[CHAPTER 25] SALTED WOUND BY HEENA PARK

sw lagi

 

“Kau milikku, sudah kukatakan dari awal, bukan? Kau adalah milikku.”- Oh Se-Hun

.

A FanFiction 

by

Heena Park

.

SALTED WOUND’

.

Starring: Shin Hee Ra-Oh Se Hun-Kim Jong In

.

Romance–Action–Incest-Thriller–PG-15–Chaptered

.

Wattpad : Heena_Park

Facebook : Heena

Line@ : @fbo0434t

.

Notes : ff ini juga aku share di WATTPAD

.

.

Hal pertama yang dilakukan Se-Hun setelah berhasil lolos untuk sementara waktu dari orang-orang tadi adalah pulang dan mengganti pakaiannya yang sobek. Ia memilih sweater abu-abu untuk menutupi kedua lengannya yang terluka, Se-Hun tak ingin Hee-Ra mengetahuinya.

 

Ia sudah berjanji akan menjemput Hee-Ra di kampus dan Se-Hun tahu ia sudah terlambat lebih dari dua jam. Tak ingin mengulur waktu, Se-Hun bergegas kembali ke mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi ke kampus Hee-Ra sambil berharap gadis itu tak marah besar padanya.

 

Kalau saja agen pemerintah sialan tadi tidak menahannya, Se-Hun pasti telah bersama Hee-Ra sejak tadi. Mereka berjanji bertemu di depan gerbang, tapi Se-Hun tak mendapati sosok Hee-Ra di sana.

 

Di mana gadis itu? Apa dia marah dan pergi duluan? Bukankah Jong-In ada kelas? Mungkinkah Hee-Ra pulang menggunakan kendaraan umum?

 

Se-Hun mendengus, ia meraih ponsel dan berniat menghubungi Hee-Ra, sayangnya dewi keberuntungan seolah tak berpihak karena rupanya ponselnya lowbatt. Baiklah, tak masalah, Se-Hun masih memiliki power bank.

 

Setelah memasang power bank ke ponsel dan menyalakannya, bertubi-tubi pesan yang sempat tertunda dari Hee-Ra pun mulai masuk satu-persatu. Matanya sibuk membaca protes dari Hee-Ra karena harus menunggu Se-Hun lama, namun tiba-tiba ponselnya berdering. Se-Hun agak terkejut dan hampir membanting ponselnya, untunglah ia cepat menyadari jika Daniel-lah yang menghubunginya.

 

Tumben, biasanya Daniel tak pernah menghubungi Se-Hun bila tak begitu penting. Ia hanya akan bergerak saat mendapat perintah dari organisasi, yah, mungkin saja Daniel mendapat mandat untuk menyampaikan target baru pada Se-Hun.

 

Baru sepersekian detik Se-Hun menempelkan ponsel ke telinganya, bisikkan Daniel yang terdengar terburu-buru langsung menyergap, “Aldwych Street, bangunan tua nomor 247. Di lantai bawah tanah. Kau harus segera ke sini!”

 

“Apa maksudmu?” Se-Hun tak mengerti.

 

Daniel memelankan suaranya, lebih terkesan berbisik pada diri sendiri. “Selamatkan gadis itu, you know who.”

 

“Siapa maks—”

 

“Aku harus menutup telepon, Jasmine memanggilku!”

 

Tuttt…

 

Panggilan mereka terputus. Jujur Se-Hun tak mengerti siapa yang dimaksud Daniel. Tapi setelah menelaah kata-kata yang keluar dari mulut pria itu barusan, menghadapi kenyataan Jasmine yang memanggilnya dan ungkapan yang terdengar seperti penculikan, Se-Hun memutuskan bahwa gadis yang dibicarakan Daniel adalah Hee-Ra.

 

Ya! Hee-Ra seharusnya masih ada di sana. Pesan yang didapatkan Se-Hun pun mengatakan kalau ia hanya protes karena Se-Hun terlambat dan bukannya memutuskan untuk pulang lebih dulu.

