[CHAPTER 26] SALTED WOUND BY HEENA PARK

sw lagi

“Kau milikku, sudah kukatakan dari awal, bukan? Kau adalah milikku.”- Oh Se-Hun

.

A FanFiction 

by

Heena Park

.

SALTED WOUND’

.

Starring: Shin Hee Ra-Oh Se Hun-Kim Jong In

.

Romance–Action–Incest-Thriller–PG-15–Chaptered

.

Wattpad : Heena_Park

Facebook : Heena

Line@ : @fbo0434t

.

Notes : ff ini juga aku share di WATTPAD

.

.

Empat jam berlalu lambat, pikirannya kacau dan ketakutan. Kulitnya mulai memerah karena berkali-kali berusaha melepaskan diri dari ikatan Se-Hun. Jauh dalam hatinya berkecamuk kebencian akan apa yang dilakukan Se-Hun barusan. Sungguh, Hee-Ra tak mengerti setan apa yang marasuki jiwa Se-Hun hingga berlaku kasar padanya.

 

Pada kenyataannya semua pria sama saja, mengatakan sayang dan cinta namun pada akhirnya berlaku egois juga.

 

“Nona Shin?”

 

Hee-Ra memutar kepalanya, seorang pria tengah berdiri di ambang pintu sambil membawa nampan berisi makanan. Sebelum melanjutkan langkahnya, ia menutup dan mengunci pintu dengan rapat. Mungkin salah satu anak buah Se-Hun, pikir Hee-Ra.

 

Bolehkah Hee-Ra menangis dan memohon agar orang itu mau melepaskan ikatannya sekarang? Haruskah Hee-Ra melakukan itu? Ia benar-benar tersiksa dengan keadaan seperti ini.

 

Tanpa diduga, setelah meletakkan nampan di meja, pria tadi mulai melepaskan ikatan pada kedua tangan Hee-Ra sambil berucap, “Saya Park Young-Lee. Tuan menyuruh saya untuk melepas ikatan di tangan nona.”

 

Hee-Ra terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa.

 

“Beliau juga tidak memperbolehkan saya keluar kalau nona belum menghabiskan makanannya,” gumam pria itu yang sedetik kemudian memberikan sepiring nasi beserta lauk pauknya kepada Hee-Ra. “Makanlah, nona.”

 

Menyuruhnya makan? Setelah apa yang dilakukan tadi?

 

Oh shit!

 

Apa pria itu kehilangan akal sehatnya?

 

Bagaimana mungkin seseorang bisa bersikap seolah segalanya baik-baik saja setelah melakukan hal yang paling buruk?

 

Se-Hun harus pergi ke psikiater.

 

“Aku tidak akan memakannya.”

 

Hee-Ra memang keras kepala. Meskipun cacing di perutnya meronta dan merengek ingin sesendok makanan, bila hatinya tengah panas seperti sekarang, tentu hanya kekecewaan yang didapatkan.

 

Park Young-Lee tak menyerah, “Saya akan tetap di sini sampai nona mau memakannya.”

 

Ah sialan!

 

Hee-Ra tidak suka diatur-atur! Tunggu dulu, kenapa otaknya baru terpikir ide brilian ini? Seharusnya Park Young-Lee tahu alasan Se-Hun mengurungnya. Benar, Hee-Ra harus mendapatkan sedikit informasi mengenai rencana pria itu dan kemudian berusaha kabur.

 

“Baiklah, aku akan memakannya asal kau mau memberitahuku sesuatu.”

 

Park Young-Lee mengangguk. “Baiklah, nona.”

 

“Apa yang sebenarnya direncanakan Se-Hun? Kenapa dia mengurungku? Apa dia benar-benar ingin membunuhku dan telah merencanakan segalanya?”

 

Park Young-Lee tidak menunjukkan ekspresi terkejut, seolah telah menebak pertanyaan apa yang akan didapatkan. Ia tersenyum lembut.

 

“Tuan tidak pernah berencana untuk membunuh nona, beliau sangat mencintai dan berusaha melindungi nona.”

 

“Melindungi? Aku tidak butuh perlindungan darinya!” teriak Hee-Ra. Ia merasa Se-Hun terlalu berlebihan, ia baik-baik saja dan tak membutuhkan perlindungan bodoh yang terkesan menyiksa ini.

