Hello School Girl [Chapter 35/FINAL] ~ohnajla

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Previous Chapter

Tak terasa bulan Januari akhirnya datang. Di awal tahun yang dingin itu, SMA Bangtan khususnya kelas 3 akhirnya melangsungkan ujian akhir. Ujian berjalan selama empat hari penuh yang tiap harinya memuat dua mata pelajaran. Anak-anak kelas 1 dan 2 diliburkan agar tidak mengganggu jalannya ujian. Tapi justru karena itulah suasana SMA Bangtan makin mencekam. Selain suhu yang turun drastis, tegang karena ujian, sekarang suasana sekolah sedikit lengang daripada biasanya. Sudah tidak ada lagi yang ramai-ramai bermain sepak bola di lapangan hijau. Dan suasana kantin juga lebih sepi.

Tapi kelas 3 cukup menikmati hari-hari terakhir mereka di sekolah. Di sela-sela ujian, mereka akan berkumpul bersama dalam satu kelas untuk membuat kenang-kenangan. Seperti kelas 3-1 yang tidak pernah absen untuk mengambil foto bersama. Terlebih yang paling banyak diajak berfoto bersama adalah Yoonji.

“Yoonji-a, ayo berfoto bersamaku,” pinta Jimin yang mendadak sudah berdiri di sebelah meja Yoonji.

“Aku sedang malas berdiri,” jawab Yoonji cuek sambil menyisir rambut pendeknya dengan jari.

“Kau duduk saja tidak apa. Mau ya?”

Malas berdebat lebih lanjut, Yoonji pun setuju saja.

Setelah Jimin, Taehyung pun datang.

“Aku juga mau berfoto bersamamu.”

“Kenapa harus aku?”

“Karena aku menyukaimu,” jawab Taehyung terang-terangan.

Jimin yang masih ada di sana membelalak, Jungkook yang duduk di sebelah Yoonji menyeringai tipis.

“Hei! Hei! Hei! Bicara apa kau pada yeojachingu-ku, huh?” Seokjin tiba-tiba datang. Dia langsung mendorong Taehyung untuk menyingkir, dan duduk di meja Yoonji. Memberi Yoonji kecup terbang sekaligus kedipan mesra.

Yeojachingu?” seru Taehyung dan Jimin nyaris bersamaan.

Seokjin menoleh pada mereka. Melipat kedua tangan dengan angkuhnya. “Kau tidak tahu? Kami sudah pacaran selama lima bulan. Tidak sadar ya dengan tanda-tandanya?”

Jinjja? Yaa Yoonji-a, kau tidak mungkin berpacaran dengannya ‘kan? Dia cuma mengada-ada saja ‘kan?” tanya Taehyung memastikan. Dia benar-benar tidak percaya mendengar kalimat Seokjin barusan. Demi apa Yoonji tercintanya berpacaran dengan teman sebangkunya sendiri?

Yoonji mendengus geli melihat ekspresi Taehyung. Dia mengangkat bahu, mengangguk pelan.

Jinjja?!” Kali ini seruan itu berasal dari Hoseok. Ya, Jung Hoseok. “Kalian diam-diam sudah pacaran?!”

Maldo andwae! Tidak mungkin kalian pacaran.” Namjoon tiba-tiba bergabung.

“Kau ini siapa sih ikut-ikut saja,” seloroh Seokjin sambil mendorong bahu Namjoon untuk menjauh dari lingkaran.

“Yoonji-a … kau … kau … HUWAAA!!!” Hoseok berlarian keluar kelas sambil menangis. Sayangnya tidak ada satu pun yang berniat mengejarnya. Yoonji sendiri hanya mendengus geli. Merasa terhibur dengan reaksi anak-anak ini.

Sementara itu di sisi lain, Sena beserta tiga temannya sibuk berselfie ria. Semua gaya dicoba. Mulai dari memanyunkan bibir, V sign, membuat heart dari yang ukuran kecil sampai yang besar, gaya bibir bebek, menjulurkan lidah, wink, dan sebagainya.

“Ehey!! Pipiku kelihatan gendut. Ulang!”

Yaa! Kenapa aku gelap sendiri di sini?!”

Andwae! Aku kelihatan jelek!”

Yaa! yaa! Kepalamu menutupi wajahku!”

“Salah sendiri pendek.”

“Lisa!!! Ini sudah bagus, tapi kenapa buram begini?! Aish!”

Yaa! Aku belum siap!”

Eomma! Mataku kelilipan!”

“Tanganmu menutupi wajahku!”

Tidak pernah tenang. Selalu ada saja yang tidak pas di hati, jadi mereka berempat akan mengulang sampai semuanya mendapat pose yang bagus.