 

Rahangnya mengeras, akibat keteledorannya Hee-Ra harus menderita di bawah intaian Jasmine. Demi apapun! Se-Hun tak punya banyak waktu lagi sekarang, ia tak bisa membayangkan hal apa yang akan dilakukan Jasmine pada Hee-Ra, mengingat betapa nekatnya wanita berhati iblis itu.

 

Se-Hun akan mengutuk dirinya sendiri bila Jasmine berani mencelakai Hee-Ra. Ia bahkan tak ragu menuntut balas dan membunuh Jasmine dengan kejam bila gadis itu berani menyentuh Hee-Ranya!

 

Dengan amarah yang menggebu-gebu, Se-Hun kembali mengemudikan mobilnya ke tempat yang dikatakan Daniel. Masa bodoh dengan rambu lalu lintas, masa bodoh dengan keselamatannya, yang penting Se-Hun harus cepat sampai ke sana dan menyelamatkan Hee-Ra sebelum Jasmine memiliki pikiran untuk menguliti gadis itu!

 

 

 

 

 

 

“Seharusnya sudah kulakukan sejak dulu.” Jasmine menyilangkan  lengannya, kedua matanya memandang intens seorang gadis yang masih tak sadarkan diri di hadapannya.

 

“Cross! Kapan dia akan sadar?!” teriaknya yang beberapa detik kemudian dihampiri oleh sosok Daniel dari sisi barat.

 

“Kau menggunakan terlalu banyak bius, mungkin dia akan sadar sebentar lagi,” jawab Daniel.

 

Ck, dia sudah terlalu lama tidur. Apa sebaiknya kubuat dia melanjutkan tidurnya sampai tidak pernah bangun lagi? Kurasa tidak masalah memutilasinya dalam keadaan tidak sadar seperti ini, aku tidak akan mendengar teriakan kesakitannya.” Jasmine menengok ke arah Daniel. “Bagaimana menurutmu?”

 

Inilah Jasmine yang sebenarnya, si cantik paling kejam di organisasi. Ia tak hanya tega membunuh kakak kandungnya, tapi juga menguliti korban-korbannya. Walau tidak sering, setidaknya Jasmine pernah menguliti tiga orang pria dan lima orang wanita. Benar-benar sempurna untuk mendefinisikan kata monster, bukan?

 

Daniel kebingungan bagaimana harus menjawab pertanyaan Jasmine, ia telah meminta agar Se-Hun cepat datang kemari dan menyelamatkan Hee-Ra. Meski Daniel tak begitu yakin bahwa gadis yang di depannya ini memang Shin Hee-Ra, tapimelihat perlakuan Jasmine kepadanya, Daniel merasa feeling-nya tak mungkin salah.

 

Hampir semua orang yang berada di bawah pimpinan Bruce Waylon mengetahui kisah Se-Hun dan Hee-Ra, tentu saja kecuali Jasmine, gadis itu baru tahu tentang keduanya saat tiba di London.

 

Ketika Daniel baru membuka mulutnya, Jasmine memutar badan dan menepuk kedua tangannya. Ia terperangah menyadari Hee-Ra yang telah mendapatkan kesadarannya kembali.

 

Jasmine mendecih, “Sudah bangun, tuan putri?” Nada mengejek begitu kentara dalam ucapannya. Ia melepas paksa lakban yang menempel pada mulut Hee-Ra hingga kulitnya memerah.

 

“Siapa kalian?!” teriak Hee-Ra.

 

Jasmine mendekatkan wajahnya dan menahan dagu Hee-Ra menggunakan tangan kirinya. “Aku yakin kau mengenalku, Miss. Shin.”

 

Selama beberapa saat Hee-Ra mengamati sosok gadis cantik di hadapannya. Mata yang tajam dan bewarna biru, bibir merah polesan lipstick mahal dan logat tenang ketika berbicara. Matanya membulat, Hee-Ra terperangah begitu menyadari bahwa ia adalah gadis yang sama dengan sekretaris ayahnya!

 

“Ya, kau sudah menyadarinya sekarang?” Gelak tawa Jasmine pecah, ia berkacak pinggang dan membelakangi Hee-Ra yang masih berusaha mencerna kejadian ini. “Kau dan ayahmu sama-sama bodohnya!”

