[FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 8

vdown

Author :

Jung Ji Hyoen

Main Cast :

  • Kim Rei Na / Lusia Kim
  • Oh Sehun
  • Xi Luhan
  • Lee Mi Na or Ny. Kim (Rei oemma)
  • Kim Jin Pyo / Hans Kim or Tn. Kim (Rei Appa)
  • And other support cast

Genre : romance, complicated, family, marriage life (Little)

Ranting : 17+

Before it :

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7

“Cinta itu rasanya seperti sayap kupu – kupu. Lembut, ringan, indah dan rapuh, tapi disisi lain itu membuatmu merasa kuat”

.

.

.

Perfectionis

 

 

“Sudah ku bilang berapa kali, jangan ikuti aku!” Anak laki – laki berusia sekitar 15 tahun itu sedikit kesal dengan gadis kecil yang terus saja mengikutinya kemanapun dia pergi.

 

“Waeo oppa?”

 

“Aku malu karena terus bersama anak kecil sepertimu.” Gadis imut berusia sekitar 10 tahunan itu memberenggut mendengar penuturan anak laki – laki tersebut.

 

“Aku mau bermain dengan noona cantik disana, kau jangan ikut. Nanti mengganggu.” Lanjut anak laki – laki itu.

 

“Apa hanya karena aku masih kecil oppa tak mau bermain denganku?”

 

“Kau bermainlah dengan bonekamu, aku harus pergi.”

 

“Oppa! Jangan tinggalkan aku!” terlambat, anak laki – laki itu sudah pergi jauh meninggalkannya sendiri di taman dekat perumahan mereka. Dan seketika gadis itu menangis terisak.

 

“Aku akan tumbuh besar dan akan lebih cantik dari noona itu dan kau akan terus bermain denganku oppa!”

 

***

Author POV

The Wedding

09.15 KST

Gedung mewah menjulang daerah Gangnam merupakan saksi bisu dari pernikahan mewah anak tunggal dari kedua perusahaan besar. Ballroom super luas dengan interior mewah klasik yang membuatmu merasakan pesta ala kerjaan.

Sekang dan Seunghwa. Termasuk dari jajaran perusahaan ternama di Korea saat ini, tentu saja pernikahan emas ini juga mendulang banyak keuntungan dari kedua perusahaan.  Para rekan dagang mereka dari berbagai penjuru dunia ikut datang dan juga memulai investasi dari berbagai bidang. Pernikahan ini bukan hanya sekedar pernikahan mewah, tapi bisa disebut sebagai bursa efek. Karena para tamu undangan tidak bisa hanya tinggal diam melihat para investor besar datang.

Dan inilah yang Sehun sebut pernikahan mengutungkan.

Para tamu mulai kembali terfokus pada karpet merah di tengah ballroom saat lampu tiba – tiba di redupkan.

“Baiklah para hadirin inilah acara utama pada malam membahagiaakan ini, tentu saja bukan untuk menjalin kerja sama perusahaan.” Para tamu tertawa renyah mendengar ucapan sang pembawa acara. “Pernikahan dari Oh Sehun dan Kim Rei Na, mempelai pria silahkan masuk.”

Sehun berjalan dengan gagahnya kedalam ballroom menggunakan tuxedo hitam dan dasi kupu – kupunya. Tak lupa gaya rambut yang memperlihatkan dahinya membuat kesan tampan dan juga dingin secara bersamaan. Tapi pada intinya Sehun memang tampan, bagaimanapun dia terlihat.

“Kita bisa lihat seberapa tampan mempelai pria kali ini, membuat semua gadis di ruangan ini menyesal karena harus merelakannya pada malah hari ini, benar kan?” Sehun hanya tersenyum ramah menanggapi guyonan sang MC.

“Dan saat yang di tunggu – tunggu, sang mempelai wanita. Silahkan masuk.”

Pintu aula itu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang bisa dikatakan yah sedikit kurus tapi mempesona itu menggandeng seorang pria paruh baya yang tersenyum lebar.

Tuan Kim memperlihatkan senyum lebarnya ketika akan mengantarkan putrinya pada pria lain untuk dinikahi. Begitu juga Sehun. Dia sangat gugup di balik wajah dinginnya.

“Oppa, apa kau memang selalu menyukai wanita yang lebih tua?”

 

“Tentu saja, mereka lebih pintar, lebih dewasa dan pastinya lebih cantik.”

 

“Jadi suatu hari kau akan menikahi wanita yang lebih tua juga?”

 

“Tentu saja.”

 

“Aku akan menjadi dewasa dan lebih cantik dari noona itu, aku hanya perlu belajar untuk jadi pintar. Apa dengan itu kau masih akan menikahi wanita yang lebih tua?” Gadis 10 tahun itu selalu mempunyai cara untuk membuat oppanya itu kesal.

 

“Kita lihat saja nanti.”

 

“Oppa, suatu hari kita akan menikah.” Ujar gadi kecil itu mantap.