Begitu hari ujian berakhir, siswa kelas 3 sudah diperbolehkan untuk tidak masuk sekolah lagi. Banyak para siswa yang memilih pulang ke kampung halaman untuk bersenang-senang dengan keluarga sebelum graduation day. Termasuk juga Sena dan Yoongi yang sudah mulai berkemas untuk keluar dari asrama.

“Itu novelmu tidak dibawa?” tanya Sena ketika dia menemukan satu buah novel yang tidak diambil di rak buku Yoongi.

“Kalau kau mau, ambil saja,” jawab Yoongi cuek.

Sena pun mengambilnya, membolak-balikkannya sebentar. “Sepertinya bagus. Boleh buatku ya?”

“Hm.”

Novel itu pun dilempar ke dalam koper di atas ranjangnya.

Yoongi seperti biasa sebelum menutup kopernya, dia akan mencoba kameranya dulu. Sebenarnya kamera itu tidak pernah berguna di asrama. Tapi entah kenapa dia selalu membawanya. Sekarang, untuk memastikan apakah kamera itu masih berguna, ia pun mengarahkan lensanya pada Sena yang tengah sibuk mengemas sepatu-sepatunya ke dalam kotak.

CKRIK! CKRIK! CKRIK!

Ia tersenyum tipis melihat hasilnya. Belum puas, ia pun kembali mengarahkan lensa kamera pada gadis itu.

Oppa, kau serius tidak akan ikut—”

“Senyum.”

Belum sempat Sena tersenyum, Yoongi sudah mengambil gambarnya.

Pria itu terkekeh pelan melihat ekspresi Sena.

Yaa, kau terlihat seperti gelandangan. Aku sedang mengambil gambarmu. Tersenyumlah.”

“Kau mengambil gambarku?”

Yoongi mengangguk. “Hm. Untuk kenang-kenangan.”

Sesaat Sena terkejut. Tapi tak lama kemudian ada sesuatu yang menggelitik perutnya. Pipinya mendadak panas. Dia reflek menunduk untuk menyembunyikan senyumnya.

Yoongi kembali mengarahkan lensa kamera pada Sena. “Angkat kepalamu.”

Gadis itu menurut. Sambil duduk di pinggir ranjangnya, dia tersenyum hangat ke kamera.

“Satu … dua … ti … ga!”

CKRIK.

“Ah cantiknya.”

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanya Sena pada Yoonji, saat mereka ada di depan gerbang sekolah, menunggu kedatangan Chanyeol.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya begitu padamu? Kalau aku sudah pasti, kembali sibuk dengan semua rutinitasku dan kembali ke Amerika.”

“Ah maja. Aku baru ingat kalau kau ini Agust D.”

“Bagaimana denganmu? Kau akan melanjutkan kuliah?”

Sena mengangguk. “Appa menyuruhku masuk kuliah, sekaligus memintaku untuk mulai magang di perusahaannya.”

“Wah … anak manja sepertimu magang?”

Gadis itu reflek memukul lengan Yoonji. “Jangan remehkan aku ya. Begini-begini aku ini calon pewaris perusahaan Oh Corp. Aku itu tidak semanja kelihatannya.”

Yoonji terkekeh. “Ah … begitu. Tapi kenapa denganku kau manja sekali seperti anak-anak?”

“Kalau kau sih, beda cerita. Sejak dulu aku memang tidak dimanja. Appa sibuk dengan perusahaannya, eomma sibuk terbang ke sana kemari. Jadi ya … sekalinya melihat kesempatan aku akan mempergunakannya dengan baik.”

Yoonji mendengus geli. “Aku juga sama.”

“Kau ini manja saat kau mabuk. Aish, aku tidak menyangka kalau kau bisa bertindak seperti itu. Yeee!! Babi mau kesini! Mwoya.”

Mereka berdua sama-sama tertawa.

Yoonji pun meletakkan tangannya di atas kepala Sena. Mengusap-usapnya pelan. “Aku tidak pernah bersikap manja pada gadis lain, eo? Harusnya kau senang melihatku begitu.”

Sena memanyunkan bibirnya. “Senang apanya. Yang ada aku ingin sekali menonjok wajahmu.”

Yaa.”

“Bersyukurlah hari itu kau sedang mabuk.”

Yoonji mendengus geli. “Kau sama sekali belum berubah.”

“Ah! Kepalaku pusing! Singkirkan tangan besarmu dari kepalaku!”

Bukannya segera menarik tangannya, Yoonji justru iseng mengacak rambut Sena sampai berantakan. Ia tertawa puas melihat Sena yang sekarang sudah mirip seperti gelandangan. Sena sendiri mengumpat sambil menata rambutnya.

