Bangtan House [#2 Rumah No. 2] ~ohnajla

ohnajla || family, friendship, bromance, romance, marriage life || Teen || Chaptered 

Main Cast: 

– BTS members

– OC

Previous Chapter

Kim Taehyung adalah anak sulung di keluarga Kim ke-3. Dia ini sulung yang cinta keluarga. Dengan sukarela menjadi ojek untuk ibu dan adik-adiknya. Bagus sih, dia sudah bisa mengendarai mobil dan mendapat lisensi mengemudi di usia 20 tahun. Jadi gampanglah mau kemana-mana pakai mobil atau motor.

Dulu sebelum adik kembarnya lahir, dia itu menjadi anak tunggal di keluarga. Bosan lah kalau di rumah terus. Sendirian pula. Mana ayah ibunya sama-sama bekerja dari pagi sampai sore. Paling-paling hanya bertemu saat mengantarnya sekolah, menjemputnya lalu sebelum tidur. Dia lebih sering main di rumah Jungkook atau Jimin. Tapi jauh lebih sering lagi di rumah Jungkook, sesama anak tunggal gitu loh.

Usianya 13 tahun, Jungkook 11 tahun.

Beda dua tahun bukan berarti mereka tidak bisa akrab.

Justru mereka sangat akrab.

Tapi karena saking akrabnya, mereka sering berkelahi gara-gara masalah sepele.

Seperti Jungkook yang dengan tak sengaja merusak transformer milik Taehyung.

Lalu mereka pun berkelahi, dan berakhir dengan menangis lalu pulang ke rumah masing-masing.

13 tahun, 11 tahun. Dan mereka masih menangis seperti anak kecil.

Jimin saja yang seusia dengan Taehyung tidak sebegitunya, malah karakternya jauh lebih dewasa.

Kalau sedang saling diam dengan Jungkook, Taehyung biasanya bermain sendiri di rumah.

Dia adalah anak yang kreatif.

Ada saja hal-hal baru tapi aneh yang dia buat selama masa saling diam dengan Jungkook.

Pertama adalah membuat tirai dari tisu toilet. Ulahnya ini sukses menghabiskan tiga gulung tisu toilet demi membuat tirai baru di kamarnya. Orangtuanya begitu pulang kerja langsung shock. Ya bagaimana tidak shock. Sudah siap-siap mau buang air, eeeeh! Tisu habis. Jelas mereka tidak menyalahkan Taehyung. Anak itu dengan cerianya memperlihatkan hasil karyanya pada mereka.

Eomma! Appa! Aku membuat gorden. Bagus tidak? Keren ‘kan?”

Demi menyenangkan hati anak, pasangan itu pun mengangguk sendu.

Yang kedua, dia mengumpulkan semua keset di rumahnya untuk dijadikan karpet di kamarnya.

Sekali lagi tingkahnya ini membuat orangtuanya shock berat.

“Taehyung-a, mana kesetnya?”

“Di kamar. Aku pakai jadi karpet. Eomma mau lihat? Keren loh!”

Lalu yang ketiga, anak ini dengan polosnya membeli banyak lilin lalu memasangnya di seluruh lantai kamarnya. Padahal, listrik sedang dalam keadaan menyala.

Dan gara-gara ulahnya ini, kamar Taehyung nyaris kebakaran.

Semenjak hari itu, saat orangtua Taehyung sedang tidak ada di rumah, Taehyung akan dititipkan ke rumah Jimin atau Jungkook. Susah kalau anak itu membuat ulah lagi.

Tingkah anehnya ini menular pada adik kembarnya. Gara-garanya sejak adik kembarnya masih belum bisa bicara lancar, dia sudah ditugasi untuk mengurus mereka.

Memberi minum Shinsu, anjing mereka, dengan dot bayi. Memandikan Shinsu dengan sampo sekalian kondisionernya. Bermain alat scan dengan men-scan tangan mereka. Saling mendandani satu sama lain sampai make up ibunya habis. Pokok selalu ada saja yang dilakukan oleh Kim sibling nomor 3 ini.

Tapi meskipun seaneh itu, dia sebenarnya adalah pria yang populer. Kim Misuk, adik ketiga Namjoon yang seusia dengan si kembar pengantin itu selalu datang main ke rumah dengan alasan ingin bermain dengan Taehee. Tapi yang sebenarnya dia itu ingin melihat Taehyung saja. Yap! Misuk menyukai Taehyung sejak lama. Di saat Taehyung berusia 17 tahun, sedangkan Misuk 8 tahun. Jauuuh sekali bukan?

Kim Jarim juga, kakak Misuk sebenarnya juga fans dari Taehyung. Kalau dia dengan Taehyung sih hanya beda 3 tahun, tidak jauh-jauh amat. Tapi dia tidak seperti adiknya yang secara terang-terangan mendatangi rumah Taehyung. Dia hanya menjadi secret admirer saja. Toh kemudian dia menjadi istri Jungkook.

