Stay [Chapter 16] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Hello School Girl

Chapter 1

Previous Chapter

Namjoon dan Jenny memutuskan akan menikah dalam waktu dekat. Tapi sebelum itu, mereka berdua sepakat untuk mengadakan reuni kecil yang terdiri dari Sena, Lisa, Seokjin, Hoseok, Jimin, Taehyung, Jungkook, Heejoo dan yang paling mengejutkan mereka juga mengundang Min Yoonji!

Jenny lah yang meminta itu. Dia menyuruh Sena untuk mengajak Yoongi hadir ke reuni tersebut.

Wae? Kenapa mengundang Yoongi segala?” tanya Sena saat dia sedang bertelepon dengan Jenny.

“Kita tidak bisa merahasiakan ini terus pada yang lain. Apa kau tidak kasihan pada Jimin? Bisa-bisa dia tidak akan menikah sampai tua nanti hanya gara-gara menunggu Yoonji. Namjoon juga harus tahu kebenarannya. Oh ayolah, ajak dia ya? Ya?”

Sebenarnya Sena ragu. Dia tidak yakin apakah Yoongi akan mengiyakannya atau tidak. Yah … meskipun Yoongi bukan artis lagi, tapi tetap saja kan, yang namanya fans sudah pasti tidak akan begitu saja berhenti menyukai idolanya. Dia khawatir kalau mereka akan membocorkan rahasia itu pada publik dan mengungkit-ungkit soal masa lalu lagi.

Tapi anehnya, Yoongi dengan begitu saja mengatakan ‘iya’. Dia hampir tak memercayai penglihatannya. Nyaris dia mengira matanya sedang bermasalah ketika membaca balasan dari Yoongi. Sebegitu mudahkah Yoongi menyetujuinya?

Dan hari reuni itu pun tiba.

Tahu kalau Yoongi akan datang, Jungkook sedetik pun tidak melepaskan tangan Sena dari tangannya. Bahkan saat di mobil pun, ketika Jungkook menyetir, dia tetap mengambil kesempatan memegang tangan Sena. Kali ini tidak akan dia biarkan Sena dekat-dekat dengan Yoongi.

Lokasi reuni itu diadakan di sebuah restoran. Jenny dan Namjoon sudah datang, begitu pula dengan yang lain. Heejoo yang hamil 7 bulan pun juga sudah tiba, tidak sendirian tapi bersama Chanyeol. Namun, batang hidung Yoongi belum terlihat dimana pun.

Sena menoleh ke kanan dan kiri mencarinya. Lalu tiba-tiba Jungkook meraih dagunya, mencium pipinya. Dipandanginya Jungkook dengan tatapan penuh tanya. Tapi Jungkook hanya diam sambil menatapnya intens.

“Akhir-akhir ini kurasa kita sering bertemu ya,” celetuk Taehyung tiba-tiba sambil menuangkan soju ke dalam gelasnya.

“Kau tidak suka?” tanya Jimin.

Aniyo. Aku tidak bilang tidak suka. Hanya … terasa aneh saja.” Taehyung menghabiskan soju-nya itu dalam sekali tarikan napas.

“Baguslah kalian mengajakku reuni hari ini. Sekarang aku tidak bisa berlama-lama di Korea. Jadwalku makin hari makin padat. Aaaahhh aku rindu soju,” seru Seokjin yang sejak tadi hanya sibuk makan dan minum soju. Sepertinya dia serius soal merindukan soju. Satu botol dihabiskan sendirian, tapi dia masih sadar 100%.

Yaa, jangan terlalu banyak minum. Kalau kau tertangkap kamera, mati sudah. Ingat, kau masih terbilang pendatang baru di dunia musik internasional. Baik-baiklah menjaga imej-mu,” peringat Chanyeol di sela-sela kegiatannya menyuapi Heejoo.

“Hm, arasseo.”

“Heejoo-ya, itu laki-laki atau perempuan?” tanya Hoseok yang baru saja selesai berkirim pesan dengan istrinya.

Namja.”

“Oooh … calon suami putriku nanti,” balas Hoseok cuek sambil meneguk soju-nya.

