“EX – Who’s My Trouble” by Arni Kyo

1 EX - Who's Most Trouble

Tittle                : EX – Who’s Most Trouble?

Author             : Lee Arni a.k.a Kyo

Main cast         :

  • Lu Han
  • Park Yeon Sung (OC)

Other               :

  • Find by yourself

Genre              : Romance, School Life, NC- (?)

Length             : Chaptered

Annyeong~

So sorry for unknown word, same place or story line. But this Fanfiction under copyright.

oOoOo

“Lu Han!!!”. teriak sang guru. Siswa yang ia teriaki dengan cepat menuju pintu keluar di belakang kelas. “mau kemana kau?! Tidak sopan! Kembali kau!”. Teriak Guru Oh itu lagi.

Lu Han menoleh dan tersenyum genit pada Guru Oh. “ke toilet. Kenapa? Saem ingin ikut? Mungkin kita bisa ‘bermain’ sebentar disana”.

Guru Oh menganga. Bagaimana bisa murid nya berkata seperti itu? Menggoda guru nya yang sudah menikah ini. Sangat kurang ajar.

“yya!! Berhenti kau bocah kurang ajar!’. Cercah Guru Oh.

Jelas-jelas Lu Han berbohong jika ingin ke toilet. Tapi percuma. Pria tampan berwajah malaikat bersifat iblis itu telah melesat meninggalkan kelas.

Mata sipit Min Seok seakan tak ingin terbuka, sebelum suara nyaring Guru Oh yang meneriaki Lu Han mengganggu tidur nya saja. Lalu Baek Hyun yang memilih untuk memasang earphone nya.

Siswa badung itu benar-benar merepotkan. Selalu berulah sesuka hatinya. Meninggalkan jam pelajaran yang membuatnya bosan. Tidur dikelas. Tidak mengikuti pelajaran olahraga. Merokok digudang belakang. Lalu banyak lagi hal gila yang ia lakukan.

Benar saja. Lu Han tak pergi ke toilet melainkan ke tempat favorite nya. Gudang belakang sekolah. Persetan dengan urband legend yang mengatakan tempat ini berhantu. Lu Han hanya ingin menghisap rokoknya.

Ia mengeluarkan benda petak dari dalam saku celana. Sebungkus rokok. Lalu meletakan sepuntung rokok ke sudut bibirnya. Sementara tangannya meraba-raba tubuhnya sendiri. Mencari sebuah pemantik.

Plukk.

Pemantik itu terjatuh dari dalam saku celananya.

“ah, sial”. Umpat Lu Han yang terpaksa harus memungut pemantik itu dilantai berdebu. Lu Han membungkuk mengambil pemantiknya.

Lalu telinga Lu Han tak sengaja mendengar suara aneh. Suara? Hey, bukankah semua murid sedang berada dikelas mereka? Murid mana yang lebih badung darinya? Yang berani meninggalkan jam pelajaran.

Oh – Lu Han merasa tersaingi.

Dan suara aneh itu? Hantu? Tidak. Itu bukan suara hantu, melainkan decakan dan desahan lebih tepatnya. Hantu mana yang bisa mendesah? Apa mungkin hantu yang mati diperkosa? Pikir Lu Han.

“pasti murid yang sedang menonton blue film”. Terka Lu Han.

Dengan sengaja, ia mencoba mengintip. Suara itu tepatnya berasal dari balik lemari penyimpanan perlengkapan olahraga ini. Sekali ini terkaan Lu Han salah.

Bukan orang yang tengah menonton blue film. Tapi eeerr mereka lah pemeran blue film nya. Sepasang kekasih yang tengah bercumbu disana. Lu Han menarik sudut bibirnya. Ia tersenyum menyeringai.

Sementara kedua orang itu belum menyadari kehadiran Lu Han. dengan santai, Lu Han mengisap rokoknya.

“wah, wah, permainan kalian semakin panas saja”. Lu Han akhirnya berujar.

Kedua orang itu menghentikan aktivitasnya. Sang pria yang sedari tadi membelakangi Lu Han, kini menoleh pada Lu Han. ia sedikit panik. Berbeda dengan si gadis. Gadis itu mengatupkan kaki nya yang tadi mengangkang.

“apa yang kau lakukan disini, Lu?”. Tanya gadis itu dengan sinis.