 

Rei tersadar ketika Tuan Kim melepas genggaman tanganya dari lengan Tn. Kim. Ingatan itu tiba – tiba saja terlintas di fikirannya.

“Wah sepertinya pengantin wanita belum ingin meninggalkan ayahnya ya? Mengingat umurnya yang masih muda, 21 tahun dengan segudang prestasi.” Ujar sang MC membuat Rei malu.

Sehun kemudian menggenggam tangan Rei dan berjalan beberapa langkah kedepan menghadap sang pendeta.

Dan merekapun mengucapkan janji suci itu.

“Saya Oh Sehun bersedia menerima Kim Rei Na sebagai istri saya dalam keadaan sehat, maupun sakit. Dalam keadaan suka ataupun duka. Dan akan selalu melindunginya dalam keadaan apapun dan menjalankan tugas saya sebagai suami.” Ucap Sehun mantap sambil menatap tajam Rei dan hal itu membuat Rei tambah gugup.

“Saya Kim Rei Na bersedi menerima Oh Sehun sebagai suami saya dalam keadaan sehat, maupun sakit. Dalam keadaan suka ataupun duka. Dan akan selalu berada di sisinya dalam keadaan apapun dan menjalankan tugas saya sebagai istri.”

“Pengantin pria dapat mencium pengantin wanita.” Rei membeku dalam gengaman Sehun.

Semua tamu bersorak meriah agar Sehun segera mencium Rei tapi Sehun membuat gerakan lambat dan mencoba mempermainkan para undangan dan juga Rei.

Rei sudah terpaku di tempat ketika tangan Sehun memegang kendali pinggangnya. Rei tak mampu mengatasi debaran di dadanya, dia terus menatap Sehun yang dengan tegas menatap balik Rei, tak ada tatapan lembut seperti yang Rei duga. Pria itu terus saja mendekat hingga hidung mereka bertemu dan Reipun menutup matanya, Sehun tersenyum di ujung ciumannya. Rei hampir saja melepas ciuman itu jika saja Sehun tidak menahan punggungnya.

Sehun masih menempelkan bibirnya diujung bibir Rei dan sedikit berbisik “Aku akan membuat hidupmu lebih sulit jika kau mempersulitku.” Dan ciuman itu berakhir.

Rei langsung membuka matanya dan tertegun membeku di tempat. Jantungnya berpacu lebih cepat dari sebelumnya. Kata – kata itu, belum pernah dalam hidupnya merasa terancam seperti saat ini.

“Wah, mereka begitu menikmati ciuman itu ya. Apakah ini ciuman pertama kalian?” sang MC mencoba menggoda.

“Tentu saja tidak.” Jawab Sehun tanpa ragu. Riuh tawa para tamu langsung memenuhi ruangan itu. begitu juga kedua orang tua mempelai. Begitu senang melihat keduanya menjadi romantis dan lucu seperti itu. Sehun such as a good actor right?

Rei akhirnya tersadar ketika Sehun mengenggam tangan kanan Rei dan mengajaknya duduk di meja bersama dengan para tetua dan melihat pemutaran film pendek dengan foto – foto masa kecil kedua pengantin tersebut.

Slide pertama adalah foto – foto metamorsfosis Sehun, dari dia bayi, balita, remaja hingga dewasa. “Wow lihatlah sang pengantin pria, dari kecil sudah bak model saja ketika di foto”

superthumb

Foto slide berikutnya juga foto – foto masa kecil Rei. “Lihatlah Rei kecil, sangat menggemaskan. Dan Oh! Tidak hanya menggemaskan, si cantik ini juga pintar lihatlah beberapa foto yang memamerkan mendali dan piala itu.”

1466317_658386680848831_999752163_n

“Slide berikutnya merupakan moment tak terduga dari keduanya, mari kita lihat beberapa foto dan vidionya.” Rei tercengan mendengar penuturan sang pembawa acara, dia kemudian melirik Sehun yang terlihat tenang – tenang saja.

Slide pertama adalah seorang gadis kecil dan pria sedikit lebih tinggi foto bersama di ayunan dan Rei sangat mengenal ayunan itu karena ayunan itu ada dibelakang rumahnya.

tumblr_lc0mqr3Fty1qcs8nio1_400_large

“Kau benar – benar lucu dulu, kenapa kau jadi dingin seperti ini.” Ny. Oh menyenggol lengan Sehun yang sama sekali terlihat tak terusik karenanya.

Slide berikutnya menampilkan gambar seorang gadis kecil menangis dengan menggengam boneka di tangan kirinya dan menggenggam tangan seorang bocah laki – laki dengan wajah kesalnya “Jadi sang pengantin wanita sudah terpesona dengan pengantin pria sejak kecil ya, hingga menangis sepert itu.” suara riuh tawa menggema di seluruh ruangan. Beberapa tamu melihatnya dengan senyum mengembang dan mengagumi betapa lucunya kedua pengantin ini ketika masih sangat kecil.

jeonghwa7

“woow… woow… Apa orang tua kalian tahu bahwa kalian sudah seperti ini sejak kecil.” semua undangan ikut tertawa dan ada yang terharu dengan hubungan kedua pengantin ini sejak kecil. seperti romance picisan yang sangat di gemari remaja perempuan. tapi hal ini tidak seperti yang terlihat bukan?

