Pain of Love (7) – QueenX

Pain of Love (7)

c1

Author

QUEENX

Genre : FLUFF

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

Sebelumnya di PAIN OF LOVE

 

Siapapun yang berada di posisi Jungkook saat ini, pasti akan menatap gemas pada Alice yang kini menatap serius pada puding pelangi di hadapannya.

“Aku harus memakannya pelan-pelan.” Ucap Alice lirih namun terdengar dengan jelas di telinga Jungkook.

Jungkook mencoba menahan tawanya dan diperhatikan lagi Alice yang masih serius menatap puding tersebut sekolah puding di depannya adalah soal matematika terumit di dunia. Alice mengangkat garpu kecil di sebelahnya lalu dibersihkannya dengan tissue dan ia mulai memotong pelan puding tersebut.

“Puding ini didapatkan dengan susah payah. Hampir setahun aku mengunjungi kantin ini, ini pertama kalinya aku berhasil mendapatkan puding lezat ini.” Gumam Alice lagi.

Puding pelangi itu memang sedang menjadi makanan paling populer di sekolah mereka. Rasanya yang berpadu antara blueberry, strawberry, anggur, mangga dan melon, membuat siapapun yang melihatnya pasti langsung ingin membeli. Untuk mendapatkannya Alice bukan hanya gagal sekali atau bahkan dua kali, bahkan sampai puluhan kali karena selalu terlambat datang ke kantin atau berada di antrian paling belakang, saat antrian sudah sampai pada dirinya, pudingnya sudah habis, kalau tidak pudingnya diborong oleh para guru di sekolahnya.

“Menurutmu rasa apa dulu? Anggur atau melon? Atau…strawberry?” tanya Alice pada Jungkook.

“Sudah, berikan saja padaku sepotong lalu kau habiskan sisanya.” Jungkook geram karena sejak lima menit yang lalu hanya bisa menatap ngiler pada puding tersebut tanpa bisa merasakannya.

“Kalau…ini untukku saja, boleh?” tanya Alice kemudian.

“Enak saja, lagipula puding itu kan dibeli dengan uangku. Aku juga yang berdesakan diantara manusia-manusia itu demi mendapatkannya.” Tutur Jungkook kemudian.

Alice mengenduskan napas kesal, ia kemudian memotong kecil puding tersebut lalu mencicipi rasa pertama pudingnya, rasa blueberry. Matanya terpejam dan ia tersenyum senang. Jungkook sontak tertawa melihat ekspresi lucu Alice.

“Ini, rasakan yang ini. Kau pasti juga suka.” Alice kemudian menyuapkan sepotong puding rasa blueberry ke dalam mulut Jungkook.

Jungkook mengunyahnya dengan cepat lalu menjulurkan lidahnya.

“Yeek, tidak suka. Berikan aku rasa mangga.” Perintah Jungkook.

“Tadi kau bilang kau minta sepotong saja, sisanya untuk aku, mengapa sekarang jadi meminta yang lain? Tidak mau! Tidak boleh!” ucap Alice kemudian.

“Kan puding itu dibeli menggunakan—”

“Baiklah, baiklah, ini…sepotong puding mangga untuk sahabatku tersayang, Jeon Jungkook!” Alice kemudian menjulurkan tangannya sekali lagi dan menyuapi Jungkook dengan sepotong puding rasa mangga.

Sahabat tersayang, ya? Tidak bisa lebih?’ tanya Jungkook dalam hati lalu tersenyum tipis pada Alice.

#

Sepulang sekolah, Alice berjalan sendirian keluar dari gerbang sekolah tanpa ditemani oleh Jungkook, sebenarnya ia mau menunggu Jungkook yang sedang latihan basket karena tidak lama lagi akan mengikuti turnamen antarsekolah, tapi ia tidak tahan melihat lautan siswa perempuan yang membanjiri lapangan demi melihat latihan Jungkook dan teman-temannya. Alice memutuskan untuk pulang saja dan mendukung Jungkook lewat pesan singkat darinya. Ketika berjalan menuju ke halte, tiba-tiba sekerumunan orang tampak berlari dari belakang Alice saat melihat sebuah bus hendak merapat ke arah halte.

Alice yang terlambat menghindar nyaris akan terjatuh. Untung saja ada sebuah tangan yang menangkap pinggangnya dan menarik Alice menjauh dari kerumunan orang tersebut.

“Kau tidak apa-apa?” tanya si penolong khawatir lalu melihat kondisi Alice.

Alice mengangguk, “Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih.” Ucapnya.

“Lain kali jangan melamun saat sedang berjalan, itu berbahaya.” Ucap pria tersebut.

“O-oh maaf.” Jawab Alice.

“Tidak masalah, untung ada aku.” Tutur pria itu lagi yang kemudian menjulurkan tangannya pada Alice.

“Aku Park Chanyeol. Boleh tahu siapa namamu?” tanya pria bernama Chanyeol itu.

Alice tersenyum kikuk pada pria tersebut lalu tidak mengindahkan uluran tangannya.

“Aku permisi dulu, sekali lagi terima kasih.” Ucap Alice kemudian meninggalkan Chanyeol yang berdiri mematung dengan tangan yang masih terulur ke depan.

“Sekedar tahu namanya saja tidak boleh.” Gumam Chanyeol lalu kembali memasukkan tangan ke dalam sakunya dan melangkah pergi. Ah tidak, lebih tepatnya ia membuntuti langkah Alice.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

10 responses to “Pain of Love (7) – QueenX

  1. Pingback: Pain of Love (8) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Whooooah lagi ada chanyeol oppa di sini, jungkook bakal dapet saingan nih untuk dapetin alice…kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s