Love Means Evil (Prolog)

Tittle : Love Means Evil

Cast : Kim Jongin, OC

Genre : Angst, Psychology, Romance

Rating : PG17

Author : JCS

For Kim Jongin, love is seven deadly sins in one. It’s lust, greedy, envy, avarice, wrath, sloth and pride. Love means evil. That’s why it hurts.

***

Kim Jongin, lelaki yang mengenakan snelli putih itu sedang asik mengobrol dengan beberapa suster di IGD ketika seorang lelaki masuk paksa dengan napas ngos-ngosan.

“Dok, beberapa pasien wanita berkelahi di depan ruang bangsal Athena.” ucapnya buru-buru dengan napas yang masih tersendat.

Satu alis Jongin terangkat, dia sedikit bingung mengingat ruang bangsal Athena ke IGD lumayan jauh. Bukankah petugas yang lebih berkompeten untuk menyelesaikan perkara begini adalah security? Jongin memaklumi karena yang memberitahunya sekarang adalah seorang berpakaian putih garis-garis krem, menandatakan kalau dia merupakan pasien. Lagipula, semenjak kedatangan Kim Jongin ke rumah sakit jiwa ini, dia merupakan satu-satunya yang paling bisa diandalkan dalam segi apapun, apalagi hal-hal berwujud kemanusiaan yang mengabur.

Well, Kim Jongin, lelaki lulusan Oxford itu sempat dikira telah kehilangan kewarasannya saat memilih Dojoen Mental Asylum sebagai tempatnya bekerja setelah mendapat lisensi Psikiater. Dojoen termasuk rumah sakit jiwa tidak terakreditasi yang hanya berjarak 50 kilometer dari Seoul. Meskipun pengalamannya belum banyak, tapi dengan predikat lulusan terbaik dalam test kedokteran Seoul tentu dia diperebutkan oleh rumah sakit yang jauh lebih baik. Anehnya, Kim Jongin malah memilih Dojeon. Setidak-tidaknya, beberapa pekerja yang telah frustasi karena terpaksa melayani orang-orang tidak waras di Dojeon mendapatkan semangat kembali sejak kedatangan Kim Jongin yang ternyata ramah, baik hati dan rela membantu siapapun.

Sebagai orang yang dikenal bergerak cepat, Jongin langsung merespon laporan itu dengan berlari ke lokasi yang dimaksud. Hanya butuh 3 menit untuk sampai di dekat kerumunan orang-orang yang beberapa diantaranya tampak kegirangan bak menyaksikan perjudian tinju. Tapi Jongin tidak bergeming. Pasien yang mendatanginya tadi melihat bingung ke arahnya. Jongin pernah membantunya tempo hari ketika beberapa perawat memperlakukannya seperti binatang. Pasien bernama Lee Minkyu itu bahkan mendeskripsikan Jongin merupakan Ultraman yang dikirim untuk menyelamatkan dunia dan mengalahkan monster-monster jahat.

“Dokter, bantu dia.” Pintanya polos. Jongin melirik sebentar ke lelaki lebih pendek yang berdiri disebelahnya. Jongin dikenal sebagai seseorang yang anti kekerasan, dia protes ketika mendapati perawat, suster ataupun dokter memperlakukan pasien semaunya. Hebatnya, dia melakukan itu dengan cara yang baik, yang membuat pelaku tidak bisa membencinya melainkan kagum.

“Kau lebih baik panggil security yang ada disana.” Dia menyarankan. Karena kepercayaannya pada Dokter favoritnya itu, Lee Minkyu mengangguk dan pergi dari sana.

Sedangkan Jongin masih berdiri di tempatnya semula, menyaksikan acara pengeroyokan yang dilakukan 6 perempuan ke 1 perempuan yang sudah terduduk meratapi kekalahannya di lantai. Mata gadis itu sempat bertatapan dengan miliknya, seperti meminta pertolongan. Jongin melipat ke dua tangannya di depan dada, berpikir tentang alasannya kenapa dia tidak bergerak juga sampai 4 orang security yang dipanggil Lee Minkyu akhirnya menjalankan tugasnya, melerai orang-orang yang ribut itu secara kasar, memaksa mereka masuk ke bangsal yang mirip penjara itu dan menutup pintunya. 6 perempuan tadi dikurung di dalam sana, untung si security masih memiliki hati untuk tidak memasukkan si ‘korban’ ke dalam sana juga.