Tak lama kemudian mobil Chanyeol pun datang. Pria tinggi itu turun dengan masker dan topi di kepala. Dia menyapa Sena sebentar, lantas menaikkan semua barang-barang Yoonji ke bagasi. Yoonji sendiri meminta sedikit waktu pada Chanyeol untuk mengucapkan salam perpisahan.

Diraihnya kedua tangan Sena, menggenggamnya erat. “Ini hari terakhir kita bertemu, Babi. Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?”

“Hari terakhir?”

“Hm. Aku tidak akan datang ke acara kelulusan. Mulai besok aku harus kembali ke Amerika.”

“Ah … begitu,” jawab Sena lesu.

“Jadi, ada yang ingin kau katakan padaku?”

Sena memperhatikan kedua tangan mereka sebentar, kemudian menatap Yoongi dalam.

“Aku tahu kalau kita sudah berjanji untuk saling melupakan satu sama lain. Aku juga tahu kalau kemungkinan kita bersama itu kecil. Aku akan hidup dengan pilihan yang kubuat mulai dari sekarang. Kuliah, mulai magang di perusahaan Ayah, mulai belajar berdandan, mengambil kelas memasak, pergi jalan-jalan kemana pun yang kuinginkan. Aku akan hidup seperti itu. Tapi … bolehkah aku tetap menyimpan perasaan ini?” Melihat tak ada perubahan di wajah Yoongi, Sena pun menunduk. “Aku tidak akan mengganggumu. Meskipun aku tahu alamat apartemenmu, tahu nomor ponselmu, tahu di mana kau bekerja, tahu semua akun media sosialmu. Aku akan menghindari semuanya. Aku hanya akan mengagumimu dari jauh saja. Tetap membuatmu hadir di sudut pikiranku meskipun kau bukan menjadi prioritasku lagi. Jadi … bolehkah aku tetap menyimpan perasaan ini?”

Angin tiba-tiba berhembus dengan cukup kencang. Membawa hawa dingin winter yang sanggup membuat siapa pun menggigil kedinginan. Angin itu juga membuat rambut Sena menutupi setengah wajahnya. Menyentak tubuh mungil itu yang hanya dibalut dengan sweater dan celana olahraga panjang saja.

Yoongi pun buru-buru melepas syal di lehernya begitu pula dengan beanie. Semua itu dipindah ke tubuh Sena. Menepuk-nepuk pipi tirus Sena usai semuanya terpasang. Ia tersenyum tipis ketika gadis itu mendongak untuk menatapnya.

“Lakukan saja seperti yang biasa kau lakukan, Sena. Asalkan itu tidak akan merugikan dirimu sendiri. Toh aku tidak peduli mau kau datang ke apartemenku, datang ke rumahku di Amerika, stalking semua akunku, iseng-iseng meneleponku. Kau boleh melakukan semua itu. Aku hanya tidak mau hidupmu jadi rumit kalau hubungan kita tercium oleh media. Yang terpenting, berhati-hatilah. Dan hiduplah dengan bahagia. Aku akan menjagamu dari jauh.”

Seulas senyum pun terbentuk di wajah pucat Sena. Gadis itu mengangguk senang.

“Ah ya sudah. Kalau begitu aku pergi dulu. Simpan dengan baik, eo benda itu. Awas kalau kau sampai menghilangkannya. Itu mahal.”

Sena terkekeh. “Arasseo.”

“Tapi kalau kau sedang butuh uang, jual saja tidak apa-apa. Itu sudah menjadi milikmu.”

“Kau pikir aku semiskin itu?”

Yoongi tersenyum lebar sambil mengusap-usap puncak kepala Sena. “Oppa pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik.”

Sekali lagi Sena mengangguk.

Pria itu pun mencondongkan wajahnya ke depan. Mengecup kilat dahi Sena.

Annyeong.”

Mereka pun saling melambai. Yoongi segera masuk ke dalam mobil Chanyeol, membuka kacanya untuk bisa melambaikan tangan, dan mobil itu pun perlahan menjauh sampai akhirnya hilang dari pandangan Sena.

Sena pun menarik tangannya kembali begitu mobil itu sudah hilang. Dia masih tetap berdiri di sana, menatap jalanan lengang dengan sebaris senyum tipis.

Kuharap kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti, Oppa. Aku akan menunggumu sampai hari itu datang.

END

Akhirnya selesai juga >< Maafkan endingnya kalo gaje, gantung, bad ending, dsb yg sejenis itu. Karena emang aku ga berbakat bikin ending ._. 

