Stay [Epilog] #HSG Book 2 ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || Teen || chaptered

Sequel dari Hello School Girl 

Terinspirasi dari: Missing You (Lee Hi), Say You Won’t Let Go (James Arthur), Treat You Better (Shawn Mendes), When I Fall in Love (Bolbbalgan4), Wish You Were Here & My Happy Ending (Avril Lavigne)

Cast: Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO, cameo), BTS Member, EXO member, Yoon Hee Joo (OC), etc.

**

Hello School Girl

Chapter 1

Previous Chapter

Tahun baru akhirnya datang. Mengawali tahun, orang-orang Korea Selatan tampak bersuka cita karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing. Begitu juga pada Sena dan Jungkook yang akhirnya telah diresmikan secara sah sebagai sepasang suami istri. Keduanya mendapat tepuk tangan keras dari para tamu undangan yang hadir di acara itu. Jungkook pun menyudahi aksinya mencium dahi Sena, tersenyum lebar setelah itu untuk mengimbangi senyum lembut gadisnya.

Usai acara inti, resepsi pernikahan pun digelar. Resepsi inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh para undangan. Mereka berbondong-bondong meminta berfoto dengan pasangan baru ini. Diawali dari foto keluarga yang terdiri dari pasangan pengantin ditambah Sehun, Hyemin dan Jimin, lalu dilanjutkan dengan beberapa relasi yang juga ingin mengabadikan momen pernikahan, lalu yang terakhir bersama teman-teman mereka.

Irene yang sudah lama tidak muncul karena harus tinggal di Gwangju bersama Bogum, adalah orang pertama yang memeluk erat Sena hari itu. Air matanya sampai merembes turun. Dia tidak menyangka kalau sahabatnya ini akhirnya menikah juga.

“Selamat untuk pernikahanmu, Sena. Aaaa~~ aku merindukanmu!!”

Sena terkekeh sambil membalas pelukan itu dengan sama eratnya. “Aku juga merindukanmu, Dewi Daegu. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau sekarang kau sedang hamil?”

Sena benar, Irene memang sedang hamil. Badannya kelihatan paling besar dari perempuan yang lain karena usia kandungannya hampir menginjak 8 bulan.

“Ini kejutan. Aku ingin membuatmu iri.”

Sena berdecak sambil mencubit gemas pipi Irene. “Dasar kau ini. Ya, kau telah berhasil membuatku iri.”

Irene terkekeh. Bogum yang sejak tadi berdiri di sampingnya, membungkuk sedikit untuk menyapa Sena. Sena pun melakukan hal yang serupa.

Yaa, peluk aku juga,” sahut Jenny tiba-tiba yang memeluk Sena dari samping setelah menyingkirkan Jungkook. Dia tidak ragu mencium pipi Sena meskipun mereka dilihat banyak orang. Namjoon sampai menggeleng miris melihatnya, andai itu dia, pikirnya.

“Aku ini wanita yang sudah menikah, Nyonya Kim,” omel Sena sambil membersihkan bekas ciuman Jenny di pipinya.

“Apa peduliku, aku juga wanita yang sudah menikah. Aku hanya sedang memparodikan sifatmu yang terkadang suka menciumku tiap aku selesai mandi.”

Orang-orang yang ada di sana bergidik ngeri. Sebegitu agresifkah Sena?

Merasa aibnya disebarkan, Sena pun mencubit perut Jenny gemas sampai gadis itu melepas pelukan darinya.

Lalu giliran Lisa yang memeluknya. Kali ini Sena tidak merasa pendek saat berdiri di dekat gadis itu, karena sepatu yang dipakainya sekarang berguna untuk menambah tinggi badannya.

“Tunggu, aku akan menyusul.”

Kalimat yang berbeda dari dua temannya yang lain itu sontak membuatnya tertawa. Dia pun menepuk-nepuk punggung Lisa sambil melirik Seokjin. “Dia pasti akan menepati janjinya, tenang saja. Kalau dia tiba-tiba berpaling pada gadis lain, hubungi aku. Akan kubunuh dia dengan tanganku.”