 

“Tutup mulutmu! Jangan pernah merendahkan ayahku!”

 

Bukannya kesal, Jasmine malah semakin senang. Hee-Ra berbeda dengan tawanan lainnya. Ia berani, bahkan terlalu berani, pantas saja Se-Hun menyukai gadis itu. Di saat seperti inipun ia masih memiliki nyali untuk melawan Jasmine yang jelas-jelas bisa membunuhnya.

 

“Gadis bodoh. Tapi baiklah, kuakui keberanianmu. Mungkin inilah yang membuat Se-Hun jatuh cinta padamu.” Ia mendengus, agak malas mengucapkannya. “Cinta sesaat. Kupastikan Se-Hun tak akan mencintaimu lagi setelah ini, karena kau… akan mati.”

 

Suara nyaring Jasmine seolah menohok jiwa Hee-Ra. Bagaimana mungkin gadis cantik sepertinya menganggap kematian seolah hal biasa?

 

“Apa hubunganmu dengan Se-Hun? Siapa kalian sebenarnya?!” Hee-Ra tahu berteriak penuh kemarahan tak akan membuahkan hasil, tapi rasa kesal dan ingin tahu yang menyeruak dalam dadanya tak bisa dihentikan.

 

Jasmine berjalan ke meja di ujung kanan dan mengambil sesuatu dari sana, kemudian kembali mendekati Hee-Ra. Ia mengangkat sebuah pisau dan memainkan ujungnya. “Kalau kau tidak hadir dalam hidupnya, aku dan Se-Hun pasti berakhir bahagia.” Lantas Jasmine menjambak rambut Hee-Ra kasar hingga gadis itu mendongak. “Tapi tidak apa-apa, toh aku akan membunuhmu hari ini… Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.”

 

Ingin rasanya Hee-Ra menangis dan berteriak minta tolong, tapi kenyataan menghatam beribu kali lebih menyakitkan daripada apa yang tengah dialaminya sekarang. Kalau Jasmine mengatakan ayahnya bodoh dan ia memang sang sektretaris, lalu bukan tidak mungkin kan kalau ayahnya meninggal karena gadis itu?

 

Apa Se-Hun ada hubungannya dengan semua ini? Apa Se-Hun lah yang merencanakan segalanya?

 

Hee-Ra berusaha menjaga ketenangan dirinya, ia tak bisa melarikan diri, itu sudah pasti, mengingat kedua tangan dan kakinya diikat, juga Jasmine yang masih memjambak rambutnya dengan keras. Meminta pertolongan juga akan berakhir sia-sia, Hee-Ra bahkan tak tahu mereka berada di mana sekarang.

 

Se-Hun…

 

Kalau memang Se-Hun ada hubungannya dengan kematian Shin Jae-Woo dan semua yang telah terjadi, kalau memang ia ikut andil dalam perencanaannya, kenapa pria itu tak ada di sini sekarang? Apa dia takut melihat Hee-Ra untuk yang terakhir kalinya?

 

Sekarang Hee-Ra merasa bodoh karena telah memberikan tubuh dan hatinya pada Se-Hun, sementara Jong-In seorang diri dan terus setia padanya. Hee-Ra merasa kotor! Mungkin lebih baik ia mati daripada harus merasa jijik pada diri sendiri.

 

Dingin dan menggigit, Hee-Ra merinding begitu ujung tajam pisau menempel ke lehernya. Beberapa kali Jasmine sempat mengusap-usapkan badan pisau naik-turun ke leher Hee-Ra sebelum menekannya.

 

“Kau memang seharusnya tak pernah hidup dari dulu, jal—”

 

BRAKK!

 

“Jauhkan tangan kotormu darinya!”

 

Damn!

 

Jasmine mengeram, ia yakin telah merencanakan dengan sebaik-baiknya, tapi kenapa pria itu datang? Bahkan di saat yang sangat tepat.

 

Ia makin mendongakkan wajah Hee-Ra dengan menarik rambut gadis itu, pisau yang semula hanya ditempelkan kini benar-benar ditekan oleh Jasmine ke kulit Hee-Ra. “Jangan mendekat atau aku akan memutuskan nadinya!”

