Between US – “Warning” | QueenX

Between US

“Warning”

poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 3k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di BETWEEN US

 

 

 

Sejak tadi Hoseok tidak fokus dengan pekerjaannya. Yang ada dipikirannya adalah sikap aneh dan sedikit menyeramkan yang Monalisa tunjukkan saat ia menanyakan alasan keinginan adik tirinya itu untuk menempuh pendidikan di sekolah yang sama dengan pria bernama Oh Sehun itu.

Ini pertama kalinya Hoseok merasakan kalau adiknya akan melakukan hal-hal buruk dan nekad demi mencapai tujuannya.

“Aku tidak bisa membiarkan ini, aku harus bertemu dengan Sehun atau Yoojung untuk meminta mereka memperhatikan gerak gerik Monalisa di sekolahnya.”

Meski ia tidak memiliki hubungan darah dengan Monalisa, ia sangat mengenal adik tirinya seperti adik kandungnya sendiri. Ia masih ingat kejadian dimana ibunya akan menikah dengan ayah Monalisa. Sebelum akhirnya bisa menerima keberadaan Hoseok dan ibunya di rumahnya, Monalisa bersikap sangat dingin bahkan tidak pernah mau tersenyum pada Hoseok dan ibunya.

Bahkan saat pernikahan ayahnya dan ibunya akan dilangsungkan, Monalisa berniat membatalkan pernikahan itu dengan menikam perutnya sendiri dengan pisau dapur. Hal itu membuat ibu Hoseok memutuskan untuk membatalkan pernikahannya saja karena merasa sangat bersalah pada Monalisa. Hingga pada akhirnya Monalisa menerima ibu Hoseok sebagai ibu tirinya karena berkat beliau Monalisa bisa bertahan hidup sampai sekarang, saat ia menikam dirinya, ia kehilangan banyak darah dan hanya darah ibu Hoseoklah yang cocok dengan golongan darahnya.

Hoseok tidak mau Monalisa melakukan kebodohan yang serupa atau lebih berbahaya lagi jika tak segera dihentikan sebelum semuanya terlambat. Apalagi adik tirinya itu mengidap penyakit yang belum bisa disembuhkan karena tidak ada obat-obatan atau formula penyembuhnya.

Hoseok kemudian mengambil jas kerjanya dan berjalan keluar dari ruang kantornya lalu menghampiri meja sekretarisnya.

“Tolong batalkan semua janji dan pertemuan denganku siang ini. Aku ada urusan di luar.”

“Baik, Tuan.”

“Kalau ada yang menghubungiku dan ingin bertemu denganku, katakan saja padanya aku sedang tidak ada di kantor dan tidak tahu akan kembali kapan.”

“Baik, Tuan.” Jawab sang sekretaris sekali lagi.

#

Monalisa ditempatkan sekelas dengan Yoojung. Selain menjadi kejutan yang luar biasa, Yoojung juga menganggap itu sebagai hadiah. Ia bahkan sampai mengaktifkan ponselnya di tengah-tengah jam pelajaran hanya demi menghubungi sahabatnya untuk memberitahukan kabar gembira ini.

Monalisa yang tahu akan sekelas dengan Yoojung tidaklah begitu bahagia. Padahal ia sudah berusaha untuk membujuk kepala sekolah agar bisa ditempatkan di kelas yang sama dengan Sehun dengan alasan ia dan Sehun sudah saling mengenal. Jadi kalau ia mengalami kesulitan dalam mengikuti materi pelajaran ia bisa bertanya pada Oh Sehun. Tetapi sang kepala sekolah meragukan hal itu karena kalau bukan karena Kim Yoojung yang dekat dengannya, prestasi Sehun benar-benar buruk, ia hanya pandai dalam bidang olahraga saja. Monalisa tidak begitu peduli dengan hal itu karena tujuan kedatangannya ke sekolah ini hanyalah demi bisa dekat dengan Sehun, bukan malah dengan Kim Yoojung. Orang yang diam-diam sudah ia anggap musuh dan akan ia jauhkan dari Oh Sehun.

“Aku benar-benar tidak menyangka kita bisa sekelas Monalisa. Bagaimana perasaanmu hari ini? Kau pasti senang akhirnya bisa bersekolah di sekolah umum seperti remaja kebanyakan.” Tutur Yoojung saat berjalan bersama dengan Monalisa menuju ke kantin sekolah.