Slide selanjutnya terlihat mereka beranjak dewasa, ketika Sehun menggunakan pakaian casual dengan blazzer dan kemeja biru muda dengan sepatu kets hitamnya merangkul Rei yang saat itu sedang merayakan kelulusanya di SMP. Rei tersenyum cerah dengan memegang beberapa buket bunga, trofi dan surat penghargaan di tangannya. “Jadi kalian sudah menjalin hubungan dari kecil?” tanya sang MC

17562766

“Kami memang sudah mengenal dari kecil, dan keluarga kami memang dekat satu sama lain.” Ujar Sehun dengan menggunakan miccrofon. “Ah jadi begitu, jadi kalian sudah menjalin hubungan sangat lama ya?”

“Tidak, sebenarnya kami tidak pernah memiliki hubungan special seperti pacaran. Kami baru bertemu kembali setelah 5 tahun tak pernah berhubungan lagi. Setelah Rei lulus SMA aku ke Inggris untuk belajar kedokteran dan juga bisnis, aku mendapat dua gelar masterku disana lalu pergi wamil.” Rei sedikit ternganga hebat mendengar pengakuan Sehun. Pemilihan timing yang tepat bukan. Di usia muda sudah tak merisaukan tentang kewajibannya pada Negara.

“Wah, kedua mempelai ini memang luar biasa ya. Sangat ambisius dan juga pintar. Sehun bukankah sebentar lagi kau menginjak usia 26? Wah beruntung sekali di ulang tahunmu kali ini sudah memiliki seorang istri cantik.” Sehun hanya tersenyum menanggapinya.

Oppa kau benar – benar akan pergi? Kenapa tidak melanjutkan mastermu disini saja?”

 

“Ada beberapa hal yang harus aku urus disana.”

 

“Setelah aku berusaha menyusul ketertinggalanku dan mencapai batas, kenapa kau malah pergi?”

 

“Seharusnya kau tak melewati batasmu, aku tak pernah menyuruhmu melakukan hal itu.”

 

“Kau benar – benar, pernahkan sedikit saja kau mencoba mengerti perasaanku.”

 

“Maaf, tapi Hyun Ji sudah menunggu.”

 

“Oppa!” air mata seketika meniti deras, gadis yang baru saja lulus SMA itu membuang buket bunganya dan berlari meninggalkan taman dekat danau perumahan elit itu.

Kepala Rei terasa dihantam batu ribuan ton, tiba – tiba saja kepalanya pening dan juga pandangannya mengabur. Jantunya berdetak begitu cepat dan dia berusaha menahannya sekuat tenaga.

“Rei sayang, kau tidak apa – apa?”

“Gwenchanayo emonie.”

“Sehun, tolong bawa Rei ke kamar tunggu.” Sehun langsung meraih pinggang Rei dan membantunya berjalan menuju belakang panggung lalu menuju kamar yang Ny. Oh maksut.

“Kau kenapa? Masih pusing?”

Pertanyaan Sehun bagaikan roll pemutar film yang terus saja berputar di kepalanya?

“Kau mabuk?” Lelaki jakun itu meraih tangan gadis di depannya dengan kasar.

 

“Apa Hyun Ji eonni baik – baik saja?”

 

“Kau kenapa? Kau pusing?”

 

“Oppa, aku akan menyusulmu ke Inggris.”

 

“Kau kira ibumu akan senang kau mengikutiku? Seoul University sudah sangat baik untukmu, sadarlah Lusia!”

 

“Eoh? Kau memanggil namaku.”

 

“Ini tidak baik. Akan ku antar kau pulang.” Sehun merangkul pundak Rei agar memudahkanya untuk berjalan.

 

“Aku akan tetap menyusulmu kesana, tunggu saja oppa!” Gadis itu berteriak keras dan mendorong rengkuhan pria jakun itu. Pria itu hampir saja terjatuh karenanya.

Mimik wajah Sehun berubah khawatir ketika Rei tiba – tiba saja mengeluarkan darah dari hidungnya.

“Kau mimisan!” Sehun langsung mengambil tisu yang berada di nakas dekat tempat tidur yang di duduki Rei.

“Ini sudah biasa tak perlu khawatir.” Dengan tangan lemas Rei mengambil beberapa lembar tisu untuk menutup hidungnya.

“Kau fikir sering mimisan biasa untukmu, kau harus membaca buku – buku kedokteran agar kau tahu.” Rei memutar bola matanya malas mendengar ocehan Sehun yang menurutnya ‘sok’ karena dia merupakan dokter Residen di rumah sakit yayasannya.