Lisa yang tak sengaja mendengarnya pun memukul punggung Hoseok dengan keras sampai Hoseok memuncratkan soju di mulutnya dan mengenai tepat ke wajah Taehyung dan Jimin yang duduk di hadapannya. Bukannya merasa bersalah, Lisa justru tertawa terbahak-bahak. “Gila! Yang benar saja menjodohkan mereka sekarang! Kau ini bodoh atau bagaimana sih?! Hahaha.”

“Aaargh! Menjijikkan!” pekik Jimin yang langsung berlarian ke toilet dan disusul oleh Taehyung tak lama kemudian.

Hoseok sendiri mendesis kesal sambil membersihkan bibirnya dengan tisu. “Tanganmu keras sekali, jinjja. Pantas kau tidak segera menikah sampai sekarang.”

Lisa menjulurkan lidahnya tak peduli. “Itu bukan urusanmu. Wek.”

“Tunggu dua tahun lagi,” sahut Seokjin sembari menuangkan soju ke gelas Lisa.

Arasseo,” balas Lisa sambil tersenyum senang.

“Ehey … diam-diam kalian berpacaran?” tanya Jenny yang tiba-tiba mencium sesuatu dari interaksi dua orang itu.

“Benci jadi cinta?” tambah Namjoon.

Seokjin begitu juga Lisa hanya terkekeh. Mereka saling bersulang kemudian menghabiskan minuman mereka dalam sekali tarikan napas.

Jimin dan Taehyung pun kembali tak lama kemudian.

“Katamu Yoonji akan datang. Mana?” tanya Jimin pada Jenny. Dia dan Taehyung tampak sedang berebut tisu.

Jenny sendiri langsung menoleh pada Sena. Menanyakan keberadaan Yoongi melalui tatapannya, yang kemudian dibalas Sena dengan gendikkan bahu.

“Yoonji datang?” seru Chanyeol tiba-tiba. Matanya tampak melebar dua kali lipat dari ukuran semula. Demi apa, Yoonji alias Yoongi juga diundang ke acara ini.

“Hm. Kenapa, Oppa?” tanya Heejoo penasaran. Tentu saja penasaran. Dia tak mengerti kenapa reaksi Chanyeol sampai seperti itu. Apakah telah terjadi sesuatu antara suaminya dengan Yoonji?

Chanyeol menggeleng kaku. Dia pun menatap Sena, Jungkook, Seokjin, Lisa dan yang terakhir Jenny secara bergantian.

“Kurasa ini saatnya,” ujar Jenny begitu pandangan Chanyeol jatuh padanya. “Semuanya yang di sini harus tahu. Tidak selamanya ini akan dirahasiakan ‘kan?”

“Apa yang dirahasiakan?” tanya Jimin cepat. Mendadak dia khawatir, juga curiga.

Wae? Apakah ada sesuatu yang belum kutahu di sini?” Diikuti oleh pertanyaan Taehyung. Dia menatap yang lain dengan wajah blank khas-nya.

“Kau menyembunyikan sesuatu dariku?” selidik Namjoon pada Jenny.

Jenny hanya tersenyum tipis. Kemudian senyumnya pun melebar begitu ia menangkap siluet seorang pria yang berdiri tak jauh dari lingkaran mereka.

“Dia tiba.”

Semua mata langsung menoleh pada objek yang sedang dipandang Jenny.

Sebagian yang sudah tahu kebenarannya tampak tidak begitu terkejut, berbanding terbalik dengan sebagian lainnya yang mengerutkan dahi tak mengerti.

Jimin menoleh kembali pada Jenny. “Mana? Kau sedang bercanda denganku?”

Aniyo. Dia tidak bercanda. Aku Yoonji,” sahut seorang pria berpakaian serba hitam itu sambil mendekati lingkaran tersebut. Dia berhenti di belakang Jimin yang sedang membelakanginya. Perlahan namun pasti, dia pun menurunkan maskernya.

Jimin berbalik ke belakang lagi. “Yoonji yang kukenal adalah seorang wanita. Kau ini siapa?”

“Agust D?” celetuk Hoseok tiba-tiba.

“Jadi … kau seorang pria?” timpal Heejoo sambil menutup mulutnya dengan tangan.

“Bagaimana bisa—” Taehyung mendadak speechless.

“Kau sudah mengetahuinya sejak awal?” tanya Namjoon pada Jenny. Jenny mengangguk.

