Stay [Chapter 25] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Hello School Girl

Chapter 1

Previous Chapter

Karena Sena yang memintanya sendiri, Yoongi pun akhirnya terbang ke Korea hari itu juga. Beruntung masih ada tempat kosong di pesawat yang bisa ditempatinya untuk terbang ke negara asalnya. Dia sangat antusias. Pasalnya kali ini dia bahagia sekaligus penasaran setengah mati kenapa Sena tiba-tiba meneleponnya dan memintanya untuk datang ke Korea.

“Ada yang ingin kukatakan padamu.”

Begitulah apa yang diucapkan Sena yang sampai sekarang terus memenuhi isi kepalanya.

Padahal dia tidak pernah seantusias ini saat ingin pulang ke Daegu menemui kedua orangtuanya. Tapi Sena … ah gadis itu, sedikit yang dilakukannya ternyata menjadi pengaruh yang besar untuk Yoongi. Dia sangat menantikan hari esok datang untuk segera bertemu dengan seseorang yang telah mengisi hatinya 8 tahun terakhir ini.

Dan hari itu pun datang.

Yoongi sudah duduk manis di sofa miliknya. Menunggu kedatangan Sena –yang katanya akan berkunjung dengan sebuah hoodie kebesaran dan makanan yang terhidang di atas meja. Itu adalah makanan yang dibuatnya sendiri. Dia menyuruh Sena untuk tidak sarapan dulu sebelum datang.

Bunyi seseorang yang sedang mengetik sandi pun sontak membuat Yoongi menegakkan punggungnya. Sempat dia bimbang antara ingin menyambutnya atau hanya duduk saja. Tapi karena rasa rindunya yang tinggi, dia pun memutuskan untuk menyambut kedatangan gadis itu.

Wasseo?” tanyanya dengan senyum lebar sambil menunggu Sena selesai melepas sepatu. Segera diraihnya pinggang gadis itu untuk masuk ke dalam pelukannya.

Sena tidak berkutik. Dia hanya terlalu terkejut dengan sikap Yoongi yang tiba-tiba.

Bogosipda,” bisikkan itu terdengar sedikit menggelitik perutnya. Seolah memperingatkannya untuk segera menjauh dari pria ini. Sena pun lantas mendorong bahu Yoongi. Sayangnya dorongan itu terlalu pelan sehingga rangkulan Yoongi di pinggangnya belum terlepas.

Posisi mereka yang seperti ini justru makin membuat Yoongi merindukan Sena-nya. Ia menyunggingkan senyum manisnya sambil mengusap rambut Sena yang telah berubah hitam. Matanya menatap lurus pada mata itu. Sial, dia sangat-sangat rindu mata itu. Dengan lembutnya dia menyingkirkan sejuntai rambut Sena yang menutupi sebelah pipinya. Tch, benar apa yang dia bilang dulu, Sena itu masih memikirkannya. Buktinya gadis ini tidak bergeming diperlakukan begini olehnya. Mungkin dicium pun juga tidak akan protes.

Perlahan namun pasti Yoongi mempersempit jarak di antara wajah mereka. Sementara salah satu tangannya berada di kepala belakang gadis itu, berfungsi mendorong wajah Sena untuk mendekat juga.

Dan seperti yang Yoongi duga, Sena benar-benar tidak protes. Gadis itu hanya bergeming ketika bibir mereka saling bertemu. Dia bisa merasakan sensasi lengket dan licin di bibir gadisnya. Apakah mungkin Sena memakai lip balm? pikirnya. Tapi dia berusaha mengacuhkan itu dan tetap menekan bibir gadis itu hingga memori tentang mereka 7 tahun lalu kembali terputar.

“Begini, bagaimana kalau diganti dengan berkencan di apartemen saja? Aku sudah sangat mengantuk sekali dan sekarang kau menyuruhku jalan-jalan … hah … aku benar-benar harus tampil baik besok.”

Sayangnya Sena masih cemberut.

Yoongi mulai kehilangan akal. “Arasseo! Sekarang katakan apa maumu! Kau boleh sebutkan apapun asal bukan jalan-jalan lagi. Minta black card-ku silahkan. Pokok bukan jalan-jalan.”

Kalimat itu berhasil membuat senyum di wajah Sena. Oke, Yoongi sekarang tahu bagaimana cara yang tepat untuk membujuk Sena. Dia hanya perlu mengucapkan kalimat magis ‘katakan apa yang kau mau’ dan wajah cemberut gadis itu pun akan menghilang dengan sendirinya.

“Eum … serius boleh minta apa pun?”

