Stay [Chapter 12] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Previous Chapter

Hubungan Sena dan Jungkook yang terbilang langgeng selama 3 tahun bukan berarti hubungan itu baik-baik saja. Ada waktu di mana, Sena cemburu pada Jungkook untuk pertama kalinya.

Pada hari-hari sebelum skripsi, semua mahasiswa di angkatan itu harus magang di tempat-tempat sesuai bidang mereka. Kalau Sena gampang, dia bisa magang di perusahaan ayahnya. Tapi Jungkook, karena dia mengambil jurusan seni musik lebih tepatnya vocal, maka dia harus bekerja di tempat-tempat yang mengharuskannya untuk menyanyi. Jungkook memilih untuk join dengan sebuah band papan atas dalam perilisan full album band tersebut. Dan Jungkook tidak sendirian, tetapi bersama Yuju, teman satu jurusannya.

Karena Jungkook dan Yuju bekerja di tempat yang sama, tentu saja mereka harus terus berkomunikasi seperti sepasang sahabat dekat. Itulah yang membuat Sena cemburu. Jungkook lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Yuju daripada bersamanya.

Kook-a, ayo pergi minum setelah kerja.

Sena menggigiti ujung kuku ibu jarinya setelah mengirimkan pesan itu. Apakah Jungkook akan setuju? Atau malah tidak dibalas?

TING!

Cepat-cepat dia membuka pesan dari pria itu.

Maaf, hari ini aku lembur. Lain waktu saja ya.

Wajahnya yang sumringah mendadak lenyap. Sambil menghela napas, dia pun membalas pesan itu.

Arasseo. Jangan lupa makan ya ^^

Tidak lama kemudian Jungkook membalas.

Ya.

Singkat, padat dan menyakitkan. Sejak mereka masuk semester 7, Jungkook tiba-tiba menjadi agak dingin padanya. Apalagi sejak masuk semester ini daftar pekerjaan Jungkook bertambah, jadi kesempatan mereka untuk bertemu makin kecil meskipun mereka masih tinggal di gedung apartemen yang sama.

Terpaksa hari itu Sena pulang sendirian. Dia memutuskan untuk pergi minum sendiri. Padahal dia tahu kalau pergi minum malam-malam apalagi sendirian adalah hal paling berbahaya bagi seorang wanita. Tapi apalah seorang Sena, dia tetap berangkat ke kedai pinggir jalan yang menjadi langganannya saat pergi minum.

Ahjumma! Dua botol soju dan ramen ya!”

Kemudian dia duduk di sebuah meja kosong yang lokasinya di pojok kedai. Dari sana dia bisa melihat lalu lintas Seoul yang masih terbilang padat meskipun malam sudah larut.

Asyik-asyiknya melamun, tiba-tiba saja dia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Syaraf refleksnya langsung memerintah kepalanya untuk menoleh ke asal suara. Benar, orang itu adalah orang yang familiar.

“Kau mau pesan apa?” tanya si wanita berambut panjang lurus sambil menyimpan tas tangannya di atas meja.

Ramen,” balas si pria yang tampak sedang mengeratkan tudung jaketnya.

Soju?”

“Hm. Sebotol saja.”

“Oke. Biar aku yang pesankan.”

Saat wanita berambut panjang itu pergi, siluet pria berjaket hitam itu pun terlihat sangat jelas di penglihatan Sena. Pria itu tampak lelah. Sejak datang ke kedai ini dia terus meletakkan dagu di meja. Berusaha tidur ayam. Sesekali terbangun saat mendengar suara berisik yang dibuat para karyawan pria yang tengah minum bersama di meja tak jauh darinya.

Itu Jungkook, kekasihnya.

Yaa! Kau tidur?” Si wanita yang datang bersama Jungkook tak lama kemudian muncul lagi dengan wajah ceria. Dia bahkan menepuk bahu Jungkook yang spontan mengagetkan pria itu.

“Ah kau ini,” dengus Jungkook sambil menggaruk kepalanya asal.

“Maaf maaf. Kupikir kau tidur. Yaa, kita itu ke sini untuk makan, bukan tidur.”

Arra.”

Arasseo, arasseo. Kau boleh tidur. Akan kubangunkan kalau bibi-nya datang.”

Sena langsung membuang pandangan setelah itu. Bibirnya mengulum senyum miring. Ternyata, Jungkook menolak ajakannya karena ingin makan dengan gadis lain. Cih. Lembur apanya. Pembohong.

Meskipun ada Jungkook di sana, Sena tidak langsung pergi. Dia menyantap ramen-nya dulu, dan menghabiskan satu botol. Di saat dia berencana pergi setelah menyelipkan uang di bawah botol soju yang masih penuh, ternyata bertepatan dengan Jungkook akan pergi sambil memapah Yuju.