“aku? Tidak ada. Hanya ber-patroli dan tak sengaja menemukanmu disini. Bersama –“. Lu Han menggantung perkataannya, kemudian melirik si pria yang bersama gadis tadi. “adik kelas?”.

chagiya ~ sebaiknya kita pindah ke tempat lain”. Ajak pria berhidung mancung itu. Cheon Jung Kook. Anak kelas 1-C yang tadi bercumbu dengan gadis bermata besar itu.

Park Yeon Sung. Gadis itu mengangkat tangan kanan nya. “sudah cukup untuk hari ini, honey”. Yeon Sung pun memasang kembali kancing kemeja pria itu. “kembali lah ke kelas mu, aku harus menyelesaikan urusan ku dengan tukang patroli ini”.

“baiklah, nanti malam kita jadi pergi kan?”.

Yeon Sung mengangguk cepat. Satu kecupan lagi untuk membuat bocah ini benar-benar pergi. Namun sebelum pergi, Jung Kook memberikan tatapan sinis pada Lu Han.

well… tak kusangka seorang Yeon Sung menyukai pria muda. Ah – ternyata kau sangat haus belaian ya?”. Cercah Lu Han.

“jangan mengurusiku Tuan Lu. Sebaiknya kau kembali ke kelas mu saja”.

Lu Han melemparkan puntung rokoknya ke lantai. Menyinjak puntung rokok itu hingga tak berbentuk. Pria berwajah tampan itu berjalan mendekati Yeon Sung. “bagaimana rasanya berciuman dengan pria yang lebih muda darimu?”.

Jarak mereka sangat dekat. Bahkan mereka bisa merasakan napas mereka saling bertemu. Lu Han mendekatkan wajahnya ke leher mulus milik Yeon Sung. Ada beberapa jejak kemerahan disana.

“pasti dia sangat agresif, bukan? Wah, kau benar-benar player ya sekarang?”. Ujar Lu Han lagi.

Yeon Sung menarik sebelah sudut bibirnya. “kalau ya, memangnya kenapa? Itu juga bukan urusanmu”. Jawab Yeon Sung dengan nada menantang. Bahkan mimik wajah nya pun menantang. Ia melipat tangannya dibawah dada.

“aku bisa saja melaporkan mu pada kepala sekolah”.

“aku juga bisa melaporkan mu pada kepala sekolah. Kau tahu Lu, aku sangat bosan melihat wajahmu”.

Lu Han menjauhkan tubuhnya dari Yeon Sung. Hanya beberapa centi saja. Lalu tanpa izin ia mengaitkan kancing baju seragam Yeon Sung yang terbuka dibagian atasnya. Tentu Lu Han dapat melihat dengan jelas, belahan dada gadis itu.

“agaknya aku salah mengatakan bocah itu agresif? Ia hanya membuka 2 kancing bajumu? Huh?”. Ejek Lu Han.

“karena kau datang dan mengganggu ‘permainan’ orang!”.

“kau terlalu tebal memakai tambalan dada, Yeon’ah”.

“yya! Aku tak marah kau melihatnya, bukan untuk mendapatkan ejekan darimu. Lagipula siapa yang menggunakan tambalan dada?!”. Amuk Yeon Sung.

Lu Han terkekeh penuh kemenangan. Sangat mudah membuat gadis ini naik pitan. Cukup ejek saja apa yang ada di tubuhnya. Ia sangat tak suka jika ada yang mengatakan apa yang ia miliki tidak bagus.

Oh – lihatlah. Nona Park ini sangat sempurna. Berwajah chubby dan dagu lancip. Matanya besar  dengan eyelid yang melengkung indah. Hidungnya mancung juga bibir berry sexy nya itu. Lalu tubuhnya yang langsing dengan tinggi tak lebih dari 160 cm.

Ia seperti boneka.

“kalau begitu tunjukan padaku”.

Wajah Yeon Sung mendadak merah padam mendengar ucapan eeemm lebih tepatnya permintaan Lu Han. yang benar saja, pria ini memintanya untuk menunjuknya benda yang bersemayam di balik bra putih berenda miliknya?

“dasar mesum!”.

“apa katamu? Mesum? Kau juga sama mesumnya denganku!”.

Yeon Sung memutar bola matanya. “tapi aku tak memintamu untuk menunjukkan –“. Yeon Sung menghentikan kata-katanya. Entahlah – sepertinya syaraf matanya sedikit terganggu hingga ia dengan tak sengaja melirik ke bagian bawah Lu Han.