 

“Tidak, nona butuh perlindungan, nona hanya tidak mau mengakuinya.” Ia berhenti sebentar dan menghela napas panjang. “Wanita yang tadi hampir menyelakai nona, dia tidak akan berhenti begitu saja, makanya Tuan mengurung nona di sini, Tuan sangat takut bila sesuatu yang buruk terjadi pada nona.”

 

“Aku bisa melindungi diriku sendiri! Lagipula semua ini tak akan terjadi bila Se-Hun tak pernah menggangguku, bukan? Seharusnya pria itu sadar kalau dialah yang telah membawa bencana untukku!”

 

Park Young-Lee paham akan rasa marah yang  dirasakan Hee-Ra, mengingat betapa banyaknya musibah yang telah menimpa gadis itu selama beberapa waktu ini. Namun, apakah kesengsaraannya seimbang bila dibandingkan dengan Se-Hun?

 

“Tuan menyadarinya nona. Tuan bahkan sering menyalahkan diri sendiri, maka dari itu beliau bersikeras ingin melindungi nona, bahkan bila harus mempertaruhkan nyawanya sendiri.”

 

“Dia pria yang jahat!”

 

Park Young-Lee tidak menyetujui opini Hee-Ra yang hanya melihat dari satu sisi. Baiklah, tindakan selanjutnya yang akan dilakukan Park Young-Lee memang nekat dengan kemungkinan Se-Hun akan marah besar bila mengetahuinya, tapi Park Young-Lee tidak bisa tinggal diam jika gadis yang dicintai Tuannya ini salah paham.

 

“Sebenarnya saya tidak boleh menceritakan semua ini tapi saya pikir nona harus tahu kebenarannya.”

 

Kebenaran? Ayolah, apa mereka tengah bersandiwara?

 

Park Young-Lee bangkit dan berjalan ke arah jendela. Ia melepaskan pandangan ke halaman luas di balik kaca yang cukup kuat. “Saya telah mengenal Tuan sejak beliau berusia sepuluh tahun. Kala itu saya masih bekerja di tempat Tuan Oh Si-Wan.”

 

Hee-Ra yakin pernah mendengar nama Oh Si-Wan sebelumnya. Ia tidak ingat kapan, tapi nama itu terasa sangat familiar. Tunggu dulu, kalau diingat-ingat, bukankah Oh Si-Wan adalah mantan kekasih ibunya dulu? Ya, ayah kandung Se-Hun.

 

“Benar apa yang ada di pikiran nona. Oh Si-Wan adalah mantan kekasih sekaligus orang yang menghamili ibu nona tapi kedua orang tua ibu nona tidak menyetujui hubungan mereka dan menyuruh Tuan membawa anaknya pergi lalu menjodohkan ibu nona dengan orang lain. Sesungguhnya, beberapa hari setelah kelahirannya, bayi itu meninggal dan dia berjenis kelamin perempuan bukannya laki-laki. Ibu nona bahkan tidak mengetahui apa jenis kelamin anaknya, bukan?”

 

“Tidak mungkin!”

 

“Saya tidak memaksa nona untuk percaya, saya hanya ingin mengatakan kebenarannya. Mungkin nona juga tidak mengetahui hal ini, tapi alasan mengapa kedua orang tua ibu nona tidak menyetujui hubungan keduanya adalah karena Tuan merupakan anggota pembunuh bayaran layaknya Tuan Oh sekarang.”

 

Omong kosong macam apa ini? Apa dia berusaha membodohi Hee-Ra?

 

“Saat itu Tuan Oh masih berusia sepuluh tahun, dia dijual oleh orang tua kandungnya pada Bruce Waylon, salah satu teman Tuan Oh Si-Wan. Karena kebetulan marga mereka sama, jadi Bruce menitipkan Tuan Oh kecil di keluarga ini sekaligus sebagai pelipur lara atas meninggalnya putri Tuan Oh Si-Wan sepuluh tahun sebelumnya. Tuan Oh Si-Wan sangat mencintai putra angkatnya dan berniat membebaskan anak itu dari penjualan gila ini, ia tidak ingin anak itu berubah jahat dan menjadi pembunuh. Namun, niatnya diketahui oleh Bruce sehingga Bruce menembak mati Tuan Oh Si-Wan di depan putra angkatnya lalu membawa anak itu ke mansionnya, begitupula saya.”

