Stay [Chapter 17] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Hello School Girl

Chapter 1

Previous Chapter

“Park Jimin! Yaa! Tunggu aku!!”

Jimin terus mempercepat langkahnya tanpa memedulikan teriakan Sena. Dia sudah terlanjur kesal pada gadis itu. Bagaimana bisa Sena tidak memberitahunya sejak awal? Kenapa dia harus tahu sekarang? Kenapa saat dia sudah memantapkan hatinya untuk melamar Yoonji?

Benar, Jimin sudah menyiapkan sebuah cincin untuk Yoonji.

Rencananya malam ini dia akan memberi kejutan pada Yoonji dengan sebuah lamaran yang mungkin tak akan terlupakan dalam hidup Yoonji ataupun hidupnya.

Tapi … mana mungkin dia akan melamar seorang pria.

“Jimin-a, dengarkan aku dulu.”

Jimin berhenti sebentar saat Sena berhasil meraih ujung sweater-nya. Tanpa menoleh atau menunggu kalimat selanjutnya, dia langsung menepis tangan itu dan berjalan lagi.

“Jimin-a … kumohon dengarkan aku dulu.”

Kali ini tangannya yang berhasil diraih. Tidak perlu berhenti lagi, dia langsung menyentak tangan itu.

Sena tidak pernah mengenal kata menyerah dalam hidupnya. Jika Jimin terus menepisnya, maka hanya ada satu cara yang mungkin tak akan bisa ditolak pria itu.

Yaitu….

Pelukan.

Benar. Jimin langsung berhenti. Juga tidak berniat menepis atau menyentak tangannya. Sempurna diam di tempat. Napasnya terdengar naik turun. Sena bahkan bisa mendengar degub jantungnya di telinga.

“Jimin-a, tolong dengarkan aku dulu. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Sungguh, aku tidak bermaksud apa-apa padamu.”

“Memang kau tahu apa yang ada di pikiranku sekarang?”

“Kau pasti menganggapku telah menghianatimu ‘kan?”

Jimin menggeleng pelan. Diperhatikannya tangan kanannya yang masih berdarah-darah. “Ini semua akibat kebodohanku sendiri.”

“Jimin-a….”

“Seharusnya aku berani untuk mencari tahu. Bukannya hanya diam saja dan menunggu tanpa kepastian. Ini bukan salah siapa-siapa. Bukan salahmu, bukan salah Jenny, bukan salah semuanya. Tapi aku. Aku yang sangat bodoh ini.”

Sena pun mengeratkan pelukannya. “Tidak, Jimin-a. Ini salahku. Aku tidak memberitahumu karena … karena … karena aku ingin melindunginya. Dia adalah Agust D, dia artis, public figure di seluruh dunia. Aku tidak mau dia kenapa-napa. Kumohon maafkan aku, Jimin-a. Jangan salahkan dirimu, jangan salahkan Jenny atau dia juga. Aku saja. Silahkan salahkan aku dan hukum aku. Aku memang—”

Sena tak melanjutkan kata-katanya karena Jimin tiba-tiba melepaskan pelukannya dan berbalik padanya. Menatapnya intens dengan mata yang sendu. “Bisakah kau biarkan aku sendiri? Aku butuh waktu untuk berpikir.”

Jimin pun melepaskan tangan Sena, lalu berbalik dan berlari begitu saja. Sena berniat mengikutinya lagi, tapi urung dia lakukan saat tak sengaja melihat Jimin yang tengah menyeka matanya.

Semuanya selalu terasa menyakitkan ketika identitas Yoonji terkuak. Apa hanya dia yang merasa bahagia ketika menyadari bahwa Yoonji adalah pria?

Di sisi lain.

“Kau ingin membicarakan Sena?” tanya Yoongi yang langsung membuat Jungkook berhenti berjalan. Mereka sudah berada cukup jauh dari restoran itu. Dan hanya ada mereka berdua saja di sana.

“Kuperingatkan kau untuk tidak mendekati Sena lagi,” balas Jungkook tanpa berminat untuk memutar badannya.

Yoongi mendengus geli. Entahlah, terdengar lucu saja. “Sudah kuduga. Sebegitu takutkah kau jika Sena akan berpaling lagi padaku?”

Bagi Jungkook, pertanyaan itu juga terdengar lucu. “Takut? Hah. Kenapa aku harus takut kalau Sena sudah pasti akan memilihku? Aku tidak akan meninggalkannya seperti yang sudah kau lakukan padanya tujuh tahun lalu.”

“Kalau begitu tidak masalah ‘kan kalau aku mendekatinya lagi? Toh dia akan memilihmu.”

Jungkook langsung memutar badannya. Dipandanginya Yoongi dengan tajam dan sedikit angkuh.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun mendekati Sena-ku.”

Yoongi pun menyeringai. “Kau pikir Sena akan suka dengan sikapmu ini?”