Dahi Seokjin berkerut melihat senyum misterius Sena. Mendadak dia merasakan hawa yang membahayakan di sini.

Lisa tertawa setelah melepas pelukannya.

Istri Hoseok yang juga hadir ikut memberinya pelukan, singkat, sambil mengucapkan selamat. Heejoo juga. Wanita itu tampak chubby setelah melahirkan. Dia bahkan membawa putranya yang masih merah dan ditemani Chanyeol. Dan perempuan terakhir, Jung Yeonha yang bukan termasuk daftar teman Sena juga ada di sana membeli ucapan selamat. Dia datang karena undangan Jimin. Tapi Jimin tidak sedang di sini karena sibuk mengurus keperluan acara.

Taehyung menyerahkan sebuket bunga yang sejak tadi dibawanya ke tangan Sena. Miris. Hanya dia yang datang sendirian ke sini. Soomi entah kemana, sejak tadi batang hidungnya tidak kelihatan.

“Selamat atas pernikahanmu,” katanya dengan nada datar, juga ekspresi yang sama datarnya. Ya, itu adalah Kim Taehyung. Sena memaklumi itu. Mungkin karena Soomi tidak ada di sini makanya mood-nya tampak berantakan.

“Kalian sudah ada rencana bulan madu?” tanya Seokjin dengan wajah misteriusnya. Dia meringis kecil saat Lisa memukul lengannya.

“Bukannya memberi selamat malah menanyakan hal seperti itu. Tentu saja mereka sudah merencanakannya, memangnya kau harus tahu?”

“Memang apa salahnya bertanya? Toh aku juga tanya pada mereka, bukan kau.”

Lisa mendengus. Dia pun membuang pandangan dengan kedua lengan terlipat di bahu.

Melihat kekasihnya merajuk, Seokjin pun berucap lagi. “Begitu saja sudah ngambek. Apa jangan-jangan kau juga ingin segera bulan madu denganku?”

Mendengar itu sontak Lisa pun memukul Seokjin ganas. Antara merasa tak terima dan malu setengah mati. Seokjin ini, suka sekali bicara ceplas-ceplos tanpa melihat situasi.

Di tengah kehebohan sejoli itu, seseorang tiba-tiba muncul. Kehadiran orang itu sontak menjadikan lingkaran itu yang semula ceria mendadak suram. Lisa perlahan menurunkan tangannya, menoleh pada sepasang pengantin. Taehyung membuang pandangan. Hoseok, Namjoon dan Chanyeol hanya diam. Irene dan Jenny kompak menatap satu sama lain, lalu memandang Sena. Sementara Woohyun –istri Hoseok, Bogum, dan Yeon yang tidak tahu apa-apa hanya mengangkat alis bingung.

“Oh? Agust D?” celetuk Yeon begitu menyadari siapa orang yang berdiri di tengah-tengah mereka ini.

Yoongi, yang mendengar nama panggungnya disebut, langsung memalingkan wajahnya dari Sena. Dia menyunggingkan senyum termanisnya sambil membungkuk sopan. “Annyeong.”

Yeon membalasnya dengan bungkukkan juga, tapi agak canggung karena atmosfer di sekelilingnya.

Lisa mendadak haus saat matanya tak sengaja bertemu pandang dengan Yoongi. Reflek dia pun berdehem untuk membasahi kerongkongannya. Ditariknya lengan Seokjin sambil berkata pada Sena. “Aku permisi sebentar ya, tiba-tiba haus. Jin-a, antar aku.” Tanpa menunggu persetujuan Seokjin, Lisa pun langsung keluar dari lingkaran sambil menariknya.

Irene tampaknya bisa menangkap sinyal yang sebenarnya dari sikap Lisa. Dia pun menggaet lengan Bogum, menatap suaminya sebentar seperti mengirimkan sesuatu, kemudian menatap Sena. “Sena, maaf, aku harus pulang sekarang. Lain kali kita bertemu lagi ya? Annyeong.”

