Stay [Chapter 10] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Previous Chapter

 Sena memutuskan untuk terus berada di samping Jungkook setelah kematian Jeonghan. Orang-orang menganggap ini sebagai bentuk simpati, dan itu memang benar adanya. Sena hanya tidak ingin Jungkook sendirian, terlebih hubungan Jungkook dengan bibinya tidak begitu baik, belum lagi Mingyu sepupunya juga lebih memilih tinggal di Busan daripada di Seoul.

Terkadang Sena mendatangi apartemen Jungkook untuk menginap. Tak lupa membawa banyak makanan untuk pria itu. Karena Sena tahu, meskipun Jungkook mempunyai jadwal super padat yang terdiri dari waktu kuliah dan kerja, pria itu pasti tidak akan menyempatkan diri makan. Jadi dia akan menunda makan malamnya hanya untuk makan malam bersama Jungkook. Walaupun Jungkook sering pulang lewat tengah malam.

Seperti hari itu.

Ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Dia yang nyaris ketiduran segera meraih benda tipis tersebut. Senyumnya mengembang tipis melihat nama Kook terpampang di layar ponselnya. Pria itu membalas pesannya.

Aku sedang menunggu lift sekarang.

Segera saja Sena menyambar kotak makanan beserta selimutnya sebelum berlarian keluar dari apartemen untuk berdiri di depan lift. Tanpa basa-basi dia langsung menekan tombol lift.

Tak lama kemudian, pintu lift pun terbuka. Di sanalah dia bisa melihat Jungkook sedang berdiri bersandar pada dinding lift dengan setelan kaos putih celana hitam dan poni terangkat. Tanpa mengulur waktu lagi Sena masuk ke dalam lift untuk bergabung dengan Jungkook.

“Mau menginap lagi?” tanya pria itu sembari mengambil alih selimut yang dibawa Sena.

“Hm. Kau belum makan ‘kan? Iya ‘kan? Mengaku! Aku membuatkanmu sesuatu. Jadi nanti sebelum tidur kita makan dulu.”

Jungkook menggeleng pelan. “Sudah kubilang tidak usah membuatkanku makanan lagi.”

“Kapan kau bilang begitu? Waktu itu kau hanya bilang untuk tidak usah membeli makanan lagi. Jadi aku membuat saja.”

Pria itu menghela napas. “Ya, ya, ya. Terserah kau saja, Nona keras kepala.”

Begitu lift sampai di lantai 8, Jungkook pun keluar lebih dulu diikuti oleh Sena. Mereka berjalan sebentar menuju pintu di paling ujung lantai. Jungkook mengetikkan sandi dengan cepat sebelum bunyi unlock terdengar. Pria itu memutar gagang pintu, membukanya lebar, mempersilahkan Sena untuk masuk duluan. Lalu dia juga masuk dan menutup pintu lagi.

“Jungkook!! Kau tidak bersih-bersih?! Mejamu sampai berdebu nih! Aigoo! Sepertinya aku harus bersih-bersih dulu.”

Jungkook membiarkan saja Sena yang berlarian ke dapur mencari alat bersih-bersih. Dia terlalu malas melarang karena gadis itu pasti akan mendebatnya. Lebih baik menuju kamarnya untuk mempersiapkan tempat tidur untuk Sena dan mengganti bajunya dengan baju yang lebih bersih.

Mereka berdua sibuk dengan urusan masing-masing.

Tahu-tahu Jungkook ketiduran di ranjang setelah membersihkan diri.

Sena yang barusan selesai membersihkan ruang tengah Jungkook pun mencari pria itu kemana-mana. Dia menghela napas begitu melihat orang yang dicarinya sudah tidur di ranjang dengan kaki bagian bawah yang menggantung bebas ke lantai.

“Mungkin tidak untuk malam ini ya,” gumamnya sebelum menghampiri Jungkook untuk melepas sandal rumah pria itu dan membenarkan posisi tidurnya. Setelah semuanya beres, dia keluar lagi, memutuskan untuk tidur di sofa saja.

Kalau Jungkook tidak makan, maka dia juga tidak. Begitulah Sena setelah Jungkook hidup sebatang kara di Seoul.