Jimin mendengus tak percaya. “Tidak mungkin. Lelucon macam apa ini? Yoonji yang kukenal adalah seorang wanita. Kau jangan mengaku-aku. Tidak mungkin Yoonji akan satu kamar dengan Sena di asrama kalau dia adalah pria. Hah. Ini tidak lucu, sama sekali tidak lucu.”

Yoongi pun mengangkat sedikit ujung topinya sehingga matanya pun terlihat jelas. Dia dan Jimin saling bertukar pandang. Kentara sekali bagaimana terkejutnya Jimin melihat betapa persisnya wajah Yoongi dengan Yoonji. Kali ini dia tidak bisa mengelak lagi. Yoonji yang dikenalnya benar-benar seorang pria.

Jimin pun membuang pandangan. Mengambil gelas besar, lalu mengisinya penuh dengan soju dan meminumnya dalam sekali tarikan napas. Kemudian dia pun menoleh pada Sena. “Jadi ini maksud dari kata-katamu? Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal?!”

“Jimin-a … itu….”

“Kau juga,” tunjuknya pada Jungkook. “Apa kau juga sudah tahu ini sejak lama? Kenapa kau tidak memberitahuku?! Teman macam apa kau ini hah?!”

“Aku sudah memperingatkanmu—”

“Memperingatkan katamu? Kau pikir aku akan tahu kalau kau hanya memperingatkanku tanpa memberitahuku?!”

“Jimin-a….”

“Berhenti memanggilku seperti itu, Sena. Jangan berlagak polos lagi di depanku. Bahkan saat kita sudah resmi menjadi saudara … kau tetap tidak memberitahuku. Apa aku sudah melakukan kesalahan padamu, huh? Kenapa kau lakukan ini padaku?!”

Yaa, geumanhae,” ucap Seokjin sambil meraih tangan Jimin. Namun yang dia dapat justru tepisan kasar.

“Kau juga sudah tahu sejak lama ‘kan? Kenapa kau melakukan ini, huh? Kau sedang bersekongkol dengan mereka?!”

“Berhenti menyalahkan mereka. Orang yang seharusnya kau salahkan ada di sini.”

Mendengar suara berat Yoongi dari belakangnya, Jimin tanpa sadar meremas gelasnya sampai pecah dan melukai telapak tangannya sendiri. Jenny, Sena dan Heejoo menjerit saat gelas itu berubah menjadi serpihan-serpihan kaca.

Yaa!” Taehyung segera memaksa Jimin untuk melepaskan cekalannya dari gelas pecah itu. Jika tidak dihentikan sekarang, ujung tajam pecahan gelas itu akan menusuk telapak tangan Jimin lebih dalam.

Jimin pun menggebrak meja lalu beringsut pergi meninggalkan lingkaran itu.

“Jimin-a! Tunggu!” Sena buru-buru bangkit dan berniat mengejar Jimin sebelum Jungkook menahan lengannya.

“Kau mau kemana?”

Dilepaskannya tangan Jungkook dengan lembut. “Aku akan kembali nanti.” Kemudian dia pun berlarian menyusul kepergian Jimin.

Suasana di meja itu mendadak suram.

Jungkook pun bangkit dari kursinya. “Yaa, aku harus bicara denganmu,” katanya pada Yoongi sambil berjalan pergi dari lingkaran itu.

Yoongi yang tak tahu apa pun, hanya mengikutinya.

TBC

Advertisements

9 responses to “Stay [Chapter 16] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. Kenapa disaat aku hampir mupon, mas mantan dateng lagi kenapaaaa….. 😂😂😂😂
    Jadi galau lagi.

  2. Omoooo jimin marahnya serem abiis
    Knp harus tbc eonni??jadi penasaran dakuuu
    Jungkook mau ngomong ttg apa ya?ttg sena ato ttg jimin?
    Penasaran sumveeh

  3. jimin syok banget, marah, sampai segitunya setelah tau kenyataannya kalau yoonji itu yoongi, kasihan jimin dia kecewa berat

  4. Jimin sepertiny fraktur hepar sama yoonji..seandainya q jadi jimin pasti q akan kesal sampai mati…waduh jangan sampai jongkook nampar yoongi thor…merindukan yoongi tp mau move on..

  5. Kasihan jimin dia pasti syok banget pas tau kenyataan nya. Jungkook mau ngomong apa sama yoongi ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s