Yoongi mengangguk. “Sebutkan saja. Asalkan tidak membuang tenagaku lagi.”

Tahu-tahu Sena sudah merangsek maju dan….

Ujung bibirnya terangkat, tersenyum.

Rasa itu masih ada. Perutnya serasa seperti ada yang menggelitik seperti ribuan kupu-kupu akan membuncah keluar jika dinding perutnya meledak.

Semua kenangan itu masih terpatri di memorinya, begitu juga perasaannya di kala itu.

Ketika ia ingin memperdalam ciumannya, tiba-tiba Sena mendorongnya lagi. Otomatis tautan itu pun terlepas.

Wae?” tanyanya lembut sambil memamerkan senyum manisnya.

“Cukup sampai di situ, Oppa.”

Sebutan itu entah mengapa terdengar sangat merdu di telinganya. Dia suka cara Sena memanggilnya.

“Kenapa memang? Kau malu karena aku tiba-tiba menciummu?”

Sena menggeleng. Dia pun memaksa lengan Yoongi untuk menjauh dari tubuhnya. “Aku akan menikah dua hari lagi.”

Petir bertegangan tinggi seolah baru saja menyambar tubuh Yoongi. Sontak pria itu membeku, begitu juga dengan otak dan hatinya. Butuh waktu lama baginya untuk memahami apa yang barusan terjadi. “Apa maksudmu?”

Sena buru-buru mengeluarkan sesuatu dari tas tangannya. Sebuah kartu undangan. “Ini, aku datang untuk menyerahkan ini.”

Yoongi menunduk. Sekilas dia bisa membaca dua nama yang tertera di sampul undangan tersebut.

Jeon Jungkook & Oh Sena

Seketika hatinya mencelos. Bahunya merosot. “Jadi kau menyuruhku datang jauh-jauh dari Amerika hanya untuk ini?”

Kalimat itu sedikit menggetarkan hati Sena. Tapi dia tidak mau terlena. Dia telah berjanji pada seorang pria yang namanya tertera di undangan itu untuk terus bersama-sama sampai akhir. Berusaha tampak tak peduli, dia mengangguk. “Eo. Aku menyuruhmu datang untuk memberikan ini secara langsung.”

“Itu artinya kau tidak akan kembali padaku?” Perlahan kepala pria itu terangkat. Matanya yang semula berbinar-binar kini berubah sendu. Karena siapa lagi perubahan itu kalau bukan Sena.

“Ya. Aku akan menikah dengan Jungkook segera.”

“Lalu kenapa kau menyuruhku datang kemari? Bukannya kau bisa mengirimkannya lewat pos? Baru sepuluh menit kau di sini, dan setelah itu kau akan pulang?”

Kali ini Sena menggeleng. Dia menyimpan undangan itu ke tangan Yoongi, lalu menepuk bahu pria itu sebanyak dua kali. “Aku juga ingin mengucapkan salam perpisahan padamu. Maaf, aku tidak bisa menunggumu seperti yang kukatakan terakhir kali. Kau sudah menjadi masa laluku, Oppa. Masa lalu hanya bisa dikenang tanpa bisa diulang lagi.”

Sorot mata Yoongi makin sendu. Dia meraih tangan mungil Sena. Menenggelamkannya dalam kungkungan tangan besarnya. Bagaimana mungkin dia rela melepaskan tangan ini ke tangan pria lain?

“Ah ya, aku juga ingin mengembalikan sesuatu padamu.”

Tangan itu otomatis terlepas dari tangannya. Dia memperhatikan bagaimana gadis yang masih merajai hatinya itu sibuk mengacak tas tangan, mengambil dua benda yang sialnya masih sangat familiar di matanya. Benda itu, beanie dan syal, dengan begitu saja berpindah ke kepala dan lehernya. Sempurna sudah, dia merasa hangat dengan dua benda itu karena suhu saat ini berada di bawah nol derajat. Tapi tidak dengan perasaannya.

“Itu milikmu. Maaf aku tidak menjualnya seperti yang kau suruh, karena benda itu bukan milikku. Gomawo, karena beanie dan syal-mu aku selalu merasa hangat tiap kali musim dingin datang. Karena itu kukembalikan. Aku juga tidak mau kau kedinginan hanya karena memakai baju seadanya.”