Sebenarnya akan menjadi luar biasa indah kalau saja aku tidak ditempatkan sekelas denganmu, gadis menyebalkan!’ rutuk Monalisa dalam hati.

“Menyenangkan. Apalagi aku bisa sekelas denganmu. Kau sendiri bagaimana?” jawab Monalisa sambil tersenyum.

“Aku? Jelas saja aku amat sangat senang. Sekarang, aku tak perlu repot-repot lagi mengikuti kegiatan sehari-harimu dari akun fancafemu. Aku bisa bertanya padamu langsung atau berbicara denganmu.” Jawab Yoojung lalu menggandeng lengan Monalisa.

“Kita berteman, ya? Kau mau?” tanya Yoojung.

Monalisa tersenyum lagi kemudian menganggukkan kepalanya.

Apakah kantinnya masih jauh? Aku sudah muak terlalu lama berdiri bersebelahan dengan gadis ini. Ah, dimana Oh Sehun? Seharian ini aku belum melihatnya.’ Batin Monalisa lagi.

“Emm…Yoojung.” Panggil Monalisa.

“Ya?”

“K-kau…tidak ke kantin bersama dengan Sehun?”

Yoojung tersenyum lalu menggeleng, “Paling-paling dia sudah sampai lebih dulu disana dengan kedua sahabatnya, tenang saja, dia pasti menyediakan bangku kosong untuk kita berdua.” Ucapnya kemudian.

Senyum Monalisa langsung merekah, sepertinya tidak terlalu buruk juga dekat dengan Yoojung. Semakin sering ia bersama dengan Yoojung, semakin sering pula ia akan bertemu dengan Oh Sehun. Mengapa Monalisa sempat merutuki hal ini?

Setiba keduanya di kantin, seluruh pasang mata tertuju pada Monalisa dan Yoojung, beberapa siswa ada yang berbisik dan beberapa lagi langsung melanjutkan kegiatan makan mereka. Bahkan baru hari pertama masuk sekolah, Monalisa sudah dibanjiri banyak pemberian dari adik kelas dan teman seangkatannya. Ia tiba-tiba saja menjadi pujaan sekolah dalam waktu kurang dari tiga jam.

“Hai, Hun. Oh? Bangkunya hanya satu?” tanya Yoojung melihat Sehun hanya menyediakan satu bangku kosong di sebelahnya.

“Oh? Ada Monalisa, sini…duduk saja di bangku milikku. Aku akan mengambil bangku lainnya.” Ucap Baekhyun yang langsung berdiri dan memberikan bangkunya untuk Monalisa.

Sehun cuek saja menyadari kedatangan Monalisa, ia sudah yakin pasti Yoojung akan bersama dengan gadis dengan senyuman palsu itu karena Yoojung sekelas dengannya.

“Silakan Monalisa.” Ucap Yoojung mempersilakan Monalisa duduk lebih dulu baru ia berjalan ke sisi Sehun.

“Untuk apa kau mempersilakan seperti itu? Seperti anak presiden saja sampai harus diberi perlakuan khusus.” Cibir Sehun yang ditanggapi Monalisa dengan senyuman kecilnya.

“Sehun! Tidak baik berbicara seperti itu. Dia kan siswa baru di sekolah ini. Besok-besok juga aku tidak akan memperlakukannya seperti itu. Anggap saja ini sambutan.” Ucap Yoojung kemudian duduk di sebelah Sehun.

“Monalisa, kau mau memesan apa?” tanya Myungsoo kemudian.

“Ah sebelumnya perkenalkan, namaku Kim My—”

“Hey! Hey! Jangan ambil start dulu ya, Monalisa, aku Byun Baekhyun, pria tertampan kedua di sekolah ini setelah Oh Sehun.” Potong Baekhyun yang tiba-tiba duduk di sebelah Monalisa.

Ugh menyebalkan. Mengapa dua pria berisik ini harus duduk di sisi kanan dan kiriku. Aish, bisakah aku duduk di sebelah Sehun saja?’ gerutu Monalisa dalam hati.

“Apa-apaan tertampan kedua? Ya, Monalisa benar sekali, Byun Baekhyun tertampan kedua dari peringkat terbawah sementara aku tertampan kedua dari peringkat teratas. Kim Myungsoo.” Tutur Myungsoo kemudian.

