“EX – Yes, I’am” by Arni Kyo

2 EX - Yes, I'm - Poster

Tittle                : EX – Yes, I’m

Author             : Lee Arni a.k.a Kyo

Main cast         :

  • Lu Han
  • Park Yeon Sung (OC)

Other               :

  • Find by yourself

Genre              : Romance, School Life, NC- (?)

Length             : Chaptered

Annyeong~

Kembali berjumpa dengan saya, Arni Kyo wooohooo XD

Karna FF ini pernah diposting dan udah tamat, jadi nanti endingnya bakal Kyo ubah sedikit eerrr keanya banyak deh… oke, jadi ditunggu terus kelanjutannya ya >< ini FF selingan/? selagi nunggu FF baru Kyo rampung dan siap publish ^^

oOoOo

Yeon Sung berjalan sedikit tergesa menuju kelasnya. Matanya sedikit sembab dan memerah karena menangis. Sebenarnya ia ingin kabur dari sekolah, tapi tidak, ia harus menemukan Lu Han dan menghajar pria itu.

Lu Han melihat Yeon Sung lewat di depan kelasnya. Ia sedikit lebih cepat dari gadis itu, hingga Yeon Sung maupun So Yeon tak tahu jika Lu Han menguping pembicaraan mereka.

“Yeon Sung”. Panggil Lu Han. Ia langsung menarik tangan kecil gadis itu. Memutar posisi hingga gadis itu terkurung diantara lengan kekar Lu Han.

“kebetulan sekali kau memanggilku. Tadi nya aku juga sedang mencari mu”.

“sebaiknya kau mengakui jika kau yang telah menyebarkan poto-potoku”.

“tidak!”.

“ayolah, apa susah nya membuat pengakuan? Huh!”.

“bagaimana aku harus mengaku jika aku tidak pernah melakukan itu?”.

Lu Han terkekeh mengejek. “kau sangat keras kepala. Lalu siapa yang melakukan itu jika bukan kau? Kau tidak ingat jika kita bertemu di tempat yang sama”.

“Tuan Lu, kau pikir hanya aku yang berada di sana, huh? Itu adalah tempat umum. Bisa saja orang lain yang melakukan itu”.

Lu Han diam. Berpikir. Mungkin benar apa yang dikatakan Yeon Sung. Tapi – bisa saja gadis ini mengarang bebas untuk menjawab perkataannya. Yeon Sung membungkuk untuk keluar dari kurungan lengan Lu Han.

“ohya, 1 hal lagi”. Yeon Sung kembali berbalik. “bolehkan aku memukul mu?”.

Lu Han memiringkan kepalanya. “permintaan macam apa itu?”

 

Plakk

 

“permintaan yang seperti ini”. Yeon Sung tersenyum miring. Meninggalkan Lu Han yang masih terkejut atas penyerangan dadakan gadis itu. Ia memegangi pipi nya yang memerah akibat tamparan Yeon Sung.

“sakit juga. Tangannya kecil, tapi kenapa keras sekali memukul orang?”. Lu Han tersenyum aneh.

Lee Hyuk Jae menyodorkan selembar kertas pada Yeon Sung. Kertas berisikan daftar nilai ujian semester milik gadis itu. Yeon Sung hanya melirik sejenak tulisan-tulisan di kertas itu. Tak ada ekspresi apapun dari wajah Yeon Sung.

“aku tidak tahu sebenarnya darimana kau mendapatkan jawaban saat ujian”. Ujar Pak Lee yang merupakan kepala sekolah di sekolah ini.

“yang jelas aku tidak mencontek. Tak ada waktu untuk menoleh dan bertanya pada teman”. Yeon Sung berdiri. “dan rok ku juga terlalu pendek untuk dijadikan objek mencontek”.

Pak Lee menggelengkan kepalanya. Gadis ini sangat sembrono. Memamerkan paha mulusnya pada sang kepala sekolah.

“sebenarnya jika kau mau, kau bisa mengikuti olimpiade Yeon’ah”.

“Aku tidak tertarik”.

“ya, ya, aku tahu kau akan menjawab seperti itu”.

