Stay [Chapter 9] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (John Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Previous Chapter

CKLEK!

Sena langsung menoleh ke asal suara. Wajahnya yang semula tegang karena berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya pun mulai melunak dan terbitlah senyum lebar. Secara otomatis dia mengabaikan semua berkas-berkasnya. Menunggu Jungkook untuk sampai di hadapannya.

Jungkook sendiri tersenyum geli melihat ekspresi Sena. Dia berhenti begitu sampai di depan meja gadis itu. “Apa-apaan itu ekspresimu?”

“Kupikir aku barusan melihat malaikat.”

“Dasar.” Pria itu secara tiba-tiba mengusapkan selembar undangan ke wajah Sena.

Sena merengut. Lalu tak lama kemudian matanya berbinar penasaran melihat undangan berwarna hijau toska di atas mejanya. “Apa ini?”

“Undangan,” balas Jungkook singkat sembari menarik kursi ke hadapan Sena dan duduk.

Tidak mau berlama-lama dengan berbagai pertanyaan di kepala, Sena pun cepat-cepat membuka undangan itu. “Siapa yang menikah? Namjoon kah? Atau … eh? Park Chan Yeol … Yoon Hee Joo? HEEJOO?!”

Jungkook mengangguk enteng. “Heejoo barusan datang ke mejaku untuk memberikan itu.”

Agaknya Sena masih tidak memercayai apa yang dilihatnya. Dia dengan tak sabaran meneliti kertas undangan tersebut. Padahal sudah jelas-jelas nama Chanyeol dan Heejoo yang tertera di sana, tapi dia rasa ada sesuatu yang janggal di tulisan itu. Dia mencoba mengucek matanya, mengusap-usap tulisan itu, bahkan mencoba menghapusnya dengan karet penghapus jika seandainya tulisan itu hanyalah bohongan.

Akhirnya dia pun menyerah setelah menyadari bahwa tulisan itu benar-benar nyata.

“Bagaimana bisa … Latte oppa? Kenapa harus Latte oppa?”

Jungkook mengerutkan dahi mendengar panggilan Sena untuk Chanyeol. “Latte oppa?”

Sena mendongak, mengangguk-angguk cepat. “Chanyeol itu Latte oppa. Dia manajer Agust D.”

Sempat tersirat sekilas keterkejutan di wajah Jungkook. Namun pria itu berhasil mengendalikannya dan terbentuklah wajah datar seperti biasa. “Oh. Kupikir kenapa.”

“Wah daebak,” seru gadis itu yang sudah kembali menatap lembaran undangan di tangannya. “Bagaimana mereka bisa saling mengenal? Tahu-tahu sudah mau menikah saja. Dasar si kacamata itu. Kenapa dia tidak menceritakan padaku hal penting seperti ini?”

Jungkook menumpukan sikunya di lengan kursi, menopang dagu. “Kau akan datang?”

“Kalau Heejoo mengundang sih, aku datang.”

“Dia mungkin akan datang juga.”

Tubuh Sena menegang tiba-tiba. Bagaikan film yang tiba-tiba bergerak slow motion, gadis itu mengangkat kepalanya. Menatap Jungkook dengan tatapan terkejut yang tidak bisa dia sembunyikan.

Chukkae, akhirnya kau akan bertemu dengannya lagi.”

Kalimat itu terlontar dengan nada biasa-biasa saja, juga dengan ekspresi biasa-biasa saja.

Tapi Sena adalah gadis yang peka.

Dia tahu, ada unsur pemaksaan dari apa yang dia lihat melalui sorot mata Jungkook.

Pria itu boleh berbohong padanya, menyembunyikan semua yang dirasakan olehnya, tapi, matanya tidak akan bisa membohongi Sena.

Gadis itu perlahan kembali melipat surat undangan itu. Menyimpannya dengan baik di atas meja, kemudian menatap Jungkook lamat-lamat.

“Kenapa kau bicara begitu?”

Jungkook tiba-tiba saja membuang napas dengan gusar. Merenggangkan ikatan dasinya yang entah mengapa mendadak membuat jalur pernapasannya tersendat. “Ternyata gerah sekali di sini.”