Sena hanya mengangguk kaku. Dia membiarkan pasangan itu pergi dari lingkarannya.

Jenny pun juga sama. Dia bisa mencium sesuatu dari gelagat dua sahabatnya. Untuk itu, dia juga menjadi orang ketiga yang pergi dari sana, bersama Namjoon.

Hoseok dan Woohyun menyusul. Begitu juga dengan Heejoo yang tiba-tiba keluar dari lingkaran karena anaknya menangis. Disusul oleh Yeon yang dengan inisiatifnya sendiri pergi dengan alasan ingin membantu Heejoo. Tersisalah Taehyung dan Chanyeol di sana. Sepertinya Taehyung juga tidak betah berada di sana. Dia nyaris saja melangkahkan kakinya menjauh kalau saja suara ribut seorang gadis tidak segera masuk ke pendengarannya.

Eonni!!!

Tidak hanya Jungkook dan Chanyeol saja yang terkejut karena teriakannya. Yoongi juga, yang sejak tadi hanya menatap Sena juga ikut terkejut mendengar suara itu. Suara yang familiar.

Sena kelimpungan sendiri saat gadis yang datang sambil berlari-lari itu tiba-tiba memeluknya posesif.

“Selamat atas pernikahanmu, kakak sepupu. Maaf terlambat, aku ketiduran saat mandi. Untung saja acaranya belum selesai,” celoteh gadis itu tanpa jeda sebelum mendorong pelan tubuh Sena, membuat keduanya saling kontak mata. “Ah cantiknya kakak sepupuku. Aku nyaris tidak mengenalimu lagi karena wajah cantikmu, Eonni. Yaa, seharusnya setiap hari saja kau berdandan seperti ini. Kakak ipar pasti akan terpesona duajuta kali lipat karenamu, Eonni.”

Yaa, kau ini jangan permalukan aku di depan umum. Menyingkirlah dari adik sepupuku.” Suara gadis lain yang datang bersama gadis itu, otomatis membuat Taehyung berbalik. Matanya yang lebar tampak makin lebar setelah melihat siapa gadis itu.

“Soomi-a….”

Gadis yang dipanggil Soomi itu lantas menoleh. Dia juga membelalak. “Taehyung-a … kau di sini juga?”

Perlahan wajah masam Taehyung pun menghilang. Tergantikan oleh senyum kotak khasnya. “Kupikir kau tidak datang.”

Gadis dengan ikat ponytail itu langsung melepaskan pelukannya dari Sena. Dia menoleh pada seorang pria yang sedang diajak bicara kakaknya. Matanya menyipit sebentar. “Jadi ini yang namanya Kim Taehyung?”

Bola mata Taehyung bergulir pada gadis itu. Dia tahu kalau gadis itu adalah adik kekasihnya, tapi selama ini baru kali ini mereka bertemu. “Hm. Namaku Kim Taehyung.”

Aigoo, jauh lebih tampan dari yang kubayangkan. Eonni, harusnya kau mengenalkanku lebih awal dengannya. Ah kau ini. Namaku Lee Sehyun, adik Lee Soomi. Salam kenal ya, calon kakak ipar.”

Gadis bernama Sehyun itu kontan meringis saat kakinya ditendang oleh sang kakak. Nyaris saja dia mengeluarkan kamus umpatannya sebelum dia menyadari ada orang lain yang sejak tadi dipunggunginya.

“Oh?! Kau!”

Yoongi nyaris terkena serangan jantung karena gadis itu berteriak begitu keras di depan wajahnya. Dahinya berkerut tidak suka. Kenapa gadis ini begitu berisik?

Sena yang terkejut saat menyadari kalau Sehyun mengenal Yoongi pun, tidak bisa menahan diri untuk bertanya. “Kau mengenalnya, Sehyun-a?”

Sehyun mengangguk semangat. “Dia ini orang yang kuceritakan waktu itu, Eonni! Dia yang sudah menabrak bagian belakang mobil baruku!”