“apa aku boleh pergi sekarang?”. Pinta Yeon Sung. Pak Lee mengangguk cepat. Tanpa disuruh 2 kali, Yeon Sung melesat pergi dari ruang kepala sekolah.

Gadis yang melakukan operasi plastic bukan lah manusia, tapi monster.

Ia merubah hidungnya.

Lihat, ia menggoreskan pisau bedah di eyelid nya.

Ia juga memotong tulang rahangnya.

Sayang sekali jika harus merubah bentuk aslinya. Hanya untuk terlihat cantik. Menurut ku juga tak begitu cantik. Karena ia adalah monster.

Telinga Yeon Sung panas mendengar umpatan demi umpatan yang ia dengar. Bahkan semua orang kini menatapnya seperti menatap criminal yang baru saja tertangkap.

 

PRANG!!

 

Yeon Sung membanting nampan yang berisi makanan itu kelantai. Sontak semua orang diam. Yeon Sung melenggang menghampiri sekelompok gadis yang tengah berkumpul di sana.

“monster katamu? Cih”.

wae? Kau memang monster! Hanya demi menaklukan hati para pria lalu kau melakukan operasi plastic”.

Park Cho Rong. Yang merupakan musuh bebuyutan Yeon Sung sejak mereka masuk ke sekolah ini. tepatnya 3 tahun yang lalu. Kedua gadis ini saling bersaing untuk menduduki posisi pertama juara umum. Lalu bersaing dalam segi fashion look di sekolah.

“Cho Rong’ssi, kau pikir hanya aku yang melakukan operasi plastic, huh?”.

Min Suga, pria yang beberapa malam lalu bersama Yeon Sung di diskotik, menghampiri keduanya. Sebenarnya ia ragu untuk melerai kedua orang itu, tapi baru saja Suga mendengar Yeon Sung menampar Lu Han dari temannya.

oppa, gadis ini mengerikan sekali”. Rengek Cho Rong. Ia bergelayut di lengan Suga.

“kau selalu iri karena aku selalu berada di atas mu, kan?”. Desis Yeon Sung dengan seringaian dan victory face nya. “atau – kau iri karena aku pernah berada diatas pacaramu?”.

“Yeon Sung!”. Seru Suga.

oppa, apa maksud perkataannya?”.

“aku bisa jelaskan”.

Yeon Sung mendecakan lidahnya. “kau terlalu polos hingga tak bisa menebak apa maksud perkataanku barusan”.

Cho Rong menatap Yeon Sung penuh Tanya. Sebenarnya ia penasaran apa maksud perkataan Yeon Sung, namun ia hanya gengsi untuk menanyakan.

“maksudku – aku pernah berada diatasnya. Kau tahu kan ‘woman on top’. Aku yakin otak pintar mu itu bisa mentranslit perkataanku”.

Berisik. Seperti gerombolan lebah yang sedang berebut sari madu. Perkataan Yeon Sung berhasil membuat orang tercengang.

“wanita jalang!”. Seru Cho Rong.

Dengan kedua tangannya ia menjambak rambut Yeon Sung. Yeon Sung yang tak terima pun membalas dengan menendang tulang kering Cho Rong. Membuat gadis itu meringis dan reflek melepaskan jambakannya.

 

BRUKK!

 

Yeon Sung mendorong Cho Rong hingga tersungkur ke lantai. Belum sempat tubuh ringkih gadis itu bangun, Yeon Sung menindihnya. Mencekik leher Cho Rong meski tak terlalu kuat, namun berhasil membuat wajah Cho Rong memerah. Pasokan oksigennya berkurang karena cengkraman tangan dan kuku Yeon Sung.

“akan ku buktikan seberapa jalangnya diriku!”. Seru Yeon Sung.

“yya! Hentikan! Kau akan membunuhnya!”. Suga berusaha menarik Yeon Sung dari atas Cho Rong.

Meski Yeon Sung berhasil di tarik berdiri dari atas Cho Rong, tetapi kaki Yeon Sung tetap gatal ini menendangi gadis yang sudah tak berdaya itu.

“kau bilang aku monster kan? Sekarang kau lihat bagaimana monster yang sebenarnya!”.

