Bangtan House [#1 Rumah No. 1] ~ohnajla

ohnajla || family, friendship, bromance, romance, marriage life || Teen || Chaptered 

Main Cast: 

– BTS members

– OC

Previous Chapter

Menjadi yang termuda dari empat nuna adalah sesuatu yang sangat luar biasa dalam hidup Yoongi. Dia berusia 15 tahun saat itu, ketika rumah Min sedang ramai-ramainya dikunjungi oleh banyak pria lajang.

Kakak pertamanya, Min Sejong masih berusia 24. Masih cantik-cantiknya. Kakaknya ini punya figur yang sangat sangat lembut daripada saudaranya yang lain. Entah gen dari mana. Padahal ayahnya, Tuan Min, super galak dan ibunya, Nyonya Min super swag. Jelas-jelas tidak ada garis ‘lembut’ dari keluarga ini. Tapi Sejong bagaikan anugerah. Meskipun badannya tampak paling kecil dari saudaranya yang lain, tapi dialah yang paling banyak dicari oleh para pria.

Yoongi sampai lelah. Selalu saja ada seorang pria yang duduk di ruang tamu rumahnya, menunggu Sejong ketika dia pulang dari sekolah. Dan itu selalu berbeda-beda setiap harinya.

Ayahnya juga lelah menjahati mereka. Toh mereka ini sudah sekuat baja, sulit untuk diusir.

Ending-nya, Yoongilah yang harus menemani mereka bicara. Terkadang dia usil.

Hyung, kenapa kau selalu datang ke sini? Nuna tidak menyukaimu. Dia menyukai Chanyeol hyung.”

Chanyeol adalah satu dari sekian pria yang menyukai Sejong.

Lalu dijawab oleh Joonmyeon, “Aku tidak akan berhenti sebelum dia menikah. Karena sekarang dia masih belum milik siapa-siapa, jadi kenapa juga aku harus menyerah hanya karena dia menyukai Chanyeol?”

“Wah … hebat sekali kau, Hyung. Tapi Chanyeol hyung itu tidak pernah menunggui nuna di sini. Kalau-kalau kesini dia biasanya mencariku, memberiku makanan. Aku sih lebih setuju Sejong nuna menikah dengan Chanyeol hyung. Nunanuna ku yang lain juga menyukainya. Dia suka memberi soalnya.” Smirk pun tercipta di wajah unyu Yoongi.

Ajaib, Joonmyeon mendadak galau. “Begitukah? Jadi itu alasan kenapa Sejong lebih menyukai Chanyeol?”

Yoongi pun menjentikkan jarinya. “Tepat sekali. Itu namanya trik. Kalau aku dan nuna-ku yang lain menyukainya, otomatis Sejong nuna juga pasti menyukainya. Itu sudah hukum alam, Hyung. Masa kau kalah darinya? Padahal aku sebenarnya lebih setuju kalau kau menjadi kakak iparku daripada Chanyeol hyung.”

Esok harinya, tahu-tahu ada kurir pengantar barang datang mencari Yoongi. Orang itu bilang, ada kiriman playstation untuk Yoongi, dari Kim Joonmyeon. Sejong yang ada di situ tentu saja kaget. Dia tidak percaya kalau kakak tingkatnya di kampus memberikan Yoongi playstation seri baru. Makin tidak percaya lagi melihat Yoongi dengan semangatnya langsung menandatangani tanda terima tanpa mengatakan apa pun padanya.

Ternyata hadiah Joonmyeon tidak berhenti sampai di situ. Yoongi juga diberi bingkisan berupa sepatu olahraga yang telah ditandatangani oleh seorang atlit basket dunia di ulangtahunnya yang ke 16. Belum ditambah dengan gadget, i-pad, baju, jaket, sepeda pancal dan masih banyak lagi.

Tapi akhirnya, Sejong malah menolak lamaran Joonmyeon.