“apa? Mengapa tak melanjutkan perkataanmu, huh?”.

“ah, sudahlah lupakan. Aku malas berdebat denganmu”. Yeon Sung turun dari atas meja. Merapikan seragamnya yang sedikit kusut karena ‘bermain’ dengan Jung Kook tadi.

“cih. Sok jual mahal”. Gumam Lu Han. Yeon Sung tak menghiraukan perkataan pria itu. Buang waktu saja, pikirnya. “hey, Yeon’ah, kapan-kapan kau harus mencoba bermain denganku”. Teriak Lu Han sebelum Yeon Sung benar-benar meninggalkan gudang.

Lu Han merebahkan tubuhnya diatas shofa lusuh. Tak ada perabot berharga ditempat ini. ya, tentu saja ini bukan rumahnya. Hanya sebuah markas kecil yang sudah ditempati oleh dirinya dan anggota gank nya yang lain.

Pria itu mencoba memejamkan matanya. Menjadikan tangannya sebagai bantal.

1 detik…

2 detik…

Matanya kembali terbuka. Aneh sekali, biasanya setelah menghabiskan beberapa botol beer, ia akan tertidur.

“kau terlalu tebal memakai tambalan dada, Yeon’ah”.

“yya! Aku tak marah kau melihatnya, bukan untuk mendapatkan ejekan darimu. Lagipula siapa yang menggunakan tambalan dada?!”.

Sepenggal dialog singkat antara dirinya dan Yeon Sung tadi di gudang sekolah, ya, ia tak bisa melupakan pemandangan yang mungkin dengan sengaja disuguhkan oleh gadis itu.

“cih. Brengsek, gadis macam apa dia? Apa dia mencoba menggodaku dengan menunjukan belahan bodoh itu”.

Klek!

Pintu terbuka, seorang pria berwajah imut masuk ke markas itu. Byun Baek Hyun. Wajahnya sedikit kusut, tapi tak mengurangi kadar keimutannya.

“hoi, Lu. Guru Oh mencarimu seharian ini”. Lantas Baek Hyun duduk di seberang Lu Han.

Lu Han tersenyum menyeringai. “apa benar ia sangat menginginkanku? Cih”.

“kau tidak waras ya. Jangan mengganggunya. Kudengar suaminya adalah seorang hakim”. Ucap Baek Hyun.

Memang Lu Han tidak waras. Ia sudah sangat tidak waras karena menggoda Guru nya sendiri. Jangan mengira jika Lu Han hanya menggoda, ia bahkan pernah mengintip Guru Oh yang tengah mengganti pakaian.

Hanya untuk bersenang-senang. Sesungguhnya seorang Lu Han tak pernah merasa tertarik untuk mencintai perempuan.

Hanya tertarik untuk sekedar ‘bermain’ dengan mereka.

“lalu apa peduli ku? Sekalipun suaminya adalah presiden. Aku tidak peduli”.

Yeah ~ Lu Han mulai mengkhayalan body S line Guru Oh. Mata besarnya yang indah, pipi chubby, dan bibir berry nya. Oh – tunggu. Lu Han salah merekam khayalannya. Tidak, tidak. Benar, gadis yang ia bayangkan adalah Guru Oh.

“hey, Baek, kau tahu Yeon Sung kan?”.

“Yeon Sung? Ya, aku tahu. Ia sainganmu kan? Ku dengar ia seorang player”.

“menurutku ia mirip dengan Guru Oh”.

Baek Hyun hamper saja tersedak soda yang ia minum. Lu Han menatap sahabatnya itu dengan wajah tanpa dosa. “kau memang brengsek Lu, kurasa kepala mu sudah dipenuhi oleh bayangan Guru Oh”.

“aku bersungguh-sungguh”. Lu Han tak mau kalah. Ia bahkan melempari Baek Hyun dengan kulit kacang.

“memangnya kau mengenal Yeon Sung dengan sangat baik, Lu? Kenapa kau bisa beranggapan jika gadis itu mirip dengan Guru Oh?”.

Lu Han menggaruk tengkuknya. Mengenal dengan baik? Apa mungkin? Tapi dari sikap keduanya tadi, seperti nya tidak baik. “tidak. Hanya saja, tadi aku tidak sengaja memergokinya sedang ‘bermain’ digudang belakang”.