Sena menutup mulutnya takjub. Benar, Sehyun pernah cerita padanya kalau ada seseorang yang mirip Agust D telah menabrak bagian belakang mobilnya. Hari itu Sehyun lupa siapa nama pria itu sehingga Sena tidak kepikiran pada Yoongi. Ternyata oh ternyata, adik sepupunya sudah duluan bertemu pria itu sebelum dia ingin mempertemukan mereka.

“Yoongi menabrak mobilmu?” tanya Chanyeol yang sejak tadi hanya diam seperti patung hiasan, menonton.

Sehyun langsung menoleh. Dia terperanjat melihat seorang pria tinggi itu. “Kau … kau bukannya manajernya Agust D?”

Yoongi, begitu juga Sena ditambah dengan yang lain langsung menoleh pada Chanyeol. Yoongi heran, bagaimana bisa Sehyun mengenali Chanyeol tapi tidak dengannya. Apakah wajahnya sangat berbeda antara memakai make up dan tidak?

Chanyeol hanya mengangguk. Namun sepertinya dia tidak memedulikan itu. “Seberapa parah dia merusak mobilmu?”

Yoongi menggeleng pelan, meminta Chanyeol untuk berhenti bertanya lebih jauh.

Sehyun mengerutkan dahi bingung. “Kenapa kau sangat ingin tahu? Apa jangan-jangan … dia ini adalah Agust D?”

Yoongi menghela napas. Diam-diam mengutuk Chanyeol yang tidak bisa diajak kerja sama hari ini.

Eo, dia Agust D. Bagaimana bisa kau tidak menyadarinya dari awal?” ketus Taehyung yang sudah gemas dengan kepolosan adik kekasihnya itu. Entah itu benar polos atau kelewat bodoh.

Sehyun terkesiap lagi. Dia beralih menatap Yoongi. Menunjuk-nunjuk pria itu tapi tidak segera bicara. Dan tiba-tiba saja, gadis itu jatuh pingsan.

“Sehyun-a!”

Tujuan Yoongi datang adalah untuk memberi selamat pada Sena. Tapi entah bagaimana takdir membawanya pada tujuan yang lain. Sekarang dia sedang berada di ruangan make up. Hanya berdua dengan Sehyun yang masih terbaring di atas sebuah sofa sementara dia duduk di kursi, mengamati.

“Jadi kau ini adik sepupu Sena?” gumamnya masih sambil memindai wajah cantik gadis itu.

“Kenapa kau harus jadi adik sepupunya?” gumamnya lagi. Ini terlalu mengejutkan. Bagaimana dia tidak tahu kalau Sena punya sepupu lain? Setahunya sepupu yang Sena punya hanya Soomi.

“Aish.” Dia pun mengacak rambutnya yang sudah berantakan makin berantakan. Sial. Gara-gara gadis ini, dia tidak punya kesempatan untuk bicara dengan Sena. Padahal dia sangat ingin berbicara pada gadis itu. Setidaknya dengan mengucapkan selamat.

Jujur, sebenarnya bukan perkara mudah baginya untuk datang kemari. Datang kemari, sama saja dengan dia merobek hatinya sendiri. Melihat gadis yang dicintainya memakai gaun pengantin, mengucapkan janji bersama pria lain. Andai waktu bisa terulang, andai, mungkin Yoongi tidak akan pernah mendorong Sena menjauh meskipun dia masih berkarir sebagai Agust D. Seberat apa pun itu, dia akan tetap mempertahankan Sena di sisinya. Namun sayang, andai hanyalah andai belaka.

Perhatiannya tersedot kembali pada realita saat Sehyun tiba-tiba duduk. Jantungnya nyaris melompat pergi kala melihat gadis itu menoleh padanya dengan begitu cepat. Seperti mayat yang hidup kembali dan bersiap memakannya sewaktu-waktu. Tak ayal dia bergidik. Tatapan tajam nan mengintimidasi itu sukses menelanjangi dirinya terang-terangan.

“Kau … benar Agust D?”

Yoongi menelan ludahnya susah payah. “Eo.”