Bukannya malah tersentuh, Sejong justru merasa sangat direpotkan karena semua hadiah itu. Mana Yoongi sulit sekali dinasehati. Sejong justru menikah dengan seorang pria kewarganegaraan Jerman bernama David Song. Yang bahkan tidak pernah memberi apa-apa pada Yoongi atau saudara Sejong yang lain sebelum dia menikah dengan Sejong.

Namanya juga takdir.

Kakak kedua Yoongi bernama Min Ahreum memiliki karakter yang berbanding terbalik dengan Sejong. Dia sangat menuruni bakat swag Nyonya Min. Dari gaya berpakaiannya saja dia sudah kelihatan. Ripped jeans, leather jacket, snapback, sneakers, rambut panjang lurus berwarna mint dan aksesoris-aksesoris nyeleneh yang mesti menjadi pelengkap fashion swag-nya. Tomboy sangat. Tapi dia sangat benci disebut tomboy dan memaksa orang-orang untuk menyebutnya sebagai wanita. Ya memang dia wanita.

Berusia 23 saat Yoongi berusia 16 tahun. Usia itu menjadi usia populernya seorang Min Ahreum.

Yoongi mendadak juga ikut populer. Banyak pria-pria yang mendekatinya dengan maksud mengorek identitas Ahreum. Entah itu minta nomor ponsel, tanggal lahir, benda-benda yang disukai Ahreum, bahkan ada yang terang-terangan menanyakan tipe ideal Ahreum.

Yoongi juga harus rela menjadi pengantar surat gratis dari para pria itu untuk kakaknya.

Namun lagi-lagi tingkah usilnya tidak bisa tertolong.

Begitu mendapat surat, dia tidak memberikannya pada Ahreum. Tapi dibacanya sendiri di kamar lalu dibalasnya surat-surat itu dengan tulisannya yang mendadak berubah menjadi tulisan Ahreum.

Seperti ini contohnya.

Dear Myungsoo.

Kau pintar sekali membuat kata-kata indah, Myungsoo-a. Aku yakin, semua wanita pasti akan menyukaimu. Bahkan jantungku saja berdebar-debar ketika membacanya.

Yoongi terkikik geli. Tentu saja geli dengan tulisannya sendiri. Jelas sekali ini bukan gaya Ahreum.

Tapi kau ‘kan tahu sendiri, aku paling tidak suka digombali dengan kata-kata seperti itu. Aku lebih suka pria yang lebih mengutamakan action daripada kata-kata. Mungkin kalau surat itu kau berikan pada kakakku dia pasti akan menerimamu saat itu juga.

Maaf Myungsoo-a, aku tidak bisa.

—Min Ahreum.

Sejak hari itu Myungsoo tidak mengirimi Ahreum surat lagi. Juga tidak lagi mendekati Yoongi.

Beda lagi situasinya dengan kakaknya yang bernama Min Yuri. Berusia 21 ketika Yoongi berusia 16 tahun.

Yuri sangat diktator. Itulah yang Yoongi rasakan selama berada di bawah kaki kakak nomor 3-nya itu.

“Yoong! Belikan aku pembalut!”

Yoongi yang sedang bermain playstation-pun mengerutkan dahi sambil berteriak, “Tidak mau! Beli saja sendiri!”

“Sudah berani pada nuna ya?! Cepat belikan atau besok kau tidak akan dapat jatah sarapan!”

“Heleh! Aku akan minta sarapan dari Yoonjin nuna!”

Yuri ini memang punya tugas menyiapkan sarapan tiap pagi untuk Yoongi. Bukan karena ibu mereka malas, tapi karena sudah hampir berkepala 5, Nyonya Min terlalu lelah untuk berkutat di dapur.

Tahu-tahu Yuri sudah menarik telinga adiknya itu. “Belikan tidak? Aku akan melarang Yoonjin untuk memberimu makan.”

“Aaah!! Iya iya! Akan kubelikan nanti selesai main!”

“Tidak ada nanti nanti-an! Sekarang juga atau kugorok lehermu!”

Eomma!! Nuna jahat!!” Teriaknya saat ibunya lewat di depan mereka sambil membawa keranjang cucian.

