[Last Shot] Snapshots by slmnabil

Author : slmnabil | Cast : Hong Seoljin (OC), Kim Jongin, Park Chanyeol

Genre : Romance | Rating : PG15 | Length : Chaptered

credit poster : CASTORPOLLUX@posterchannel

prolog : one dance | 1st | 2nd | 3rd|

4th | 5th  | 6th | 7th | 8th | 9th | 10th

LAST SHOT

 

Waktu berlalu cepat ketika aku tak menyadarinya. Tahu-tahu saja hari pertunjukan Jongin berlangsung tiba, tahu-tahu saja aku dan Chanyeol sudah duduk bersebelahan untuk menontonnya.
Sepanjang penampilan dia tak banyak berkomentar. Hanya sekali, saat ia mengatakan kalau Jongin adalah penari yang hebat. Aku pun hanya mengiakannya tanpa banyak menambahi ini itu.

Setelah pertunjukan mencapai akhir, aku dengan sebuah buket bunga tanda ucapan selamat, mendatangi ruangan istirahat Jongin. Chanyeol sudah meyakinkanku kalau ia tak perlu ikut, tapi aku ingin dia di sana. Aku ingin menunjukkan pada Jongin bahwa aku bersamanya, seperti yang dia inginkan, seperti yang aku inginkan. Dia melepasku, dan aku membiarkannya.

Butuh waktu untuk menghilangkan rasa kehilanganku, karena yah, dulu Jongin bukan hanya seorang kekasih bagiku. Dia adalah seorang sahabat, kakak, dan siapa pun itu sosok yang kubutuhkan. Tapi aku sudah memutuskan untuk mengisi posisi itu dengan kehadiran Chanyeol, aku bahkan mengosongkan banyak ruang di hatiku untuk ia isi. Banyak, bahkan ruang-ruang yang tak pernah kusediakan untuk Jongin dahulu.

Yura membukakan pintu ketika aku mengetuk. Ia di sana, tampak lebih baik, dan senang bisa berada di sisi Jongin seperti yang seharusnya.

“Sudah lama sejak terakhir kali aku melihatmu. Apa kabar?” ujarku.

“Sangat baik, Seoljin. Kuharap kau juga begitu,” timpalnya.

“Tentu saja. Oh, dan ini Chanyeol.”

“Aku mendengar banyak hal tentangmu Tuan Park.” Keduanya berjabat tangan.

“Kuharap hal-hal yang baik,” kata Chanyeol.

Lalu aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan, mencari keberadaan Jongin.

Menyadarinya, Yura kemudian mengatakan, “Ia sedang bertemu dengan beberapa sponsor. Mereka tampaknya puas dengan pertunjukan sore ini.”

“Tentu saja harus begitu. Dia sangat mengagumkan,” komentarku sambil melirik Chanyeol yang tampak mengiakan.

“Kapan ia kembali?”

Yura memeriksa jam tangannya. “Dalam beberapa menit kurasa. Ia sudah ke luar agak lama.”

Aku melihat ke arah Chanyeol. Meski menyembunyikannya, aku tahu kalau Chanyeol pikir menunggui Jongin agak menyebalkan. Apalagi kami punya janji makan malam bersama keluarga besarnya. Tapi ia juga ingin jadi sosok yang suportif, jadi mau tak mau ia ingin menerima saja.

“Kalau begitu aku ingin menitipkan ini saja padamu,” ujarku sembari mengulurkan buket bunganya.

Chanyeol menyentuh sikuku sebelum Yura meraih pemberianku.

“Kita bisa menunggunya.”

“Kau yakin?”

“Tentu saja.” Suara lain. Suara Jongin. Tahu-tahu saja ia sudah di hadapanku dan meraih buket bunganya.

“Terima kasih, kalian berdua,” katanya ceria. “Yura, bisakah kau membuatkan minuman untuk mereka?”

“Tentu.” Kemudian ia menghilang di balik pintu yang menutup perlahan.

“Silakan duduk,” katanya mendahului kami ke kursi di samping meja rias.

“Selamat atas pertunjukanmu, aku sangat menikmatinya, Kim Jongin,” ujar Chanyeol mengawali.

“Terima kasih atas kedatanganmu,” dia memalingkan wajahnya padaku, “dan kau juga.”

“Aku tidak mungkin melewatkannya,” timpalku.

Terjadi keheningan yang cukup panjang setelahnya. Aku bersedia membayar ribuan won untuk mengetahui isi pikiran Jongin dan Chanyeol saat ini.

“Kalian tampak serasi,” komentar Jongin. “Jadi kapan pernikahannya akan dilangsungkan?”

“Dalam waktu dekat,” sahutku.

“Hanya pastikan undangannya sampai ke rumahku.”

“Tentu,” kata Chanyeol.

Kim Jongin tersenyum mendengarnya. Dan itu bukan jenis senyuman yang dipaksakan. Ia berbahagia untuk kami, untukku. Aku tahu.

.