 

BUUKK!

 

1 tendangan lagi mendarat di perut Cho Rong. Gadis itu pun pingsan akibat ulah Yeon Sung.

“sudah, hentikan!”. Bentak Suga.

Yeon Sung menghentikan perbuatannya. Merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, bekas jambakan Cho Rong. Meski kepalanya terasa nyeri, namun ia puas. Ia tersenyum miring pada Suga.

“aku ingin pindah sekolah”. Ujar Yeon Sung. Belum sempat ia memposisikan pantatnya dikursi dengan benar.

So Yeon menatapnya terkejut. “tidak bisa. 1 semester lagi kau akan ujian akhir lalu masuk ke universitas”.

Yeon Sung mengacak rambutnya frustasi. “eonni, aku ini gadis yang berbahaya. Baru saja aku memukuli Park Cho Rong di caffetaria. Mungkin besok aku akan memukuli Kim Hye Ri, lalu Han So Ra, kemudian Bae Ji Soo, berikutnya –“.

“kau ingin pindah sekolah setelah melakukan perbuatan criminal itu, Yeon’ah?”. Seru So Yeon tak percaya. Dengan enteng Yeon Sung mengangguk. “astaga. Kau ini benar-benar –“.

“apa aku perlu memukuli anak-anak lain dulu lalu aku akan dikeluarkan dari sekolah ini?”.

“Yeon’ah, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau sangat suka membuat ulah, eo?”.

eonnie, aku yakin kau tak lupa dengan apa yang terjadi padaku dulu”.

Yeon Sung memejamkan matanya, dalam. Dalam kegelapan ia bisa membayangkan kejadian beberapa tahun lalu. Sebenarnya ia sudah berusaha agar bisa melupakan bayangan mengerikan itu. Saat ayahnya bercinta dengan wanita lain. Dan ibu nya menangis di dekat pintu kamar.

Mereka menganggap Yeon Sung masih kecil dan tak mengerti apa itu decakan dan desahan dari orang biadab yang tengah bercinta di dalam kamar itu.

“kau merindukan eomma dan appa, hmm?”.

Yeon Sung mengangguk pelan. Benar, ia baru menyadari jika ia merindukan kebersamaan keluarganya seperti dulu. Perpisahan orang tua nya, mengharuskan So Yeon menikah muda agar bisa menjaga Yeon Sung dan juga dirinya sendiri.

Lu Han mengesap rokoknya yang tinggal setengah. Asap putih mengebul dari mulutnya. Ia masih bisa mengingat dengan jelas adegan brutal yang dilakukan Yeon Sung di caffetaria tadi siang.

Untuk pertama kalinya ia melihat Yeon Sung mengamuk. Sudah 2 minggu sejak ia memamerkan poto lama Yeon Sung, dan selama itu juga Yeon Sung mendapat tekanan batin karena ejekan. Ia puas, ya, sebenarnya ia merasa puas. Tapi – Yeon Sung masih kukuh dan mengatakan jika bukan dia pelaku yang menyebarkan poto Lu Han.

Mungkinkah gadis itu berkata jujur?

hyung”. Panggil Tao tiba-tiba masuk ke dalam markas mereka.

wae? Kau menganggu fantasi orang saja”. Tao tersenyum kambing. Kemudian ia menunjukan tab miliknya pada Lu Han. “tab baru, huh?”.

aniyooo ~ lihat ini. aku berhasil menemukan orang yang menyebarkan poto-poto mu”. Ujar Tao dengan bangga.

Yeah ~ pria keturunan China ini sangat pandai dalam urusan IPTEK. Membobol server sekolah agar absen nya tetap terisi meski ia tak hadir, membajak beberapa akun pribadi orang, dan lain sebagainya. Itu adalah keahliannya.

Lu Han segera menarik tab milik Tao. Kening nya mengerut mendapati nama akun yang telah menyebarkan poto tersebut. Bukan – bukan Yeon Sung.

“jadi ini bukan perbuatan Yeon Sung?”. Desis Lu Han.

“ya, hyung. Lagipula kudengar dari Mi Ya, jika Yeon Sung tak memiliki akun SNS. Gadis itu lebih suka bermain dengan dunia nyata”.