 

Park Young-Lee berbalik, ia menatap Hee-Ra nanar. “Beberapa hari sebelum penembakan, Tuan Oh Si-Wan memberi mandat agar saya selalu menemani Tuan Oh Se-Hun ke manapun. Beliau bilang, anak angkatnya harus bebas dari organisasi yang mengejamkan ini, tetapi sampai sekarang saya tak pernah berhasil.”

 

Hee-Ra bimbang, logikanya menolak cerita Park Young-Lee tapi entah kenapa hatinya percaya. Ia bisa melihat kejujuran di mata pria berusia empat puluhan itu.

 

“Bruce mengajari Tuan Oh menjadi sosok yang kejam dan tak berperasaan bahkan sebelum usianya tujuh belas tahun. Sakit hati yang didera beliau sejak masih kecil seolah berkumpul dan menciptakan monster yang kejam dalam dirinya. Namun, semua perlahan berubah saat Tuan Oh bertemu nona. Awalnya memang Tuan Oh berencana membunuh nona karena tak sengaja melihat Tuan sedang membunuh kepala sekolah SMA nona dulu, beliau mencari informasi tentang keluarga nona dan seolah memang telah ditakdirkan, ibu nona memiliki hubungan dengan ayah angkatnya dulu. Tentu Tuan Oh tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengaku sebagai anggota keluarga kalian.”

 

Ya, Hee-Ra mengingatnya. Saat Se-Hun dengan kejamnya membunuh sang kepala sekolah dengan kedua tangannya sendiri. Ia bahkan memotong lengan kanan pria berusia lima puluh tahunan itu. Hee-Ra hampir kehilangan kesadaran kala itu, namun ia memilih untuk memaksakan diri dan langsung berlari begitu Se-Hun menyadari kehadirannya.

 

“Tuan frustasi karena terus-terusan gagal saat berusaha membunuh nona, sampai akhirnya perasaan itu berubah. Tuan jatuh cinta dengan nona tanpa bisa diatur dan perlahan beliau melunak. Tidak lagi mengedepankan egonya, melainkan nona. Tuan rela melakukan apapun untuk nona meskipun berkali-kali nona menolaknya.”

 

Hee-Ra terdiam. Cerita Park Young-Lee membuat dadanya sesak. Ia tak menyangka dalam diri Se-Hun yang kelihatan gigih dan berhati batu rupanya memiliki luka mendalam.

 

Setetes air mata meluncur begitu saja membasahi pipi Hee-Ra. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Se-Hun yang dijual oleh orang tuanya sendiri, ia juga tidak sanggup membayangkan betapa sakitnya saat Se-Hun berkali-kali ia tolak dulu. Namun, pria itu tak pernah menyerah dan terus melindunginya meski harus mempertaruhkan nyawa.

 

Ya, benar. Bahkan tadi dialah yang menyelamatkan nyawa Hee-Ra. Dialah yang selalu ada untuk Hee-Ra saat senang maupun susah. Bodoh! Kenapa Hee-Ra baru menyadarinya? Kenapa ia tak pernah peka dan terus menutup mata?

 

Tapi…

 

Kalau saja Se-Hun menceritakan apa yang terjadi padanya, Hee-Ra tak mungkin semarah tadi. Se-Hun tidak bersalah, semua ini karena pengaruh buruk Bruce Waylon dan ayahnya yang jahat itu. Kalau saja dulu Se-Hun tidak dijual, pasti dia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Hee-Ra tak bisa tinggal diam. Ia tidak ingin Se-Hun terus menjadi buronan. Bagaimanapun, ia akan membantu Se-Hun keluar dari organisasi jahat itu.

 

 

 

 

 

 

“Kaupikir aku bisa dibodohi?!” Elliot menggertak sambil memukul meja di hadapannya. Ia memang seorang atasan  divisi agen rahasia. Namun, temperament-nya kadang cukup buruk, terutama bila menyangkut keselamatan banyak orang.

 

Rahangnya menegas. “Apa aku kelihatan berbohong? Sudah kukatakan aku hanya anggota yang melakukan tugas! Aku tidak tahu siapa bos Seven Second!” balas Se-Hun tak mau kalah.