Lagi – Lu Han teringat dengan pemandangan yang bagi orang lain tidak mengenakan itu. Lu Han bukan bersyukur telah melihat kejadian itu, tapi ia juga tak mengutuk matanya yang menjadi kamera perekam lalu otaknya sebagai memori perekam.

Ia hanya – menjadi merasa tertarik –lagi– pada gadis itu.

“kau mengintip? Atau kau lah yang ‘bermain’ dengannya?”. Goda Baek Hyun.

Ia tahu benar bagaimana Lu Han. Pria itu adalah player kelas kakap. Bisa saja ia berbohong dengan perkataannya.

“aish… aku tidak semudah itu untuk ditaklukan hanya oleh seorang Yeon Sung”.

Guru Oh sibuk mondar-mandir dihadapan Yeon Sung. Salah satu murid nya yang tergolong murid badung. Mata gadis bersurai bermerahan itu mengikuti langkah guru nya.

saem, tidak bisakah kau duduk saja. disini ada banyak kursi”. Suruh nya.

Oh – sungguh! Ia tak Nampak seperti murid yang berbicara pada gurunya.

“apa katamu? Yeon Sung, tidak bisakah kau bersikap sedikit sopan?”.

“menurutku itu sudah cukup sopan. Hey, bukankah aku menyuruhmu duduk. Lihatlah betapa baik hatinya Nona Yeon ini”.

Pletakk!

Sebuah jitakan mendarat di pucuk kepala Yeon Sung. Ya, tentu saja Guru Oh yang melakukan itu. Kali ini kenakalan apa lagi yang dilakukan oleh Yeon Sung? Murid kesayangan kepala sekolah ini.

Nona Park itu mendengus kesal sembari mengusap kepalanya yang habis dijadikan sasaran jitakan. “kenapa kau menjitakku?”.

“Yeon’ah, bisakah sehari saja kau tidak membuat masalah?”.

“aku bosan jika hanya diam. Dan – apa salahnya jika aku memanjangkan kaki ku?”.

Yeon Sung pun mempraktekan apa yang ia sebut dengan ‘memanjangkan kaki’. Yaa – yang membuat seorang siswi tingkat 1 tersandung kaki nya. Guru muda itu –Oh So Yeon– mengeluh frustasi. Entah bagaimana siswi berwajah polos ini sangat gemar menjahili siswi lainnya.

Dia dan anggota kelompoknya itu. Wu Mi Ya dan Rin Ayumi.

“ia hanya tersandung dan jatuh. Itu bukan kejahatan yang parah menurutku”.

“kaki nya memar, kau tahu itu?”.

“ya, aku tahu itu. Terkadang aku mendapatkan luka yang lebih dari itu. Dasar dia saja yang cengeng”.

Drrrt… drrrrt…

Yeon Sung mengeluarkan benda yang bergetar dari dalam saku rok nya. “saem, bisakah kita bicarakan ini nanti saja dirumah? Aku masih ada urusan. Ohya, aku akan pulang terlambat. Bye”.

Guru Oh tak tahu harus bagaimana lagi berbicara dengan Nona Park ini. memarahinya dengan keras? Tak mungkin. Belum lagi, ia harus mendapatkan Lu Han dan menjewer telinga pria itu karena kabur dari jam pelajarannya.

Entah apa sebenarnya yang ada didalam pikirannya. Yang ia inginkan adalah mencoba semua bibir pria yang dekat dengan nya. Apa ia maniak? Tidak. Ia hanya ingin mencari sesuatu yang telah hilang.

“Yeon’ah, kau melamun?”.

Yeon Sung tersadar jika saat ini ia sudah berada di diskotik. Ia terlalu focus pada satu hal hingga ia tidak sadar jika tadi Min Suga tengah menciuminya. “tidak, aku hanya eemm bosan”. Jawab Yeon Sung.

Bohong besar. Diskotik adalah salah satu tempat yang tak bosan dikunjungi oleh Yeon Sung, selain pantai. Gadis ini sangat mencintai music yang memekakan telinga dan alcohol.

“mau minum?”. Tawar Suga sembari menyodorkan segelas penuh beer pada gadis nya.

“tidak, aku menginginkanmu”. Goda Yeon Sung. Lantas ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang pria itu.

Lalu siapa yang akan peduli dengan adegan selanjutnya? Karena ini adalah tempat yang paling bebas untuk melakukan apapun, apalagi hanya bercinta bukan?

