Stay [Chapter 11] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Previous Chapter

Dari yang Jungkook sadari, dia menyukai Sena sebagaimana Sena adanya. Dia tidak punya perasaan ilfil ataupun kesal melihat Sena yang terkadang bersikap diluar batas kewajaran. Dia tidak peduli mau Sena mem-bully siapa. Baginya, di mata seorang Jeon Jungkook, Sena adalah gadis terbaik.

Di saat Yoonji datang, dan semua fans Sena beralih padanya, hanya Jungkook saja yang tidak menaruh banyak perhatian pada Yoonji. Cantik sih, tapi menurutnya kecantikan Yoonji tidak ada apa-apanya dibanding Sena. Itulah alasan kenapa dia cuek-cuek saja saat Yoonji ditempatkan sebangku dengannya.

Awal mula kenapa dia dan Jimin jadi rival meskipun teman baik adalah karena Sena. Dia suka Sena, Jimin juga suka Sena. Secara otomatis terciptalah percikan api di antara mereka. Namun mulai mereda begitu Yoonji datang, karena Jimin langsung berpaling pada Yoonji.

Hari dimana kelas 3-1 melakukan tes olahraga, sebenarnya Jungkook ingin sekali memberikan handuk pada Sena, bukan Yoonji. Tapi karena dianya yang sudah gengsi dari sananya, alam bawah sadarnya pun mengambil alih dirinya sehingga dia tahu-tahu sudah berdiri di depan Yoonji. Itu adalah hal yang paling disesalinya saat ini.

Intinya Jungkook sangat mencintai Sena. Titik.

Dan dia sedikit cemburu melihat gadis itu berbicara dengan Yoongi di hari pernikahan Chanyeol-Heejoo.

Dia hanya berdiri di balik pohon yang tak jauh dari tempat dua orang itu bicara. Dia mendengar semuanya.

Perasaannya mendadak terbakar saat mendengar Yoongi bilang, “Itu artinya namaku sudah tidak ada di hatimu lagi?”

Ingin rasanya dia keluar dari sana dan menghajar pria itu habis-habisan.

Bagaimana bisa Yoongi dengan begitu percaya dirinya menanyakan itu pada seorang gadis yang sudah ditinggalkannya sejak lama? Apakah Yoongi tidak punya muka?

“Jadi benar sudah tidak ada?”

“Apakah orangnya adalah Jungkook?”

Tubuhnya langsung menegang. Dia mengintip sepasang manusia itu. Menunggu Sena menjawab pertanyaan Yoongi. Namun Sena tak kunjung bicara. Entahlah, Jungkook harus merasa kecewa atau sebaliknya.

Begitu Yoongi pergi, dia pun keluar dari persembunyiannya. Mengajak gadis itu untuk hadir ke acara yang baru saja dimulai.

Ia sama sekali tidak membiarkan tangan mungil Sena terlepas dari cekalan tangan manly-nya.

Betapa bahagianya melihat Chanyeol dan Heejoo menikah. Dia juga ingin seperti itu bersama Sena-nya nanti. Dia ingin menggenggam tangan Sena seperti itu, menciumnya seperti itu. Sesekali dia melirik Sena yang sejak tadi tersenyum-senyum melihat Heejoo yang tampak gugup saat mengucapkan janji .

Pasti Sena akan terlihat cantik dalam balutan gaun pengantin.

Tanpa sadar dia tersenyum sampai acara berakhir.

“Kenapa?” tanya Sena begitu mereka sudah ada di area parkir, tepat di samping sepeda motor besar milik Jungkook. Sejak tadi dia melihat Jungkook tersenyum. Aneh, apa yang sudah membuat Jungkook tampak sebahagia itu?

Senyum di wajah Jungkook makin lebar begitu dia bertatapan dengan Sena. Dicubitnya pipi Sena sampai gadis itu memekik kesakitan.

“Ada apa sih? Kenapa tiba-tiba mencubit pipiku? Sakit tahu.”

Dia masih tidak mau bicara, bahkan saat dia memakaikan helm ke kepala Sena. “Mau kencan?”

“Hm?”

“Ayo kencan. Kita kosongkan jadwal kita hari ini.”

Sena mengerutkan dahi bingung. Tapi dia tidak protes ketika Jungkook menyuruhnya untuk duduk di belakang pria itu dan motor itu membawa mereka pergi dari sana.

Tempat yang diinginkan Jungkook sebagai lokasi kencan mereka tidak jauh-jauh. Hanya di Namsan Tower. Sudah lama dia tidak pernah ke sini, terlebih bersama Sena. Bisa dibilang ini adalah kencan pertama mereka setelah 3 tahun berpacaran.

“Kook-a, fotokan aku.” Sena buru-buru menyerahkan ponselnya ke tangan Jungkook, lalu dia berdiri di pagar pembatas dengan cahaya matahari sore sebagai efek pencahayaannya. Dia berdiri membelakang kamera, sedikit menoleh ke samping dengan rambut pendeknya yang berkibar diterpa angin sore.