Astaga, kalian berdua tidak ada bedanya dan sama saja. Sama-sama tidak memiliki wajah yang tampan dan rupawan seperti Sehun. Apakah Sehun tidak pernah menyuruh mereka untuk berkaca? Bahkan kak Hoseok jauh lebih tampan dari kalian.’ Gerutu Monalisa dalam hati.

“Kau tidak perlu menyimpan rasa gelisahmu berada di dekat mereka di dalam hati. Katakan saja langsung.” Tutur Sehun yang diam-diam sejak tadi mengamati ekspresi palsu Monalisa.

Monalisa tersenyum kecil kemudian menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku nyaman-nyaman saja Oh Sehun. Kau…tidak perlu terlalu memperhatikanku seperti itu. Aku jadi merasa tidak enak pada Yoojung.” Ucap Monalisa kemudian menyisir helaian rambutnya ke belakang telinga.

Yoojung kemudian tersenyum lalu merangkul lengan Sehun, “Kau tidak perlu merasa tidak enak begitu, Sehunku bukan pria genit. Kau tenang saja, jika ia berani menggodamu, laporkan saja padaku, aku pastikan dia akan kuhukum seberat mungkin.” Ucap Yoojung kemudian.

“Ayo, kuantarkan kau memesan makanan.” Ucap Sehun kemudian.

“Tapi Monalisa belum—”

“Cepatlah tentukan pilihanmu!” gertak Sehun pada Monalisa untuk memotong ucapan Yoojung.

“Apa saja, maaf membuat kalian menunggu.” Ucap Monalisa lagi.

Oh Sehun. Semakin kau membenciku, semakin besar keinginanku untuk memilikimu. Lihat saja, tidak lama lagi, rangkulan mesra Yoojung akan berganti dengan rangkulan mesra dariku.

“Monalisa? Kau sedang tersenyum pada siapa?” tanya Myungsoo yang akhirnya sudah tidak lagi berisik dengan Baekhyun.

“Sudah pasti dia tersenyum melihat Sehun dan Yoojung. Ya memang di sekolah ini mereka berdua menjadi pasangan paling populer, banyak yang mengidolakan dan banyak pula yang tidak menyukainya. Tapi aku yakin, melihat senyumanmu itu, kau pasti tidak lama lagi akan suka dan juga mungkin merasa iri dengan kemesraan yang mereka tunjukkan setiap saat.” Tutur Baekhyun panjang lebar.

“Aku…hanya sedang membayangkan saja. Apa jadinya jika suatu saat nanti mereka berpisah.” Ucap Monalisa lalu tersenyum pada Baekhyun dan Myungsoo.

“Woah, aku bahkan tidak pernah memikirkan hal itu akan terjadi pada mereka. Bukan begitu, Myungsoo?” jawab Baekhyun lalu menatap Myungsoo yang ternyata sedang menatap Monalisa yang sudah mengalihkan pandangannya ke depan untuk melihat Sehun dan Yoojung lagi.

Entahlah, tapi tiba-tiba saja aku melihat sesuatu yang aneh pada diri Monalisa lewat senyumannya. Apakah ini yang membuat Sehun selalu bersikap kasar padanya?’ batin Myungsoo kali ini.

#

Hari pertama Monalisa bersekolah di sekolah barunya berjalan dengan baik. Banyak yang langsung bisa mengakrabkan diri dengannya, begitu pula dengan Monalisa yang langsung bisa berbaur dengan orang di sekitarnya. Terutama dengan Yoojung, ia bahkan sudah seperti teman dekat Yoojung padahal mereka baru sehari bertemu dengan intensitas waktu yang lama di kelas yang sama.

“Setelah ini apakah kau langsung pulang ke rumah?” tanya Monalisa pada Yoojung yang sedang merapikan bukunya.

Yoojung tersenyum lalu mengangguk, “Biasanya Sehun akan datang tidak lama lagi. Kami selalu pulang bersama.” Jawab Yoojung.

Raut wajah Monalisa mendadak kaku namun di detik berikutnya ia tersenyum, ‘Bahkan menikah saja belum, tapi kalian berdua benar-benar lengket seperti lem dan perangko. Sepertinya aku harus berpikir keras untuk memisahkan kalian.’ Gumamnya dalam hati.

