Stay [Chapter 2] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (John Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Previous Chapter || Chapter 2

Sehari sebelum graduation day, semua siswa kelas 3 SMA Bangtan sepakat hadir dalam prom terakhir mereka. Para gadis memakai gaun berbagai rupa. Sementara yang lelaki nyaris memakai setelan yang sama.

Semuanya datang berpasang-pasangan.

Tapi tidak untuk Sena dkk.

Mereka malah datang bersama-sama diantar oleh supir pribadi Jenny.

Keempat-empatnya sepakat memakai gaya retro. Sena mengambil warna merah, Irene warna krem vintage style, Lisa warna biru bergaris, sementara Jenny memilih warna hitam.

Karpet merah seolah terentang lebar begitu mereka turun dari mobil dan masuk ke gedung aula sekolah tempat prom dilaksanakan.

Gaya berpakaian mereka ini cukup nyeleneh dibanding yang lain. Hampir semuanya memakai dress panjang dan hanya mereka saja yang memakai dress pendek. Model jaman dulu pula.

Tapi bukan mereka namanya kalau mereka malu dengan gaya nyeleneh itu.

Tak lama setelah mereka, datanglah kelompok flower boys kelas 3-1. Sebenarnya semua siswa pria kelas 3-1 punya look yang di atas rata-rata. Tapi hanya enam anak ini saja yang merasa diri mereka paling tampan di SMA Bangtan. Terkumpul dalam satu kelompok dan menamai diri mereka dengan flower boys.

Jungkook berjalan paling depan. Yang kemudian diikuti oleh Taehyung tanpa kacamata, Seokjin dengan poni badai, Jimin yang entah bagaimana memoleskan sedikit make up ke matanya, Hoseok yang tumben-tumbennya memamerkan dahi mulusnya dan Namjoon….

“Wah! Itu benar-benar Kim Namjoon?!” pekik Sanghyuk heboh.

Pria yang berjalan paling akhir adalah Kim Namjoon. Seorang anak yang terkenal kurang sadar, selalu cengengesan tanpa sebab, dan rambut yang tidak pernah disisir namun sangat mahir berbahasa Inggris. Penampilannya malam ini begitu keren. Beda dengan lima kawannya yang lain, dia memakai suit berwarna putih yang monokrom dengan warna rambutnya yang dipotong setengah mowhawk. Sudah tidak ada lagi cengengesan aneh di wajahnya. Yang ada sekarang tatapannya begitu tajam dengan ekspresi dingin yang luar biasa keren.

Sena dkk menutup mulut mereka yang terbuka lebar.

“Itu benar-benar Kim Namjoon,” cicit Lisa kagum.

“Wah … kalau saja sejak dulu aku sadar dia bisa berubah sekeren ini, sudah kupacari dia sejak dulu,” celetuk Jenny yang langsung mendapat banjir tatapan kaget ketiga kawannya.

Keenam pria itu mendekati empat gadis tersebut. Yang paling depan sekarang bukan Jungkook. Tapi Jimin. Dari wajahnya, sepertinya dia sedang ingin menanyakan sesuatu pada mereka.

“Yoonji tidak datang?”

Keempat gadis itu otomatis saling pandang. Memaksa yang lain untuk menjawab, dan akhirnya Sena lah yang menjawab pertanyaan itu.

“Ah … Yoonji bilang dia tidak bisa hadir. Dia sudah pulang ke Amerika.”

“Besok dia juga tidak datang?” sahut Taehyung.

Sena pun mengangguk.

Jimin, Taehyung dan Hoseok yang mendengarnya pun menghela napas sambil melemaskan bahu mereka. Sudah tidak ada lagi harapan bagi mereka untuk mengambil hati Yoonji. Gadis itu sudah jauh di sana tanpa bisa mereka raih lagi.

Sementara itu Namjoon yang lain dari biasanya tampak biasa-biasa saja dengan kabar itu. Dia malah memperhatikan Jenny dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.