Gadis yang tadinya dipukuli masih diam saja di tempatnya tadi bahkan setelah kerumunan telah menghilang semua. Saat itu, Kim Jongin menghampirinya, mengulurkan tangan untuk membantu dengan senyum manis yang mungkin mampu menghipnotis. Gadis itu hanya memberikannya tatapan tajam penuh kebencian, Jongin berani bertaruh kalau gadis ini satu-satunya manusia di Dojoen yang memberinya tatapan sedingin dan sedendam ini.

Ya, itu karena dia pintar mengambil hati siapapun…. Kecuali gadis ini. Gadis yang menggunakan seragam putih garis-garis krem.

Jongin berjongkok dihadapannya kemudian, dia kembali mengeluarkan senyum yang sama. “Kau seharusnya tidak keras kepala. Bagaimana? Tidak enak kan dipindahkan ke ruang bangsal?” Tanyanya lembut, pura-pura kasihan. Dia bahkan berbaik hati merapikan rambut hitam gadis itu yang menutupi wajahnya yang jelita. “Menikahlah denganku dan jadilah istriku yang baik. Hidupmu tidak akan semenyedihkan ini.”

Tangan Jongin yang memegang rambutnya langsung ditepis. Mata penuh kebenciannya menatap kearah nametag Jongin yang menuliskan namanya disertai embel-embel dr. dan MD. “you are sick bastard!” Ejeknya. Ya, gadis itu yakin sekali kalau lelaki tampan dihadapannya pasti memiliki gangguan pada otaknya. Pertama kali dia mendapati Kim Jongin berada disini sebagai Dokter, dia mengingat film Stonehearst Asylum dimana ada Psikiater baru yang datang ke rumah sakit jiwa kecil dan diakhiri dengan kenyataan kalau pria itu rupanya merupakan pasien rumah sakit jiwa yang melarikan diri.

I am.” Akunya. Tapi percayalah, dia betulan pernah mendapati lisensi dokter dan psikiater atas usahanya sendiri. “Tapi faktanya, yang sekarang gila adalah kau. Terimalah tawaranku. Kita menikah dan aku akan membuatmu bebas dari sini.” Lanjutnya lagi, enteng sekali.

Sedangkan gadis di hadapannya seperti nenek-nenek yang memiliki darah tinggi. “Aku lebih baik mendekam dan tersiksa disini selamanya daripada menikah denganmu!” Balasnya kasar. “You sick bastard.”

Jongin tertawa, tawanya tampak menyegarkan. “Kau membuatku ingin melumat mulut kasarmu.”

Gadis itu diam saja, hanya memberikan tatapan sinisnya untuk Jongin yang terlihat sangat menikmati tiap detik yang dilakukannya.

“It’s okay if you don’t want to marry me. But we can still do our first night, right?”

**

also posted on https://www.wattpad.com/story/103691984-love-means-evil-kai-exo

Advertisements

64 responses to “Love Means Evil (Prolog)

  1. Gila…..jong in come back….pas banget ama karakternya si kai….wah….dasar rumah sakit jiwa😂😂😂😂

  2. Wahh trnyata ini dipublish disini juga ya? Aku kemarin baca yg part ini di wattpad kak.. kereen.. izin baca next chap kak..

  3. Uhhh .. boleh nih jadi list bacaan .. aku tau wp kamu .. the wounded soul .. eh ternyata disini juga nge post cerita ..

  4. akhirnya jongin comeback again and masih ya karakternya tukang paksa mulu..ini oc nya pake jiyoon kan? soalnya aku udah dpt bgt feeling ama itu couple

  5. Ini apa kak? Kaku di tempat aku, si jongin dokter hhaah jongin bneran psikiater? Gk ada muka” doktrnya diamah kak. Ceritanya seru kece 😁tapi menurut aku dokter oh lebih menggoda apalagi mahasiswa kedokteran mas arka💞

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s