“benarkah?”.

Lu Han masih ragu. Entah setan mana yang merasukinya hingga ia langsung menuduh Yeon Sung yang melakukan ini semua. Lalu tanpa berpikir 2 kali, ia pun membalas dengan cara memasang poto lama Yeon Sung.

Baiklah. Lu Han merasa bersalah sekarang.

Hongdae, Seoul. Fix Club malam ini sedang mengadakan party weekend seperti biasanya. Tema pesta malam ini adalah summer night party. yeah ~ memang keuntungan bagi para lelaki bermata liar, mendapat suguhan wanita-wanita cantik berpakaian kurang dasar.

Begitu pula Lu Han. setelah mendapat tiket masuk dan nomor pengunjung, ia melenggang memasuki club tersebut.

Pria jangkung itu langsung mengambil sebotol beer dari nampan pelayan yang lewat di hadapannya.

Di meja pojok yang tak terlalu terlihat oleh pengunjung. Yeon Sung tengah duduk dengan beberapa pria. Pakaian yang ia kenakan pun tak kalah sexy dengan pakaian pengunjung lainnya.

“cih! Jika dilihat seperti ini ia tak ada bedanya seperti seorang pelacur. Mudah sekali ia dijamah oleh pria lain”. Decak Lu Han kesal.

Oh – tidak. Lu Han kesal.

Ya. Baru saja ia merasa kesal melihat pria-pria itu terus menyodorkan literan beer pada Yeon Sung. Lalu tangan nakal pria yang entah siapa itu menjelajah ke bagian tubuh Yeon Sung. Mulai dari paha, perut, hingga –

honey ~ yya, apa yang kau lakukan disini? Eumm? Dengan pria-pria bajingan ini”. Lu Han menarik tangan Yeon Sung.

“ah? Jung Kook? Kau kah itu?”. Rancau Yeon Sung.

Yeon Sung bergelayutan di pundak Lu Han. menganggap pria itu adalah Jung Kook. Kekasihnya yang kini sudah menjadi mantan. Semua karena ulah Lu Han. lalu – entah atas komando siapa, Lu Han datang dan menyelamatkan Yeon Sung dari jamahan tangan pria tak di kenal itu.

“aku bukan Jung Kook”. Tegas Lu Han.

Ia menyeret Yeon Sung segera menjauh dari meja itu. Bahkan Lu Han membual dan memanggil Yeon Sung dengan panggilan ‘honey’. Hanya untuk mengelabui pria yang tadi hampir menjamah Yeon Sung lebih jauh.

Lu Han melirik gadis yang terlelap tak berdaya di sebelahnya. Sepertinya ada yang tidak beres dengan pria itu malam ini. Setelah berhasil menyeret Yeon Sung keluar dari club, ia langsung membopong gadis itu masuk ke dalam mobil nya.

Kemudian ia menarik sudut bibirnya. Tersenyum. “kenapa gadis gila ini tampak imut saat sedang tertidur?”. gumam nya pelan. Yeon Sung bergerak gelisah. “sekarang tidak imut lagi”.

“yya! Buka pintu nya”. Rancau Yeon Sung, tangannya berusaha membuka pedal pintu mobil.

“kau gila, huh? Tak ada area untuk berhenti disini”.

Yeon Sung menyipitkan matanya. Penglihatannya buram. Kepalanya pusing. Dan tubuhnya terasa panas. “siapa kau? Apa kau ingin menculik ku?”.

“diamlah. Katakan dimana alamat rumah mu sekarang?”.

Yeon Sung tertawa aneh. Ia membuka jaket Lu Han yang menutupi tubuhnya. “singkirkan benda bodoh ini. Ah, panas!’. Yeon Sung melempar jaket tersebut ke jok belakang. “tapi aku tak ingin pulang malam ini”.

Lu Han hanya bisa menahan napasnya, melihat belahan dada Yeon Sung yang nampak berkeringat. tiba-tiba Yeon Sung menyandarkan kepalanya ke bahu Lu Han. “lalu kau ingin kemana malam ini?”.