Sehyun menahan napas. Lalu….

“Aaargh!!! Pabo-ya! Harusnya aku peka dari kemarin-kemarin! Sial! Tahu begitu sudah sejak awal saja aku meminta berfoto dengannya. Tsk! Tahu begini sudah sejak kemarin-kemarin aku putus dengan si mesum itu. Fxxk!”

Yoongi tercengang. Wajar, meskipun dia suka mengumpat dalam lagunya, dia masih merasa aneh ketika seorang gadis mengumpat secara terang-terangan di depannya. Tipenya adalah gadis yang lembut, bukan hardcore seperti ini. Mendadak dia merasa ilfil pada Sehyun setelah mendengarnya.

“Jaga bicaramu, Nona.”

Sehyun lantas menoleh. “Ahjussi, kau masih single ‘kan?”

Yoongi mengangkat alisnya bingung. “Maksudmu?”

“Aku tidak peduli meskipun kau nyaris berkepala tiga. Tapi aku mohon bantuanmu saat ini. Jadilah kekasihku. Bantu aku putus dengan Calvin.”

Ye?!”

Ini adalah kedua kalinya dalam hidup Yoongi, seorang gadis yang terang-terangan memintanya menjadi pacar. Tentu saja, yang pertama adalah Sena.

Sehyun mengangguk semangat. “Aku harus putus dengan si mesum menjijikkan itu. Jadi bantulah aku. Anggap ini sebagai bayaran hutangmu padaku, Ahjussi. Oke?”

Jungkook berhutang banyak terima kasih pada Sehyun karena gadis itu telah berhasil menjauhkan Yoongi dari istrinya, Sena. Sebelum Yoongi kembali, Jungkook pun segera membawa pergi Sena. Dia tidak peduli dengan nasib Soomi dan Taehyung juga Chanyeol yang mereka tinggalkan. Yang terpenting baginya, Sena tidak boleh bertemu dengan Yoongi.

Masih memakai busana pengantin lengkap, keduanya duduk di sebuah bangku kayu panjang yang ada di sebuah taman dekat hotel tempat pernikahan mereka berlangsung. Tangannya masih menggenggam tangan Sena yang terbalut sarung tangan berenda. Sempurna sudah, kali ini dia merasa benar-benar memiliki Sena seutuhnya.

“Setelah ini mari kita mewujudkan semua mimpi tentang kita, Sena.”

Gadis di sebelahnya tersenyum simpul. Dia membalas genggaman Jungkook dengan lebih erat. “Hm. Mari kita berjalan bersama-sama.”

Jungkook pun menoleh. “Kau masih ingat hari di mana aku menculikmu keluar?”

Sena terkekeh. Dia sedikit terhibur dengan kata ‘menculik’, padahal Jungkook tidak pernah melakukan itu kecuali mengajaknya keluar saat acara prom night SMA mereka.

“Hm. Aku ingat.”

“Ah, kau kedinginan lagi,” gumam pria itu setelah menyadari tubuh Sena yang menggigil. Pantas, gaun pengantin yang Sena kenakan memang jauh dari kata hangat. Dia pun buru-buru melepas jas-nya, kemudian menyampirkan itu di tubuh langsing istrinya. “Sudah merasa hangat?”

Sena memeluk jas itu untuk merapat ke tubuhnya. “Hm. Hangat sekali. Lalu bagaimana denganmu?”

Seperti terputar kembali ke masa itu, Jungkook pun mendorong tubuhnya mendekat pada sang gadis. Lengannya membentur lengan Sena cukup keras, tapi tidak menimbulkan sakit. Ia terkikik geli setelah mendengar tawa renyah Sena. Gemas mungkin dengan tawa si pengantin wanita, si pengantin pria pun memeluknya erat.

“Nah … begini sudah hangat.”

“Kau masih sama seperti dulu, Kook-a.”

“Terima kasih sudah mau bertahan untukku.” Dikecupnya pipi Sena lembut, lalu mengusap rambut sanggul gadis itu hati-hati.