Mereka saling beradu pandang dalam diam. Mata bulat Jungkook tampak melebar dari ukuran semula. Sedangkan Sena sendiri hanya tersenyum miring dengan pipi merah efek mabuk.

“Wah … ketahuan juga.”

“S-Sena….”

Sena mengangkat kedua alisnya.

“Eung … apa sekarang waktunya rekaman? Mana mic-nya … mana? Mana?” Tiba-tiba saja Yuju meracau sambil berusaha meraih botol soju yang ada di dekatnya. Sebelum itu berhasil, Jungkook sudah menarik tangan gadis itu.

Sena masih tetap tersenyum miring, meskipun dia melihat semua.

“Aku akan mengantarnya dulu. Bisakah kau menungguku sebentar?”

Sena terkekeh ringan sebelum melambaikan tangannya. “Pergi saja. Kurasa dia mabuk berat.”

Jungkook menatapnya ragu. Dia langsung melepaskan genggamannya dari tangan Yuju dan beralih meraih tangan Sena. Mengusapnya pelan, lalu meremasnya lembut. Dia ingin mencium tangan itu, sayangnya Sena sudah memaksa tangannya untuk lepas.

“Tunggu aku di sini.”

Setelah bicara begitu, Jungkook pun segera membawa Yuju pergi dari sana. Entah kemana. Sena masih berdiri di tempatnya, menatap punggung mereka berdua sampai hilang di balik pintu masuk kedai.

Konyol. Kenapa dia hanya tersenyum seperti orang bodoh? Bahkan mobil saja bisa protes saat disakiti, tapi kenapa dia justru seperti ini? Apakah ada sesuatu yang salah dengan kinerja emosinya? Menertawai dirinya sendiri adalah apa yang dilakukannya sekarang. Sampai perutnya sakit, air matanya mengalir, pipinya kelu, dia tidak peduli. Setelah puas tertawa, dia pun pergi dari kedai itu tanpa menunggu Jungkook.

Letak apartemennya jauh, tapi dia malah pergi dengan kakinya sendiri. Terseok-seok sendirian menyusuri trotoar yang mulai sepi pejalan kaki.

I can be tough … I can be strong….” Tanpa sadar bibirnya menggumamkan sebuah nada.

But with you, it’s not like that at all….”

“There’s a girl that gives a shit. Behind this wall you just walk through it.”

“And I remember all those crazy things you said, you left them running through my head….”

“You’re always there, you’re everywhere. But right now I wish you were here….”

Di satu sisi, Jungkook tampak sedang berlarian menuju kedai. Mencari-cari Sena yang mungkin masih ada di sana, tapi yang dia dapat di meja itu adalah sepasang kekasih yang menatapnya bingung. Lalu tanpa pikir panjang dia pergi dari kedai itu dan melalui trotoar jalan berharap akan bertemu Sena di sana.

“Damn … damn … damn … what I’d do to have you here here here … I wish you were here….”

“SENA!! DI MANA PUN KAU JAWAB AKU!!!”

Lampu pejalan kaki menyala ketika Sena melewati zebracross. Diantara orang-orang yang berjalan terburu-buru, dia justru tampak santai sambil meneruskan nadanya.

I love the way you are….”

“It’s who I am….”

“Don’t have to try hard….”

Mendadak dia berhenti di tengah jalan. Bibirnya mendesis lirih sambil memegangi kepalanya.

Orang-orang di sekitarnya berjalan makin cepat.

Satu dua diantara mereka bahkan ada yang tak sengaja menyenggol bahu Sena yang nyaris membuatnya terjungkal. Beruntung dia masih punya sedikit kesadaran. Dengan sisa kesadaran itulah dia berusaha mencapai trotoar seberang.

Namun lagi-lagi kepalanya terasa sakit.

Lampu lalu lintas berganti ke warna kuning.

Mobil-mobil mulai menggeram rendah.

Sedikit demi sedikit, pandangannya mulai kabur.

Sekilas dia bisa melihat lampu lalu lintas berganti ke warna hijau.

Please save me….

BRUK!

.

.

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Kau aman bersamaku. Kau aman.”

Perlahan namun pasti Sena membuka matanya.

Dia sudah tidak berada di jalan raya lagi.

Tapi berada di kedua lengan seorang pria yang tengah berlari secepat yang ia bisa.

Melihat siluet rahangnya, jaketnya dan aromanya yang khas, dia tersenyum.

Perlahan namun pasti, dia mencengkram ujung jaket pria itu. Menyembunyikan wajah di sana.

.

.

Begitu dia bangun lagi, dia sudah berada di sebuah ruangan. Ini bukan kamarnya. Aroma kamarnya tidak seperti ini, bahkan selimutnya tidak sewangi ini.