Sehun, ayah Sena yang tahu kalau Jungkook sudah tidak lagi punya orangtua dan saudara, sempat menawari Jungkook beasiswa. Setidaknya dia akan membiayai sampai Jungkook kuliah. Namun Jungkook menolak dengan halus. Dia bilang, dia masih bisa mencari uang sendiri untuk biaya kuliahnya. Tidak hilang akal, Sehun menawari Jungkook untuk bekerja paruh waktu di Oh Corp. Sayangnya lagi, Jungkook juga menolak. Entahlah kenapa dia selalu menolak bantuan Sehun. Dia malah lebih memilih bekerja serabutan sebagai pengantar susu dan koran di pagi hari, lalu pengantar pizza dan chicken di malam hari dan pencuci mobil di hari libur kuliah. Gajinya benar-benar tidak seberapa. Tapi baginya itu jauh lebih baik daripada menerima tawaran Sehun.

Dia hanya ingin tidak merepotkan Sehun. Karena meskipun Sehun adalah ayah Sena dan juga dia anggap sebagai ayahnya sendiri, menggantungkan hidupnya pada Sehun bukanlah etika yang benar. Di satu sisi dia juga ingin menunjukkan pada Sehun kalau dia bisa menjadi pria yang bisa diandalkan oleh Sena nanti. Yah … bahkan di usia semuda itu Jungkook sudah berpikiran dua kali lebih maju dari teman-teman seusianya.

Sena dan Jungkook benar-benar datang ke pernikahan Chanyeol. Tak tahunya, Seokjin, Taehyung, Namjoon, Hoseok, Jimin, Jenny, Irene, dan Lisa ternyata juga diundang. Tiga teman Sena terkejut melihat Sena dan Jungkook yang datang bersama. Kenapa bisa, begitulah pikir mereka. Karena memang mereka sudah tidak pernah bertemu lagi sejak 3 tahun lalu. Juga tidak hadir saat Hoseok menikah.

“Kalian kenapa bisa berdua?” tanya Irene begitu empat gadis ini berkumpul bersama di sudut lain lapangan yang menjadi lokasi pernikahan Chanyeol-Heejoo.

“Kau menyembunyikan sesuatu dari kami?” seru Lisa sambil mengarahkan telunjuknya ke wajah Sena.

“Jangan bilang kau sudah move on dari dia dan berpacaran dengan Jungkook.” Pernyataan Jenny barusan langsung menimbulkan senyum malu-malu di wajah Sena.

“Jadi benar? Wah jinjja. Kupikir kau akan mencintai dia selama-lama-lamanya sampai maut memisahkan ternyata….” Lisa menggeleng pelan.

“Sejak kapan? Kenapa tidak bilang-bilang kami?”

Sena melirik siluet Jungkook yang sedang berkumpul dengan para lelaki dengan sudut bibir yang terus terangkat ke atas. “Entah ya. Aku juga tidak begitu ingat.”

“Alasan. Bilang saja kalau tidak mau memberitahu kami.”

Jenny yang berdiri tepat di depan Sena tiba-tiba melebarkan matanya saat melihat seseorang yang tengah menghampiri mereka. Buru-buru dia pun menendang-nendang ujung sepatu Sena dengan ujung sepatunya sambil mendorong dagu ke depan. Sena mengerutkan dahi bingung melihat kelakuan Jenny. Tanpa banyak tanya dia langsung menoleh. Dan DEG! Nyaris saja dia menabrak orang tersebut. Dia bisa melihat kemeja hitam yang membalut tubuh pria itu. Napas pria itu terdengar teratur di telinganya, sangat kontras sekali dengan napasnya yang mendadak tersendat-sendat akibat jantung yang berdetak cepat karena kaget. Dia tidak mau mengangkat kepalanya. Karena otaknya mendadak berhenti bekerja setelah dia mencium aroma yang menguar dari tubuh pria itu. Aroma yang maskulin, namun familiar.

“Bisa bicara sebentar?”

Suara itu.

Sena makin tidak berani mengangkat kepalanya. Kepalanya masih memandang lurus ke depan, mengangguk kecil. Kemudian dia pun mengikuti kemana orang itu pergi.

Jungkook tak sengaja melihatnya.

Masih, Sena enggan melihat wajah orang di sampingnya. Dia lebih memilih menunduk sambil mengadu jari-jari tangannya. Atmosfer di sini begitu tenang. Mereka berada cukup jauh dari lokasi pernikahan Chanyeol-Heejoo.

Orang itu juga masih bergeming. Sena tak tahu apa yang sedang dilakukan atau dipikirkan pria itu. Dia pun tidak tahu kalau orang itu sedang mengamatinya secara lamat-lamat, berusaha menyimpan apa yang dilihatnya dalam sudut pikirannya. Sena benar-benar tampak berubah di matanya, meskipun itu tidak semua.

“Warna rambutmu masih seperti itu.”