Monalisa kemudian menggendong tasnya dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Yoojung, saat sampai di depan pintu, ia berpapasan dengan Sehun.

“O-Oh Sehun.” Panggilnya, namun Sehun bahkan tak membalas meski hanya lewat senyuman.

Sehun melewati Monalisa begitu saja dan menghampiri Yoojung.

“Lama sekali.” Gerutu Yoojung.

Melihat tingkah manja Yoojung pada Sehun membuat Monalisa geram dan mengepalkan tangannya dengan kuat.

“Maaf, aku tadi membelikan ini dulu untukmu.” Sehun kemudian memberikan sekaleng minuman soda untuk Yoojung.

Yoojung tersenyum lalu menerimanya, “Terima kasih.” Ucapnya lalu menggandeng lengan Sehun dan berjalan meninggalkan kelasnya.

“Ayo Monalisa, kita keluar bersama.” Ajak Yoojung yang disambut dengan senyuman Monalisa.

Melihat senyum Monalisa yang tampaknya ia tunjukkan dengan terpaksa pada Yoojung, membuat Sehun menghentikan langkahnya dan menatap Monalisa dalam diam.

“Ada apa Hun-ah?” tanya Yoojung, membuat Monalisa membalikkan wajahnya dan menatap Sehun juga.

“Ah, iya aku hampir saja lupa. Kalian berdua tunggulah disini, aku harus pergi ke ruang guru sebentar.” Ucap Yoojung lalu melepas gandengan tangannya di lengan Sehun.

Baru akan memanggilnya, Yoojung sudah berlari pergi. Membuat Sehun kembali menatap Monalisa yang juga kini membalas menatapnya.

“Sebenarnya apa alasanmu pindah ke sekolah ini?” tanya Sehun tajam.

“Tentu saja ingin bersekolah dengan normal. Sama sepertimu dan Yoojung juga.” Jawab Monalisa santai dengan senyum manisnya.

“Kau masih ingat yang kukatakan padamu, kan?” tanya Sehun lagi.

“Tentang apa?” tanya Monalisa yang sebenarnya sudah tahu apa yang akan Sehun lontarkan padanya.

“Tentang senyuman palsumu itu. Aku masih bisa melihatnya dengan jelas hingga saat ini.” tutur Sehun dingin.

Monalisa tertawa kecil, lalu kembali menatap Sehun dengan wajah serius, “Aku senang, setidaknya dengan melihatku tersenyum, aku bisa tahu kalau diam-diam kau ternyata memperhatikanku. Jangan terlalu sering melihatku dalam diam, kau tidak mau kan kekasihmu salah sangka dan mengira dirimu diam-diam memendam rasa suka padaku?” balas Monalisa.

Sehun mendecih, ia membuang mukanya sesaat lalu menatap Monalisa lebih tajam dan dalam, ia bahkan memajukan langkahnya dan membuat Monalisa mundur ke belakang sehingga punggungnya menabrak papan tulis.

“Sepertinya kau salah sangka. Aku diam-diam memperhatikanmu bukan karena aku menyukaimu. Melainkan aku memastikan, apakah Yoojung-ku bisa aman selama ia berada di dekatmu. Karena dari hasil pengamatanku, setiap kali kau melihat Yoojung saat bersamaku, tatapan matamu seolah menyiratkan kau ingin melakukan sesuatu yang buruk pada Yoojung. Dan akan aku pastikan, itu tidak akan pernah terjadi.” Tandas Sehun.

Monalisa terdiam, ia menggertakkan giginya kesal. Sekali lagi ditatapnya Sehun yang sudah menjauh dan memilih menunggu Yoojung dengan duduk di atas salah satu meja kosong. Monalisa mengepalkan kedua tangannya kesal dan menetralkan eskpresinya kembali ketika Yoojung masuk ke dalam kelas dan melambai padanya. Yoojung kemudian menarik lengan Sehun dan juga Monalisa lalu berjalan keluar dari kelas bersama.

Yoojung-mu? Cih, kalian baru menjadi sepasang kekasih saja sudah bertingkah layaknya suami istri. Ancam saja aku sepuasmu Oh Sehun, toh pada akhirnya Yoojung tidak akan pernah bersatu denganmu. Jika aku tak bisa memilikimu, akan kupastikan siapapun juga tak boleh memilikimu, meski Yoojung telah lebih dulu menjadi kekasihmu.’ Batin Monalisa.