“Setidaknya aku tidak meninggalkannya,” kata Jungkook setelah menggendikkan bahu.

“Kau yakin Sena sudah benar-benar melupakanku?”

Jungkook pun bungkam.

Yoongi menyeringai sinis. “Biar kutebak, pasti belum ‘kan? Kalau memang sudah, kenapa kau harus takut jika aku mendekati Sena? Bukankah kau sudah sangat yakin Sena pasti akan memilihmu? Ah … padahal aku sudah memutuskan menyerah. Tapi setelah pembicaraan ini, entah kenapa….” Pria itu menatap balik Jungkook dengan tatapan lebih tajam. “… aku tidak ingin melepaskan Sena dengan mudah.”

BUG!

Sena kembali ke dalam restoran dengan langkah lesu. Dia berharap, sesampainya di restoran dia akan bertemu dengan Jungkook dan memeluknya. Tapi, yang dia lihat di sana hanya pemandangan Taehyung yang tampak kacau karena mabuk, sementara yang lain sibuk mengurusnya, sebagiannya memilih hanya menonton.

“Ah ini dia. Yaa, cepat telepon Soomi,” celetuk Seokjin begitu menyadari kedatangan Sena.

“Jungkook mana?” Bukan menanyakan kenapa, Sena justru menanyakan keberadaan Jungkook.

“Dia keluar bersama Yoongi,” balas Chanyeol sambil menyembunyikan botol soju yang akan diraih oleh Taehyung.

“Kemarikan, Hyung!! Aku harus minum!” pekik Taehyung setengah sadar.

“Kau sudah minum banyak,” sahut Hoseok yang sejak tadi hanya menopang dagu.

Taehyung menggerakkan telunjuknya. “Aku baru minum satu gelas.”

Yaa, cepat telepon Soomi.” Seokjin bersuara lagi setelah menyadari bahwa Sena hanya berdiri seperti orang bodoh tanpa melakukan sesuatu.

“Kemana perginya mereka?” Sekali lagi Sena mengabaikan suruhan Seokjin dan malah menanyakan Jungkook dan Yoongi. Seokjin memandangnya tak mengerti.

“Entahlah, mereka hanya langsung keluar,” balas Lisa yang sejak tadi berusaha melepaskan dasi Taehyung dan akhirnya berhasil meskipun dengan wajah berkeringat.

Sena pun buru-buru mengambil tas dan coat-nya, lalu berlarian keluar dari restoran. Dia tidak peduli pada panggilan Seokjin ataupun yang lain. Dia hanya peduli pada dua pria itu.

Tolong jangan lakukan apa pun.

Dia tidak tahu sedang kemana dia sekarang karena dia hanya mengikuti kakinya saja. Sambil berlarian itulah dia memakai coat-nya. Kebesaran memang, karena itu adalah milik Jungkook. Mencium aroma yang menguar dari coat ini malah membuatnya makin cemas. Kumohon jangan terjadi sesuatu, kumohon Kook-a.

Akhirnya ketemu juga.

Sena menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangan.

Di sana dia melihat Jungkook dan Yoongi tengah berkelahi. Berguling-guling di tanah dengan saling menindih dan memukul secara bergantian.

Dan ketika Jungkook berada di atas Yoongi, Sena pun langsung berlarian mendekati mereka.

“Kook-a! Hentikan!”

Dia pun menangkap lengan Jungkook yang akan melayang ke wajah Yoongi. Kepalanya menggeleng dengan tampang memohon ketika Jungkook menoleh padanya.

Andwae, Jungkook-a. Andwae. Tolong hentikan.”

Tapi Jungkook yang terlanjur terbawa emosi pun menepis tangan Sena dan memberikan pukulan terkuatnya ke wajah Yoongi sampai terdengar bunyi retak yang mengerikan.

Sena memekik histeris.

Jungkook pun berdiri setelah itu. “Ini peringatan terakhirku untukmu. Kalau kau masih berani-beraninya mendekatinya, kau tidak akan kubiarkan hidup.”

Jungkook pun langsung meraih tangan Sena dan menyeretnya pergi dari sana. Sena terus menoleh ke belakang, melihat apakah Yoongi akan baik-baik saja jika ditinggal sendirian. Yoongi yang menyadari kekhawatiran Sena, berusaha sebisa mungkin untuk memamerkan senyumnya. Dia bahkan mengangkat tangannya, melambai.

Mereka tidak kembali ke restoran, melainkan langsung pulang. Selama di perjalanan, tak ada satu pun yang ingin membuka pembicaraan. Jungkook sibuk menyetir, sambil sesekali mengusap darah yang mengalir di wajahnya. Sementara Sena, dia hanya duduk dengan perasaan khawatir bercampur ketakutan karena Jungkook membawa mobil itu dalam kecepatan tinggi.

Sampailah mereka di basement apartemen Sena. Mobil sudah terparkir dengan baik, dan mesinnya sudah dalam keadaan mati. Tapi kedua manusia di dalamnya, tampaknya masih enggan untuk keluar.