Dia menggeleng pelan. Justru lebih baik kalau Sena menjualnya daripada dikembalikan seperti ini. Segera dilepasnya syal itu kemudian melilitkannya di leher Sena. Dia tahu, meskipun dia melakukan ini, Sena tidak akan kembali padanya. Tapi, dia tidak tega melihat permaisuri hatinya kedinginan di musim beku ini. Ujung hidung Sena tampak kemerahan sejak tadi, sangat kontras dengan warna kulitnya yang pucat seperti tidak ada darah yang mengalir di tubuhnya. Biarlah, biarkan dia melakukan ini untuk terakhir kalinya. Walaupun miris rasanya ketika dia menyadari bahwa dia sedang memberikan perhatian pada calon istri orang. Sena, dia tidak akan pernah membenci gadis itu sampai kapan pun. Bermula dari siapa lagi Sena berpaling? Dialah si brengsek yang telah mendorong Sena pergi dan sudah seharusnya dia membiarkan gadis itu pergi.

Tanpa sadar air matanya lolos.

Ia baru menyadari bahwa dia menangis setelah kulit tangan Sena menyentuh wajahnya. Buru-buru dia mengusap kasar wajahnya yang mulai basah. Ternyata dia masih sangat mudah menangis di hadapan gadis ini.

“Makanlah dulu sebelum pergi,” katanya sambil memimpin Sena menuju meja ruang tengah yang sudah ia penuhi dengan berbagai hidangan. Dia pun duduk di sofa tercintanya –yang masih setia berada di sana, dan menepuk sisi kanannya meminta Sena untuk duduk.

Sebagaimana niat Sena kemari, gadis itu hanya menurut. Darahnya berdesir begitu saja ketika dia melihat semua makanan itu. Dipandangnya Yoongi yang sedang menyendokkan sup ke dalam mangkuknya. Ternyata ini alasan kenapa Yoongi melarangnya sarapan sebelum datang. Pria itu terlalu antusias dengan pertemuan ini sehingga rela memasak banyak makanan di pagi hari yang sangat dingin. Ia tersenyum. Hanya Yoongi yang bisa begini. Tidak dengan Jungkook yang notabene tidak bisa memasak. Mendadak dia terpikirkan dengan adik sepupunya, Lee Sehyun, yang juga tidak bisa memasak seperti Jungkook meskipun wanita. Entah kenapa terbesit begitu saja keinginan Sena untuk memperkenalkan mereka berdua. Sehyun butuh pria seperti Yoongi yang bisa melengkapinya.

“Makanlah.” Seruan Yoongi kontan menghancurkan lamunan Sena. Gadis itu menoleh, bertatapan sebentar dengan Yoongi yang masih memberinya tatapan sendu, lalu tersenyum tipis dan mengangguk.

Gomawo.”

Sena pun meraih sendok di atas meja. Makanan yang dia coba pertama kali adalah sup ayam gingseng. Mencecap kuahnya sedikit, bibirnya pun melengkung sempurna. Masakan Yoongi memang selalu yang terbaik. Mungkin pria itu menambahkan bumbu cinta di dalamnya sehingga perasaan Sena menjadi hangat. Dia pun menyendok kuah sup itu lagi lalu menyodorkannya pada Yoongi.

“Buka mulutmu, Oppa.”

Kedua alis Yoongi terangkat. Dia menatap Sena bingung, tapi Sena hanya membalasnya dengan senyuman. Mau tak mau akhirnya dia pun membuka mulutnya. Kuah sup hangat itu meluncur dengan mulusnya ke dalam kerongkongan.

“Bagaimana? Enak ‘kan?” tanya Sena seolah gadis itulah yang membuat sup tersebut.

Yoongi hanya mengangguk.

Sena tersenyum lagi. Ditatapnya pria itu lamat-lamat. “Bisakah kita tetap seperti ini, Oppa? Tidak sebagai pria dan wanita, tapi sebagai kakak laki-laki dan adik perempuan. Mungkin bisa dibilang kalau aku ini adalah gadis yang egois, tapi … aku benar-benar tidak mau kehilanganmu. Meskipun aku sudah menikah dan berstatus sebagai wanitanya Jungkook, bisakah kau tetap di sisiku sebagai oppa?”

Hal itu adalah hal yang paling sulit bagi Yoongi. Terlebih mendengar kata ‘wanitanya Jungkook’ yang keluar begitu saja dari bibir tipis Sena. Mampukah dia berada dalam posisi seperti itu sementara dia menonton sendiri bagaimana gadisnya saling berkasih sayang dengan pria lain? Kuatkah dia melihat Sena berada di pelukan pria lain?

Sama halnya dengan Sena, Yoongi juga tidak ingin kehilangan gadis itu. Mereka sama-sama egois, itulah kenapa Yoongi sangat menyukainya. Tapi dia tidak mau kehilangan Sena dalam arti lain. Keinginannya untuk memiliki Sena masih sebesar dulu.