Bohong. Jelas sekali kalau itu hanya dalih saja. Sudah jelas-jelas di ruangan ini AC sedang menyala dengan suhu sedikit lebih rendah dari suhu ruangan. Bahkan tidak ada tanda-tanda keringat di wajah Jungkook.

“Kalau dia datang … memang kenapa? Toh aku sudah memilikimu.”

Jungkook makin memperjelas dalihnya dengan mengambil surat undangan itu yang dia pergunakan sebagai kipas. Sebenarnya dia tidak merasa gerah, panas, atau sejenisnya. Tubuhnya justru terasa dingin. Makin dingin lagi karena angin-angin kecil yang menerpa wajahnya dari surat undangan itu. Matanya masih menatap lurus tepat ke pupil mata Sena.

Sena tahu Jungkook tidak mau membahas itu lebih lanjut. Gadis itu pun menghela napas. “Mau makan gelato?”

Selang dua minggu setelah kematian Jeonghan, Jungkook jatuh sakit.

Sena datang ke apartemennya siang hari sepulang dari kuliah. Niatnya dia ingin mengajak Jungkook makan chicken bersama di apartemennya, karena dia barusaja memesan dari sebuah restoran.

Dia pun menekan bel unit apartemen Jungkook berkali-kali. Lamaaa sekali tidak ada reaksi dari dalam sampai akhirnya Jungkook pun memunculkan wajahnya dari pintu yang dibuka sedikit.

Senyum sumringah yang awalnya muncul di wajah Sena pun seketika lenyap.

Dia lekas maju, memaksa pintu terbuka lebar sampai seluruh tubuh Jungkook tampak jelas di matanya. Dia memindai pria itu dari bawah ke atas, dan mulai khawatir melihat bibir pucat Jungkook.

“Kau baik-baik sa—”

BRUK!

Sena melebarkan matanya melihat Jungkook yang tiba-tiba terkulai lemas di lantai. Perlu beberapa detik sampai dia mengerti situasinya.

“KOOK-A!!”

.

.

Dokter bilang, Jungkook terserang tifus. Dia harus dirawat di rumah sakit minimal 4 hari.

Sena duduk di sebelah ranjang Jungkook ketika pria itu sadar dari pingsannya. Sadar di mana dia sekarang, Jungkook buru-buru duduk dan bersiap melepas infusnya sebelum akhirnya berhasil dicegah oleh Sena.

“Aku baik-baik saja,” kata pria itu dengan suara lemah nyaris tak terdengar.

Sena menggeleng tegas. Dia mendorong bahu Jungkook sampai pria itu kembali terbaring di ranjang tersebut. “Kau harus tinggal selama 4 hari di sini sebelum aku percaya kalau kau memang baik-baik saja.”

“Tapi—”

Sena sudah beranjak mendekati nakas untuk meraih segelas air mineral di sana. Dibawanya gelas itu pada Jungkook, mengarahkan ujung sedotan ke bibir Jungkook. “Minum dulu.”

Karena memang kehausan, Jungkook pun meminum air itu dari sedotan. Dia memekik pelan saat lidahnya terasa begitu pahit ketika menelan air tersebut.

Sena yang menyadari itu pun, dengan refleks mengusap rambut Jungkook. “Mungkin akan terasa pahit.”

Setelah Jungkook merasa cukup, Sena pun mengembalikan gelas itu ke atas meja. Duduk lagi di kursinya semula.

“Apa yang kau makan selama ini, huh? Bagaimana bisa orang sepertimu terserang tifus?”

Jungkook menatap Sena lurus dengan matanya yang sayu. Saat ini Sena persis seperti ibunya yang suka mengomel kalau dia sedang sakit. “Aku juga tidak tahu.”

Gadis itu kontan menarik pipi Jungkook gemas. “Makanya, makanlah denganku. Setidaknya aku akan memberimu makanan yang higienis meskipun tidak mewah-mewah amat. Susah kan kalau sudah sakit seperti ini.”

Jungkook hanya pasrah saat pipi kurusnya ditarik-tarik. Itu menyakitkan, dia merasakan panas setelah Sena tidak lagi mencubitnya.

“Aku tidak punya waktu.”

“Makanya luangkan waktumu. Aku saja yang juga sama sibuknya masih menyempatkan diri memperingatkanmu makan. Seharusnya kau juga punya sedikit waktu untuk makan denganku.”