 

“Brengsek! Aku akan membunuhmu Jasmine Rochester! Aku akan membunuhmu!”

 

Jasmine tertawa keras, melihat Se-Hun begitu khawatir pada Hee-Ra membuat hatinya sakit. Tapi tak masalah, toh sebentar lagi Hee-Ra akan lenyap dari muka bumi.

 

“Turunkan pistolmu, sekarang!”

 

Otomatis Se-Hun hanya bisa melakukan perintah Jasmine, di saat seperti ini yang paling penting adalah keselamatan Hee-Ra. Se-Hun tak akan memaafkan dirinya sendiri bila Hee-Ra terluka gara-gara wanita itu!

 

Perlahan Se-Hun menaruh pistolnya ke lantai, ia masih mengintai Jasmine yang menampilkan ekspresi kemenangan. Sedangkan Daniel berdiri beberapa meter di kanan Jasmine. Ada hal yang terjadi namun tak Jasmine sadari, Daniel diam-diam mengangkat kedua tangannya yang tengah menggenggam pistol, Se-Hun berusaha mengalihkan perhatian Jasmine agar gadis itu tak pernah menengok ke kanan. Ia tahu apa yang direncanakan rekannya tersebut.

 

“Kau bermain dengan orang yang salah, Jasmine Rochester.”

 

DORR!

 

DORR!

 

Dua kali tembakan yang dilepaskan Daniel menembus kaki dan lengan kanan Jasmine hingga ia terjatuh ke lantai. Se-Hun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia segera meraih pistolnya dan melepaskan ikatan dari tubuh Hee-Ra kemudian menggendongnya.

 

Jasmine berusaha menghalangi Se-Hun dengan menarik kaki pria itu, namun dengan cekatan Se-Hun menendang tubuh Jasmine yang terluka agar menjauh. Setelah menggendong Hee-Ra, Se-Hun menggerakkan dagunya kepada Daniel sebagai tanda agar pria itu mengikutinya keluar.

 

Tak ada yang bisa Hee-Ra lakukan selain pasrah, kepalanya pusing, rasa trauma akibat kejadian barusan seolah menghantui dan membuatnya kehilangan kesadaran. Mereka bertiga melarikan diri dari Jasmine dan melaju menggunakan mobil Se-Hun. Entah, yang pasti Se-Hun tak akan membawa Hee-Ra pulang, rumah bukan lagi tempat berlindung dalam keadaan seperti ini, rumah bukanlah tempat yang aman bagi mereka.

 

 

 

 

 

 

 

Se-Hun tak membawa Hee-Ra ke rumah maupun mansion-nya. Ia memerintahkan Park Youn-Lee untuk mencari apartemen atau rumah untuk dikontrak sementara waktu dan untungnya pria itu bisa bergerak dengan cepat. Tidak perlu waktu berjam-jam, Park Young-Lee telah mendapatkan apa yang diinginkan Tuan-nya.

 

Rumah sederhana di pinggiran kota dengan halaman luas juga pagar pembatas, terhindar dari keramaian dan jarak antar satu rumah ke rumah yang lain cukup jauh.

 

“Bagaimana keadaannya?” Se-Hun gemetar, sesaat setelah Hee-Ra pingsan dalam pelukannya rasa takut menyeruak begitu saja. Memang tak ada luka di tubuh Hee-Ra, tapi siapa yang tahu dengan bagian dalamnya? Maksudku, apa yang telah Jasmine katakan pada Hee-Ra? Se-Hun bahkan tak bisa membayangkan bila gadis itu telah mengetahui semuanya. Jujur, ia sangat takut bila Hee-Ra kembali membencinya seperti dulu.

 

“Tenanglah, dia baik-baik saja. Mungkin akan mengalami trauma akibat kejadian tadi, tapi tanda vitalnya normal. Dia sudah sadar dan mencari anda,” terang dokter Traynor.

 

“Terima kasih, asisten saya akan mengantar anda keluar, dokter,” balas Se-Hun yang kemudian masuk ke kamar Hee-Ra.