Taehyung itu baik. Ke semua orang dia selalu pamer senyum kotaknya. Dan gara-gara itu, semua orang di kompleks itu juga menyukainya. Kadang dia diminta bantu-bantu di rumah Seokjin. Lalu mendapat fee dari kebaikannya. Taehyung adalah sumber rejeki keluarga. Ibunya sampai tidak perlu memberinya uang saku karena Taehyung selalu dapat uang dari tetangga mereka.

Meskipun Taehyung itu baik, populer dan keren, tapi dia belum pernah berkencan dengan siapa pun. Bahkan dia tidak tertarik dengan nuna-nuna Min atau adik-adik Namjoon. Tapi juga dia bukan gay. Dia ini masih normal, hanya saja tidak meletakkan fokus hidup pada cinta.

Dia baru merasakan cinta saat usianya menginjak 20 tahun.

Di kampusnya, Kyunghee, dia bertemu dengan mahasiswa baru yang sejurusan dengannya.

Nama gadis beruntung itu adalah Lee Soomi.

Gadis yang katanya juga baik dan populer sepertinya tapi terlanjur cuek untuk masalah cinta.

Hari di mana dia bertemu Soomi untuk pertama kalinya, membuatnya yakin kalau gadis itu pasti diciptakan untuknya.

Jadi tanpa banyak mengulur waktu lagi, dia mendekati gadis itu dan….

“Menikahlah denganku.”

Soomi yang saat itu sudah tahu siapa Taehyung tapi belum mengenalnya dengan baik pun shock berat. “A-apa?”

“Menikahlah denganku,” ulang Taehyung dengan wajah datar seolah kontrol wajahnya itu sedang error.

Beruntung di sana tidak ada siapa-siapa kecuali mereka. Ya tentu saja, mereka sedang berada di lift berdua, sama-sama sedang menuju lantai paling atas gedung untuk mengikuti seminar jurusan mereka.

Soomi tidak menjawab sampai denting lift-pun berbunyi, menandakan bahwa mereka telah sampai di lantai yang dituju. Begitu pintu lift terbuka lebar, Soomi pun memberikan jawaban.

“Maaf, aku tidak bisa. Ini … ini terlalu cepat untukku. Permisi, Sunbae.”

Hari itu Taehyung ditolak.

Pulang-pulang dia nangis seharian. Memaksa Jungkook untuk mendengarkan semua keluh kesahnya, karena Jimin menolaknya juga dengan alasan sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah.

Tapi bukannya prihatin, Jungkook justru tertawa. “Dasar bodoh. Ya jelaslah dia menolak. Kenal saja belum. Slow saja bro. Memangnya kau sudah tahu siapa namanya?”

Tangis Taehyung pun berhenti detik itu juga. Mata indahnya mengerjap-ngerjap, kemudian menatap Jungkook dengan tatapan bodoh khas-nya. “Iya juga ya. Aku belum tahu siapa namanya.”

Jungkook menepuk dahinya sendiri sambil merapalkan sumpah serapah dengan suara rendah. “Tidak heran kenapa dia menolakmu. Siapa juga yang mau menikah dengan orang bodoh sepertimu.”

Dan keesokan harinya, Taehyung pun mulai menjalankan aksi pendekatan. Dengan instruksi Jungkook yang telah dipercayanya sebagai ‘master cinta’, dia pun mendekati Soomi secara bertahap.

Sebenarnya Soomi sudah terlanjur ilfil karena lamaran dadakan di lift itu. Bahkan dia sampai trauma naik lift lagi, terlebih kalau di sana ada Taehyung. BIG NO! Lebih baik dia naik beratur-ratus anak tangga daripada harus satu lift lagi dengan Taehyung. Bodohnya, karena mereka sejurusan, sudah pasti berada di kelas yang sama tidak akan terelakkan lagi. Tahu begitu, Soomi datang ke kelas itu dengan sangat terlambat dengan maksud untuk menghindari Taehyung. Sialnya, seperti cerita di fanfiction atau drama-drama, selalu saja ada kebetulan menyebalkan yang selalu membuat mereka bertemu. Ternyata, Taehyung juga ikut-ikutan terlambat di mata kuliah tersebut.

Bagus sih, pada akhirnya Soomi juga luluh pada semua perjuangan Taehyung. Satu setengah tahun kemudian setelah berpacaran seminggu, akhirnya mereka pun menikah dan tinggal di Bangtan House.

TBC

Advertisements

6 responses to “Bangtan House [#2 Rumah No. 2] ~ohnajla

  1. Taehyung… taehyung ada” aja, yakali ngelamar cewe gatau namanya, untung ga di tampar tuh wkwkwk
    Tapi kece lah taehyung nih, perjuangannya mantap satu setengah taun

  2. nggak tau harus comment apa..
    Kreatif sih kreatif tpi kira2 juga kali..
    dan APAA?!! *lebay.. Ayolah tae bru ktemu prtama kali lngsung d lamar ckck.. It bodoh, bego, atau kelewat polos nak? mana pacaran cmn seminggu lngsung nikah..

    keep writing!
    fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s