Dari arah belakang kursi yang diduduki oleh pasangan Suga dan Yeon Sung. Muncul suara yang sangat Yeon Sung kenal. Pria itu lagi? Dengusnya.

Bukk!

Lu Han mendorong tubuh gadis nya hingga menimbulkan suara pada dinding tersebut. Lorong di dekat toilet diskotik. Kemudian dengan cepat ia menyerang gadis itu dengan ciuman. Sangat menuntut. Hingga gadis itu sendiri kewalahan.

Klik.

Klik.

Klik.

Tanpa ia sadari, seseorang mengambil gambar dari adegan itu. Tampak nail art si tukang poto itu sangat indah. Seorang gadis dibalik dinding diskotik itu. Bibir merah nya menyunggingkan sebuah senyuman.

“kena kau kali ini Lu Han”. Desisnya.

Sementara Lu Han masih terus memanjakan gadis didalam pelukannya. Ia menikmatinya. Mereka berdua menikmatinya. Termasuk gadis usil yang mengambil gambar itu.

Setelah sekitar 20 menit lamanya.

Lu Han menyelesaikan ‘permainannya’ karena ponsel nya berdering. Min Seok menelpon dan menanyakan kunci apartemen Lu Han.

Saat melewati toilet pria, Lu Han tak sengaja menemukan Yeon Sung disana. Lagi-lagi ia memergoki gadis itu bersama pria. Kali ini pria yang berbeda.

“hoi, Yeon Sung”. Panggil Lu Han dari ambang pintu toilet.

Gadis itu menoleh. Matanya sangat sayu. “ah – kau benar-benar tukang menguntit ya?”.

sweety, siapa dia?”. Tanya si pria tanpa melonggarkan pelukannya dari pinggang Yeon Sung.

“dia penggemarku. Dia selalu menguntitku”. Jawab Yeon Sung dengan nada sombong.

Lu Han berdecak meremehkan. “aku? Penggemarmu? Tidak kah itu terbalik? Siapa yang mau menjadi penggemar gadis dengan dada plastic seperti mu”.

“yyak!!”.

Lu Han pun berlalu. Sebenarnya ia hanya iseng mengejek Yeon Sung. Lalu membuat gadis itu berteriak. Ah, itu sangat menyenangkan. Hampir saja Yeon Sung melemparkan high heels nya pada Lu Han.

Keesokan paginya di sekolah. Seperti biasanya, Pangeran Lu Han tiba dengan mobil mewahnya. Lalu turun dari mobil, tak lupa ia memakai kacamata hitam sebagai penunjang ketampanannya.

Yeon Sung menatap nya jijik dari lantai dua sekolahnya. Karena tak mau sarapan roti dan susu nya tadi pagi kembali keluar, Yeon Sung pun segera masuk ke dalam kelas nya.

“kau kenapa? Lupa membawa uang?”. Tanya Mi Ya yang heran melihat ekspresi wajah Yeon Sung.

heol ~ kalian kenal Lu Han? Itu – siswa kelas 3-B”.

Rin mengangguk cepat. “dia sangat keren menurutku”. Puji Rin. Membuat Yeon Sung merasa mual. Lagi.

“menurutku dia biasa saja. gaya nya selangit. Eerr”. Jawab Yeon Sung tak suka dan tak sependapat dengan Rin.

“eey, kau kenapa? Biasanya kau mengincar pria keren sepertinya?”. celah Mi Ya. Benar. Yeon Sung sangat sensitive ketika mengingat makhluk bernama Lu Han itu.

“keren apa nya? Menurut ku biasa saja”. ketus Yeon Sung. ‘makhluk menyebalkan itu. Sudah berapa kali ia memergoki ku bersama pria-pria itu. Uugh’. Batin Yeon Sung.

Mi Ya menggelengkan kepalanya. Mungkin Yeon Sung sedang kehilangan akal sehatnya. Jika sudah normal kembali, pasti lah gadis itu akan mengejar Lu Han hingga pria itu takluk padanya. Atau jangan-jangan…. “kau mendapat penolakan dari Lu Han, ya?”.

Seketika mata Yeon Sung yang pada dasarnya memang besar, semakin membesar mendengar ucapan yang bermakna ejekan dari Mi Ya.