“aku? Aku ingin ikut dengan mu saja”. Yeon Sung kembali tertawa.

Tangan mungil Yeon Sung meraba pipi Lu Han. mengarahkan agar pria itu menghadap padanya. Tatapan matanya yang sayu bertemu dengan tatapan teduh Lu Han. Yeon Sung sedikit bergeser agar jarak antara mereka semakin dekat.

Lu Han mengurangi kecepatan mobilnya. Ia tak ada kekuatan untuk melawan ataupun menolak perlakuan Yeon Sung padanya.

Hingga ujung hidung keduanya saling bersentuhan. Sangat dekat. Tak menunggu lama, Lu Han segera menempelkan bibirnya ke bibir Yeon Sung.

Oh – mungkin saat ini roh Baek Hyun mendorongnya untuk melahap bibir gadis itu.

Bagaimana pun awalnya Baek Hyun yang benar-benar menginginkan untuk bisa dekat dengan gadis ini.

“sudah berapa pria yang menjarah tubuhmu?”.

Yeon Sung menggaruk kepalanya. Kesal sebenarnya. Ia baru saja akan menikmati sentuhan lembut bibir pria itu. Ayolah ~ segera tiba ke suatu tempat dan memesan kamar mungkin? Tidak di perjalanan seperti sekarang.

“mungkin aku bisa meminjam 10 jari tangan mu”.

Lu Han membelalak. Semurah itukah gadis ini? “kau bercanda?”.

“eeeyy ~ kau ini sangat ingin tahu, itu privacy, mengerti?”.

“sialan. Padahal aku ingin jadi yang pertama? Kau mengerti apa yang ku maksud? Aku ingin jadi pria pertama yang tidur denganmu”.

“sebenarnya ada dilantai berapa apartemenmu?”. Tanya Yeon Sung. Tubuhnya menempel di dinding lift menunggu pintu lift terbuka. “oh – jadi kau Lu Han”.

Lu Han tersenyum miring. Ia mendekati Yeon Sung, kembali mengurung gadis itu diantara lengan kekarnya. “bagaimana mungkin kau baru menyadari itu, huh?”.

“apa kau menculik ku untuk menanyakan tentang poto porno mu itu, lagi? Yayaya ~ aku yang menyebarkannya. Kau puas sekarang?”.

Lu Han menarik tengkuk Yeon Sung. Ia kembali meraup bibir gadis itu. Yeon Sung merasakan sesuatu di dalam dirinya. Sesuatu yang tak biasa. Ia menginginkan lebih dan lebih lagi. Ia ingin pria ini melakukan hal lebih dari sekedar ciuman.

Seperti mengerti apa yang Yeon Sung pikirkan, Lu Han memperdalam ciumannya. Ia menelusupkan tangannya ke punggung gadis itu. Tangannya dengan teliti menyusuri lekukan tubuh Yeon Sung.

“eungh?”.

Lu Han menarik sebelah kaki Yeon Sung untuk melingkar di pinggang nya. Sementara ia terus menghimpit tubuh mungil Yeon Sung ke dinding.

Ting!

Pintu lift terbuka. Dengan sangat terpaksa mereka harus menghentikan ‘permainan’ singkat tersebut. Kembali ke posisi semula dan bersikap seolah tak terjadi apapun. Yeon Sung keluar terlebih dahulu, sedikit sempoyongan hingga ia harus meraba dinding koridor.

Hanya dengan 1 gerakan, Lu Han menggendong Yeon Sung ala bridal. “apa kita sedang berbulan madu, Lu?”.

“seperti nya begitu”. Lu Han kembali tersenyum menyeringai.

Entah siapa yang memulai ‘permainan’ ini terlebih dahulu. Yang jelas saat ini kedua muda-mudi itu tengah bergumul di atas tempat tidur. Jangan khawatir karena keduanya masih menggunakan pakaian lengkap.

Hanya saja – Yeon Sung telah berhasil meloloskan kaos oblong yang dipakai Lu Han.

“aku ingin tahu apa yang ada di balik kain ini”. Lu Han menatap seduktif kearah dada gadis itu. Ia tahu jika Yeon Sung tengah mabuk sekarang. Sangat pintar sebenarnya karena ia bisa menebak siapa pria yang kini tengah bersamanya.