“Bajumu kampungan sekali.”

Suara Namjoon yang dalam dan manly otomatis membuat keempat gadis itu menoleh bersamaan padanya.

“Kau … bicara padaku?” tanya Jenny sembari menunjuk dirinya sendiri.

“Memang siapa lagi yang berpakaian kuno di sini selain kau,” jawab Namjoon pedas tanpa sekalipun menyadari ekspresi kaget Jenny.

“Apa katamu? Pakaianku kuno? Hah. Jaga bicaramu, Tuan Kim. Ini dress mahal. Dirancang sendiri oleh desainer kelas dunia. Mentang-mentang sekarang kau berubah total menjadi keren, seenaknya saja kalau mengkritik orang lain.”

Namjoon menggendikkan bahu tak acuh.

Lalu tiba-tiba saja musik berbunyi nyaring.

Semua siswa kelas 3 SMA Bangtan kompak berseru histeris. Bersama pasangan masing-masing, mereka pun mulai menari di tempat mengikuti irama musik. Hanya sepuluh anak ini saja yang diam di tempat seperti orang bodoh.

Tahu-tahu Jungkook meraih tangan Sena, lalu mengajaknya menari. Awalnya Sena hanya diam sambil melebarkan matanya melihat Jungkook yang menggerakkan kedua tangannya ke sana kemari. Kesadarannya masih belum kembali sampai akhirnya Jungkook pun angkat bicara.

“Menarilah. Aku akan menjadi pasanganmu malam ini.”

Sejenak tertegun, seulas senyum pun muncul di wajah cantik Sena yang hanya dipoles dengan make up tipis. Ia mulai menggerakkan badannya. Menyeimbangkan gerakan yang dibuat Jungkook sehingga terjadilah tarian pasangan dadakan. Kontan mereka menarik perhatian siswa yang lain. Tahu-tahu mereka sudah ada di tengah ruangan, terus berdansa berdua dengan siswa lain yang mengelilingi mereka.

Dan begitu musik berganti, tiba-tiba saja Seokjin menarik tangan Lisa. Reaksi Lisa juga sama persis seperti Sena tadi. Dia terdiam di tempat melihat tarian random Seokjin, kemudian dia pun ikut menari juga. Jangan salah, Lisa ini sudah belajar menari sejak kecil. Dia unjuk kebolehan menarinya di depan semua orang, yang itu jelas jauh level dengan Seokjin.

Musik pun berganti lagi. Tahu-tahu Taehyung menyeret Irene ke lantai dansa. Melihat siapa gadis yang dibawa Taehyung, Sena dan Lisa mendadak heboh sendiri.

“Bagus, Taehyung! Lanjutkan!”

Taehyung tersenyum lebar pada mereka berdua, dan mulai menuntun Irene untuk menari tango dengannya.

Irene malu-malu kucing mengikuti langkah Taehyung. Tidak jarang dia tak sengaja menginjak kaki Taehyung yang hanya dibalas dengan cengiran miris si pemilik kaki.

Dan saat musik akan berganti lagi, hanya tersisa Jenny yang belum hadir ke lantai dansa. Dia menggeleng kuat saat Lisa dan Sena menyuruhnya untuk turun juga. Hanya tersisa tiga pilihan pasangan untuk menarinya malam ini. Sayangnya mood-nya sudah hancur karena Namjoon. Andaikata Namjoon tidak bicara begitu, ada kemungkinan kalau dia akan menarik Namjoon ke lantai dansa.

“Jenny-a! Ayo giliranmu!” pekik Sena semangat.

Tapi Jenny membalasnya dengan gelengan keras serta kedua tangan yang terlipat di perut.

Yaa! Kau harus berdansa sekarang atau kubocorkan ban mobilmu nanti!” ancam Lisa yang dibalas decakan sebal oleh Jenny.