Akhirnya orang itu bicara juga, batin Sena sambil bergerak kecil. Dia tidak menjawab dengan kalimat apa pun karena dia sadar kalau orang itu tidak butuh jawaban.

“Kau terlihat sangat baik.”

Gadis itu mengusap tengkuknya. “Yah, begitulah.”

Orang itu yang tak lain adalah Min Yoongi, tersenyum tipis di balik masker hitamnya. “Suaramu sudah terdengar lebih dewasa ya. Kau tumbuh dengan baik.”

Sebenarnya apa sih yang mau dia bicarakan?

Percakapan itu pun berhenti di tengah jalan begitu saja.

“Kupikir kau tidak akan datang ke acara ini.”

“Ah itu, Heejoo adalah karyawan di kantorku. Aku datang sebagai partner kerjanya sekaligus temannya.”

Yoongi terkekeh ringan. “Jadi kau datang bukan karena aku?”

Sena menelan ludahnya paksa.

“Aku berniat berhenti sebagai rapper.”

Sena spontan menoleh. Pertama kalinya dia melihat Yoongi lagi setelah 5 tahun mereka tidak bertemu. Dan dia baru sadar kalau rambut Yoongi sangat pendek nyaris botak, namun itu tidak terlihat jelas karena ditutupi topi.

Yoongi juga balas menatapnya. Mata sipitnya menyabit. “Tapi aku tetap akan bekerja di dunia musik. Hanya sebagai producer.”

Kini Sena tidak lagi menemukan kebimbangan di mata sipit itu. “Kenapa?”

“Kurasa berkarir selama itu sudah cukup untukku. Tubuhku mulai lelah dengan banyak schedule, juga Chanyeol yang berhenti bekerja denganku setelah dia menikah. Masih ada banyak hal selain menyanyi di atas panggung yang belum kulakukan. Dan aku ingin sekali melakukan semua itu sebelum menikah.”

Yoongi masih betah menatapnya, berbeda dengan dia yang memilih menunduk kembali.

“Oh, baguslah. Kurasa itu adalah keputusan yang tepat.”

“Kau tidak senang mendengarnya?”

“Ya?” Sekali lagi Sena menoleh pada Yoongi.

“Aku bilang aku akan meninggalkan panggung, dan hanya bekerja di balik layar. Aku ingin melakukan banyak hal sebelum aku menikah. Kau tidak senang mendengarnya?”

Mereka saling beradu tatap lagi dalam diam.

“Lalu apa hubungannya denganku?” balas Sena akhirnya.

Jawaban yang bodoh.

Kekecewaan yang sangat berat pun terpancar jelas di mata sipit Yoongi. Dia mengalihkan pandangan untuk menyembunyikan perasaan itu.

Sena sendiri masih tidak mengerti dengan situasinya. Dia tahu Yoongi kecewa, tapi dia tidak tahu kenapa pria itu kecewa. Otaknya menjadi lambat bekerja karena pertemuan mendadak ini.

Yoongi menghela napas berat sebelum membuka mulut.

“Itu artinya namaku sudah tidak ada di hatimu lagi?”

DEG!

Akhirnya Sena pun sadar alasan kenapa Yoongi terlihat begitu kecewa. Mendadak tangannya berkeringat dingin, secara tak sadar menggigit bibir bagian bawahnya.

“I-itu … itu aku….”

“Jadi benar sudah tidak ada?”

“Ng … Oppa … begini … biar ku—”

“Apakah orangnya adalah Jungkook?”

Bibir Sena mendadak kelu. Dia hanya bisa menatap netra Yoongi yang masih memancarkan kekecewaan yang mendalam padanya. Nama Jungkook barusan berhasil membungkam mulutnya seketika. Dia juga tidak tahu kenapa.

Yoongi pun menghela napas setelah ia tidak mendapat jawaban berarti dari Sena. Bagus, sekarang hatinya sakit sekali. Bodohnya dia yang telah menaruh harapan tinggi pada pertemuan ini. Toh, yang dia dapat sekarang hanyalah kekecewaan.

“Kupikir kau masih menungguku.”

Oppa….”

“Kupikir dengan pertemuan ini, dengan aku bilang padamu kalau aku akan berhenti menjadi artis, kita akan kembali seperti dulu dan memulai lembaran yang baru. Ternyata itu hanya khayalan kosongku saja. Lagi pula tidak mungkin juga kau akan menungguku selama itu, toh aku masih ingat kalau aku sendirilah yang terus mendorongmu untuk pergi.”

Oppa itu tidak benar. Aku….”

“Mungkin ini adalah karma untukku. Tidak ada wanita baik yang mau bersama pria brengsek.”