 

“Sialan. Seharusnya aku langsung memenjarakanmu saja kemarin!”

 

Se-Hun mendecih, “Lakukan saja sekarang. Lagipula aku tak akan bisa melarikan diri.”

 

Memenjarakan seorang penjahat memang pilihan terbaik, tapi kalau dipikir-pikir penjahat yang sebenarnya adalah Royce karena telah menjual putranya sendiri untuk masuk ke lubang kejahatan.

 

Elliot menggeleng, ia menarik kursi dan duduk di depan Se-Hun yang menatapnya penuh kebencian. Ada kecemasan dalam diri pria itu. Bukan cemas pada dirinya sendiri, melainkan orang lain. Elliot melihat Se-Hun menerawang beberapa kali, mungkinkah ia sedang menyembunyikan sesuatu?

 

“Apa yang kau sembunyikan? Katakan padaku sesuatu yang menimpamu.”

 

Membayangkan kejadian saat Hee-Ra tengah ditawan Jasmine membuatnya ketakutan setengah mati bila gadis itu tak terselamatkan. Se-Hun berpikir, mungkinkah menceritakan hal itu pada Elliot bisa menjadi perlindungan tersendiri bagi Hee-Ra? Maksudku, mungkin saja Elliot mau melakukan sesuatu yang bisa mengamankan Hee-Ra.

 

“Adikku sempat ditahan oleh salah satu anggota Second Seven. Ia hampir terbunuh karenanya. Aku takut orang itu tidak menyerah dan terus berusaha membunuh adikku.”

 

Elliot menaikkan salah satu alisnya. “Apa kau membunuh anggota keluarganya sehingga dia menuntut balas dengan berusaha menyakiti adikmu? Jika iya, maka seharusnya kaulah yang mati.”

 

“Dia… terobsesi padaku.” Se-Hun menajamkan pandangannya.

 

Elliot terdiam selama beberapa detik, masalah Se-Hun bisa dijadikan senjata baginya. Ujung bibirnya ditarik hingga muncul senyuman penuh arti. “Aku bisa mengamankan adikmu asal kau berjanji akan mendapatkan apa yang kuinginkan.”

 

Se-Hun paham bila Elliot tengah berusaha memerasnya walau menawarkan perlindungan untuk Hee-Ra. Tapi baiklah, setidaknya berada di bawah pengawasan agen rahasia akan lebih menjamin keselamatan daripada terkurung dalam kamar.

 

“Apa maumu? Aku akan mendapatkannya.”

 

Well,” Elliot mengusap rambutnya ke belakang, “dapatkan sususan anggota Second Seven mulai dari ketua sampai yang terakhir dan juga alamat markas utama organisasi. Aku berjanji adikmu akan terus aman, bawa dia kepadaku besok.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejak mendengar segalanya dari Park Young-Lee, Hee-Ra tak bisa berhenti memikirkan Se-Hun. Ia memaksa untuk menunggu pria itu pulang meski jam telah menunjukkan pukul sebelas malam.

 

Entah sudah berapa kali ia berjalan bolak-balik seperti itu. Se-Hun juga tidak bisa dihubungi, sementara Jong-In tak berhenti mengirim pesan padanya. Ya, Hee-Ra paham kalau Jong-In pasti khawatir pada keadaannya sekarang karena tak memberi kabar sama sekali, tapi sungguh, Hee-Ra sedang tidak memiliki waktu untuk memikirkan hubungan percintaan mereka.

 

Egois memang, tapi ini nyata. Hee-Ra tak bisa membohongi perasaannya sendiri karena rupanya Se-Hun jauh lebih berharga baginya.

 

Sampai akhirnya Se-Hun melangkahkan kaki masuk ke rumah dengan wajah penuh gurat lelah, Hee-Ra termangu. Ditatapnya Se-Hun dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bajunya tidak rapi, ada beberapa noda di lengan juga bahu.

 

Ingin rasanya Hee-Ra berlari dan memukul kepala Se-Hun kencang-kencang lalu mengumpat, tak bisakah dia berhenti? Tak bisakah pria itu mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri?