Jungkook tidak protes. Dia malah tersenyum lebar melihat pose gadis itu. Tanpa mengulur waktu lagi, dia langsung mengarahkan kamera ponsel pada Sena-nya. Mengambil banyak gambar dalam sekali waktu, lalu menggantinya dengan ponsel miliknya sendiri.

“Sudah?”

“Hm.”

Gadis itu berlarian dengan riang menghampirinya. Melihat hasil jepretan Jungkook yang super keren, karena Jungkook memang pernah belajar dan bekerja sebagai fotografer freelance, jadi hasil jepretannya sudah tidak diragukan lagi meskipun menggunakan kamera ponsel.

“Sekarang giliranmu.”

Sena dengan seenaknya mendorong Jungkook untuk mendekati pagar pembatas. Seperti seorang ibu yang memaksa anak laki-lakinya yang tidak suka berfoto untuk berfoto, dia menyuruh Jungkook untuk berpose. Mau tak mau Jungkook pun mengambil pose. Dia yang saat itu memakai sebuah kaos sweater dengan gambar burung di bagian dada, berdiri menghadap kamera dengan kepala menoleh ke kiri. Memejamkan mata ketika angin sore mengibarkan rambut cokelatnya.

Tidak mau menyia-nyiakan momen itu, Sena pun mengambil foto sebanyak-banyaknya.

“Tampannya!!”

Jungkook terkekeh sebelum menghampiri Sena lagi.

Mereka memutuskan untuk membeli gembok dan menulis sesuatu.

“Jangan ikuti aku! Kau di situ saja. Diam di sana, oke?”

Jungkook mendengus geli melihat tingkah Sena. Dia hanya menggendikkan bahu, dan membiarkan Sena berjalan ke sudut lain puncak Namsan Tower itu. Sementara itu dia memilih untuk tetap duduk di bangku.

Dibukanya spidol dengan menggigit bagian tutupnya.

Aku Jeon Jungkook, berusia  23 tahun. 4 tahun lagi, aku akan datang sebagai Jeon Jungkook berusia 27 tahun. Di saat itu tiba, kau akan melihatku sebagai pria yang dewasa dan matang. Juga bukan lagi sebagai asistenmu atau kekasihmu. Tapi aku adalah Jungkook yang datang bersamamu dengan menggandeng anak-anak kita. Kita pasti akan dibuat kesusahan saat datang kemari. Tapi meskipun begitu, kau mungkin akan tersenyum senang dan terharu begitu menemukan tulisan ini diantara ribuan gembok di sini. Mari kita hidup dan saling menyayangi sampai hari itu tiba, Sena. Please be my happy ending. Love you.

Setelah menggambar hati kecil di bawah tulisannya, dia pun membawa gembok berwarna emas itu ke sisi yang berlawanan dari tempat Sena. Dikaitkannya gembok itu diantara gembok yang lain.

Sementara itu, Sena sendiri tampak menikmati pemandangan sore dari puncak Namsan sebelum menuliskan sesuatu di gemboknya.

Sena ❤ Kookie

Gadis itu terkekeh geli dengan tulisannya sendiri. “Ya ampun kekanakkan sekali.”

Cepat nikahi aku, Kook-a. Aku ingin segera mengganti margaku seperti yang dilakukan Heejoo hari ini. 4 atau 5 tahun lagi, saat kita datang kemari lagi, mungkin kau akan tertawa membaca tulisan ini. Tapi sungguh, yang menulis ini adalah aku. Sekarang kau tahu ‘kan bagaimana perasaanku padamu? Saranghae ><

Ia menciumi gembok itu sebelum mengaitkannya di pagar, di antara gembok-gembok yang lain. Setelah itu dia berbalik dan langsung berlarian menghampiri Jungkook yang juga sedang menghampirinya.

Mereka berpelukan dan berputar-putar sebentar seperti sepasang kekasih yang tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya berhenti masih sambil berpelukan.

“Ringan sekali badanmu, umm? Apa kau jadi sekurus ini gara-gara aku?”

Tidak peduli dengan seberapa banyak orang yang menatap aneh mereka, Jungkook tetap menggesek ujung hidungnya dengan ujung hidung Sena, di mana wajah mereka sedang dalam keadaan sejajar. Sena sendiri tidak protes. Dia malah tertawa geli sambil mengeratkan pelukannya pada leher Jungkook agar tidak terjatuh.

“Kau lebih suka aku yang kurus atau gendut?”

“Dua-duanya.”

“Bohong. Kalau aku gendut kau pasti akan mengataiku babi.”

“Ya. Babi beraroma jeruk.”

“Dasar. Kau ini ternyata sama saja seperti Yoongi.”

Senyum di wajah Jungkook menghilang secara otomatis. Ia pun menurunkan Sena sampai kaki gadis itu menapak di lantai. Namun kedua lengannya masih betah melingkari pinggang ramping gadis itu.