“ah, shit. Kau tidak akan melakukannya dengan mudah”.

Lu Han tersenyum menyeringai.

Sreeet~

Yeon Sung salah. Lu Han adalah player yang mengerikan. Seringaian dan tatapan seduktif nya pada lawan mainnya, benar-benar berhasil membuat siapapun kalah saat itu juga.

Tangan Lu Han berhasil merobek kaus kebesaran yang Yeon Sung pakai. Membuat bahu hingga setengah dada gadis itu terlihat. “ini sangat mudah. Eumm… bra yang lucu. Warna hitam berenda. Kau sangat suka memakai dalaman berenda ya?’.

“untuk apa kau melakukan ini padaku? Kau – mulai tertarik padaku?”.

“anggap saja ini permintaan maaf ku karena telah menuduhmu menyebarkan poto ku”.

mwo? Bedebah, jadi kau sudah mengetahui siapa yang menyebarkan poto mu itu? Dan kau ingin meminta maaf dengan cara mesum seperti ini?”.

Lu Han mengangguk dengan mudahnya. “tapi sebenarnya aku sudah lama ingin melakukan ini padamu. Sejak aku melihat belahan dadamu itu dan –“.

geumanhae ~ kau menyebalkan sekali. Pergi dari atasku sekarang”. Yeon Sung berusaha mendorong Lu Han dari atasnya. Namun tak ada pergerakan dari pria itu. Ia malah semakin tertindih sekarang.

“ow ~ sebaiknya jangan sia-siakan. Karena kita sudah berada disini saat ini. Sebaiknya kita nikmati saja dulu dengan bermain-main sebentar, eum?”. Tawar Lu Han.

Yeon Sung tak menjawab. Ia menggigit bibir bawahnya. Merasakan jari telunjuk dan tengah Lu Han menjalari kulit pipi, leher, bahu, kemudian dadanya. Batin nya ingin menolak, ia tak mengizinkan saingannya ini menjarah tubuhnya.

Tapi – tubuhnya berkata lain. Ia ingin merasakan sentuhan demi sentuhan yang lebih seduktif.

“kau menyukainya?”.

Yeon Sung mengalihkan pandangannya. Ia menyukainya, tapi haruskah ia menjawab ‘ya’? Baiklah, Yeon Sung mulai mengutuk dirinya sendiri dengan koleksi hewan di Afrika, karena telah masuk ke dalam kandang rusa. Rumput segar sangat disukai oleh rusa, bukan.

“baiklah, mari kita periksa, terbuat dari apa benda empuk ini?”.

Tanpa sadar, Lu Han berhasil menarik turun tali bra beserta cup-nya turun. Menampakan benda yang bersemayam di balik bra berenda itu.

“apa ini berisi air yang dimasukan ke dalam silicon?”. Lu Han meremas pelan payudara gadis itu. Ia sangat tahu bagaimana cara membuat lawan mainnya

“kau pikir aku calon ibu yang bodoh? Aku tak akan meracuni bayi ku dengan air dari silicon”. Seru Yeon Sung.

“begitu? Bagaimana kau bisa mendapatkan payudara yang indah ini, hmm?”.

Yeon Sung merasakan libido nya naik ketika Lu Han dengan beraninya menyentuh puncak payudaranya. “uuuhh… yya ~ sepertinya kau harus menemui ibuku dan bertanya padanya langsung”.

“katakan padaku, apa yang kau rasakan?”.

Wajah Yeon Sung memerah seketika. Sialan, aku tak tahu jika rasanya seperti ini, umpatnya dalam hati. Ia hanya bisa melampiaskannya dengan menggigit bibir bawah nya sendiri.

“kau akan menyukai nya, aku yakin itu”. Lu Han kembali menyeringai. Yeon Sung hanya diam dan perlahan menutup matanya.

Malam itu, Lu Han duduk dalam keadaan topless di lantai sambil bersandar di tepian ranjangnya. Lalu ia memenuhi ruangan itu dengan asap rokok yang ia hisap sejak tadi. Tempat tidur nya berantakan.