 

Ia berlari kecil menghampiri Se-Hun yang  tak memberikan respon apapun selain terdiam, kemudian Hee-Ra menamparnya cukup keras hingga Se-Hun hampir terjatuh.

 

“Bodoh! Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau tidak berusaha kabur dari organisasi seperti itu? Kenapa kau membiarkan dirimu berada dalam bahaya? Apa kau sudah gila!”

 

Se-Hun tidak melawan, ia tahu keputusan paling bodoh yang pernah dilakukannya adalah tetap bertahan dalam organisasi paling kejam di dunia ini. Ia tidak pernah memikirkan masa depannya dulu, yang ada dalam otaknya hanya bertahan hidup sampai mati.

 

Hee-Ra menangkup kedua pipi Se-Hun, tangisan yang tadi sempat ditahan keluar begitu saja. Tentu saja, gadis mana yang tidak menangis bila melihat orang yang dicintainya berada dalam bahaya selama bertahun-tahun?

 

“Aku mohon keluarlah, aku mohon… kalau tidak bisa… kalau tidak bisa kita lari. Aku akan menemanimu ke manapun, tapi kumohon jangan hidup di bawah organisasi itu lagi,” suaranya tersendat-sendat akibat tangisan yang semakin kuat.

 

Gerak-gerik Hee-Ra mengatakan kalau ia sudah mengetahui segalanya yang selama ini disembunyikan Se-Hun. Itu berarti Park Young-Lee lah pelakunya. Jujur, Se-Hun marah! Sudah berkali-kali ia mengingatkan agar Park Young-Lee tidak mengungkit masa lalunya pada Hee-Ra, tapi kenapa pria itu malah menceritakan semuanya?

 

“Tidak, kau tidak boleh marah pada Tuan Park!” Seolah tahu bila Se-Hun kemungkinan akan mengamuk pada Park Young-Lee, Hee-Ra berusaha mengantisipasi. “Seharusnya kau berterima kasih padanya! Kaupikir aku senang terus-terusan dibohongi? Kaupikir tidak menyakitkan saat melihatmu berkorban terus-menerus sementara aku membencimu? Kaupikir… kaupikir aku tidak terluka melihatmu seperti itu?”

 

Tidak…

 

Jangan menangis Oh Se-Hun…

 

Kau adalah seorang pria…

 

Hatimu sekuat besi…

 

Kau tidak boleh menangi—dan pertahanannyapun hancur.

 

Se-Hun tersungkur di lantai, tangisannya pecah begitu teringat akan masa lalu kelam yang telah menjerumuskannya dalam dunia penuh kekejaman. Ia teringat rasa sakit hati yang begitu besar kala sang ayah selalu membenci dan berlaku kasar seolah Se-Hun bukanlah manusia melainkan sampah belaka. Ia sakit hati saat teringat bagaimana ayahnya menyeret dan melemparkan Se-Hun di bawah kaki Bruce kala itu, bagaimana ayahnya mengatakan bahwa Se-Hun tidak pernah diharapkan untuk lahir di dunia.

 

“Maafkan aku… maafkan aku…”

 

Tidak ada musim dingin yang terus bertahan tanpa tergantikan oleh musim semi, begitu pula hidup. Hee-Ra yakin Se-Hun tak akan terus menderita karena perbuatan ayahnya di masa lalu.

 

“Kau tidak bersalah,” ujarnya sambil menenggelamkan Se-Hun dalam pelukannya. Tangan kanannya mengusap lembut rambut Se-Hun penuh kasih sayang, berusaha menenangkan pria itu. “Berjanjilah untuk melarikan diri, aku akan selalu bersamamu, aku akan selalu menemani langkahmu.” Hee-Ra melonggarkan pelukannya dan menatap kedua mata Se-Hun dalam-dalam. “Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, Oh Se-Hun. Aku akan membantumu meski harus mempertaruhkan nyawaku seperti apa yang telah kau lakukan selama ini.”

