Pain of Love (END) – QueenX

Pain of Love (19-END)

c1

Author

QUEENX

Genre : FLUFF

Length : Series

The Cast :

OC

Jeon Jungkook

Rating : Teen

 

Sebelumnya di PAIN OF LOVE

 

“Sudah selesai menangisnya?” tanya Jungkook saat Alice benar-benar sudah tenang dan tidak menangis lagi.

Hampir sepuluh menit tangisan Alice berlangsung di dalam UKS. Mau tak mau membuat Jungkook kembali ke lapangan untuk meminta izin pada guru olahraga. Beberapa siswa bersiul dan menggoda Jungkook yang sengaja agar bisa berduaan dengan Alice di UKS.

“Jangan bercermin seharian ini.” ucap Jungkook.

“Memangnya kenapa?” tanya Alice lugu.

“Wajahmu sangat jelek saat ini. Matamu merah, hidungmu juga merah, pokoknya bisa mengakibatkan cermin terbelah menjadi dua kalau kau berniat bercermin sekarang” cibir Jungkook menahan tawa.

“Jeon Jungkook!” amuk Alice yang langsung membuat Jungkook tertawa.

“Apa yang kau pikirkan sampai tidak sadar ada bola yang mengarah padamu tadi? Tugas sekolah?” tanya Jungkook kemudian.

Alice mengulum bibirnya dan menggeleng.

“Kau lupa sarapan?”

Alice menggeleng lagi.

“Lupa membawa buku pelajaran? Salah jadwal?”

Untuk yang kesekian kalinya Alice menggeleng.

“Lalu apa yang sedang kau pikirkan?!” tanya Jungkook kesal juga pada akhirnya.

“Kau.” Jawab Alice singkat.

Jungkook terkejut namun segera menutupi keterkejutannya dan tersenyum miring.

“Benar?”

Alice mengangguk dengan cepat.

“Kau marah padaku, tidak mau bicara denganku lagi, bahkan tidak mau berteman denganku lagi, jelas saja membuatku memikirkannya sampai detik ini.” ucap Alice jujur.

“Sebenarnya apa yang membuatmu menyesali pertemanan kita selama ini?” tanya Jungkook kemudian. To the point.

Alice menunduk, lalu mengangkat kepalanya lagi, “Aku menyesali pertemanan kita bukan karena aku hanya berpura-pura ingin berteman denganmu.” Jelas Alice.

“Lalu?”

“Sebenarnya aku…emm tapi janji dulu ya?”

“Janji apa?”

“Janji tidak akan marah padaku setelah aku menceritakan yang sejujurnya.” Ucap Alice.

“Tergantung.” Jawab Jungkook singkat.

“Tergantung bagaimana?”

“Tergantung penjelasanmu akan membuatku marah atau tidak.” Balas Jungkook.

“Ya sudah, kalau begitu tidak jadi saja.” Ucap Alice lalu merengut.

“Ya sudah, ayo kembali ke lapangan.” Jungkook kemudian berdiri dari duduknya.

“Tu-tunggu dulu!” tahan Alice.

“Apalagi? Yang penting kau berteman denganku bukan karena pura-pura, meski aku masih penasaran bagian mana yang kau sesali dari pertemanan kita. Ayo, kita harus segera kem—”

“Bagian yang kusesali adalah karena aku menyukaimu.” Potong Alice kemudian.

Mulut Jungkook terkatup rapat, matanya terbuka lebar, apakah Alice sedang menyatakan rasa sukanya pada Jungkook sekarang? Bukankah dimana-mana seharusnya laki-laki yang melakukan itu? Tapi…apa kata Alice barusan? Menyukainya? Itu tandanya…itu tandanya perasaan Jungkook selama ini tidak ia rasakan sendiri. Alice juga merasakan hal yang sama. Alice membalas perasaannya!

Jungkook tidak mau terlihat terlalu senang. Ia harus menahan dirinya agar tetap terlihat cool di depan Alice. Ia berbalik dan menatap Alice yang langsung menunduk malu. Ia yakin pipi Alice pasti sudah semerah kepiting rebus sekarang. Ia mencoba menahan tawanya. Menunggu beberapa saat, mungkin Alice berniat melanjutkan kata-katanya.

“Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini muncul. Aku tidak bisa menahannya. Selama ini, jika aku terlihat dingin dan biasa saja melihat kesenanganmu saat berhasil berkenalan dengan perempuan yang kau sukai, sebenarnya aku tidak suka, aku tidak ingin kau pergi dari sisiku, aku…aku berusaha untuk tidak mengatakannya, aku takut…setelah ini persahabatan kita tidak akan seperti dulu lagi, kau akan menghindariku dan tidak mau berada di dekatku lagi. Dan menurutku itu lebih menyiksa, jadi aku memilih untuk memendamnya, tapi…semakin kupendam, rasanya semakin menyakitkan dan semakin tidak tertahankan. Aku…aku minta maaf Jeon Jungkook, aku—”

Ucapan Alice tertahan saat telunjuk Jungkook menempel di ujung bibirnya. Membuat Alice terdiam dan menatap Jungkook penuh tanya.

“Bodoh.” Ucap Jungkook kemudian.

Alice langsung menunduk. Ia tahu, Jungkook pasti akan menolaknya. Ia harusnya sadar ketika Jungkook hanya menganggapnya sebagai sahabat sampai kapanpun.

“Kau membuatku terlihat semakin bodoh sekarang.” Ucap Jungkook lagi.

“A-apa?” Alice terkejut.

“Bagaimana bisa kau mendahuluiku seperti ini?”

Alice menyerngit.

“Seharusnya aku yang mengutarakan perasaanku padamu. Bukan sebaliknya.” Tutur Jungkook.

Alice kemudian tersenyum dan menunduk kemudian menatap Jungkook lagi, keduanya sama-sama tersenyum. Jungkook merentangkan kedua tangannya dan Alice langsung menjatuhkan dirinya ke dalam dekapan Jungkook.

“Kau mendengarnya?” tanya Jungkook.

Alice mendengar suara detak jantung Jungkook yang berdetak tak karuan, sama seperti detak jantungnya saat ini, ia kemudian mengangguk dan semakin mempererat pelukannya.

“Itulah yang kurasakan setiap kali kau berada di dekatku. Saranghae, Alice Lee.”

Nado saranghae, Jeon Jungkook.” Jawab Alice.

*

F I N

SORRY FOR TYPO(s)

Ending yang…

Kurasa tidak memuaskan, right? Haha.

Tapi seenggaknya pada akhirnya mereka jadian, kan?

Maafkan Chanyeol yang hilang entah kemana bagai ditelan bumi. Toh dia hanya jadi cameo disini.

Untuk pertama kalinya, SERIUSAN DEH INI, aku nyelesaikan fanfic dengan ending yang MENURUT AKU PRIBADI amat sangat MEMUASKAN. Biasanya aku harus nunggu sampe berbulan-bulan, tapi untuk yang ini, gak nyampe seminggu habis 20 chapter aku selesaikan. Meski sebenarnya 20 chapter ini kalau disatukan beres selesai sehari dan jadi sebuah oneshot hehe.

Lupakan soal statusku yang dulunya banyak disukai pembaca, sekarang aku mau fokus ngarang cerita yang sesuai sama mood dan feel aku. Jikalau ada cerita lain yang belum selesai, mohon maaf atas keterlambatannya. Pasti akan kuposting, tapi ya gitu…temen-temen harus sabar menunggu karena aku selalu mengalami writer block di saat aku membuat cerita pasangan itu (IKYNWIM) tapi insyaAllah akan aku selesaikan karena meski sebagian besar ending karyaku gaje, tapi setidaknya aku gak ngegantungin perasaan pembaca yang rela nunggu lama demi cerita tersebut.

Sampai jumpa di mini-series another member of Bangtan di waktu yang akan datang~

 

Regards,

QueenX

Advertisements

12 responses to “Pain of Love (END) – QueenX

  1. yeay.. first coment. duhh… cerita yg paling ditunggu”… sequel boleh thor??? 😀 semangat thorrr… daebak

  2. Akhir nya..seneng juga mereka jadian tp sedih couple ini udahan hahaha…ditunggu next project nya….

  3. Yaaah udah udahan sih thor 😂
    Nambah dong thor 1 part aja yg so sweet gitu tentang mereka berdua tapi yg panjaaaaaaaaang 😄

  4. yeahhhhh sorak-sorai, rusuh penuh dengan bunga berguguran #GakNyambung wkwk….. gregettt sampai pengen nyabet jungkook ……
    yah walaupun jungkook keduluan alice yg menyatakan perasaannya duluan gak-apa-apalah aku turut senang….

  5. Yeahhh, setidaknya mereka biasa bersatu lagi…
    Walaupun harus alice dulu yang memulai…

  6. slalu saja ada yang mngesankan di setiap chapternya. romantis nya pas pokoknya. siipp author lanjutkan karyamu 🙂

  7. Oh happy ending kyaaaaa so sweet😍
    Aku bacanya senyum2 sendiri mereka buat aku gemes ih
    Duhh kuki😘
    Di tunggu fanfic lainnya^^ keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s