“Kau benar – benar, ini hari pernikahan.”  ucap Sehun kesal.

“Cepat tundukan kepalamu.” Rei menurutinya, kemudian Sehun sedikit memijat area kening dan hidung bagian atas Rei.

“Aku rasa darahnya sudah berhenti.” Sehun kemudian merendah di depan Rei membuang tisu penuh darah itu dan juga membersihkan tangan Rei yang penuh darah. Rei menatap Sehun lekat – lekat berusaha mengingat dari segala gerak gerik Sehun. Hari ini begitu banyak roll film lama yang kembali berputar di kepalanya dan itu membuatnya memiliki sejuta pertanyaan pada Sehun, tapi dia menahnnya.

“Kita harus kembali ke aula dan menyapa tamu yang datang.” Sehun mengulurkan tanganya yang di sambut Rei dengan tangan dinginnya.

***

“Wah selamat ya Sehun, akhirnya kau tidak menua sendirian.” Itu adalah Kim Jongin, rekan kerja sekaligus satu – satunya teman baik seorang Oh Sehun. Dan dia juga seorang dokter Residen di Rumah sakit milik Sehun.

“Kau belum tahu seberapa kuat pesonaku.” Sehun mengerling nakal ke arah Rei, yang di balas Rei dengan tatapan bingung.

“Yah, kau bisa saja!”

“Eh, dimana istri dan anakmu?” dan ternyata Jongin terlebih dahulu mewujudkan impian keluarga kecilnya.

“Oh itu mereka, tadi Jihan sedang rewel karena dia meminta susu.” Seorang wanita muda dengan seorang anak permpuan di gendongannya berjalan mendekat. Anak itu begitu menggemaskan dengan dress mungil yg di pakainya, juga celana dalam yang memiliki motif sama dengan dress tersebut, tak lupa ikat kepala berbentuk pita cukup besar di kepalanya. Rei cukup gemas melihatnya.

“Halo, kenalkan ini Song Ha Ni istriku. Dan anakku Kim Ji Han.” Rei dan Ha Ni saling membungkukkan badan dan berjabat tangan.

“Berapa umur Jihan?”

“Satu tahun dua bulan.”

“Bolehkah aku menggendongnya?” Tanya Rei seketika. Sehun sedikit terkejut dengan penuturan Rei. Dia tak pernah tahu Rei akan merespon anak kecil seperti itu.

“Tentu saja. Dia sudah tidak terlalu rewel sekarang.” Rei mendekat dan menggendong Jihan dan memegangi tangan mungil Jihan.

“Halo Jihan, namaku bibi Rei. Senang berkenalan denganmu.” Rei lalu menciumi pipi gembul Jihan dengan gemas, sedangkan Jihan hanya diam dan memegangi gaun Rei yang tampak lucu dimatanya.

Jongin mendekat ke arah Sehun. “Perlu usaha besar membuat yang seperti itu.” Jongin menunjuk anaknya dengan ekor matanya.

“Itu hal mudah.” Ujar Sehun meremeh.

Dan akhirnya keluarga kecil Jongin berlalu pergi menikmati acara dan tentu saja dengan makanannya.

“Aku baru tahu kau menyukai anak kecil.” Ujar Sehun ketika mereka dihinggapi kebisuan.

“Aku juga baru menyadarinya, selama ini aku terlalu sibuk belajar dan bekerja.” Sehun menangkap raut sedih dari wajah Rei.

“Aku tidak begitu suka anak kecil.” Ujarnya tak acuh.
“Kenapa?”

“Karena mereka tak bisa bicara.” (sepertinya Sehun memang harus memperbaiki kepribadiannya)

“Kau lucu sekali.” Jawab Rei.

Tiba – tiba mata Rei berhenti pada satu titik yang membuat kerja jantungnya meningkat. Entahlah perasaan apa ini ketika dia benar – benar tak mengerti lagi dan harus berkata apa.

“Selamat atas pernikahanmu, Direktur Sehun.”

“Tidak usah seformal itu hyung.” lelaki berkulit putih bak porselen itu mengalihkan pandangnnya yang semula menatap Sehun, beralih ke wanita cantik yang sedari tadi setia menemani Sehun kemanapun lelaki itu pergi.

“Dan selamat juga untukmu Rei.” tangan lelaki itu terulur untuk menjabat tangan Rei.

Tetapi gadis itu masih menatap tangan itu bingung, apa yang harus dilakukannya. Apakah menyambutnya? Atau hanya akan melihatnya sampai tangan itu pergi sendiri dengan sang pemilik.

“Terimakasih telah menjagaku selama ini, Luhan… oppa.” akhirnya Rei menyambut tangan putih itu.

“Jaga Rei baik – baik ya. Dia akan sedikit rewel dan menyusahkanmu nantinya. Yang harus kau lakukan hanya bersabar dan aku berharap tidak akan ada kata perpisahan di antara kalian.” Doa yang cukup mendalam dari Luhan sambil menepuk pundak tegap Sehun.