 

 

 

TO BE CONTINUED

 

 

 

 

Advertisements

38 responses to “[CHAPTER 26] SALTED WOUND BY HEENA PARK

  1. What…!!! Terkejut-kejut baca part ini! Ga nyangka Heera udh dikasih tau yg sbnrnya…. dan berharap mulai sekarang Heera ga pernah lagi membenci Sehun.. hmmm.. sprtinya malah perasaan Heera ke Sehun bkalan lbih dalam… huhu…. Terharu pas Heera ngajak Sehun kabur n dy janji bkln nemenin Sehun… klau begini ceritanya kan sehun bkln damai bisa sll ditemani dg org yg dia sayang. Tp kasian Jongin ya…. yah yah yah aku ga ngerti ini bkln jadi kaya gimana ceritanya 😂 tapi klo lihat dendam n sakit hati sehun sprtinua dy ga akan pernah mau maafin ayahnya.. wuih…. g nyangka Heena update cpet deh… ciye yg ud llus SMA…. 😆 congrats ya…. 😄😄😄

  2. Akhir nya heera tw yg sbnr nya…seneng bgt ternyata park young lee yg jd bisa mgelurusin smua keraguan heera ma sehun…ternyata seperti itu crt nya..sehun emang bnr2 sayang bgt lah ma heera…

  3. Pertama-tama aku mau ngucapin thanks to you un karna udah fast update.then aku seneng banget bacanya ini,sebetulnya keadaannya ga mendukung tapi entah knp ngeliat mereka yang kayak gitu malah rasanya so sweet banget.disaat keadaan mereka saling membutuhkan dan kepingin saling melindungi ciat ciatttt fighting un buat nulisnya ditunggu yaaa fast update please ❤❤❤

  4. huaaaaaa😭😭😭 sedih, gelisah, mrsa bego sndri, khwatir,,, galau ah bca chap yg ini,, sungguh ribet bgt khidupnny sehun,, tumben cpt apdetnya thor?

  5. Heera sudah jatuh cinta sama sehun. Sehun jaga terus heera ya, jangan biarkan jasmine atau orang-orang dari organisasi-mu menyakiti heera. Semuanya makin seru tapi gimana nasib jongin ya ? Jongin yang malang

  6. Wah…update nya lebih cepat..chapter ini gak kalah sweet dr chap” sblmnya..heera kan mw bawa sehun kabur, tpi bagaimanapun mereka akan tetap nemuin sehun heera jaringan mereka kan luas..

  7. oke aku berterimakasih krena uupdate cepet… aku minta maaf krena ak udh jd silent readers slama ini… izinkan ak komen di chapter lain~ hwaiting!

  8. Yesek banget rasanya. Disaat cinta bersatu, tapi wanitanya soalah sudah menjafi jaminan keselamatan mereka berdua. Meski itu untuk kramanan dan keselamatan mereka juga

  9. Huaaa sehun heera… Nyesek bgt saat sehun nangis, kasihan sehun harus menjalani kehidupan yg kelam

  10. Hah………aduh…..siapa jugay ga merasa kasian sama sehun kalo menyedihkan sekali kisah hidup dimasa lampaunya…
    hah heera y kamu lakukan itu bnr2 sangat memukau hahahahha 😃😃😃😃😃 hah….sehun akhirnya bisa menangis juga.

  11. Terbongkar…
    Terkuak sudah
    Rahasia yg paling dlm..yg sdh terpendam lama

    Sedih bangeeeet..tpi legggaaaa
    Akhirnya heera mengerti..heera pahaam.
    Dan heera akn ttp mncintai sehun..dulu..srkarang..dan slamanya

    Ayo hadapi bersama sama

  12. Uwaaa so sweet thor heera ngajak sehun kabur ☺️ Seneng sama chap iniiii akhirnya heera tau yg sebenernya huhu setelah sekian lama sehun slalu dibenci sm dia smoga heera dan sehun happy end tp gimana ya pas sehun ketemu bapaknya 😂 Ga sabar udah nunggu chapt selanjutnya
    Sebelumnya big thanks buat km thor yg updatenya cepet banget 😁 Yg mengerti akan rasa penasaran reader setia km hehe
    Semangat chap selanjutnya sangat dinantikan 💪

  13. Terharuuuuuu 😭😭
    Sudah sedalam itu cinta heera ke sehun,,, sekarang tinggal membasmi(?) masalah diantara mereka barulah mereka bisa bahagia. Tetap semangat melarikan diri hun! Ekspresi heera saat tau masa lalu sehun sdh terungkap. Tinggal menunggu waktu sehun tau siapa royce sebenarnya hehe

  14. Uhh.. Seneng deh kalo update nya cepet. Dan makin seneng, ternyata hee ra bener-bener udah nerima + terbuka sama sehun. Sedikit terharu sih tadi pas park young lee cerita asal-usulnya sehun, sampe buat hee ra terharu.