Eomma sekalian titip sampo,” jawab Nyonya Min sambil terus melenggang menuju ruang baju keluarga Min.

Eomma!!!

“Mau mengadu ke siapa lagi, hah?! Belikan sekarang!”

“Aku titip cokelat!” seru Yoonjin yang baru pulang kuliah.

Alhasil, karena tak berani mengadu ke ayahnya yang galak, dia pun menurut saja dan pergi ke swalayan demi membelikan pembalut, sampo dan cokelat pesanan kakak-kakak dan ibunya.

“Itu untuk kakakku, bukan aku,” ketusnya pada si pelayan kasir yang sebenarnya tidak tanya kenapa Yoongi beli pembalut.

Dan Yoonjin adalah nuna yang paling galak. Setingkat di bawah kegalakkan ayah mereka. Apalagi saat sedang period. Pasti ada saja yang membuat gadis itu memarahinya.

“Hei kaki pensil, buatkan aku ramen.”

Yoongi yang memang dipanggil kaki pensil oleh Yoonjin, berdecak pelan karena dia baru saja pulang sekolah dan sudah disuruh membuat ramen.

Baru berdecak saja Yoonjin sudah melotot garang. “Tidak mau? Mati saja sana! Punya adik tidak berguna sama sekali!”

Yoongi menghela napas. “Iya Nyonya.”

Ekspresi malas Yoongi makin membuat kerutan di wajah Yoonjin bertambah. “Kalau tidak ikhlas mending tidak usah!”

Haduh, orang ini kenapa sih?

Lalu Yoongi pun tersenyum begitu manis sambil menjawab, “Iya Ma’am. Perintah akan saya laksanakan.”

Dan begitu ramennya sudah jadi….

BUG!

“Aw! Apa lagi sih?!”

“Kau ini becus tidak sih membuat ramen?! Airnya terlalu banyak, bodoh! Kau ingin membuatku mati karena airnya?!”

Yoongi mengerutkan dahi bingung. “Perasaan tadi sudah pas takarannya.”

“Melawan ya?!” Yoonjin tiba-tiba sudah mengangkat bantal, bersiap menyerang Yoongi.

“Ampun Nyonya!! Hamba salah! Ampun!”

“Buatkan aku cokelat panas sekarang.”

Yoongi pun berdecih. “Ternyata modus.”

“Apa katamu?!”

“Tidak~~ hahaha.” Dia pun memeluk kakaknya sambil pasang tampang seimut mungkin. “Akan kubuatkan cokelat panas untuk kakak yaaaang paling cantik.”

Begitulah kisah bagaimana Yoongi menghabiskan masa mudanya demi mengabdi pada keempat kakaknya. Beruntung karena sekarang Sejong, Ahreum dan Yuri sudah tidak tinggal di rumah, beban Yoongi pun tidak seberat dulu lagi. Terkadang kalau Yoonjin pulang ke rumah, dia harus bertransformasi menjadi budak lagi. Apalagi kalau wanita itu sedang period. Beuh … berat. Berat sekali.

Untung sekarang dia sudah pindah ke Bangtan House bersama istri tercinta. Oh Sena.

Eh tapi tidak beruntung juga sih.

Siapa bilang dia merdeka setelah menikah.

Yang ada dia menjadi budak lagi.

Budak cinta.

TBC

Advertisements

8 responses to “Bangtan House [#1 Rumah No. 1] ~ohnajla

  1. kamu trlalu baik nak.. Dan brakhir jdi budak wkwk~
    ksian sama kamu nak.. Tapi mengingat kejahilanmu Spertiny it karma bagimu

    ngakak bcany.. Anak bungsu & laki2 tunggal tdk mmbuat suga bisa d manja tpi malah di tindas..

    next..
    fighting!!
    keep writing!!

  2. Ngakak bangeet
    Yoongi jail banget sama kakak”nya tapi kasian juga sih yg bagian di per”budak” wkwkwk
    Penasaran sama kisah yg lainnya sblm masuk rumah bangtan
    Terharu juga pasangan yoonginya sena
    Love you eonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s