Love You by slmnabil

123311633

And so I loved a broken girl more than anything, I just didn’t realise she would break me too.

“I love you.”

“Think twice.”

“I don’t need to.”

“Yes, you do. Because I need to think thousands time before saying it back.”

Satu hal tentang mencintai wanita yang rusak adalah aku mulai berpikir kalau ternyata aku tak jauh berbeda.

Satu hal tentang mencintai wanita yang berpikir kalau dirinya tak cukup pantas adalah aku pun mulai berpikir kalau ternyata aku tak jauh berbeda.

Satu hal tentang mencintai wanita yang selalu berpikir bahwa suatu hari nanti aku akan meninggalkannya adalah aku yang justru curiga dialah yang tidak punya alasan untuk tetap tinggal.

Mungkin kaulah satu-satunya wanita yang membuatku bertahan untuk jatuh cinta meski kau tidak merasakan hal yang sama. Pun bisa jadi, kau satu-satunya wanita yang masih menyimpan potret-potret mantan kekasihnya di dompet dan hanya bergeming ketika semuanya berserakan di depan mata pasangannya yang sekarang.

“Aku mengembalikan barang-barang pemberian mereka, barang-barang yang kupinjam, dan barang-barang yang harus kubayar patungannya. Namun, aku tidak bisa mengembalikan kenangan dan setiap ungkapan cinta yang kuberikan untuk mereka.”

“Yang membuatku penasaran,” kataku seraya mengumpulkan potret-potret milikmu, “adalah apa aku akan menjadi salah satunya juga.”

Kau maju selangkah dan mengecup pipiku. “Belum. Sisa waktumu masih banyak.”

Hanya karena kau belum cukup yakin untuk memberikan hatimu juga.

“I love you,” ujarku mencoba lagi. Siapa tahu saja ini hari keberuntunganku.

“Sweet, not today.”

“I’ll never leave you.”

Kau menangkup wajahku dengan kedua telapak tanganmu. “Don’t say it, do it.”

Aku tidak tahu alasan kenapa kau membangunkanku pukul tiga dini hari untuk bermain Pictionary. Maksudku, masuk akal jika kita sama-sama mampu membuat gambar yang bisa dimengerti, atau mampu mengerti gambar yang dibuat ala kadarnya saja.

Keterampilan kita payah, nalar kita jauh di bawah rata-rata.

Kita berakhir mengacau, minum-minum, dan sampai di momen kau menceritakan alasan mengapa kau melakukan ini—yang aku lebih yakin kau tidak bermaksud begitu.

“I met my ex a week ago when I went to the town. He asked me to have lunch with him.”

Satu teguk.

“Today, he asked me to meet him again. It was easy to say yes, but when it was time to say goodbye ….”

Satu tegukan biasa.

Satu tegukan frustasi.

Satu tegukan aku-ingin-kembali-pada-mantan-pacarku-karena … well, he’s freaking hot? I can’t tell. 

Yeah, this kind of shit happens on my daily. 

Sudah satu minggu kau tidak pulang. Sialnya, dalam jangka waktu segitu saja, banyak hal bisa terjadi. Memutuskan untuk menjatuhkan bom di negara sekutu yang berkhianat, merencanakan pembunuhan berantai, mengakhiri hidup, atau bisa juga … meninggalkan seseorang.

Ini dimulai sejak kau sulit diajak makan siang bersama. Dengan alasan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan atau terkadang berpura-pura memiliki setumpuk hal yang perlu kau selesaikan. Namun, bagaimana bisa aku tahu mana yang benar mana yang tidak? Terkadang ketika kau mengenal seseorang terlalu baik, kau juga tahu bagaimana membohonginya dengan sangat baik.

“Sehun, ada sesuatu yang mengganggumu?” tanya Luhan.

Entahlah, cuma dugaan kalau pacarku kembali pada mantan pacarnya? “Tidak juga.”

“Tapi aku yakin pasti ada.”

Aku meraih sangria-ku, memilih mengabaikan justifikasinya. “Cheers.”

Dude, apa pun itu kau akan menyelesaikannya. Cheers.”

Yah, semoga saja.

Aku berpikir kalau aku hanya bermimpi ketika merasakan sebuah tangan dingin menelusuri garis-garis wajahku. Saat kulihat itu adalah dirimu, aku yakin kalau ini cuma efek samping dari terlalu merindukanmu.

“Hi,” sapamu lirih, yang akhirnya membuatku tersadar kalau dugaanku sangatlah konyol.

“Hi,” sahutku sembari menggenggam tanganmu dan membawanya ke bibirku. “I miss you a lot.”

“Aku juga.”

“Ke mana saja kau dua minggu ini?”

“Jongin’s place.”

“Begitu.”

Mendadak usapan jemarimu di wajahku tak lagi membuatku nyaman. Itu menyiksa. Aku menjauhkan diri darimu cepat, lantas mengambil langkah menuju lemari pendingin. Bir? Tidak, aku butuh sesuatu yang lebih keras.

“Babe,” panggilmu—nadamu putus asa sekaligus merasa bersalah.

“Since when?”  tanyaku. Kurasakan rahangku mengeras.

“About a week ago.”

“Why are you here now? At this hour?”

Kau terdiam. Aku tidak tahu, apakah kau tengah merasa bersalah karena tidak tahu waktu atau ingin menyampaikan sesuatu namun tengah merangkai kata-katamu agar tidak begitu membuatku sakit hati.

“Ji Ryung,” ulangku.

“To say goodbye. Sehun, I’m so sorry.”

Should I slap her hard? Haha, probably no. I love her too much. Shit.

Satu hal tentang mencintai wanita yang rusak adalah dalam prosesnya aku mungkin dibutakan akan satu kemungkinan: dia akan merusakku juga.

Hal lain lagi tentang mencintai wanita yang rusak adalah hanya seseorang yang merusaknyalah yang bisa memperbaikinya.

There’s no space left. 

  • Peace out. Don’t blame me. Love ya all xx
Advertisements

6 responses to “Love You by slmnabil

  1. Hahahha..
    Rusak bgt mah wanitanya..
    Tp ga slalu begitu kok.. ad hal yg rusak it d perbaiki dg pembaruan..

    So… jd sehun juga rusak? Siapa yg bnerin donk it..? Dmn teknisinyaa.. hahahaha

    Long time ga bca ff nya nabil..
    Terakhir kali snapshot kan ya?
    Hahaha

    Hello and welcome
    Thx for story

  2. oke. ini menyakitkan. tapi entah kenapa aku ngga menyalahkan jiryung seratus persen, idk. perhaps, she needs comfort from him who truly loves her sincerely. and make sure her feelings whether she still loves jongin or want make a new relationship with sehun. (imajinasi yang terlalu berlebihanT.T)

    sesungguhnya sudah lama sekali ngga baca ff disini, dan sekali menemukan langsung bikin hati nyeri. good job!

    • Hai hanaaa 🙂 waaaa cerita yg ‘itu’ ya? Hahaha 😂 ngegantungin banget emang heu nanti deh kalo udh lancar lagi nulisnya dilanjut (: thx for dropping your toughts yaaa (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s