 

Kakinya terasa mematung, Hee-Ra tengah duduk bersandar headboard dengan selimut di kakinya. Ia memandang kosong ke arah depan sebelum akhirnya menengok kala menyadari kehadiran Se-Hun. Tidak ada senyum di sana, wajahnya datar namun penuh akan pertanyaan.

 

Ia semakin mendekat, Hee-Ra terus memandang tanpa mengeluarkan sepatah kata sampai akhirnya Se-Hun berhasil duduk di pinggir ranjang.

 

“Bagaimana perasaanmu?” Tidak! Bukan itu yang seharusnya kutanyakan, bodoh! “Maksudku, apa ada yang sakit?”

 

Ekspresi pertama yang ditunjukan Hee-Ra setelah mendengar pertanyaan Se-Hun adalah menutup kedua matanya sebentar, mulutnya dibuka perlahan, mungkin ia bimbang harus memulai dari mana.

 

“Siapa… kau sebenarnya?”

 

Ternyata benar, Jasmine telah mengatakan rahasianya selama ini. Sekarang bagaimana? Se-Hun bahkan tak tahu darimana ia harus menjelaskan, ia takut Hee-Ra tak percaya dan menganggap semuanya hanya omong kosong belaka.

 

“Apa kau yang telah membunuh ayahku bersama gadis itu?”

 

Tidak!

 

Itu tidak benar!

 

Sialan! Apa Jasmine memfitnahnya?

 

Se-Hun menggeleng, ia memegang kedua pundak Hee-Ra bersamaan. “Aku memang jahat, aku memang pembunuh, tapi aku berani bersumpah bahwa kematian ayah bukanlah rencanaku! Jasmine yang melakukannya, aku bahkan tak tahu tentang rencananya. Aku terlambat mengetahui segalanya.”

 

“Hentikan omong kosongmu!”

 

“Kumohon… kumohon percayalah padaku…” Se-Hun tidak bersalah, ia bahkan menyayangi Shin Jae-Woo seperti ayahnya sendiri… tapi jawaban Hee-Ra… gadis itu seolah menyalahkan dan menuduhnya sebagai penyebab utama kejadian ini.

 

“Bagaimana mungkin aku bisa percaya padamu setelah kau membohongiku selama bertahun-tahun? Setelah aku memberikan segalanya padamu? Apa kau puas sekarang? Merebut kebahagiaan dari hidupku? Ha?!”

 

Hee-Ra melempar selimut yang menutupi kakinya dan melepaskan kedua tangan Se-Hun dari pundaknya. “Aku tidak bisa hidup bersama pembunuh, aku tidak mau melihatmu lagi!”

 

Hee-Ra hendak turun dari ranjang dan berniat keluar dari rumah ini, namun lengan Se-Hun menghalangi. Ia menarik tubuh Hee-Ra dari belakang dan melempar gadis itu ke ranjangnya dengan keras.

 

“Kau tidak boleh pergi!” perintah Se-Hun. Ia meraih tali di dalam laci dan mengikat kedua tangan Hee-Ra ke headboard kasur. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari tempat ini, Shin Hee-Ra. Kau harus tetap bersamaku!” tegasnya dengan mata berapi-api.

 

Hee-Ra bisa merasakan kemarahan serta kecemasan dalam mata Se-Hun. Ia berusaha menggerakkan kedua lengannya untuk memberontak dan melepaskan diri, tapi gagal, ikatan Se-Hun terlalu kuat baginya yang bahkan tak memiliki cukup tenaga untuk berdiri.

 

“Brengsek! Aku akan melaporkanmu ke polisi jika berhasil kabur! Kau pembunuh! Psikopat! Aku membencimu, Oh Se-Hun!”

 

“Terserah!” Se-Hun bangkit, ia melangkah meninggalkan Hee-Ra dan berhenti tepat sebelum menutup pintu. Kepalanya menunduk, hatinya sakit mendengar umpatan Hee-Ra barusan. Gadis itu mengatakan hal buruk tanpa tahu maksud Se-Hun sebenarnya. Hatinya benar-benar terluka.

 

“Aku… hanya ingin melindungimu, Shin Hee-Ra. Maafkan aku,” bisiknya pada diri sendiri.