“Pasti.” Ujar Sehun tegas.

Luhan begitu saja pergi setelah menyampaikan maksut kedatangannya dengan senyum yang selalu mengembang.

Beberapa perasaan mengganjal tertinggal di benak Rei.

***

Rei POV

Dan akhirnya pesta meriah sehari penuh inipun berakhir. Meskipun beberapa hal mengganjal yang membuat hari ini seperti putaran roll film yang acak. Tapi setidaknya ingatan sedikit demi sedikit pulih karena pemutaran video bodoh itu.

Yah, meskipun aku masih sedikit bingung dengan serpihan ingatan itu tapi aku yakin ini ada hubungannya dengan masa kecilku.

Dukk

“Aw.” Kepalaku baru saja terbentur punggung tegap Sehun. “Maaf.” Dia berguman tak jelas sambil mengambil langkah pertama memasuki rumah baru kami. Yah, meskipun masih sulit untuk menyebutnya rumah karena terlalu besar dengan halaman rumput hijau dan juga kolam renang besar di belakang rumah.

“Kita hanya tinggal berdua disini?” tanyaku pada Sehun yang hendak memasuki kamar utama di lantai bawah.

“Tidak, sebentar lagi para pelayan akan membantumu mengerakan tugas rumah atau apalah itu.”

“Kamarku?”

“Di atas dengan pintu berdaun dua berwarna putih.” Sehun kemudian mendudukan dirinya di sofa ruang santai rumah tersebut.

“Aku seperti familiar dengan rumah ini, apakah aku pernah kesini?”

“Sepertinya ingatanmu mulai membaik, ya pernah dan sepertinya hari itu sebelum kau jatuh dari tangga.”

“Jadi kau tahu soal itu? sekarang aku benar – benar berfikir kita teman masa kecil.”

“Kau akan berubah 180 derajat jika kau mengingat semua tentangku.” Bicara apasih dia, memangnya aku dulu seperti apa? Aku memang pintar dari dulu. Apanya yang akan berubah.

Lebih baik aku segera pergi saja dari sini.

Author POV

“Kau percaya diri sekali tuan Oh.” Rei mulai berjalan menjauh maniki tangga. Tapi dia sedikit kesulitan dengan gaun panjangnya, mungkin kita harus mengganti kata sedikit dengan-sangat kesusahan-.

Melihat hal itu Sehun tak tinggal diam, ia tak ingin Rei jatuh dari tangga lagi dan berakibat fatal pada gadis mungil itu. Jadi Sehun berjalan cepat ke arah tangga dan menggendong Rei.

Ya! Jangan membayangkan bahwa Sehun akan menggendongnya ala bridal style. Kalian salah besar! Dengan sekali hentakan Sehun menggendong Rei di bahunya.

“YAK!! OH SEHUN! APA – APAAN KAU INI!”

“Aku tidak ingin kau jatuh dari tangga dan menimbulkan masalah baru.”

“HAH! Bagus sekali ucapanmu Tuan Oh, kau berbicara seolah aku pembuat masalah saja!”

“Kau memang seperti itu.”

Pertengkaran itu terus berlanjut dengan Rei yang terus menerus memaki dan mengutuk Sehun yang mencelanya. Dan akhirnya mereka berdua sampai di kamar Rei. Sehun menurunkan Rei tepat di depan pintu bercat putih berdaun dua yang di bicarakan Sehun.

“Dasar manusia salju!” Rei menghentakan pintunya keras – keras membuat Sehun sedikit geram.

“Jika saja dia tidak sakit, aku sudah mendorongnya dari atap.”

Sedangkan Rei sibuk mengutuk Sehun di dalam kamarnya.

“Ya Tuhan! Aku bisa gila jika terus hidup dengannya, sampai kapan aku harus berpura – pura menjadi suami istri yang rukun bersamanya?” Rei berjalan mendekati tempat tidur dan merebahkan badanya.

“Ah! Syukurlah punggunggu bisa tersenyum kembali.” Rei memejamkan matanya menikmati nyamnya tempat tidur yang ia tempati.

“Oh Sehun, apa kau begitu membenciku?” suara dedaunan bergesekan terdengar nyaring. Ditemani hembusan angin yang bersentuhan dengan air kolam renang mewah itu menambah kesan kaku di antara keduanya.

 

“Cukup Rei, kau sudah tahu jawabannya. Kenapa kau terus saja seperti ini?” air mukanya memerah. Sehun mencoba mengendalikan emosinya.

 

“Apa aku ini tak cukup baik untukmu? Tak cukup pintar? Tak cukup cantik? Apa hanya karena aku tidak lahir di zamanmu aku terlihat sangat kekanak – kanakan bagimu? Kau konyol sekali Sehun.”

 

“Berapa kali aku harus menjelaskannya padamu, ini tidak seperti itu. Kau hanya terobsesi saja denganku karena kau belum pernah mencoba menjalin hubungan dengan pria lain.”