Sena sendiri menyadari perubahan itu. Senyumnya juga luntur. Tergantikan oleh ekspresi cemas yang tidak bisa dia tutupi dengan ekspresi lain. Sepertinya dia baru saja salah bicara. Kenapa dia dengan begitu cerobohnya menyebut nama Yoongi ketika sedang bersama Jungkook? Apakah dia sudah gila?

“Kook-a … maaf, aku—”

“Aku cemburu.”

Ne?”

Jungkook yang tiba-tiba mengatakan itu jelas membuat Sena terkejut setengah mati. Atas dasar apa tiba-tiba Jungkook bicara begitu. Ini bukan gaya Jungkook, sama sekali bukan.

“Aku tidak suka melihatmu dengan Yoongi.”

Tatapan Jungkook berubah sendu. “Aku melihat dan mendengar semuanya. Kenapa kau hanya diam saat dia menyebut namaku? Apakah sangat sulit untuk menjelaskan padanya kalau kita berpacaran? Kau masih menyukainya?”

“Kook-a….”

“Aku tahu, melupakan seseorang itu tidaklah gampang. Tapi ini sudah enam tahun, Sena. Bisakah kau tidak mengingatnya lagi?”

Kedua mata Sena bergerak-gerak kecil, berusaha menangkap perasaan tulus Jungkook dari tatapan pria itu. Makin lama dia bisa merasakan jarak di antara mereka yang makin kecil. Jungkook bahkan memiringkan sedikit kepalanya. Mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya, ia pun memejamkan mata.

Tak tahunya hembusan napas berat terdengar dari bahu kirinya. Diikuti oleh makin eratnya rangkulan di pinggangnya.

Mau tak mau Sena pun membuka matanya lagi. Dia tersenyum tipis, merasa konyol. Iya juga, Jungkook bukan tipe yang suka pada ciuman di bibir kalau seandainya Sena tidak banyak bicara. Pria itu hanya akan mencium Sena tepat di bibir kalau Sena mulai mengoceh seperti burung beo.

“Apakah waktu enam tahun terlalu cepat, Sena? Haruskah aku menunggu lebih lama?”

Sena balas memeluk Jungkook lebih erat. “Tidak. Kau tidak perlu menunggu lama. Aku janji aku tidak akan berpaling padanya lagi.”

“Bisakah kau pegang janjimu?”

“Hm, tentu.”

TBC

Huwaaaa besok daku mau ujian :”) kudu seterong ini ujian :”) semoga ada modem yak besok :”) kalo ngga ada, ya mboh neh ._. 

Advertisements

17 responses to “Stay [Chapter 11] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. yaampun, aku speechless :”). Pengen menjerit rasanya, kookie manis. Aah untung endignya msh agak lamaan ya kayaknya. Kirain jungkook suruh sena milih dia / yoongi, trs dia pilih yoongi terus ending wkwk. Btw gud luck ya buat ujian besok 😀

  2. Eommaaaaa….. Ottokae… Sena udah bener” berpaling ke jk 😂😂😂
    Yoongi apa kabar???
    Waah ini aku kudu nyanyi buat Yoongi, lagu nya Armada “apa kabar sayang” ??? Wkekekeke 😂😂😂

  3. Hahahaha..
    Kudu seterong juga baca lanjutanya..
    Waahh ternyata klw freak writer yg bkin ceritanya jdi gni yaa.. 😄😄😄
    tebakan ak kmren brarti zoonnggg..
    Hihihi
    Gomawo lho..
    Tinggal sedikit kejujuran n ketegasan sena..
    Ganti marga lah sena lgi.. huhuhu

    Selamat ujian ya… goodluck
    Makasih udh sempatin update..

  4. Uuuhh manisnyaaa jungkook
    Sena please jgn berpaling dari jungkook
    Jadi pengen cepet” mereka berdua nikah wkwk
    Btw good luck ujiannya eonni

  5. Ohmy!!!! Sisain satu yang kaya jungkook dong. Dia sweet banget!!!😂 sena plisss jangan kecewain my kookie. Btw aku juga ujian nihhh. Semangat ujian author🙋

  6. Manis sekali kencan mereka, sena-jungkook cepatlah menikah ya.
    Sena jangan berpaling lagi dari jungkook.

  7. anjirrr klo gue jadi sena gue bakal nyerocos tiap waktu kali ya. kn lmayan dapet kisseu dari si jeon. #eh
    btw. as always nice story.. fluffy fluffy ulalalaaaaa .. ah kn gue jadi pengen cwok kaya si jungkook. ah lu mh kook pinter bnget bkin anak prawan jerit2 . hha
    jadi klo gue makin jatuh cinta sama lu jangan tnya ya alsannya apa. cukup bercermin aja. pfff apasih gue.
    happy UNBK thor. gue mah udah. bye

  8. Jungkook aku juga cemburu km sama sena:”3
    Btw semangat buat besok kaa, next chap nya ditungguu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s