 

 

 

 

 

 

Selama beberapa jam terakhir yang dilakukan Royce hanya mengamati benda kotak di hadapannya ini. Dia terus mengontrol keberadaan Se-Hun, alat pelacak serta peledak yang ditanamkan dalam lengan pria itu ternyata sangat berguna.

 

“Katakan padaku, apa sebenarnya hubungan kalian?” Elliot meletakkan sekaleng cola di dekat Royce.

 

Royce terdiam, ia mengambil cola dari Elliot dan meneguknya pelan. Tenang, ia telah berjanji mengatakan segalanya pada Elliot setelah pria itu mau melakukan apa yang diinginkannya, bukan? Royce tak boleh mengkhianatinya.

 

Ia memutar kursinya hingga tepat menghadap Elliot. “Oh Se-Hun adalah putraku.”

 

What the hell?” Elliot hampir menyemburkan cola dalam mulutnya begitu mendengar ucapan Royce.

 

Tunggu dulu, putra? Anak? Maksudnya anak kandung?

 

Demi apapun! Mereka tidak memiliki kemiripan! Bagaimana mungkin Royce bisa mengakui bila orang Asia itu adalah putranya? Apa dia sedang mabuk? Atau berusaha membodohi Elliot?

 

“Apa kau mencoba mem—”

 

“Aku melakukan operasi plastik beberapa tahun silam.” Royce mendecih. “Wajah ini bukanlah wajahku yang sebenarnya.” Ia menatap Elliot tajam, “Apa itu sudah cukup untuk menjawab keingintahuanmu mengenai perbedaan kami?”

 

Elliot mengerjap takjub. Ia melihat kejujuran akan apa yang dikatakan Royce barusan. Pria ini tidak mengada-ngada.

 

“Baiklah, lanjutkan.”

 

“Kelahiran Se-Hun membawa kematian bagi istriku dan aku menyalahkannya sejak saat itu. Aku tidak pernah menganggapnya sebagai putraku dan menjualnya pada seorang anggota pembunuh dengan harga yang sangat tinggi. Ya, dia bilang Se-Hun sangat menarik hatinya, jadi kubiarkan saja dan menyetujui jual-beli itu.”

 

Elliot ternganga, dibalik kesuksesan juga kemisteriusannya, Royce Hayden ternyata memiliki catatan kelam juga rasa bersalah yang tak termaafkan.

 

“Uang yang kudapat tidak kugunakan untuk berfoya-foya. Aku pergi Ke Amerika dan membangun perusahaan di sana, tentu saja aku tak ingin menggunakan nama lamaku dan mengubahnya menjadi Royce Hayden. Aku melupakan masa laluku yang kelam, segalanya. Bahkan aku melupakan putraku sendiri.”

 

Royce mulai berkaca-kaca, wajahnya memerah menahan tangis yang mungkin saja bisa keluar bila tak ditahan dengan keras. “Sampai suatu hari aku mengalami kecelakaan yang mengakibatkan wajahku rusak, aku terpaksa mengoperasi wajahku, kecuali mata, dan mataku adalah satu-satunya bagian tubuh yang mirip dengan Se-Hun. Malamnya, setelah operasi aku memimpikan istriku, dia bilang sangat merindukan putra kami dan entah kenapa aku menangis. Rasanya segala kesalahan juga kejahatanku selama ini berkumpul dan meledak. Aku tetaplah seorang ayah, mungkin hatiku memang terlambat terbuka, tapi sekarang aku sadar bila yang kulakukan padanya sudah keterlaluan, akulah yang membuatnya terjerumus dalam lubang kesalahan paling dalam, akulah yang membahayakan nyawanya, aku adalah ayah paling buruk di dunia.”

 

Royce tak bisa menahan air matanya, kesalahannya terlalu banyak hingga penyesalannya seolah tak berujung. “Aku ingin membayar kesalahanku, aku ingin melindungi putraku. Oh Se-Hun adalah darah dagingku.”

 

“Lalu, apa dia mengenalimu tadi?”

 

Royce menggeleng, hatinya sakit mengingat tatapan tak kenal Se-Hun padanya. “Tidak, dia sama sekali tak mengenaliku.”

 

“Dan?”