“Malas! Aku mau pulang!”

Ketika Jenny akan beranjak, di situlah seseorang menabrak tubuhnya.

Namjoon.

Pria itu menoleh ke belakang, pada Jimin dan Hoseok yang sudah kabur entah kemana setelah mendorongnya pada Jenny.

“Apa sih?” ketus Jenny begitu Namjoon menatapnya.

Sebenarnya Namjoon juga malas turun ke lantai dansa, tapi dia tahu kalau dia punya salah pada Jenny soal kritikannya tadi. Jadi….

“Berdansalah denganku.”

“Apa?”

“Berdansalah denganku.”

Jenny mengerutkan dahinya tidak percaya.

Lama menunggu Jenny, akhirnya Namjoon pun menarik tangannya untuk turun ke lantai dansa.

“Kim Namjoon! Kim Namjoon!”

“Kim Jenny! Kim Jenny!”

Kedua pasangan itu akhirnya menari. Ya, alakadarnya. Bahkan Lisa dan Seokjin yang bak langit bumi saja jauh lebih baik dari mereka.

Di tengah-tengah euphoria itu, tiba-tiba saja Sena ditarik menjauh dari lingkaran. Keluar dari aula dan berhenti setelah berada di taman sekolah. Gadis itu mengerutkan dahi pada pria yang mengajaknya keluar.

“Sesak sekali di dalam,” ujar pria itu sembari melepas jas-nya dan melipat kemeja bagian lengan sampai siku.

“Tumben kau mengajakku terus kemana-mana,” celetuk Sena yang langsung mengikat rambutnya dengan ikat gelang yang sejak tadi ada di pergelangan tangannya.

“Aku ingin bicara padamu.”

“Soal?”

“Yoonji.”

Pergerakan Sena pun terhenti.

Sudah lama dia tidak mendengar nama itu lagi.

Ia pun berdehem. Menyelesaikan ikatan rambutnya.

“Kenapa dengannya?”

“Dia seorang pria ‘kan? Agust D ‘kan?”

Sena tampak tidak terkejut. Yoongi sendiri sudah memberitahunya kalau Jungkook tahu soal identitas asli pria itu. Dia hanya mengangguk, mengiyakan.

“Kenapa kau tidak beritahu aku sejak awal?”

“Awalnya aku juga tidak tahu. Dia begitu saja memberitahuku sepulangnya dari Chicago.”

“Tapi kau bisa memberitahuku setelah itu.”

Gadis itu pun membetulkan letak duduknya. Memeluk dirinya sendiri yang mulai kedinginan. Sekarang masih awal Februari, sisa udara winter masih ada. Dengan bajunya yang seperti ini, jelas dia menggigil. Apalagi coat­-nya tertinggal di mobil Jenny.

“Harusnya. Tapi aku tidak yakin, apakah kalian akan ikut menjaga rahasia ini atau mengumbarnya pada yang lain.”

Jungkook pun menghela napas. Udara yang keluar dari mulutnya itu terlihat seperti asap yang membumbung tinggi karena udara yang begitu dingin saat ini.

“Aku jadi begitu bodoh menyukainya.”

Sena terkekeh. “Tidak hanya kau saja, yang lain juga iya.”

“Kalau saja sejak awal aku tahu dia bukan wanita yang sebenarnya, sudah pasti aku tidak akan berpaling padanya.”

“Memang kau berpaling dari siapa?”

Jungkook pun menoleh. Menatap Sena lekat. “Orang yang ada di mataku sekarang.”

Sena mengangkat alisnya tinggi. Yang dia lihat di mata bulat Jungkook hanyalah bayangan dirinya saja. Tidak ada orang lain lagi.

Sebenarnya dia sudah tahu sejak kelas 1 dulu. Tapi, dengan Jungkook mengatakan secara terang-terangan sekarang apalagi dalam kondisi hanya berdua, dia pun sadar kalau pria itu serius. Terlihat jelas sekali di matanya kepastian yang tidak dimiliki Yoongi.

