Pain of Love (16) – QueenX

Pain of Love (16)

c1

Author

QUEENX

Genre : HURT

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

Sebelumnya di PAIN OF LOVE

 

Setelah kejadian dimana Jungkook tiba-tiba datang ke rumah Alice tanpa Alice tahu alasannya, sikap Jungkook pada Alice sedikit berubah. Setiap kali mata mereka bertemu, Jungkook yang dulu menatapnya dengan ekspresi menantang atau sekedar mengedipkan sebelah matanya pada Alice dengan bermaksud untuk menggoda, kini lebih memilih membuang mukanya. Jungkook juga hanya sekedar mengangguk, menggeleng atau menjawab dengan singkat segala pertanyaan yang Alice tuturkan padanya.

Hal ini jelas membuat Alice heran dan juga kesal, Jungkook sahabatnya mendadak berubah tanpa sebab. Ia juga menjadi merasa sedih, awalnya ia sempat berpikir, mungkin Jungkook akhirnya menyadari kalau Alice menyukainya dan mulai menjaga jarak dengan sahabatnya itu. Namun setelah itu ia membuang pemikiran itu jauh-jauh, mungkin Jungkook sedang tidak dalam mood yang bagus seperti biasanya. Namun meski begitu, Alice adalah orang pertama yang langsung tahu, apa yang membuat mood Jungkook memburuk.

Diam-diam Alice mengamati Jungkook yang sedang tertidur di sebelahnya. Mereka saat ini berada di perpustakaan sekolah, awalnya Jungkook menolak menemani Alice, namun akhirnya Alice merengek dan Jungkook bersedia menemaninya. Itu sebenarnya hanya alasan Alice saja agar bisa menemukan tempat yang sepi dan bisa ia manfaatkan untuk bertanya pada Jungkook apa masalahnya tanpa harus diketahui oleh orang banyak. Alice menutup buku bacaannya perlahan, jangan sampai Jungkook mendengarnya. Jungkook tidur dengan kepala yang ia taruh di meja dengan kedua tangan yang dilipat, wajahnya terkena terpaan cahaya matahari dari celah jendela yang terbuka agar udara segar bisa masuk, Alice kemudian mengangkat bukunya dan menghalau cahaya matahari agar tidak membiaskan cahayanya ke wajah Jungkook.

Alice tersenyum, saat berada di perpustakaan bersama Jungkook lah yang paling membuat Alice bahagia. Ia bisa mendapat kesempatan melihat Jungkook yang tertidur pulas dengan wajah bayinya yang sangat menggemaskan. Ia masih tidak percaya, bahwa Jungkook yang ada di hadapannya ini adalah si babi gempal yang sering dihina teman-temannya saat masih SMP dulu.

“Jungkook-ah. Kuharap kau tidak mendengarkanku saat ini.” bisik Alice, lirih.

“Jeon Jungkook, kalau saja kita tidak bersahabat, kalau saja…aku bukan siswa baru di kelasmu saat SMP dulu, kalau saja…aku tidak mengajakmu untuk berteman dan kalau saja kita dipertemukan saat kita duduk di bangku SMA. Apakah kita bisa berteman dan jadi sedekat ini? Sejujurnya, aku…aku senang kita bisa berteman, tapi…sebenarnya aku…aku…senang dan juga menyesali persahabatan ini.” bisiknya Alice lagi.

Tiba-tiba saja mata Jungkook terbuka, seolah tidurnya sejak tadi hanyalah pura-pura saja. Ya, Jungkook memang pura-pura tidur agar Alice tidak mengajaknya berbicara. Ia masih merasa malu dan salah tingkah, bukan bermaksud untuk menghindari Alice, mungkin kalau rasa malunya sudah hilang, ia akan kembali berinteraksi secara normal dengan Alice. Namun mendengar bisikan Alice barusan, membuat Jungkook tidak tahan dan langsung membuka kedua bola matanya yang sejak tadi ia pejamkan secara paksa.

“Mengapa kau menyesalinya?” tanya Jungkook lalu mengangkat kepalanya.

“K-kau…b-bukankah kau—”

“Jawab aku! Mengapa kau menyesali pertemanan kita? Jadi selama ini kau berteman denganku hanya sebuah kepura-puraan? Apakah karena kau merasa kasihan padaku yang tidak memiliki teman saat masih SMP dulu? Heol, aku seharusnya sudah menyadari itu sejak awal.” Jungkook mendadak menjadi geram dan berdiri dari duduknya.

“B-bukan begitu Jungkook-ah, maksudku bukan seperti itu.” Jawab Alice mencoba menahan tangisnya.

“LALU MAKSUDMU SEPERTI APA?!” pekik Jungkook yang membuat seisi perpustakaan melihat ke arahnya dan juga Alice.

“Maafkan kami.” Ucap Alice lalu menunduk meminta maaf.

Namun Jungkook langsung pergi meninggalkan Alice. Alice menggigit bibirnya dan kembali terduduk dan menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Maksud hati ingin mengutarakan perasaannya pada Jungkook yang sedang tertidur, kini malah menjadi kesalahpahaman.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

13 responses to “Pain of Love (16) – QueenX

  1. Hei kol jadi gini.
    Kookie ku kok jadi salah paham harusnya dia mendengarkan penjelasan Alice.
    Duh jangan bikin nyesek ih… semoga kookie nggak lama marahnya. huhuhu
    Keep fighting ^^

  2. Yaelah si kook kan alicenya blm selesai ngomong udh main narik kesimpulan aja
    mdah2an mreka berdua marahanx gak lama2
    dan cepat jadian 😀

  3. Lah lah lah kok jadi marahan ya, aduh jungkook jgn salah paham dulu lah, kamu hrs dengerin alice dulu
    Aduuuh greget banget deh sama mereka, heeeemm
    Ditunggu kelanjutannya author

  4. Coba jgn dlu bgn jk y..biar alice beresin dlu ngmng perasaan nya..jd salah paham kan..hmmmm..kalian2…

  5. Pingback: Pain of Love (17) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s