 

Royce menerawang, ia menarik napasnya dalam-dalam dan melepaskannya perlahan. “Aku… tidak akan mengatakan kebenarannya, aku hanya akan membuatnya merasa bahwa aku menyayanginya.”

 

 

 

TO BE CONTINUED

Advertisements

39 responses to “[CHAPTER 25] SALTED WOUND BY HEENA PARK

  1. Ga sadar mata berair aja pas baca bagian akhir cerita ayahnya sehun sebenernya. Hiks. Kepo sebenernya kalo keadaan real life apakah emang wajar ya kalo lagi trauma emosional bakal bikin kita juga kesulitan buat meyakini suatu hal. Sama kaya shin hee-ra, semoga aja dia ga sepenuhnya percaya sama ucapan jasmine, moga aja cuma karna efek traumatik. Kasian sehun. Sad 😦

  2. Wahhhh terungkap ayahnya sehun, tapi kasihan sehun dibenci sama hee ra gitu. Semoga akhirnya membahagiakan

  3. trkdang heera cumn liat sehun dri kulitnya doank… tpi mw gmna lgi klo udh dicap jhat susah buat nghpusnya… tpi kykny ddlm hti heera ttp ko cinta ma sehun … 😢😢

  4. Di awal tegang minta ampun

    Di bag tengah luar biasa ikut andil dlm ngeluarin emosi..sharusnya heera dnger dlu pnjelasan sehun
    Toh si jasmine bilang klo sehun cintanya ma heera kn..

    Di akhir..pengen nangis saya authornim
    Nnti pas sehun bls dendam tanpa sempat thu bahwa ayahnya udah brubah gimana??

    Jgn sampai sehun mnyesal nantinya..

  5. Aduuh semoga heera secepatnya tau klo sehun gak terlibatt..kesel liat sehun ikat heera kasar banget..ditunggu next chapternya and semoga happy ending

  6. ahh heera gk blh gituu, sehun ngelakuin smua ini buat kamu😭😭
    dan ternyata bener qlo om itu papanya sehunn wuww😑

  7. Bru adja ada kebahagian ehh jasmine udh ngerusak smua nya..heera benci lagi ma sehun..pdhl sehun g bersalah sama sekali…
    Ternyata 3mang operasi maka y sehun g kenal ma ayah nya sendiri…

  8. Hueeee baru juga kemaren nge-lovey dovey /? Sekarang kok balik lagi kayak dulu,malah lebih parah.jadi campur aduk nih pas baca greget iya,kesel iya,sedih iya
    Beginilah rasanya kalo baca ff lg on going -> penasaraaaaaaan (berharap fast update)

  9. uwaaa jadi ngerasa ikut tegang, tpi jasmine ga mati deh kan itu. aduh terharu bacanya hiks:” mau di apain sih sehun ama FBInya? mau nangkep semua anggota organisasi yg diikutin sehun itu ya? aih kepo kepo aku liat update ini langsung pengen baca sekalian tinggalin jejak :v aih buruan update aw ga sabar, SEMANGAT

  10. Hell royce keren!! Meskipun dia tau itu terlambat tp dia tetap berpikir kalau dia harus melindungi sehun huwaaaa

  11. Hmm kasiaan sehun dicap jelek thor huaaa 😭😭😭 heera jd benci sehun huhu padahal niatannya baik jg bkn kesalahan dia 😭 Napa sehun ga nyoba jelasin aja thor hua hua gregetan sm heera yg mesti ga percaya 😭 Smoga chap selanjutnya heera makin tahu sendiri. Cerita bapaknya bikin mau mewek aja thor 😭 Kok chap ini menyedihkan keknya ya thor 😂
    Sangat ditunggu chap selanjutnya thor
    Semangat!!!💪💪💪

  12. Heera jadi benci lagi sama Sehun -_-”
    Astagaa, semoga hal baik terus ada buat mereka lah. Masalahnya kamu buat kompleks banget, dek.Ditunggu next chapter, semangattt

  13. Sumpah yang ini paling bikin menyentuh hatiii, takut nanti hee ra berpaling trus balik k jongin. Padahal kan bukan sehun yg ngbunuh ayahnyaa. Emang s jasmine gak punya hati nurani.
    Btw, aku blm baca chap 24 nya.hehe

    dtunggu nextnya yaaa

  14. Heera bukan sehun yang bunuh ayahmu, mana mungkin sehun tega bunuh ayah heera kan sehun sayang banget sama ayahnya heera walaupun gak ada hubungan darah. Dasar jasmine wanita licik padahal dia yang bunuh ayahnya heera tapi sehun yang dituduh. Kasihan ayah nya sehun dia nyesal sudah jual sehun. Kasihan tapi juga kesal gegara dia sehun jadi pembunuh berdarah dingin.