Namun jika itu adalah apa yang diinginkan Sena. Baiklah. Kali ini dia mengaku kalah dari seorang Jeon Jungkook.

Setelah menghabiskan makanan yang dihidangkan Yoongi, Sena pun pamit pulang. Gadis itu menolak saat Yoongi ingin mengantarnya sampai basement. Toh dia tidak memarkirkan mobilnya di basement, tapi di lapangan parkir sebuah supermarket yang berdiri di sebelah apartemen Yoongi.

Sepatu boot bulunya tampak meninggalkan jejak di setiap langkahnya. Dia menyembunyikan kedua tangannya ke dalam saku mantel. Sial, dia lupa tidak membawa sarung tangan karena terburu-buru. Alhasil dia bisa merasakan kedua tangannya yang membeku begitu keluar dari apartemen tersebut. Ia menyembunyikan separuh wajahnya di dalam kungkungan syal hitam yang melilit lehernya. Awalnya aroma Yoongi tidak ada di syal ini. Tapi setelah dipakai Yoongi, entah kenapa Sena bisa mencium aroma itu lagi. Matanya hanya bisa memejam ketika hatinya kembali bergetar untuk pria itu. Hentikan Sena, Yoongi hanyalah masa lalumu. Semua yang berhubungan dengan Yoongi telah berakhir di sini. Dua hari lagi kau akan menikah dengan Jungkook, jadi berhentilah memikirkan pria itu.

Ia pun menghela napas. Menimbulkan asap hangat di depan wajahnya. Segera dia mengeluarkan kuncinya dari saku, berniat untuk membuka log mobilnya. Tapi rencana itu dia urungkan ketika dia mendapati seorang pria yang dikenalnya sedang duduk sambil melipat lengan di moncong mobilnya. Otomatis langkahnya berhenti.

Dia dan pria itu saling bertukar pandang.

Melihat bagaimana pucatnya kulit pria itu dan pakaiannya yang terbilang tipis untuk dipakai di saat suhu mencapai minus 2 derajat, buru-buru ia pun menghampiri pria itu sambil melepas syal di lehernya.

“Kenapa kau duduk di sana dengan pakaian seperti itu? Bagaimana kalau kau mati beku?” omelnya sambil melilitkan syal itu di leher Jungkook. Ya, orang yang duduk di moncong mobilnya adalah Jeon Jungkook, calon suaminya.

Jungkook bergeming. Matanya yang hitam itu menatap Sena lekat-lekat. Seperti sedang memastikan bila ada sesuatu yang salah di wajah gadisnya. Dia cemas, sangat cemas sekali jika saja Yoongi melukai wajah Sena. Padahal Yoongi justru mencium gadisnya, dan untungnya dia tidak menyadari itu. Jungkook bernapas lega saat menyadari bahwa Sena tampak baik-baik saja.

“Kau menyusulku kemari?” tanya gadis itu lagi.

Jungkook mengangguk, kemudian menengadahkan tangannya. “Kemarikan kuncinya.”

Tanpa banyak protes, Sena menyerahkan kunci itu ke tangan Jungkook. Tapi tiba-tiba saja Jungkook menangkap tangannya, kemudian menariknya dalam pelukan. Posisi Jungkook yang lebih rendah darinya, sedikit membuatnya gugup karena pria itu menenggelamkan wajah di bagian antara bahu dan dada. Bergerak turun sedikit saja pria itu pasti akan menyentuh dadanya, memikirkan itu saja wajahnya sudah memerah.

“Kook-a….”

“Kenapa ada bau pria di mantelmu? Ini bukan aromaku. Beritahu aku, apakah kau baru saja berpelukan dengannya?”

Kali ini bukan sedikit lagi, dia sempurna gugup. “A-ah itu….”

“Jadi benar? Kau juga berciuman dengannya?”

Sena meraih bahu Jungkook, berniat untuk mendorongnya agar dia bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Tapi sayang, Jungkook bersikeras bertahan dalam posisi seperti itu. Entah kenapa dia jadi malu sendiri dilihat orang-orang. Padahal biasanya dia jauh lebih ganas dari ini.

“Kook-a … bisakah kau lepaskan aku dulu?”

“Akan kulepas jika kau menjawabnya.”

Sena menghela napas. “Ya. Dia menciumku.”

Helaan napas yang lebih panjang terdengar dari seseorang yang memeluknya itu. Sena sadar, Jungkook pasti marah mendengarnya. Tapi mau bagaimana lagi? Justru masalah akan tambah runyam ‘kan jika dia berbohong?