Aku dan Chanyeol tengah berada di halaman parkir orang tua Chanyeol. Kami belum beranjak meski sudah mematikan mesin mobil dari dua puluh menit yang lalu. Bukannya melihat jajaran mobil mewah lebih menyenangkan daripada bertemu dengan para pemiliknya, hanya saja ini membuatku jauh lebih tenang. Mana mungkin mobil bisa memelototiku dan memandangku dengan penilaian dari ujung kepala hingga kaki?

“Sekarang sudah?” tanya Chanyeol untuk kesekian kalinya. Ingin memastikan apakah aku sudah mau ke luar dari mobil untuk menemui keluarga besarnya atau belum.

“Lima menit lagi.”

“Oke,” sahutnya.

Tidak, tunggu. Lebih cepat mulai akan lebih cepat selesainya. “Tidak, sekarang saja. Aku sudah siap.”

“Kau tidak kelihatan siap.”

“Aku merasa siap,” ujarku meyakinkan diri.

Tanganku terkepal kuat, aku menyadarinya. Aku berkeringat, itu juga kurasakan. Jantungku berdebar seperti yang tak seharusnya, itu karena ulah adrenalinku sendiri. Itu bukan yang namanya tenang, tapi aku siap. Atau yah, aku menyugestikan diriku untuk merasa begitu.

And then it happens. His lips on mine. Trying to make me feel better. But no, that’s not what a kiss would do. It makes your heart beats even harder and you can hear it even louder. I kiss him back anyway. Because I don’t care how fast my heart will beating, how red my face will be. This just feel right. Me and him, us.

My hands are on his hair before I realised, while his hands are on my waist. He kisses me wild. Sure I can let him, I want him too. But when I hear something fell, and my dress don’t feel the same, that’s when I know we should stop.

“Chanyeol, stop.”

He doesn’t want to.

“Chanyeol.” I push him away.

“Why?”

“Kau merusak gaunku,” aku memberitahunya.

“Apa?” Ia tampak tak mengerti dan masih berusaha mengendalikan diri.

Aku menyatukan seluruh rambutku dan menariknya ke satu sisi. Kemudian aku berbalik, menunjukkan sisi tubuh belakangku, memperlihatkan apa yang baru saja ia lakukan.

“Satu kancing gaunku lepas. Ibumu akan membunuhku.”

Dia tertawa. Karena hanya itu yang bisa ia lakukan.

Aku marah tapi tak bisa menyembunyikan tawaku juga. Karena yah, ini bukan sepenuhnya kesalahan Chanyeol.

  • baru selesai sama urusan sekolah dan tes ptn, doain agar nabil lolos ya semuanya
  • Maaf sekali karena lama sekali dilanjutnya karena kesibukan saya dan harus memprioritaskan sekolah dulu, but now I’m back hehehe. In case belum kenal, I’m nabil. Dan kalo mau membaca fanfiksiku yang lain bisa dicek di sini.
  • Terima kasih yang sudah membaca ini dari awal hingga akhir ❤
  • Nabil sedang mengerjakan projek ff baru, jadi berikan komentar terbaik kalian untuk nabil pilih nama kalian sebagai pemeran utama cewenya. Oiya, jangan lupa tinggalkan nama koreanya juga ya (:
  • Just let you know, the main character will be Park Chanyeol. Jadi untuk ciwi-ciwinya abang ini, jangan lupa berkomentar.
  • I’ll see you guys very soon xx
Advertisements

7 responses to “[Last Shot] Snapshots by slmnabil

  1. Beneran ending nih , tapi seneng juga sih akhirnya mereka baik-baik aja.
    What about Irene Jung ?
    Can’t wait for your next project!❤

  2. Kaget lho tbtb ada notif kakak update , tadinya hampir lupa ceritanya yg mana wkwkwk jadi baca dulu chp sebelumnya wkwkw yah udahan sayang banget padahal masih kangen
    Ditunggu karya barunya ya ka

  3. Astaga astaga, aku telat bangeeeeeeetttttt
    Gak papa, yg penting udah ketemu
    Yaampun suka benget endingnya haha kapan aku punya pendamping kaya kamu sih ceye, pengertian banget, sumpah, bkin melted aku suka banget sama ceye dsini
    Jongin msh ada aku kok, tenang yah gak usah bersedih hihi
    Setelah perjalanan panjang yg bkin seoljin terombang ambing -termasuk aku- akhirnya seoljin bisa memantapkan hati buat lepasin jongin meskipun aku tahu itu hal yg paling sangat terberat buat dilakuin -sotoi haha- andai bisa dua duanya sama aku aja haha,
    Sedih rasanya udah tamat, aku pengen banget tahu kehidpan ceye seoljin stelah nikah krn gk bisa move on sama sikap manis ceye
    Makasih yah buat uri writer yg udh bkin ff dan tokohnya buat aku baper dan makasih banget udah menyelesaikan hingga last shot
    Xoxo
    Regard from ceye 😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s