“Harusnya aku yang bicara begitu. Kau sudah memiliki perasaan itu sejak lama tapi aku terus mengabaikanmu. Kalau saja aku memilihmu lebih awal….”

Jungkook menggeleng, merasa tak setuju. “Justru karena ending ini kita tidak dibiarkan bersama dari awal. Aku harus tahu apa itu perjuangan dan kau harus mengerti apa itu kehilangan, dengan begitu semuanya akan indah pada akhirnya.”

Sena sedikit terpana mendengarnya. Jungkook yang ia kenal sudah berubah, berubah menjadi lebih dewasa lebih tepatnya. Entah bagaimana matanya menjadi berkaca-kaca. Ia tersenyum begitu manisnya sebelum mencium singkat bibir pria itu.

“Mari kita hidup bahagia mulai dari sekarang.”

—-END

Akhirnya Hello School Girl selesai sampai di sini :”) Makasih banyak buat semua pembacaku yang setia :* :* Ku tak bisa memberi kalian apa-apa, padahal kalian memberiku banyak sekali cinta, support & saran :* Kalo boleh kubilang ya, cuma HSG ini aja yang menurutku kukerjakan bener-bener :”) Aku menghabiskan waktu di rumah cuma untuk nulis HSG :”) Kucinta kalian :* Kalo bukan karena kalian aku nggak mungkin sampe sejauh ini, sampe Book 2 aja udah selesai :”) Sekarang waktunya menyelesaikan ff ku yang lain :”) Freak Hwarang, Swag Couple, Bangtan House, Stereotype 2 trus sekarang ditambah sama tiga draf lagi :”) Sok sibuk banget yak dakuh wkwkwkw After all, makasih banget ya udah mau support sampe sejauh ini. Salam sayang dari Sena, Jungkook & Yoongi :* 

Advertisements

8 responses to “Stay [Epilog] #HSG Book 2 ~ohnajla

  1. We oou wee, WOW 😮 Suka bgt deh sma ff kak thor yg satu ini. Sequel mereka punya baby dong kak thor hehee ^^” . Fighting yaa kak buat ff nya yg lain. Smoga sukses truss !! 😀 😀 😉

  2. Ga nyangka udah epilog lagi, baru kemaren komen ga siap buat ending, eh udh dikasih epilog aja
    Sedih sumpah huhuhu, ini ffnya alurnya oke bahasanya ringan, enak banget dibaca, tapi harus rela krn udh selesai
    But, aku suka endingnya akhirnya sena jungkook berbahagia, yoongi juga (semoga) sama sehyun hehehe
    Thanks eonni udh nyelesain ff ini
    Ditunggu project ff yg lainnya
    See you eonni ^_^

  3. aku ke skf taunya ff ini udah epilog aja, sehyun itukan sepupunya sena, dan aku ngira kalau sehyun itu adiknya soomi dan ternyata bener yey….sehyun super heboh sampai bikin yoongi rada ilfil…. tp happy ending ffnya….

  4. Akhirnya happy ending!!!! Ahhh senengnya mereka bahagia sama pasangan masing2, kecuali yoongi-sehyun sih. Nggak bisa lagi senyum2 sendiri karna kata2 manis kookie😢😢😢

  5. Happy ending buat sena sama jk. Tapi sad end buat yoongi. Udaaah..yoongi sama aku aja udaaaaah…. Peluk cium yoongi 😍😍😍 😂😂😂
    Akhirnya khatam juga. Gomawo kak sudah menciptakan karya yang really really keren. 😍😍😍😘😘 gomawo gomawo

  6. Sudah ending aja padahal kemaren baru baca part 1. Mereka happy ending tapi kisah yoongi sama sehyun gantung. Pokoknya senang ksah mereka happy ending.

  7. Sudah end??????yah padahal q ingin tau g mana nasib yoongi sm sehyun…q mendukung yoongi sm sehyun…sehyun emang mirip sm sena..semoga ada sequelnya…ditunggu…q penggemar FH semoga setiap hari d publish ky HSG semoga ya thor…semangat!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s