Setelah hampir satu menit bertahan dalam posisi seperti itu, akhirnya Jungkook pun menjauhkan wajahnya. Matanya tampak sayu. Dia beralih memandang syal hitam di lehernya. Pasrah. Entah mengapa dia tidak bisa marah saat ingin marah. Batinnya seolah menyuruhnya untuk memaafkan gadis ini. Segera diraihnya tangan gadis itu, lalu memimpinnya menuju pintu di samping kemudi. Dia membuka pintu itu, menunggu sampai Sena duduk baru menutupnya kembali. Sementara dia sendiri berjalan memutar untuk masuk ke kursi bagian kemudi.

“Sekarang kita harus ke butik untuk fitting baju. Jimin sudah menunggu di sana,” kata Jungkook singkat sambil menyalakan mesin mobil lalu mengemudikannya keluar dari lapangan parkir supermarket itu.

TBC

Advertisements

13 responses to “Stay [Chapter 25] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. Yoongi yang sabar ini ujian nak *eh
    Lee sehyun sepupu sena?jgn” yg mobilnya ditabrak yoongi lagi
    Gilee jungkook bisa kalem pas tau calon istrinya dicium orang
    Eonni bisa aja deh bikin hati dagdigdug malem” gini, rasanyaa baca chap ini antara seneng dan sedih
    Haaahhh sangat menunggu cerita ini setiap harinya, dan sedikit ga rela klo ff ini bakal selesai T.T
    Eonni dabes, terbaek, good!!!

  2. Kasihan yoongi pasti hatinya hanvur babget pas tau sena ama jungkook mau nikah kan yoongi belum bisa move on dari sena. Thor buat yoongi move on dari sena terus dapat pengganti sena.

  3. sena juga udah di bilangin jungkook jangan dia yg nyerahin undangan ke yoongi eh dia malah maksa, jadinyakan yoongi masih berharap, jungkook marah tuh, dan lee sehyun sepupunya sena …….

  4. Sena mau nikah. Bener” mau nikah. Yoongi ottokhae?? 😭😭😭
    Akhirnya kisah cinta masa sma harus kandas stelah 8 tahun. 😭😭😭

  5. eh eh gue abis baca ini langsung kebawa mimpi masaa. (gue seneng sumpah) 😀 udah disitu gue di peluk yoongi lagi hahaha aduhh.. eh ko malah curhat. oke,ekhm aduh yoongi gue turut berduka cita ya, si yoongi mh gitu ya jarang nongol eh pas skli nya nongol lngsung bkin baper anak orang. daan btw sehyun sodaranya sena, gue yakin merekà jodoh. kn sayang nrar klo si agus gk nikah2. dan..udah gtu aja.

  6. eh eh gue abis baca ini langsung kebawa mimpi masaa. (gue seneng sumpah) 😀 udah disitu gue di peluk yoongi lagi hahaha aduhh.. eh ko malah curhat. oke,ekhm aduh yoongi gue turut berduka cita ya, si yoongi mh gitu ya jarang nongol eh pas skli nya nongol lngsung bkin baper anak orang. daan btw sehyun sodaranya sena, gue yakin merekà jodoh. kn sayang nrar klo si agus gk nikah2.
    sena bilaik:
    “maafkan diriku memilih setia, meskipun ku tau cintamu lebih besar darinyaaa..”

  7. Senang si abang yoongi kembali tp entah knp ttp ngk rela sena diambil sm yoongi krna perjuangan jongkook…coba dl yoongi t benar2 mau memperjuangkan sena pasti ngk ky gini hiksssss…semoga di FH yoongi yg jd pasangan sena…baru ingat klo lee sehyun t sepupu sena..sm sehyun aja yoongi,sifatnya jg mirip sena..

  8. Uhh aku nangis nih. tanggung jawab thor *lah?? 😂😂. Aku nangis karena yoongi. Aku bisa ngerasain di posisinya si yoongi. Aplgi aku dah bca dari hsg part 1 nya. Yoongi mah klo gk ada halangan dia sebagai artis gk bakalan berusaha ngindarin sena. Dah dri dlu pacaran trus nikah wkwk 😂. Karena dia gk mau nyakitin org yg dia cintai nntinya. Uhh fiks baper aku. Author good job dah. Ceritanya apikk trus sukses mengaduk” hati para reader. Jjang man bbong bbong dah wkwk 😂. Btw keep writing and fighting authornim 😄. kutunggu chap selanjutnya

    Wuih panjang amat nih komentar. Maapkan diriku author hehe 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s