“yyak! Aku juga tak akan membuang waktu untuk mengejar seorang ‘Lu Han’. Kalian dengar itu”. Tegas Yeon Sung. Ia sangat tak suka teman-temannya ini mengejeknya seperti itu. Ditolak oleh Lu Han? Ayolah ~ bahkan Yeon Sung tak pernah memohon pada pria itu untuk di kencani.

BRAAKK!

Lu Han menerjang meja di kelasnya. Semua murid di kelas itu menatapnya dengan tatapan heran dan takut. Lu Han mengamuk saat kembalinya dari ruang kepala sekolah. Wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Siap menerkam siapapun.

“ada apa, bro?”. Min Seok tahu, tak mungkin Lu Han mengamuk jika bukan masalah serius.

Lu Han terengah. Napas nya memburu karena emosi yang memuncak. “poto-poto ku. Ada orang yang menyebarkan poto-potoku”. Lu Han menatap Min Seok serius.

Well, dia sangat jarang menatap temannya seperti itu.

“potomu? Poto seperti apa? Topless? Naked?”. Tanya Baek Hyun antusias.

Lu Han melemparkan ponselnya tepat di atas tas Baek Hyun. Pria berwajah imut itu dengan antusias membuka gallery poto di ponsel Lu Han. Mulutnya menganga. “aku tahu ini tak begitu parah. Tapi – aku ingin memberi pelajaran pada orang yang menyebarkan poto itu”.

“cih… bukankah kepala sekolah juga tahu kalau kau seorang player yang lumayan gemar ‘bermain’ dengan wanita”. Ujar Min Seok setelah melihat beberapa poto dari ponsel Lu Han yang di pegang Baek Hyun.

“ya, dia tahu. Tapi aku di skors karena poto itu tersebar di internet dan itu membawa nama sekolah”.

Baek Hyun terkekeh dengan senyum khas dirinya. Matanya membentuk eyesmile. “bukankah itu pertanda baik. Kau bisa seharian berkeliaran”.

Tangan Lu Han gatal untuk mencekik pria ini. apalagi dengan kekeh nya yang konyol itu. Tapi – sudahlah. Tak ada gunanya meladeni tingkah Baek Hyun. Yang ia pikirkan sekarang adalah ‘siapa makhluk laknat’ yang telah menyebarkan poto-poto nya.

Ya, poto nya di diskotik semalam.

Ia tahu jika ini adalah caffetaria. Tapi siapa yang peduli jika Yeon Sung menjadikan tempat ini sebagai salon kuku dadakan. Dengan sangat teliti ia mewarnai ke 5 kuku ditangan kirinya. Setelah selesai, ia pun meniup-niup kuku nya.

yeppeo”. Gumam nya.

 

SREEKK!

 

“yyak!”. Teriak Yeon Sung terkejut karena tangannya tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang. “kau – hell ya… kau merusak nail art ku. Brengsek!”.

“oho ~ hanya nail art bodoh yang menempel di kuku jelek mu itu”.

Yeon Sung menggigit bibir bawah nya. Ia tertawa tak percaya. Entah perkara apa lagi yang membuat seorang Lu Han mengganggu nya.

“pergi sana! Jangan mengganggu ku”. Usir Yeon Sung.

Baru saja Yeon Sung akan membereskan botol kutek nya, Lu Han menarik lengannya hingga berdiri. Yeon Sung menautkan alisnya, menatap heran ke pria dihadapannya ini.

“apa masalahmu sehingga menarik tanganku seperti ini”.

“cih. Sebenarnya apa masalahmu padaku Yeon Sung?!”.

Tak peduli siswa yang berada di caffetaria menengok kea rah mereka dan saling berbisik. Hanya gossip sialan. Sebagian dari mereka mengira bahwa kedua player itu mungkin akan berkencan.

“aku tidak mengerti. Arah pembicaraanmu terlalu ambigu”.

“ikut aku!”.

Lu Han pun menyeret Yeon Sung untuk mengikuti langkah besarnya. Ia menulikan telinganya saat Yeon Sung berteriak memberontak. Ia tak peduli.

“masuk!”. Titah Lu Han setibanya di mobil miliknya yang terparkir di lahan parker sekolah. Yeon Sung menatap nya heran, belum sempat gadis itu berucap, Lu Han segera membuka pintu mobil nya dan mendorong Yeon Sung masuk.

“aishh… pria bajingan ini, benar-benar”. Umpat Yeon Sung.