Buat para readers semua, makasih ya udah support cerita ini sampai detik ini. Ditunggu aja ya HSG 2-nya 😀 alurnya campuran soalnya, jadi agak berantakan kalo langsung di update besok atau dlm waktu dekat ini. 

Pokoknya makasih ya atas semua cinta kalian :* 

Advertisements

24 responses to “Hello School Girl [Chapter 35/FINAL] ~ohnajla

  1. ohhhh noooo ini ko ngegantung bgt thor…. huhuhuh… sequelnya donk sequel plizzz #mohon2 smbil sujud…. brrti udh lse gtu aja… kgk ada happy2nya… percuma donk perasaan yg tunbuh slma 35 chapter ini… huaaaaaa😭😭

  2. Lanjut! Lanjut! Lanjut HSG 2, huahh mau nerbitin HSG ya kak, setuju coba august d atau suga jadi sugar haha kek cewek yaa tapi lucu :v bhaks lanjut kakak!!!

  3. Kenapaaaa… Kenapaaaaa… 😭😭😭😭
    Kenapa yoongi pergi gitu aja. Kenapa sena keliatan baik” saja ketika yoongi pergi. Kenapaaaaaa.. Kenapa engkau tega membolak balikkan hati para readers mu ini wahai authornim 😂😂😂
    Aduh kak. Dikepala ku hanya ada kenapa kenapa kenapa?
    Ga ikhlas tamat kak. Suer deeh 😄😄
    Pokok nya ditunggu HSG 2 😍😍😍😍
    SEMANGAT KAKAK… TERIMAKASIH SUDAH MEMGHADIRKAN CERITA YANG SANGAT MENGHIBUR.. 😍😍😍😍😘😘😘😘 #ketjupmanjah
    Terimakasih sudah menemani tiap malam kala penat bertugas. Saranghae ❤❤
    See you soon in HSG 2….

  4. Kenapa aku merasa kisah ini bakal ada lanjutanya??

    Imi gantung! Gantungggg… Kemapa sena kayak gitu? Kwnapa yoongi pergi gitu aja?

    Ini gantung…

  5. Pasti ada sdkt lanjutan y d HSG 2 yah hehehe..mereka hrs bersama poko y..g rela huhuhu….masa d lepasin begitu adja…d tunggu HSG 2 ya…

  6. Waaaah ga nyangka udah ending
    Eonniiiii jebaal bikin sequel hehe
    Mereka saling mencintai tapi ga bisa memiliki, sakit banget rasanya 😭😭😭
    Perpisahannya, ucapan sena, jawaban yoongi, aaaaaahhhh sedih
    Sena yoongi semoga kalian bahagia dgn hidup kalian
    Btw kok aku mikir ayahnya sena sehun ya hehe
    Good job eonni selamat hsg 1 udah tamat dan ditunggu versi bukunya (yeeaayy beli novel baru nanti) sukses eonni ^_^
    Ditunggu HSG2 dgn cerita barunya hehe

  7. Waaaah akhirnya udah selesai
    Eonniii jebal bikin sequelnya hehehe
    Mereka saling mencintai tapi ga bisa memiliki sungguh menyakitkan 😭😭😭
    Sena yoongi semoga kalian bahagia dgn kehidupan kalian
    Beneran eonni kata” sena itu loh kayaknya sayaaang bgt ke yoongi tapi apadaya dan jawaban yoongi itu loh eonni bikin pengen nangis
    Good job eonni selamat udh selesai HSG 1 ditunggu versi bukunya
    Ditunggu HSG2 nya dgn alur dan karakter barunya hehe
    Btw aku mikir ayahnya sena itu sehun hehe

  8. huaa sad ending 😭 percuma dongg ada adegan romance nyatpi sad end jga 😥
    HSG nya jan lama2 ya dipostnya. aku suka sama ff yg eonni buat
    Good Luck eonn
    Fighting ✊💪

  9. Q pengen nangis..hiksssss…harus ada lanjutan thor…gantung banget..sedih dengar kata2 sena…author harus tanggung jawab hubungan sena sm yoongi akhirnya seperti apa :p

  10. Udah endingnya gitu aja? Kirain bakalan ada tiba tiba 5 tahun kemudian-_- berasa gantung ihhh butuh sequel TT

  11. rumit ya beneran rumit ga ngerti akutu maunya saling melupakan tapi aku yakin hati mereka ga pengen ky gitu. yaampun:”

  12. Sedih kalo berakhir gini…huwaa
    Sequel dong author yg happy end. Aku yakin mereka bisa sama2 bahagia walaupun harus 10 thn kedepan..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s