  15. Setelah kejujuran terungkap, semuanya menjadi lebih rumit dan lebih menyakitkan bagi pelakunya.
    Penyesalan selalu ada, kata maaf selalu bersanding dengan cinta dan benci. Kemenangan selalu ada dalam memaafkan.
    Semoga mereka semua menemukan kedamaian. Paling kasihan sehun yang berdiri di dua sisi yang sangat berlawanan.

  16. Aanjeer,,, ternyata bener kan yang nyulik si heera ntu si jasmine. kesel gw lama-lama ama ntu cewek. Ohh,, si Royce ntu ternyata bapaknya si sehun,, rada sedih gtu yah ternyata dia ngerasa bersalah, eh si sehun malah mau ngebunuh dia. Lanjutlah thor..

  17. meskipun bapaknya sehun itu jahat seenggaknya dia gak vuabg anaknya ke pemebunuh. kan bisa di titipin ke panti asuhan.

  18. Duh malin complicated ya 😄 heera udah tau sehun, tapi sehun seharusnya ga pake marah marah gitu ke heera, makin takut kan dia jadinya 😦 jasmine jahat benerrr, untung ada sehun 😁. Penasaran sama sehun, apalagi yg akan terjadi wkwkw. Next yaa

  19. Wah….daebak….jasmine dasar evil gila……hah aku ga tau lg hrus mengumpat ap trhadap jasmine..
    daebak thor daebak…..
    hah heera…sakit hari deh…aduh…kasian sehin

  20. Jadi intinya Royce mnyesal dgvoerlakuannya dlu terhadap Sehun kan?? Bagusllah… ahjusshi appannya Sehun… save your son!!! Sedih deh dg hubungan Heera n Sehun yg mulai renggang lagi… Heera susah banget percaya sama Sehun.. n Sehun mlah bisa berlaku kasar juga sama Heera meski dg dalih mw ngelindungin dia…. huufft….. kpan ya mreka bèdua bisa bnr2 akur?? 😭😭😭

  21. Itu Sehun kok agak kyk physico ngiket heera..
    Serius pas adegan bpknya sehun, mata gue berair, wkwkwkw

  22. Tuhkan bener, Royce ayahnya Sehun. Sukur… Nyeselkan dia ngjual Sehun. Jadi bapak jahat amat.
    Itu Heera sama Sehun jangan dibuat lama ya kak marahannya. Gak kuat bacanya, kasian Heeranya Sehun juga sih..

  23. Greget bgs sama heera kasian sehun mati2an buat ngelindungin dia eh dianya malah marah2 ya wajar sih sebenernya:v tapi kan setidaknya dengerin dulu penjelasan nya oseh. Baper wkwk

  24. Ternyata orang itu ayahnya Sehun pasti Sehun mengenalnya dan menyadarinya plis hee Ra jangan sampai membenci sehun lagi

  25. Baru sempet baca ini 😢
    Dan wow akhirnya kebongkar juga semua rahasia Sehun , padahal baru aja udah seneng :’)
    Dan yeah sesuai tebakan kalo itu ayah Sehun
    Nice try , luv this!❤

  26. Terharu 😰😰😰… Semangat buat Sehun bahagia ya, Pak Royce! 🙋
    Sehuuun, sikap Kamu salah! *menurut Aku 😂. Itu ngebuat Hee-Ra makin benci sama Kamu.. Tapi makasih, ya, Kamu datang di waktu yg sangat tepat dan terlebih makasih ke Daniel 😚. 😂
    Keren, Kaaak.. Aku next, yaa ^^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s