Ia pun berbalik ke arah sebaliknya.

Nyaris saja jantungnya melompat dari tempatnya saat melihat ada manusia lain di sampingnya.

Seorang pria.

Reflek dia mengintip pakaiannya dari balik selimut.

Masih lengkap.

Kemudian dia pun berusaha melihat wajah pria tersebut yang sedang dalam posisi meringkuk.

Dan senyumnya pun mengembang ketika mengetahui siapa itu.

“Kook-a….” bisiknya agak serak.

Ia pun berdehem, lalu memanggil pria itu lagi.

Dipanggilan kedua, akhirnya Jungkook membuka matanya juga. Ia mengerjap-ngerjap sebentar sebelum akhirnya dia sadar dengan situasinya.

“Oh? Sudah bangun?”

Sena bukannya menjawab, justru merangsek maju sampai dia berhasil masuk ke pelukan Jungkook. Jungkook sendiri tidak protes. Dia membiarkan Sena merebahkan kepala di lengannya.

“Maaf.”

Sena hanya bergeming.

“Aku tidak bermaksud membohongimu. Aku benar-benar harus lembur, tapi Yuju terus memaksaku untuk makan bersamanya.”

Masih tak ada jawaban dari Sena.

“Kami tidak ada hubungan apa pun, sungguh. Dia hanya temanku dan partner-ku kerja. Tolong jangan salah paham.”

Lagi-lagi Sena enggan menjawab.

“Kumohon maafkan aku.”

Jungkook pun memeluknya erat.

“Hari ini aku kesal sekali….”

Sekarang giliran Jungkook yang mendengarkan.

“Mereka tidak menyukai ayahku … tapi mereka melampiaskannya padaku….”

Jungkook mengecup puncak kepala Sena lama.

Selalu saja datang terlambat. Kalau memang masih dalam perjalanan, kenapa disuruh berkumpul sekarang? Ya ampun, begini salah, begitu salah. Sebenarnya maunya presdir itu apa?”

“Mereka terus bicara begitu di depanku. Lalu bagaimana aku bicara pada ayah? Mereka membuatku tertekan.”

“Aku berharap bisa menceritakannya padamu sambil minum bersama….”

“Maaf….”

“Minum sendirian itu tidak enak….”

“Maaf.”

“Kepalaku rasanya ingin meledak karena tidak bisa mengungkapkan semuanya meskipun aku sudah menghabiskan satu botol….”

“Maafkan aku.”

“Bahkan aku tidak bisa protes melihatmu bersamanya….”

Tubuh Sena bergetar pelan. Jungkook pun mengeratkan pelukannya.

“Sekarang pun juga tidak bisa … eotteohke….”

“Maaf … maaf … maaf….”

Hari itu, Sena menangis dengan begitu lama di dalam pelukan seorang Jeon Jungkook. Hanya itu satu-satunya cara yang dia bisa untuk mengeluarkan semua emosinya.

Apakah itu cukup untuk membuktikan kalau dia masih sangat menginginkan Jungkook meskipun sudah dibuat kesal setengah mati?

TBC

Advertisements

9 responses to “Stay [Chapter 12] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. Dari aroma terbayang kelezatannya. #plak
    Maksutnyaaa…dari aroma” nya kayanya Yoongi udah ga bisa masuk lagi ke kehidupan Sena… Uuuuu..eomma eottokhae 😭😭😭😭😭😭😭
    Duh kak. Masih belum bisa mupon darj yoongi ni kak.

  2. Guee sukaaaaaaaaaa kaaaaa^^
    semangat ka buat next chap nyaaa. Jk gue tunggu di rumah yaa:”v #ngarep amat

  3. Senaaaa
    Kok ngerasa sama ya keadaannya, bedanya sena tertekan krn kerjaan aku tertekan gara” ujian dan tugas dosen #maafjadicurhat
    Jungkook so sweet banget sumpah
    Sena jungkook bikin iri wkwk
    Jadi penasaran sama hubungan sena jungkook, mereka gimana ya kalo lagi marahan krn hal sepele hehe

  4. Selalu penasaran tiap kali nunggu kelanjutan ff ini. Bener2 favorit deh mereka. Ngga rela gitu kalo mereka sampe pisah. Happy ending sama jungkook kan thor? Konfliknya jan lama2 ya thor hihihi

  5. Sena bisa cemburu juga dengan jungkook, aku kira cuma jungkook aja yang cemburu sama sena.
    Yang terbaik aja deh sama hubungan mereka.

  6. Sukaa adegan cemburuannya…
    Hihihi
    Sering2 aja lah cemburu.. bkal ad lanjutanx ga? Cwek it suka jungkook jg atw enggak? Trus tanggapan jungkook sm kyk sena yg bingung k yoongi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s