Ketika Sehun, Yoojung dan Monalisa sudah keluar dari kelas. Muncul Myungsoo dan Baekhyun dari persembunyian mereka. Sejak tadi, mereka bersembunyi di tiang penghalang antar kelas hanya untuk mendengar apa yang sedang Sehun bicarakan dengan Monalisa saat mereka akan pergi meninggalkan sekolah.

“Kubilang juga apa, Monalisa itu gadis yang berbahaya.” Ucap Myungsoo.

Baekhyun mengangguk, lalu sedikit memiringkan kepalanya, “Ini aneh, aku tidak menyangka dibalik sikap manisnya, ia bisa berbicara setajam itu juga pada Sehun. Tapi, mengapa aku tidak merasa kalau ia memiliki niat jahat pada Sehun dan Yoojung?”.

Myungsoo berdecak, “Tapi dari kata-katanya jelas ia menunjukkan kalau ia akan melakukan hal itu perlahan-lahan. Tidakkah kau dengar perkataan Sehun tadi? Ia bahan sudah bisa membaca dengan jelas niat terselubung seorang Monalisa.” Tuturnya.

“Mungkin saja Sehun hanya berprasangka buruk pada Monalisa. Aku yakin sebenarnya Monalisa tidak seburuk itu.” Bela Baekhyun.

“Kau bela terus saja dia. Aih, sepertinya aku akan melepaskannya saja untukmu. Aku tidak mau lagi bertaruh mendapatkan hati gadis menyeramkan seperti dirinya.”

“Menyeramkan dari mananya?! Jelas-jelas Monalisa cantic begitu.” Cibir Baekhyun.

#

Pada akhirnya Hoseok mengurungkan niatnya untuk memberitahukan apa yang ada dalam pikirannya tentang Monalisa pada Sehun dan Yoojung. Seharian ini, ia menghabiskan waktunya dengan duduk termenung memikirkan perubahan sikap Monalisa di sebuah café kopi langganannya. Ia sudah berulang kali mencoba menghubungi nomor Monalisa, namun Monalisa tidak mengangkat panggilan darinya. Ia harus memperingatkan Monalisa untuk tidak bersikap macam-macam lagi. Ia tidak mau jika hal itu bisa saja memperburuk kondisi kesehatan adik tirinya itu, apalagi belakangan Monalisa sering mendapatkan perawatan karena kesehatannya yang menurun. Ia bahkan masih tidak menyetujui keputusan ayah tirinya yang akhirnya memasukkannya di sekolah umum.

Tiba-tiba terdengar suara pintu café terbuka. Masuk tiga orang pria yang salah satu diantaranya sangat familiar di wajah Hoseok. Tanpa berpikir lama, ia kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri salah satu dari ketiga pria tersebut.

“Hai.” Sapanya.

Pria tersebut berbalik dan menyerngit menatap Hoseok, “Aku?”

Hoseok mengangguk, “Kau masih ingat padaku?” tanyanya.

Kedua pria yang sempat berebut untuk memesan minum terlebih dulu langsung menghentikan kegiatan konyol mereka dan menatap Sehun dan Hoseok.

“Kau mengenalnya, Hun-ah?” tanya salah satu temannya.

Sehun mengangkat bahu dan menatap Hoseok lagi, “Kau siapa?” tanyanya.

“Ah, aku Jung Hoseok, saudara dari Monalisa. Kau… kenal Monalisa, kan?” ucap pria tersebut.

Baekhyun dan Myungsoo saling tatap, “Oh…Monalisa, ya…dia anak baru di sekolah kami, salam kenal hyung, aku adalah calon adik iparmu.” Baekhyun buru-buru mengulurkan tangan.

“Apa-apaan kau ini? Bikin malu saja.” Cibir Myungsoo.

Hoseok hanya tertawa menanggapi itu dan menjabat tangan Baekhyun dan Myungsoo.

“Ada perlu apa kau memanggilku?” tanya Sehun langsung.

“Bisakah kita duduk sebentar? Ada yang perlu aku bicarakan tentang adikku.” Ucap Hoseok.

