Pain of Love (12) – QueenX

Pain of Love (13)

c1

Author

QUEENX

Genre : HURT

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

Sebelumnya di PAIN OF LOVE

 

Alice menatap ke langit. Ia menarik napasnya dalam kemudian menghembuskannya lagi. Ia kemudian menjatuhkan dirinya di sebelah Jungkook. Keduanya saling tertawa sambil menatap ke langit.

“Aku sangat gugup.” Ucap Jungkook masih tetap menatap ke langit.

Alice memalingkan wajahnya, menatap Jungkook yang tidak membalas menatapnya, ‘Aku juga gugup, tidak, aku berdebar, selalu ini yang kurasakan dan tidak pernah berubah jika ada di dekatmu.’ Ucapnya dalam hati.

Jungkook tersenyum sambil menatap ke langit, ‘Aku tidak hanya gugup, tapi dadaku juga berdebar saat kau berada di jarak sedekat ini denganku. Dan hal ini sudah terjadi sejak kali pertama aku menyukaimu dan tidak pernah berubah, sampai kapanpun.’ Ucap Jungkook dalam hati.

“Kau pasti gugup karena turnamen besok.” Tebak Alice. Meleset dari apa yang Jungkook katakan di dalam hatinya.

Jungkook tersenyum lalu memalingkan wajahnya pada Alice dan mengangguk, “Kau tahu betul ya tentang kekhawatiranku.” Ucap Jungkook berbohong.

Lagipula mana mungkin kau akan memikirkanku di saat seperti ini, asal bukan Hyejin, aku bisa menerimanya meski kau tidak selalu memikirkanku.’ Batin Alice.

“Di bawah langit malam seperti ini, kau terlihat lebih cantik.” Puji Jungkook.

“Jadi saat siang hari aku terlihat buruk di matamu?” gerutu Alice kemudian.

Jungkook tertawa, ‘Kau justru selalu terlihat cantik dalam keadaan apapun Alice Lee.’ Batinnya lagi.

“Aku hanya bercanda, begitu saja marah.” Ucap Jungkook lalu mengacak poni Alice.

“Hei Jeon Jungkook!” panggil Alice kemudian.

“Hmm?” jawab Jungkook yang kini kembali mengalihkan tatapannya ke langit.

“Menurutmu…jika kita tidak bersahabat sampai sekarang…apakah kita bisa selalu bersama seperti saat ini, ya? Maksudku, kita berada di sekolah yang sama dan sekelas. Meski tidak sebangku mungkin.” Tanya Alice.

Dan mungkin aku bisa mendekatimu sebagai seorang pria, bukan sahabat. Dan bisa menyatakan perasaan cintaku padamu meski aku yakin kau akan langsung menolakku mentah-mentah karena tidak mengenalku.’ Batin Jungkook.

Jungkook mengangkat bahu, “Jangan membayangkan hal yang bisa mengubah takdir masa depan kita. Yang pasti, aku sangat bahagia bisa memiliki sahabat seperti dirimu. Aku benar-benar bersyukur Tuhan telah mengatur pertemuan kita hanya lewat kotak makan siang tiga tahun yang lalu.” Ucap Jungkook kemudian.

Jungkook-ah, apakah kau tahu betapa sakit dan menyedihkannya aku yang masih mengharapkanmu padahal secara gamblang dan berulang kali kau sudah berkata kau hanya menganggapku sahabatmu, tidak pernah lebih dari itu. Selebihnya pun kau menganggapku sebagai adikmu sendiri.’ Batin Alice mulai bergejolak.

Tanpa ia sadari, ia meneteskan air matanya. Buru-buru ia bangun dan menghapus air matanya lalu berdiri dari duduknya.

“Ada apa?” tanya Jungkook yang ikut terbangun kemudian.

“A-aku, i-ini sudah semakin larut Jungkook-ah, kita harus segera pulang. Besok kau harus datang ke sekolah pagi-pagi sekali untuk persiapan, bukan?” ucap Alice kemudian dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Jungkook.

