Pain of Love (14) – QueenX

Pain of Love (14)

c1

Author

QUEENX

Genre : HURT

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

Sebelumnya di PAIN OF LOVE

 

“Apa kau mengenal pria itu?” selidik Jungkook

Alice menatap Jungkook kesal kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aku lelah menjawab tidak, aku lelah menggelengkan kepalaku, kau ini, apa tidak lelah menanyakan hal yang sama terus?!” balas Alice.

“Kau lihat sendiri, kan? Ini bukan kali pertama ia menolongmu, aku yakin dia seratus persen penguntit.” Ucap Jungkook kemudian.

“Biar saja kalau memang penguntit, toh aku yang dia buntuti, bukan kau.”  Balas Alice ketus.

“Tapi itu mengerikan Alice! Bagaimana jika dia adalah orang yang jahat, berniat menculikmu, atau mungkin dia seorang pedofil.” Ucap Jungkook mengeluarkan segala asumsi anehnya.

“Kemungkinan menculik dan berniat jahat aku masih bisa mengerti, tapi seorang pedofil?! Ia bahkan tidak terlihat seperti seorang ahjussi, Jeon Jungkook!”

Jungkook menatap Alice dalam diam. Tidak bisakah Alice berpikir kalau Jungkook berniat memancing Alice supaya berkata ‘Mengapa kau mendadak jadi seperti ini? Apakah kau cemburu pada pria itu?’ agar ia bisa segera mengakui perasaannya. Jungkook sudah kehabisan cara untuk membuat Alice tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya terhadap Alice. Rasanya ingin menyerah, tetapi ia tidak rela Alice berpaling pada yang lain. Terutama pria yang sering menampakkan dirinya untuk menolong Alice tadi, dia tidak kalah tampan, dia juga tinggi, yang paling dia khawatirkan adalah senyuman dari pria itu, senyumannya terlalu manis saat ia tampakkan di depan Alice, membuat Jungkook semakin khawatir dan takut terlambat padahal ia yang lebih lama dan lebih dulu menyukai Alice.

“Kau membelanya?” tanya Jungkook tidak percaya.

“Bukan membelanya! Tapi kau itu terlalu berpikiran yang tidak-tidak. Sudahlah, ayo kita harus segera naik bus, kau tidak lihat awan mendadak mendung sore ini? Bagaimana kalau nanti turun hujan bahkan sebelum kita sampai di rumah? Ibu pasti akan mengomeliku dan kau tentunya.” Cecar Alice.

Baru memasuki bus, tiba-tiba saja hujan turun dengan deras. Alice dan Jungkook langsung saling bertatapan, keduanya sama-sama tidak membawa payung. Padahal sebelum izin keluar rumah, ibu Alice sudah memberinya payung untuk berjaga-jaga, tapi ia menolak dengan meyakinkan ibunya kalau hari ini akan cerah sampai malam. Paling tidak pada sore hari hanya mendung saja dan tidak turun hujan. Saat itulah Alice berjanji dalam hati kecilnya untuk mendengar apa yang dikatakan ibunya karena setiap kali ia melanggar, hal yang ibunya khawatirkan pasti terjadi.

“Yah, bagaimana ini?” gumam Alice melihat ke jendela bus yang menunjukkan hujan diluar cukup lebat meski tidak disertai angina kencang.

“Tenanglah, ada aku.” Ucap Jungkook menepuk pundak Alice.

“Memangnya kau membawa payung?”

“Tidak, sih.” Jawab Jungkook sambil terkekeh.

Alice mengendus. Sepanjang perjalanan mereka lanjutkan dalam keheningan. Alice yang sibuk menatap ke jendela memastikan di perhentian selanjutnya setidaknya hujannya sedikit reda dan Jungkook yang sibuk menatap detail wajah Alice yang tengah panik disertai ketakutan saat pulang nanti akan diomeli oleh ibunya.

“Ah, itu haltenya. Aku turun duluan.” Ucap Alice lalu berdiri, saat tangannya akan memencet bel untuk berhenti di halte berikutnya, Jungkook langsung menariknya duduk kembali.

“Yak!” protes Alice.

“Kau akan basah kuyup saat pulang dan bisa sakit lagi nanti. Rumahmu masih jauh dari halte, turun saja di halte di dekat rumahku. Nanti setelah hujannya reda kau akan kuantar pulang.” Tutur Jungkook.

“Tapi—”

“Kali ini dengarkan aku. Bisa, kan?” pinta Jungkook lembut.

Akhirnya Alice menurut dan mengangguk. Jungkook masih memegang tangan Alice. Ia kemudian menjatuhkan kepalanya di pundak kiri Alice dan memejamkan matanya sejenak.

“Haaah, lelah sekali.” Ucapnya.

Alice duduk mematung, lagi-lagi kecepatan detakan jantungnya tidak dapat ia kendalikan. Ia hanya bisa mengulum bibirnya dan kembali menatap keluar jendela. Berharap Jungkook tidak mendengar debaran jantungnya dan terbangun dari tidurnya.

Jungkook-ah…kau membuatku tersiksa dengan segala bentuk perhatianmu. Jika kau terus memperlakukanku seperti ini, bagaimana caranya aku bisa berhenti untuk menyukaimu?’—Alice.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

11 responses to “Pain of Love (14) – QueenX

  1. Kyaaa…
    Makin manis, dan Jungkook nunjukkin rasa tidak sukanya
    Ah aku harap Alice segera sadar jika Jungkook menaruh hati padanya begitu sebaliknya dengan Jungkook.
    Nggak sabar sama part selanjutnya ^^

  2. cara alice cukup dengan mengatakan “aku menyukaimu” dan jungkook akan menjawab “aku juga menyukaimu”, udah seleai. Ngga ada lagi complication batin hehhehe

  3. aduh aduh, cinta emang buta cinta di depan mata aja gak lihat #Apaini
    makin kesini makin greget aja atau kalau perlu aku wakilin mereka deh untuk menyatakan perasaan masing-masing…….nexttt di tunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s