Ah … Yoongi lagi.

Dia merindukan tatapan bimbang Yoongi saat pria itu mulai mengatakan isi hati padanya.

Apakah pria itu baik-baik saja di Amerika? Entahlah.

Sena pun langsung membuang pandangan. Mendesis lirih saat kulitnya meremang karena terpaan angin musim dingin.

Menyadari itu, Jungkook pun langsung membungkus tubuh kurus Sena dengan jas-nya.

“Mau kubelikan hot pack?”

Sena menggeleng pelan. “Tidak usah. Begini saja cukup. Tapi, apa kau tidak kedinginan hanya memakai baju itu?”

Jungkook pun menggaruk kepala belakangnya sambil mendekatkan diri sampai bahu mereka saling bertabrakan. “Begini sudah hangat.”

Merasa lucu dengan tingkah Jungkook, Sena pun tertawa ringan. “Aku tidak tahu kalau kau punya sisi yang seperti ini, Kook-a.”

Pria itu tersenyum tipis mendengar panggilan barunya. “Apa kau mau melihat sisiku yang lain juga?”

Masih dengan mata menyabit, Sena mendorong sedikit dagunya seolah meminta Jungkook memperlihatkan sisi itu.

“Berkencanlah denganku.”

“Apa?” cicit Sena setelah semenit diam.

“Berkencanlah denganku,” ulang Jungkook sembari menghadapkan seluruh badannya pada Sena. “Aku akan memperlihatkan semua sisi diriku yang lain setelah kita berkencan.”

Sekali lagi Sena terdiam cukup lama, mencerna, sambil menatap kedua mata bulat Jungkook.

“Aku tahu kau sedang mencoba melupakan Yoongi ‘kan? Cara melupakan seseorang yang paling cepat adalah dengan mengalihkan semua perhatianmu ke orang lain. Aku akan membantumu. Jadi … berkencanlah denganku.”

TBC

Advertisements

12 responses to “Stay [Chapter 2] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. Kalo yoonji nggak datang ke sekolah bangtan mungkin jungkook sudah lama berkencan dengan sena tapi yoonji/yoongi datang dan jungkook jafi berpaling tapi sekarang hatinya benar-benar untuk sena.
    Chapter yang ini flashback pesta prom mereka dan dichapter berikutnya ditunggu terus

  2. Ini wkt mereka prom wkt SMA,jd yoongi emng ngak datang, ini emng sequel HSG, jd jongkook emng suka sm sena dr dl,q kira dia sdh ngak suka lagi krna sena membully si “nerd”, cinta lama bersemi kembali ceritanya..asyikkk..

  3. Tulisan TBC di bawah bener-bener ganggu ugh 😀 😀 betewe semangat terus qaqa nulisnya! Aku selalu mendukung dan mendoakanmu eaa 😀

  4. Jadi sperti ini cerita nya sena sama jk. Omoooo 😂😂😂😂
    Yoongi apa kabar? #apa kabar hati nya?

  5. Tiba” jatuh cinta ke jungkook!!
    Eonni daebak emang, aku jadi penasaran sama kisah jungkook sena
    Udah bisa move on dri yoongi sena, soalnya di chap akhir hsg1 kan sena bilang dia tetep suka yoongi walaupun bukan prioritas sena lagi hehe jadi aku sudah rela serela-relanya
    Lagian ga selamanya cinta pertama berakhir bersama kan yaaa
    Jungkook gentle bangetlaah mau bantuin sena dan tetep sama sena sampe jadi sekretaris sena wkwkwk
    Ditunggu kelanjutannya eonni
    Fighting eonni ^_^

  6. Ternyata emang udh lama suka juga jungkook ma sena…skrg mkn suka kaya y palagi udh g ada yoonji hahahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s