    D tunggu nextnyayaa

  15. Ini masalahnya pelik, tapi mulai ada titik terang hahahhaha. Mungkin bentar lagi Sehun bisa bebas dari organisasi. Haaah semangat ya dindoooo

  16. sedih banget 😭😭😭 akhirnya heera tau kebenaran tentang sehun. semoga kedepan y lebih baik lah

  17. Mewekkan jadinya😭😭…
    Akhirnya terbongkar sudah,…
    Ehh.. Tapi kalo nanti Heera beneran bawa Sehun kabur gak bakalan bisa dong? Kan udah dipasangin alat itu yang dilengan Sehun itu.. Gak tau namanya…
    Tapi gapapalah, yang penting Sehun & Heera selaku bersama sama. Asikk
    Oke, lanjut kak.. Aku tunggu update an next chapternya..

  18. Ko sedih 😥😥 heera sama sehun sweet banget siii. Mereka mau kabur pun ga bisa 😦 seharusnya sehun ga nyerahin heera smaa elliot itu 😔 si jasmine nih yaa ganggu aja 😌😔 next nexttt, aku tungggguuu

  19. Akhirnya hee ra tau semuanya tentang sehun, semoga ke depan hidup mereka lebih baik. Nggak yakin juga kalo yasmin bakal nyerah, dia pasti tetep ngincer hee ra.
    Buat author semangat bikin next chap ya 😁

  20. Akhir nyaaa sampe juga part dimana heera tau latar belakang sehun …
    Maaf yaa thor selama ini aku jadi silent rider , bingung mau komen apa . Ff nya keren bgt soal nya , banyak bgt misteri nya dan selalu bikin tegang buat nunggu lanjutan nya .
    Lanjut next chapter yaaaa

  21. Ouhhh so suit.
    akhir nya..ini yg ditungu

    pagi2 bc ini buat baper…😤😣😣😣😣😣😃😃😃next lanjut lg..bnyakin momen mereka lg.

  22. uwawawawawawww
    aduh heera sudah melupakan jongin gitu aja. oke kalau fakranya sehun bukan saudara yodah lah ku restui kalian jadi pasangan #apasih trus gimana ama jongin sama aku aja ya kakak jangan dibikin jomblo jongininnya kasian malu sama anu aw aw aw:v asistennya cepu ya wkwkk aku tau ini updatenya cepet tapi aku baru semepet baca sekarang rasanya ga enak nahan baca mulu:v aku tunggu next chapternya ah tapi kakak aku pengen heera sama jongin masa:3

  23. akhirnya heera tau yang sebenarnya.jadi nanti kalau sehun beneran jadi sama heera.jongin gimana dong??? T.T semoga happy ending ya chingu T.T

  24. OMG!!! hal yang tak terduga, akhirnya Heera tau kebenarannya dan akhirnya aku juga tau alasan Sehun masuk ke keluarganya Heera.
    Next next next!❤

  25. Akhirnyaaaa heera uda tau semuanyaaaa. Gini kan enak gaada benci bencian lagii
    Semogaaa happy endinggg

  26. Kasian bgt Oh Si-Wan :(.
    “Tuan frustasi karena terus-terusan gagal saat berusaha membunuh nona,…”, Sehun perah coba bunuh Hee-Ra? Gimana percobaannyaa? 😮
    Aku lebih nge feel lagi yg iniiii… Daebak bgt, Kaaak 😍😍😍… Akirnyaaa 💨 Aku seneng bgt, karena Hee-Ra sadar akan semua perasaannyaa 😊. Dan akhirnya, Aku paham semua cara Sehun… Jeongmal Gomawo, asisten Sehun *lupa namanya 😁.
    Aku lanjut baca ya, Kaaak 😉.

  27. Oohh Jadi sehun bener bener gaada hubungan darah sama heera kan?
    Kasian banget sih sehun… untung heera ga lanjut benci.. #TeamHunRa !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s