Sebuah tangan mungil muncul dari balik selimut. Merampas punting rokok itu dari bibir Lu Han.

“tidak sopan”. Cercah Lu Han.

Yeon Sung muncul dari balik selimut. “kepala ku pusing”. Keluhnya. Lalu menggantikan Lu Han mengesap rokok. “apa kau punya susu?”.

“apa kau menyuruh ku membuat susu untukmu?”.

“kau pintar sekali. Cepat buatkan. Jangan terlalu panas”.

Lu Han memiringkan badan nya, menatap Yeon Sung seduktif. “apa ini berarti kita berdamai?”.

“berdamai? Tak aka nada kata damai diantara kita, Lu”.

Lu Han tahu ia kecewa dengan jawaban Yeon Sung. Gadis itu benar-benar konsisten dengan perkataannya. Ya, bahkan ia konsisten untuk merubah dirinya, meski dengan cara operasi plastic. “lalu kenapa kau menyerahkan tubuhmu jika kita belum berdamai?”.

“sepertinya aku harus kerumah sakit lagi untuk operasi keperawanan”.

“bagaimana kalau kau hamil?”.

“yya! Seharusnya aku yang mengkhawatirkan hal itu. Lagipula, tidak akan terjadi apa-apa. Kita kan hanya 1 kali melakukan itu”.

Yeon  Sung sedikit ragu saat mengucapkan kata ‘itu’. Apa benar-benar terjadi? Orang pertama yang melakukan itu padanya adalah Lu Han. Pria yang notabene adalah saingannya. Entah bagaimana awalnya hingga kedua orang ini bersaing menjadi player.

“Yeon Sung? Darimana saja kau, kenapa semalam tidak pulang?”. Sapa kakak iparnya, Oh Jong Hyuk.

Yeon Sung tersenyum kuda. Sebelum pulang kerumah, ia tentu sudah menyiapkan beribu alas an yang masuk akal. “aku dari rumah teman. Karena takut mengganggu kegiatan malam mu dengan So Yeon eonnie, jadi aku memutuskan untuk tidur dirumah nya”.

Jong Hyuk menarik dagu Yeon Sung, memiringkan wajah gadis itu ke kanan dan kiri. Sekedar memeriksa jika gadis ini tidak berkelahi lagi tadi malam. ”kau bau alcohol”.

“hanya beberapa kaleng, alcohol dengan kadar rendah. Kau pernah dengar pajamas party? Nah – itu yang kami lakukan semalam”.

Jong Hyuk mengangguk mengerti. So Yeon menceritakan kenakalan Yeon Sung di sekolah. Mulai dari membolos saat jam pelajaran, menjahili siswi lain, dan yang paling baru adalah memukuli Park Cho Rong di caffetaria.

Gadis itu hanya memiliki 1 keunggulan. Pintar. Tak seorang pun pernah melihatnya tertidur di meja belajar dengan tumpukan buku yang sedang ia pelajari, tapi IQ nya diatas rata-rata.

“kau pasti belum mandi. Mandilah dulu, lalu sarapan bersama”. Titah So Yeon yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.

arasseo”.

Secepat kilat Yeon Sung berlari kekamarnya. Menutup dan mengunci pintu kamarnya. Ia lega karena tak ada yang mencurigainya. Termasuk pakaiannya yang telah berganti. Karena pakaiannya yang semalam sudah compang-camping.

“aku sampai lupa menanyakan ini padamu. Siapa orang yang menyebarkan poto mu itu? Apa boleh aku menjambakinya hingga botak?”. Tanya Yeon Sung sedikit berbisik di sambungan telepon nya.

aku tak akan memberitahukannya padamu. Aku harus menemuinya dulu”.

Yeon Sung meremas bonekanya. “lalu apa yang akan kau lakukan untuk memperbaiki berita yang menyebar?”.

berita apa?

“Park Yeon Sung Plastic Face. Kurasa kau tidak lupa telah menghancurkan reputasi ku”.

Lu Han terbahak. “soal itu? Aku tak akan melakukan apapun. Kita hanya perlu menunggu, lama-kelamaan juga beritanya akan hilang sendiri”.