Oppa….”

Dad!”

Yoongi tiba-tiba bangkit. Dia merentangkan tangannya lebar demi menyambut kedatangan seorang anak laki-laki berkulit pucat berusia kira-kira 10 tahun yang berlarian menghampirinya. Mereka berpelukan tepat di depan mata Sena. Yang secara otomatis membuat Sena terkejut.

Dad, acaranya mau dimulai. Chanyeol uncle mencarimu.”

Meskipun bibirnya tertutupi masker, semua orang tahu kalau dia sedang tersenyum dari matanya yang menyabit. “Ok, bilang padanya kalau Dad akan datang sebentar lagi.”

“Siap!”

Setelah memberi salam hormat ala tentara, anak berbadan segar itu berlarian lagi meninggalkan mereka.

“Itu anak asuhku,” jelas Yoongi seolah mengerti dengan isi kepala Sena.

“Orangtuanya meninggal 5 tahun lalu, dan aku mengadopsinya sebagai anakku. Namanya Min Davidson. Aku belum menikah.” Kalimat itu menjadi penutup pertemuan mereka di hari itu. Yoongi langsung pergi begitu saja, meninggalkan Sena yang masih mematung di tempat.

Dia masih mengingat-ingat bagaimana cara seorang Min Yoongi memeluk dan tersenyum pada anak tersebut. Mereka sudah pasti bukan ayah-anak kandung, tampak sekali dari fisik Davidson yang pure barat dengan rambut blonde alami. Namun Yoongi memperlakukannya seperti anak sendiri. Memeluk, mencium, menatap dengan penuh kasih sayang….

Dada kiri Sena mendadak menghangat. Dia tersenyum begitu lebar sebelum menyadari bahwa ada orang lain yang sejak tadi berada di sana juga.

“Kook-a….”

Jungkook mengulurkan tangannya. “Ayo.”

“Bagaimana kau….” Sena kembali menelan pertanyaannya setelah menyadari arti tatapan Jungkook. Dia pun segera meletakkan tangannya di atas tangan besar Jungkook, kemudian ikut kemana Jungkook pergi.

TBC

Advertisements

24 responses to “Stay [Chapter 10] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. alurnya maju mundur syantik.. syantik…
    keren m critanya,, sena tetep sama jongkook aj dah..

  2. kok kayaknya sena jadi ragu…..
    yoongi pA jungkook yang dipilih???
    bikin kepo deh…
    keren….

  3. Aaahhh jd semuanya simpati? Bukan cinta?
    Aigooo… sena php
    Dri jwbnx udh jelas.. “oppa.. bukan begitu”
    Klw emg dya udh lupa hrusx blgx “tunggu.. bukankah kita sepakat slg melupakan?”
    Sama aj dya bunuh jungkook 2 kali klw blik am yoongi mah..
    Hahahaha
    And jungkook denger… wkwkwkwk
    Ak nebak nii.. nantu dya bkal ngelepas sena kan?
    Nyuruh sena milih?

  4. kok jd sakit juga liat yoongi ya, kmrn kayaknya aku udh move on wkwkwk. Btw najla, sesekali kasih scene isi hati jungkook dong hihi, aku tau jungkook kecewa, tp png tau aja mindset kecewa dia seperti apa trs knp dia setegar itu ke sena :”)

  5. Apa ada cinta segitiga disini ?
    Terus sena milih siapa jungkook atau yoongi, jadi sena serba salah.
    Fighting thor.

  6. Omooo ternyata yoongi masih mengharapkan sena .. Terjadi cinta segitiga pemirsa !!! Semoga pilihan sena jadi yang terbaik . Ditunggu next chapternya thor …

  7. Omaaayyy chap ini ngerasa kasian sama yoongi suwer, tapi ya ga mungkin kan sena ninggalin jungkook
    Nanti sena sama siapa ya?jungkook ato yoongi?ato cowo lain?wkwk
    Pokoknya ditunggu next chapnya eonni, semakin rame dan penasaran soalnya yoongi udh muncul ke permukaan lagi nih

  8. Konfliknya sdh muncul dr part sebelumnya, q slalu berharap yoongi muncul tp pas muncul knp q malah nyesek ya liat yoongi sm sena ky ngak rela sena pisah sm jongkook…hiksss…wah jgn2 q sdh pindah bias ke jongkook ato krna simpati sm jongkook, sm ky sena

  9. Apa sena akan mempertimbangkan yoongi lagi, dan berpaling dari jungkook? Semangat thor, untuk melanjutkan part selanjutnya :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s