Jungkook memejamkan mata begitu memosisikan kursi kemudi dalam keadaan santai (entahlah gimana mendeskripsikannya). Mungkin kelihatan seperti sedang berusaha tidur, tapi sebenarnya dia hanya ingin menutup matanya saja.

Menyadari atmosfer mobil yang pengap, Sena pun buru-buru menyalakan mesin mobilnya dan memformat level pendingin dalam level maksimal.

Dia juga sama. Menyadarkan tubuhnya dengan nyaman di badan kursi, sambil menatap Jungkook. Sejak tadi kuku-kukunya tampak sedang menggaruk permukaan sabuk pengamannya. Juga tak sadar menggigiti bibir bagian bawahnya.

Sebenarnya dia ingin menanyakan alasan kenapa Jungkook dan Yoongi berkelahi. Tapi, melihat Jungkook yang seperti ini, dia rasa sekarang bukanlah waktu yang tepat.

Ia pun memberanikan diri menyentuh tangan Jungkook. “Kook-a….”

“Hm,” gumam Jungkook tanpa sedikitpun membuka matanya.

“Kau tidur?”

Ani,” gumamnya lagi, dengan suara serak.

Sena pun mengusap lengan Jungkook dengan lembut. “Ayo turun. Berbaringlah dengan nyaman nanti di tempatku.”

Perlahan namun pasti, Jungkook pun membuka matanya. Bola matanya yang bulat itu bergulir pada Sena. Tatapan yang sulit diartikan. Lalu tiba-tiba dia menarik tubuhnya dan mendaratkan ciuman di dahi gadis itu. Cukup lama sekali sampai Sena merasa pegal berada dalam posisi itu. Dia pun mendorong bahu Jungkook. Saling bertatapan lagi.

Kaja.”

TBC

Huwaaa diriku sibuks(?) ngurusi baby kucing yang ditinggal maminya :”3 maafkan telat update T^T kudunya jam setengah 9 eh bablas jam 10 :3 maafkan sekali lagi 

Advertisements

16 responses to “Stay [Chapter 17] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. Jimin udah bener2 cinta sama yoonji ya sampe segitunya pas tahu kalo yoonji itu cowok? Cepet move on ya jimin. Jungkook kenapa harus kebawa emosi sih? Kan biasanya tenang kamu babe. Sena-jungkook happy ending kan thor? 😰

  2. Jadi jungkook belum bisa percaya kalo sena belum sepenuhnya lupain yoongi. Jungkook-ah biasanya kamu percaya diri loh kalo soal sena. Happy ending dong untuk jungkook sama sena. Kalo misalnya mereka happy ending kasih pasangan yang baru untuk yoongi juga dong thor.

  3. waa seru nih kayaknya yoongi bakal antagonis kekekek :3. Takut sm campur lega, akhirnya jungkook ga nahan2 perasaannya lagi :”)

  4. jimin kasihan banget sabar ya aku ikhlas gantiin yoongi #Plak #Abaikan, jadi ceritanya jungkook masih takut sena balik lagi sm yoongi….makin baper e’a……

  5. jimin kasihan banget sabar ya aku ikhlas gantiin yoonji #Plak #Abaikan, jadi ceritanya jungkook masih takut sena balik lagi sm yoongi sampai gelut sagala….makin baper e’a……

  6. Huwwaaa akhirnya muncul juga si yoonji alias yoongi wkwk
    Tp kok jungkook sama yoongi jd berantem sih, kirain aku sena bakal kena pukulannya yg gak sengaja😁
    Ditunggu lanjutannya
    Keep writing 😊

  7. Jimin kecewa berat tuh, sabar ya jimin
    Eemm jadi sena pasti galau bgt tuh gara” penasaran knp jk sama yoongi berantem
    Sumpah ya jk masih takut sena berpaling, padahalkan di chap” sblmnya sena udh janji ya ga bakal berpaling heemm
    Jungkook percaya deh sama sena, lagian kan di diary sena jga udh jelas siapa yg dipilih sena
    Berharap ga terjadi apa” sama hubungan sena jungkook
    Yoongi pliis jgn ganggu sena lagi huhu
    Udah dulu deh komennya, ini udh pjg kayak kereta hehe
    Goof job eonni ^_^

  8. Semakin lanjut semakin bingung mau dukung yoongi atau jk. 😂😂
    Makin complicated kak. Rumit rumit… 😂😂

  9. Ya ditakutkan ternyata terjadi jongkook berkelahi dgn yoongi…jgn lagi thor ya,q syng jongkook sm yoongi..

  10. Wahh.. ternyata udh ada post an baru ㅋㅋㅋㅋ
    Kkkkk
    Makin seru~
    Tapi jangan biarin jungkook sama sena nya pisah ya author 😂😂😂

    Ditunggu terus kelanjutannya~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s