“Maaf, tapi aku—”

“Ah, baiklah, ayo hyung kita duduk, dimana tempatmu duduk, huh?” Baekhyun langsung memotong ucapan Sehun dan merangkul Sehun juga Myungsoo untuk duduk bersama dengan Hoseok.

Hoseok mempersilakan Sehun dan kedua temannya duduk di hadapannya. Sehun tidak begitu senang sebenarnya bergabung dengan pria yang tak begitu ia kenal. Ia akhirnya menurut saja dan duduk dengan diam sembari menatap wajah Hoseok yang kini menatapnya.

“Sebelumnya aku minta maaf karena tiba-tiba saja memanggil kalian seperti ini.” tutur Hoseok.

“Ah, tidak apa-apa hyu—”

“Langsung saja, tidak perlu berbasa-basi.” Ucap Sehun memotong perkataan Baekhyun.

Hal itu lantas membuat Baekhyun terkejut sementara Myungsoo langsung menertawainya.

“Sebenarnya aku tidak enak membahas ini langsung pada kalian, tapi…mengenai kepindahan adikku. Ini sebenarnya ada sangkut pautnya denganmu dan juga kekasihmu.” Ucap Hoseok.

“Aku sudah tahu mengenai hal itu.” Jawab Sehun langsung.

Seketika suasana menjadi tegang. Hoseok yang menatap Sehun dalam dan Sehun yang balas menatapnya dengan tajam. Sementara Myungsoo dan Baekhyun hanya saling bertatapan dengan ekspresi terkejut.

 

Advertisements

25 responses to “Between US – “Warning” | QueenX

  1. anju monalisa makin kesel gue sama die ngebet bnget mau sama sehun jan sampe sehun yoojung pisah gara2 wanita iblis sehun harus semangat buat ngelindungi yoojung

  2. myungsoo peka jugaa ngga kaya baekhyun -_-“.
    monalisa koo gituu sihh. parah banget pas flasback yg wktu bpa sma mamanya nikah.
    jadi inget yg pas wawancara ituu. klo monalisanya begini koo malah banyak yg pengen peran ‘monalisa’ yaa. padahal bagusnya karna dia seorang penulis muda doang selebihnya mahh titisan ibliss ckckck.

  3. akhirnya update juga , moga aja heseok ngasih tau sehun apa yg trjadi .
    tolong buatlah monalisa sadar queen kalo yg dia lkukan itu salah astagaaa , yoojung jg jd anak gak peka bgt sm keadaan . untung sehun peka ah makin loph loph deh sm sehun .
    sejung happy ending lah pokoknya ^^

  4. Penasaran monalisa bakal bertindak sampai mana. Apakah sampai titik darah penghabisan? . Juga penasaran sama reaksi yoojung. Duh sehun dingin bgt yaa. Tapi pasti mereka punya maksud dibalik itu semuah…

  5. monalisa kok jahat sih…
    kalau yoojung tau niat jahatnya monalisa gimana ya reaksinya…

    penasaran sama kelanjutannya
    ditunggu lanjutannya

    keep writing 😀

  6. Monalisa 😣😣 Kmvrt bener siiiii. Pho bnaget sumpah. Terlalu terobsesi jadi pacarnya ohsehun. Emng nya si yoojung ga sadar sadar apa yak? Ih moga aja sehun sama yoojung tetep bersama. Dari awal juga aku udah ga seneng sama monalisa 😥

  7. Akhirnya updatr juga wkwk.. Kok makin kesel ya sama Monalisa, hmm… Semangat author, buat nglanjutin ceritanya 🙌🙌 Fighting!!!

  8. Tuh kan Monalisa makin nyebelin… Apa#/2an mau ngerebut Sehun dari Yoojung… Semoga aja Baekhyun sama Myungsoo bantuin Sehun spya ga d tanggung sama Monalisa Dan Yoojung cepet sadar kalo Monalisa itu jahat… Heheheh

  9. Ta8 skl, gasuka monalisa bisa musnahkan tida y🔫🔫
    Ayolah qaqa author yang baik musnahkan saja y galike akutu. Pokoknya jangan sakiti yoojunh hngg, awas ajaaa gua colok ntat lobang idungnya. Kzllll Gua hngg

  10. Makin jadi aja tuh si monalisa, untung sehun cepet peka. Tapi kayanya si sehun udah pernah kenal sama monalisa deh kayanya (mulai sok tau), di tunggu ya chapt selanjutnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s