 

“Obsesi? Jangan mencari alasan tidak masuk akal Sehun. Jika hanya karena itu, kau tak perlu menjauh bahkan sampai pergi ke Inggris hanya demi gelar mastermu.”

 

“Rei kumohon cukup! Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!”

 

“Baiklah jika itu maumu, aku tak akan pernah menginjakan kaki lagi disini dan jangan berani – berani menunjukan wajahmu lagi!” Rei berlari meninggalkan taman belakang itu dan menaiki mobilnya sendirian.

 

Dengan mimic muka memerah menahan amarah dan juga tangis, Rei menancapkan gas dengan kencang. Dia masih ingat jika hari ini ada kelas Prof Kang.

 

Dia menaiki tangga dan melupakan tugasnya di dalam mobil, hingga dia kembali turun dari tangga dan

 

Brakk!!

 

“AAAAAAAHHH!!” Rei terbangun dari tidurnya.

Rei masih mengatur nafas dan melihat sekitar menetralkan pandangan. “Jadi itu semua hanya mimpi?” Rei memegangi kepalanya yang sedikit pening. “Ah! Aku harus berganti pakaian.”

Sedangkan Sehun, ia sedang termanggu di ruang kerjanya sambil membuka sebuah kertas berwarna merah muda yang sudah lusuh. Ia terus saja menatap pada tulisan tangan itu.

                Sehun oppa, apakah kau percaya pada negeri dongeng? Pasti kau tidak percaya dan mengatakan bahwa aku konyol. Tapi, menurutku cerita di negeri dongen itu nyata. Bukan karena mentalku yang kekanak – kanakan tapi apa yang terjadi di dongeng itu nyata dan benar adanya. Kau tahu, cinta yang tak memandang rupa seperti Beuty and the beast. Cinta yang selalu menemukan jalannya seperti Cinderella. Cinta yang mengobati seperti Snow White. Dan yang membuatku menyukai cerita itu bukan karena cerita itu berakhir bahagia, tapi mereka benar adanya jika kita benar – benar menggunakan cinta dengan tulus.

                Aku percaya semua itu benar adanya. Seperti Wendy yang akan selalu setia menunggu Peter Pan, Wendy yang selalu merasakan kehadiran Peter Pan di Setiap malamnya dan Wendy yang akan selalu percaya meskipun Peter Pan tak lagi pernah terlihat.

Seperti itu juga aku mencintaimu…

                Karena cinta juga soal kepercayaan. Kepercayaan Aurora bahwa kutukannya suati hari nanti akan hancur dengan ciuman sang pangeran. Begitu juga aku mempercayai ciuman pertamaku akan terjadi dengan orang yang tepat.

                Seperti itulah aku menyukaimu. Seperti itu juga aku percaya padamu. Percaya bahwa kaulah pangeran itu. Pangeran yang akan selalu membuat kerja jantungku tak normal, pangeran yang hanya dengan sentuhanya mampu membuat pipiku memerah dan pangeran yang selalu mampu mengacaukan kerja otakku, membuatku melupakan kemampuan verbalku, aku selalu percaya pangeran seperti itu akan datang menghampiriku dan aku selalu berharap bahwa itu kau.

                Memang benar, aku yang pertama menjatuhkan hatiku padamu, aku yang pertama kali terpesona dengan senyum lucu itu. Aku yang selalu bertanya pada Tingkerbell betapa aku ingin terbang disampinya. Tapi kenyataan pahit bahwa yang benar – benar terbang disampingmu itu bukan aku, membuatku sedih. Meskipun begitu aku tak menyalahkan cinta. Cinta itu sendiri tak menyakitkan. Karena pada intinya cinta itu tentang keberanian, memberi dan menyayangi. Ketika semua itu tak terpenuhi, lalu apa arti cinta?

                Dan pada akhirnya tanpa tahu malu aku memberanikan diri untuk tahu lebih banyak tentangmu. Saling mengenal tak akan menyakiti siapapun bukan?

                Tapi aku salah. Mengenalmu menyakitiku. Karena ketika aku tahu lebih banyak tentangmu semakin aku jatuh dalam pesonamu, dan ketika aku jatuh semakin dalam, aku sadar… bahwa aku juga semakin mencintaimu.

                Bukan kenyataan bahwa aku semakin mencintaimu yang menyakitkan tapi kenyataan bahwa keajaiban yang kuharapkan datang tentang pangeranku tak akan pernah terwujud. Karena aku sadar bahwa aku hanya ingin kau sebagai pangeranku…

Cinta itu rasanya seperti sayap kupu – kupu. Lembut, ringan, indah dan rapuh, tapi disisi lain itu membuatmu merasa kuat.

Aku Mencintaimu Sehun… Selalu.

Sehun menitikan air matanya membaca lembaran surat itu.