“Oh? Padahal ini masih pukul tujuh malam, ya sudahlah kalau begitu. Hey! Alice! Tunggu aku!” pekik Jungkook sebelum akhirnya berlari mengejar Alice.

#

Pukul enam pagi, saat Alice baru bersiap-siap akan ke sekolah, Jungkook sudah siap bersama dengan tim basketnya di sekolah untuk mendengar arahan dari coach mereka sebelum bertanding di turnamen hari pertama mereka melawan tim basket sekolah lainnya. Jungkook tampak sangat bersemangat, meski semangatnya belum terkumpul sempurna karena gadis yang ia tunggu sejak belasan menit yang lalu belum ada di kerumunan cheerleaders sebagai pendukungnya.

“Dimana dia?” gumam Jungkook.

“Mencari siapa? Alice?” tiba-tiba datang Sunwoo menghampiri Jungkook yang sedang mengikat tali sepatunya.

“Kalian masih bersahabat sampai sekarang? Betah sekali, sih.” Imbuh Woozi.

“Mau bagaimana lagi, Alice tidak peka juga dengan segala kode yang Jungkook tujukan padanya.” Sambung Sunwoo kemudian.

Jungkook hanya tertawa melihat teman-temannya yang menggodanya. Ia tidak pernah mengiyakan ataupun menyalahkan godaan teman-temannya terhadap dirinya. Ia cukup tertawa dan menanggapinya dengan santai. Selama Alice merasa cuek saja, ia juga harus bisa bertingkah cuek seperti Alice. Jungkook saja yang tidak tahu kalau perasaan Alice juga sebenarnya sama dengan perasaannya. Ah, Alice pun menyangka Jungkook tak membalas perasaannya. Mungkin keduanya harus mengatur waktu yang tepat untuk berbicara serius mengenai hal ini agar kesalahpahaman akan rasa suka mereka tidak menggantung terlalu lama.

“Nah, sang princess sudah datang tampaknya.” Tutur Minggyu lalu menyenggol tubuh Jungkook.

Buru-buru Jungkook mengangkat kepalanya dan melihat Alice melambai padanya sambil tersenyum lebar. Dengan segera Jungkook berlari menghampiri Alice.

“Kupikir kau tidak akan datang.” Ucapnya.

“Dan tidak mendukung sahabat tersayangku ini?” balas Alice yang seketika membuat senyuman Jungkook memudar.

“Ada apa?” tanya Alice kemudian.

Jungkook menggeleng lalu kembali tersenyum dan mengacak pelan poni Alice lalu membisikkan sesuatu di telinga Alice, “Jika aku berhasil lolos turnamen hingga babak final, kau harus menghadiahiku sesuatu. Deal?”

Alice menyerngit, ia berpikir sejenak sebelum akhirnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Kita lihat saja nanti, apakah ucapanmu benar-benar bisa kau pegang?”

“Tentu saja! Kutunggu kado darimu, ya!” ucap Jungkook lalu menyentil hidung Alice kemudian kembali ke dalam timnya.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

Advertisements

11 responses to “Pain of Love (12) – QueenX

  1. Semoga aja kadonya ali ce ngungkapin perasaannya k jjk deh aminnn….
    Makin greget aja sama ini pasangan

  2. Ihhh geregetan sendiri bacanya
    Jungkook sama alice knp pada gk peka sih
    Ditunggu nextnya
    Keep writing thor 😊

  3. kenapa kalau aku baca ff ini greget mulu, kapan jungkook dan alice mengungkapkan perasaan mereka……#GakSabar

  4. Hm…
    Sungguh mereka semakin membuat gemas.
    Dan oh maaf jika aku tak urut komentarnya karena aku baru menyadari saat komenku sudah masuk hihi.
    Di tunggu kisah keduanya ^^
    Keep fighting ^^

  5. Kira2 jk mnta apa yah hehehe..tuh tmn2 y adja pd tw ko kalian berdua g peka sih ihh gemes deh bnran hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s