“baiklah tuan sok pintar. Aku sudah cukup tersiksa dengan umpatan makhluk-makhluk bodoh itu”.

ma’af ma’af. Tapi – Yeon’ah, apa kau tidak menyesal telah melakukan ‘itu’ padaku?”.

Yeon Sung diam. Ia belum merasakan apapun saat ini. tak ada rasa kesal, marah ataupun menyesal. Apa mungkin ia malah menyukai nya?

Yeon’ah, kau masih disana?

eo?”. Yeon Sung tersadar dan ia belum menyiapkan jawaban untuk Lu Han.

Tok tok tok…

“Yeon Sung! Kau didalam?”. Seru So Yeon dari luar kamarnya.

nde eonnie!”. Jawab Yeon Sung. “Lu, nanti ku telpon lagi. Eonnie memanggilku”. Pip. Yeon Sung langsung memutuskan sambungan teleponnya. Lalu beranjak menuju pintu kamarnya.

“aku sudah menelpon Mi Ya dan Rin. Mereka bilang kau tidak bersama mereka tadi malam”.

Yeon Sung ternganga. Sialan, ia lupa menelpon Mi Ya dan Rin untuk meminta bantuan mengelabui So Yeon. Ia malah menelpon Lu Han terlebih dahulu – yang sama sekali tidak bisa membantu.

“siapa lagi yang akan kau kambing hitamkan untuk membohongiku? Kemana kau semalam?”.

Yeon Sung menundukkan kepalanya. Haruskah ia berkata jujur? Jika semalam ia ikut bersama Lu Han dan –

“kau tidak melakukan hal bodoh kan Yeon’ah?”.

Yeon Sung kembali mengangkat kepalanya. Hal bodoh? Seperti apa? Apakah seperti tidur dengan laki-laki. Bukan sekedar tidur dan terlelap. Tapi melakukan kegiatan ‘intim’. So Yeon terus menatap Yeon Sung, meminta jawaban jujur dari adiknya.

Fyuuuh ~~~

Akhirnya kelar juga part  2 nya *tari ubur-ubur*

siapa sih yang nyebarin poto mesum Lu Han? XD wkwkwkw masih jadi misteri ya? Jgn2 Chan oppa.

chigeumkatji ~ Kyosseumnida ( > . ^ )~

 

Advertisements

18 responses to ““EX – Yes, I’am” by Arni Kyo

  1. Klo di FF EX yang pertama kali waktu itu aku tau siapa yg nyebarin hehe~ oke~ Keep Writing and Hwaiting

  2. gue udah lupalupa ingat sama ni ff 😁 duhhhh hanyeon, katanya musuh, tapi malah ngelakuin hal intim, mereka adaada aja wkwkwk

  3. Woaa dua duax pada mesum..wkwkwk
    Tpi suka bgt klo mereka pada bertengkar, ngegemesin bgt…
    Next ya kak

  4. huaaa… sapa sih yg nyebarinnn… kok usil banget sihhhh….
    btw, sumpah ini ff bikin aku penasaran mulu tiap baca… 😂😂
    fighting thor for the next chapt

  5. Jadi yg nyebarin foto itu siapa sih?! Apa yeonsung akan jujur mengenai perbuatannya dengan luhan ke kakaknya!? Next eonn btw nih ff pernah di publish yah??

  6. Player sama player! Sama-sama musuh dan sejenis. Pernah dger klao orang yg sjenis itu selalu brkmpul bersama. Mgkin itu yg buat yeonsung kaya’ magnet dihadapan Luhan. Aah pas itu ungkappannya! #ngomongApaAku 😂😂hayoo… yeon .. gimanna kalo kamnu bneran tekdungdung… gkgkgkgk 😆 dkirain bneran player sejati.. eh ternyata mlah prrama kalu ngelakuin itu sma Luhan… bbeeh.. potek potek akunya hahahha… ssaeng! Ditugu lnjutanya 😄

  7. Siapa ya……hwa….gila….jgn2 luhan adh org pertama yg……..

    hwa…….ga sabar buat mnanti kelanjutannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s