk di pinggir kasur Alice dan menatap Alice lalu membelai kepala Alice dengan lembut.

“Jangan belajar terlalu keras. Kau hanya memperhatikan buku pelajaran terus, kapan kau ada waktu untuk memperhatikanku?” ucap Jungkook.

Setelah puas mengamati Alice yang tertidur lelap, Jungkook berdiri dari duduknya. Mengambil tasnya lalu membuka jendela kamar Alice perlahan dan menuruni tangga.

Merasa Jungkook sudah pergi dari kamarnya, perlahan Alice membuka mata. Ia kemudian mendudukkan dirinya di atas kasur.

“Apa maksud ucapannya barusan?” gumamnya kembali teringat akan ucapan Jungkook sebelum pergi dari kamarnya.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

8 responses to “Pain of love (4) – QueenX

  1. Semoga aja jungkook cuman beralibi aja soal cintanya pada hyejin…
    Jadi alice ada harapan besar…
    Soalnya, makna kata2 jungkook masih samar…

  2. wahh jan2 jungkook suka lgih sama alice
    uhh ydh gk sabar pen liat mereka nyatai rasa suka nya masing2?/

  3. Pingback: Pain of Love (5) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s