“Kau mencintaiku terlalu dalam Rei,”

“Aku terlalu menyakitimu hingga tak sedikitpun kenangan kita kau ingat. Maafkan aku…”

“Maafkan aku yang sampai saat ini belum bisa mencintaimu…”

To be continue…

WAALAAAAA…… JIHYOEN IS BACK!!!

Aku gk ngerti, ini kalian pada seneng apa enggak dengan kembalinya aku di dunia fanfiction yang sangat aku rindukaan ini atau malah sebaliknya…

Over all aku pengen bilang nih, ff kedua aku ini agaak sepi ya peminatnya

sempet males gitu karena dari jutaan pengunjung gk ada yang mau mampir dan meninggalkan jejak kalian. gimana yang newbie newbie ini mau berkembang kalo kalian gamau apresiasi. ya yang maunya di baca author itu itu aja.

yah kalo dibilang iri sih pasti, karena merekapun berkembang sama kaya aku. dari nol, tapi aku juga butuh kalian untuk sampi 1000. jadi please kasih saran dan komentar kalian untuk karyaku yang sepi peminat ini.

Jihyoen back. see you!

Advertisements

54 responses to “[FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 8

    • waah maf banget ya alee, keyboard laptoku rusak dan aku lagi ada banyak ujian dan ujian masuk universitas jadi ya baru bisa lanjut sekarang dan thanks sudah mau meninggalkan jejak ^^ *deepbow

  1. Jadi sehun nikah sama lusia karena mau bantu sembuhin ocd nya aja?
    Kasian dong lusia masih polos banget

    • itu salah satu lasannya, tapi cinta gk akan cari alasan untuk saling menemukan. tunggu aja chapter selanjutnya ^^ thankss

  2. Waahh sedih ceritanya…
    Kirain td sehun bkal jahat
    Taunya enggak..
    Sbnerx sehun jd tmbh nyakitin.. dya bhkan ga suka kan sm cwekny…
    Jd ya buat apa.. mending dya lupa sm smwx..
    Ak bru bca ceritanya sii. Tp flashbackx ngebantu tnpa perlu ak bca cerita sblmnya..
    Di tunggu next chapternya..

    • hmm, kalo aku boleh saranin km baca aja chapter sebelumnya karena flashback itu bukan cerita sebelumnya 🙂
      but, thankyou so much, but you know? cinta selalu punya jalan untuk kembali ^^ see you on next chapter :3

  3. Annyeong! Aku reader baru ff ini, dan baru komen di chapter ini. Aku belom baca chapter sebelumnya jd belom “ngeh” sama jalan ceritanya. Tapi over all aku suka sama ff.nya, lanjut terus ya! Fighting!!

    • annyeong kyung ^^ aku saranin km buruan baca ya, soalnya ntar keburu gapaham sama next chapter hehe.
      but thank you ^^

  4. Baru baca capter ini doang sal nya readers baru😊dan asik sih menurut aku,tapi gk begitu ngerti karan cuman baca part ini doang😆hehe . . Tapi aku suka ih karan ada sehun😂

    • buruan baca deh hehee, ntar keburu lupa, jangan lupa meninggalkan komentar ^^ terimakasih 😀

  5. Akhirnya dari sekian lama aku nunggu
    Baru sekarang diupdate. Thor kenapa lama banget sih update y padahal ff punya thor keren banget. Thor untuk selanjutnya yg cepatnya thor. Selamat y sehun rei 😊😊😀😀😀😀
    Ditunggu y thor

    • maaf banget buat kamu nunggu ya apriin 😦 aku beneran gk ada ide buat pengembangan selanjutnya dan waktu itu keyboar laptop aku rusak. maaf banget harus hiatus berbulan – bulan, dan aku akhirnya tetap memutuskan untuk melanjutkan ff ini hehe but thanks, see you next chap ^^

  6. haduuhh kk sampai kapan rei menyadari klo itu tu potongan masa kecil dia yg terlupakan, huee nyesekk bgt bayangin betapa cintanya rei ke sehun waktu lalu.. bikin nyesek kk serius, apalagi tauu klo sehun sampai sekarang blm bisa bales perasaan rei.. haishh mendingan rei ga usah inget aja masa kecilnya bareng sehun, kasiann aku bayanginnya..
    tapi sikap sehun yg makin kesini makin perhatian sm rei, buat aku seneng bgt.. seenggaknya uda ada perubahan dikit” sihh..tp kan mending drpd gak sama skali..
    kk pliisss lanjutin yaa ff ini sampai end, aku bakalan nunggu setiaaa sm kk..

    • makasih ya chinggu atas respon exitednya dan juga saran – sarannya, maaf juga buat km nunggu lama karena keyboard laptop aku rusak dan lagi banya ujian TT but thanks a lot, we’ll see soon on my next chapter ^^

  7. Weeeyy akhirnyaaa kembali. Aku seneng bangeeet dlu sedih karena baca postingan author yg katanya nggk tau kapan lanjutin cerita ini tapi skarang I am so happy because I love this fanfiction and I miss hehun and rei so much. Sangan ditunggu part selanjutnya aaaa. Aku nggk bsa berkata kata haha

  8. Aku sampe buka chapter sebelumnya krna kayaknya udah lama banget gak liat ff ini.
    Bener ternyata, lama nungguinnya sampe lupa *mian*
    Sehun, aku masih asaran sama hatinya. Semoga dia bisa lebih tulus dan terbuka ke rei begitu juga sebaliknya.