Sekarang Sena sangat-sangat mirip seperti ibunya.

“Nanti aku mengganggumu.”

“Dasar. Mengganggu apanya sih? Mau kau mengajakku makan tengah malam pun aku tidak akan keberatan. Asalkan aku bisa melihatmu makan, itu tidak akan jadi masalah besar buatku. Oh ayolah, jangan lakukan ini lagi. Kau ini masih muda. Apa jangan-jangan … kau berniat meninggalkanku juga? Yaa, jangan membuatku menyesal karena sudah setuju berpacaran denganmu!!”

Jungkook tersenyum tipis. Sungguh, sekarang dia seperti sedang melihat ibunya. Tiba-tiba saja dia meraih tangan Sena dan diletakkan di pipinya. Tangannya sendiri mengelus lembut punggung tangan kecil itu.

“Terima kasih sudah menghawatirkanku.”

Pipi Sena langsung bersemu merah. “Tentu saja. Itu sudah kewajibanku.”

“Kau mengingatkanku pada eomma.”

Sena terdiam.

“Karenamu, aku seperti bertemu dengan eomma lagi.”

Masih diam, sembari mengamati bagaimana proses munculnya kaca-kaca tipis di bola mata Jungkook.

Gomawo.” Jungkook tersenyum, kemudian mengecup tangan Sena dalam waktu yang cukup lama. Sampai … entah dia sadar atau tidak … air matanya mengalir turun.

Perlahan kedua mata Sena juga berkaca-kaca. Dia pun tersenyum sembari mengalihkan pandangan pada yang lain.

TBC

Advertisements

14 responses to “Stay [Chapter 9] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. Kalo sena datang kepernika.han chanyeol-heejo, berarti sena nanti ketemu sama yoongi terus gimana ekspresi atau perasaan jungkook ya ?
    Disini alur nya maju-mundur, kalo yang mundur menceritakan awal hubungan mereka, jadi pembaca gak penasaran lagi sama awal hubungan merea.
    Next nya ditunggu terus.

  2. Jungkook…semangat
    Btw itu gimana ya sena klo ketemu yoongi?heemm
    Alur yg maju mundur kadang bikin bingung sih tapi asik juga hehe
    Btw eonni sena jungkook kapan jadiannya?jadiannya kayak gimana?penasaraan

  3. Jadi jadi jadi. Sena bakal ketemu sama yoongi…. ??
    Aaaaak ga sabar. 😍😍😍
    Yoongi plis rebut sena lagi.
    Pokok nya ditunggu lanjutannya kak. 😘😘

  4. Aaaa… makin sukaa…
    Hihihi.. cemburumu sexy.. wkwkwkwk
    Tp brarti ini tiap chapternya ga nyambung ya thor?
    Tiap chapter isix cuplikan2 gtu aja ya?
    Thx udh update d sela2 ujiannya.. 😊

  5. Ceritanya memang sedih tp semakin menarik..kookie kasian bgt jatuh sakit, biar q aja merawat kookie, gratis !!!biar tiap hr sakit jg ngak apa..sena nemu couple baru ngak kalah seru, sebelumnya d se-tae, sena sama teahyung, Bst sm yoongi dan HSG 1..paling favorit q sena sm yoongi,mnurut q ne couple asyik..tp ngk apa,terserah author aja,q slalu menunggu d publish..mohon ya thor FH cepat d publish,q penasaran nasib pangeran dan sena..

  6. kookia ya, semoga perasaan sena ke kooki bujab cuma krna kasihan aja. Itu knp sena masih deg2an sih dngr nama yoongi. Tp liat yoongi sm cewek lain jg ga mau sik, maunya sena dapar semuanya wkwkwk. Apa pas ending si yoongi jng diceritain dpt jodoh selain sena apa g gt ya, biar.ga sakit hati :”)

  7. Dulu berharap sena sama yoongi sekarang mah malah lebih ke sena jungkook ga tega liat jungkook tersakiti T.T apa ntar sena bakalan balik lagi ke yoongi setelah sekian lama masa sih sena bakalan setega itu ke kookie

  8. terharu aku bacanya yg terakhir waktu jungkook lihat sikap sena yg menkhawatirkannya seperti dia melihat ibunya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s