Tak lama, Lu Han pun masuk dan duduk di belakang kemudi. Ia melirik Yeon Sung yang hanya bungkam. Atau mungkin ia pasrah dan tak ingin terlalu banyak berdialog dengan pria ini.

Dihakimi.

Ya, Yeon Sung seperti orang yang tengah dihakimi saat ini. Lu Han membawanya ke markas gank nya. Lalu menyuruh gadis itu duduk di kursi kayu yang sedikit lembab. Kemudian Lu Han sendiri duduk diatas meja.

Baek Hyun dan anggota gank lainnya pun ikut mengelilingi Yeon Sung. Menatap gadis ini seolah menelanjanginya.

“sekarang, sebaiknya kau mengakui kesalahanmu”. Ujar Lu Han.

Yeon Sung menaikan sebelah alisnya. “kesalahan? Cih. Yya! Kau menculiku kemari lalu kau menyuruh ku mengakui kesalahan yang aku sendiri tak tahu. Gila”.

“sebaiknya kau mengaku, sebelum –“.

“sebelum apa? Apa kalian akan memperkosaku beramai-ramai?!”.

“apa boleh?”. Celetuk Baek Hyun.

“kau pikir aku binatang, huh?”. Seru Yeon Sung. Diiringi dengan dengusan kesal bak banteng yang mengamuk.

“uuh… kau garang sekali”.

Lu Han mengangkat dagu Yeon Sung untuk menghadap padanya. “jadi kau tidak mau mengakui, jika kau lah yang telah menyebarkan poto ku di diskotik malam itu?”.

m-mwo?”. Yeon Sung menganga.

Lu Han mengangguk pasti. “jangan berpura-pura terkejut”.

Yeon Sung berdiri dengan cepat. Wajahnya memerah karena emosi. Sungguh! Ia tak mengerti apa maksud perkataan Lu Han. Menyebarkan-potonya-di-diskotik. “aku tidak melakukan itu, Lu Han”.

“tsk! Seharusnya aku pun merekam kegiatan mu dengan pria-pria”.

“jangan pernah melakukan itu”.

“aku sudah mengakuinya, jika aku tidak menyebarkan poto porno mu itu”. Yeon Sung berteriak nyaring. Ia berbalik, hendak meninggalkan tempat itu.

“baiklah. Kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Maka aku juga bisa melakukan hal yang sama”.

Yeon Sung menoleh pada Lu Han. Menatap tajam pria itu. Lalu ia mengangkat tangannya yang mengepal. Jari tengahnya berdiri. Tak lama, ia kembali melangkah pergi.

Pagi ini, seperti layaknya hari sebelumnya di sekolah. Tidak, tidak seperti hari sebelumnya. Sekolah mewah ini sedikit heboh pagi ini. mulai dari gerbang masuk hingga belakang sekolah yang hanya di kunjungi oleh murid-murid badung.

Yeon Sung memasuki gerbang sekolah. Setiap murid yang berpapasan selalu memandang nya aneh.

“apa ada yang aneh dengan ku? Apa aku salah memakai seragam?”. Yeon Sung memeriksa menampilannya. Ia mengeluarkan sebuah cermin dari tas nya. “apa aku salah memakai make up? Sepertinya tidak”. Gumam nya pada diri sendiri.

“Yeon’ah”. Panggil seseorang dari lobi. Rin, temannya.

Dengan langkah cepat Yeon Sung menghampiri temannya itu. Tak pelak rok rempel mini yang ia pakai, tersingkap. Tak ada waktu untuk memegangi rok itu, Yeon Sung kini berlari menaiki beberapa anak tangga menuju lobi.

“ada apa?”.

Rin tak menjawab dan langsung menarik Yeon Sung, menembus kerumunan murid yang tengah berkumpul di depan layar LED 42 inci di tengah lobi.

‘PARK YEON SUNG PLASTIC FACE’

Yeon Sung membelalak. Bagaimana tidak? Di layar tersebut terpampang poto nya saat Junior High School. Seorang gadis berkacamata minus 2, kulit kusam, single eyelid, dan berwajah bulat.

“apa-apaan ini?!”. pekik Yeon Sung. “itu – itu bukan aku”. Tambahnya. Tubuhnya bergetar. Semua murid yang berada disana melihat kearahnya seolah menghakimi.

“heh! Yeon Sung tak ingin mengakui masa lalu nya, ya? Akui saja jika itu memang dirimu?”. Sebuah suara mengudara dari arah kerumunan. Lu Han berdiri tak jauh darinya. “eyelid, berry lips, hidung mancung, serta dagu yang indah ini adalah buatan? Kau benar-benar boneka ya Yeon Sung?”.