    • tunggu aja di next chapter ya claudisaa ^^ but thanks want to leave a comment bellow :3 see you on my next chap

  9. Akhirnya di update juga setelah sekian lama
    Jadi sehun belum jatuh cinta sama rei?? , kasian banget sii rei 😭😭

  10. Aku lupa lo ama ff ini saking lamanya. Tadi sempet baca dari chap 1. Pas ampe tengah²kq kaya pernah baca. Akhirnya cek komentar fan ternyata ada…
    Ditunggu kelanjutannya

    • muehehehee maaf sekali karena telat banget updatenya, thanks for leaving comment ^^ see you next chapter

  11. Omaygaad aku baru baca alias reader baru, tapi udh kebawa suasana aja
    Kok kasian sama reinya ya, jadi sehun nikahin rei tapi dia ga cinta gitu??paraaah
    Btw ceritanya rei lupa ingatan ya author?
    Hmm aku baca dari awal dulu deh biar nyambung
    Ditunggu next chapnya author ^_^

  12. Akhirnya dipost juga

    Sehun ayo dong buka hatinya buat Rei…
    Sebenarnya ada apa dengan masa lalu Rei?? Kyaa penasaran..

    Keren kak, nextnya lebih gerget lagi yaa
    Next chapter lebih panjang dikit boleh??

    • insyallah ya chingu, takutnya kalo kepanjangan malah gk bikin penasaran ato malah gk dapet feel :3 but thanks udah ninggalin jejak

  13. Halo, readers baru nih,. Mohon ijin bca y,. Suka sma cerita.a sehun rei na yg perfectionis bgt dsini,. Wah ternyata sehun belum bisa mencintai rei y,.. Klo dlu rei cukup terobsesi sma sehun,. Ntar kalo rei udah pulih bakal terobsesi lagi gk y,.. Tunggu next chap y., 😉

  14. Hai authornim, saya reader baru ._.)/*yo!* ceritanya menarik bgt, dan bikin penasaran apakah sehun sebenernya punya kepribadian ganda atau malah jatuh dari tangga lebih dulu daripada rei. Tidak bermaksud menggurui, tapi cuma mau koreksi dikit bagian kata2 yang kukira typo tapi ternyata berulang kayak “maksut” yang setauku tulisan yang baku itu “maksud”, “design” yang menjadi “designe” dll yang mungkin perlu dikoreksi biar lebih nyaman membacanya _ _) *deep bow*. Semangat terus, fighting! Ditunggu next chap-nya^-^)/

  15. Hai authornim, saya reader baru ._.)/*yo!* ceritanya menarik bgt, dan bikin penasaran apakah sehun sebenernya punya kepribadian ganda atau malah jatuh dari tangga lebih dulu daripada rei. Tidak bermaksud menggurui, tapi cuma mau koreksi dikit bagian kata2 yang kukira typo tapi ternyata berulang kayak “maksut” yang setauku tulisan yang baku itu “maksud”, “design” yang menjadi “designe” dll yang mungkin perlu dikoreksi biar lebih nyaman membacanya _ _) *deep bow*. Semangat terus, fighting! Ditunggu next chap-nya^-^)/

  16. Lqma banget updatenya unnie…jadi smpat lupa critanya…
    Rupanya Rei Sehun itu udah saling kenal sejak kecil…
    Yya ampun…dalam banget rasa cintanya sama Sehun😢 kaasian reinya…
    Next yya unnie^^

  17. kirain cerita ni gak bakal dilanjutin eh ternyata nongol juga..
    kasian ya lusia coba aja ingatannya udah kembali pasti dia bakalan sedih liat kenyataan ini..
    semoga sehun mulai membuka hatinya ya setelah nikah ini..
    next kak ^^

  18. Wah ff ini udah lama banget nungguin lanjutannya sapai lupa baca sampai mana😁
    Ntar aku baca dari chap1, udah rada2 lupa jalan ceritanya

    Keep writing ya, jgn sedih gitu…
    Fighting!!!👊👊

  19. Sumpah keren banget, cerita cinta sehun-rei ternyata gak mulus, penuh liku dan ujian penuh pengorbanan dan penantian,salut sama mereka berdua bisa bertemu lagi dan sampai nikah,semoga hubungan sehun-rei segera kembali lebih baik,dan semakin bahagia. Ditunggu next chapternya, semangat

  20. Authorrr aku selalu nungguin ff inii😭😭 jangan sampe berhenti ya nulisnyaa… Semangaat.. Dan sedih ngeliat nasib rei😖trud luhan kabarnya gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s