Yeon Sung mengepalkan tangannya ketika Lu Han menunjuk satu-persatu bagian wajahnya yang ia operasi. Matanya mulai berkaca-kaca, antara marah dan kesal.

“yya ~ jangan begitu padanya”. Rin mendorong Lu Han agar menjauh dari Yeon Sung.

“kau puas, Lu?”. Desis Yeon Sung.

Lu Han tersenyum miring. “belum”. Jawabnya dengan enteng.

“hancurkan saja aku hingga tak berbentuk. Kau benar-benar bajingan”. Gadis itu menangis.

Lu Han terdiam melihat airmata Yeon Sung. Sudah sangat lama ia tak melihat gadis itu menangis. Lalu, hari ini ia membuatnya menangis –lagi. Yeon Sung tak ingin berlama-lama mendengar umpatan orang tentang potonya itu.

Yeon Sung kembali menerobos gerombolan murid untuk bisa pergi dari sana. Ke gudang belakang atau mungkin kelas lama yang sudah tak terpakai.

“jadi ini yang membuat semua orang melihat ku? Mereka memaki ku, huh? Lu Han, kau – telah menghancurkan ku”. Umpat Yeon Sung sepanjang lorong itu.

 

Grebb.

 

Seseorang menariknya kedalam pelukan. Berusaha menenangkan tangisan gadis ini. parfume lembut menyambut penciuman Yeon Sung saat berada di pelukannya. Ia tahu dan sangat mengenal orang yang memakai parfume ini.

saem”.

gwaenchana Yeon’ah. Eonnie akan segera menghapus poto itu dari server sekolah. Ini pasti ulah Tao. Ia telah membobol server untuk memasang poto itu di layar pengumuman”.

Yeon Sung terisak didalam pelukan kakak perempuannya. Oh So Yeon.

“apa itu gunanya eonnie bekerja disini? Untuk menjagaku?”.

nde, Yeon’ah. Sekarang sebaiknya kau pulang, eo?”. Suruh So Yeon. Yeon Sung mengangguk pelan.

Lu Han tak sengaja mendengar percakapan kedua gadis itu. Awalnya tujuannya hanya untuk mengikuti Yeon Sung, kemudian kembali mem-bully gadis itu agar mengaku. Ia segera bersembunyi di balik tembok ketika So Yeon muncul dan langsung memeluk Yeon Sung.

“mereka kakak beradik?”. Gumam Lu Han.

I think this is the end for Part 1 XD

Oke, guys… don’t forget to leave comment ^_^

Fanfic ini sudah lama dan di repost karena aku ingin ngerepost :v terkenang ku terkenang saat masih jaya/? dan FF ini banyak yg suka. but now, whatever, ku cuma ingin berbagi lagi dan entahlah… hanya ingin ngeposting ulang…

Chigeumkatji ~ Kyosseumnida ( > . ^ ) ~

Advertisements

23 responses to ““EX – Who’s My Trouble” by Arni Kyo

  1. INI UDH PERNAH KAN DI POST THOR.. MAAP AKU CAPS AKU SHOCK DAN HAPPY HEHE… WAKTU ITU ENDINGNYA AGAK… GANTUNG GTU… SMOGA YG SKRG ADA REMAKE YA~ OKE KEEP WRITING AND HWAITING!

  2. Bgus bgt eonn nih ff,, ehh kalo emg bkan yeonsung pelaku penyebar foto luhan lalu siapa? Ampun dah luhan kejam banget,, aww perhatiannya guru oh! Jadi mereka saudara..!?

  3. Nah… akhirnya bisa mulai baca another story from Arni 😂 jadi EX ud prnh publish ya? Hmm. .. ceritanya ga klah ok sama Ophelie! 😄 ga nyangka kalo ternyata SoYeon itu kakaknya Yeonsung… ternyata bner tebakan asal Luhan haha… eh btw q juga yakin yg ftoin luhan tu bukan yeon! Bukti pertama adl krn dia baru ngewarnain kukunya pas di cafetaria.. bukti kedua adalah airmatanya!ceilah….😆😆😆 emg bneran ya Yeon oplas kishnya? Haa jd kepo wkkk 😛 ya sudahlah mau baca part 2 nya dlu… 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s